PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN A PERSIAPAN
C. ANALISIS HASIL PELAKSANAAN DAN REFLEKS
3. Faktor Pendukung
Dalam pelaksanaan PPL terdapat beberapa faktor yang mendukung praktikkan dalam melaksanakan praktik mengajar, antara lain:
37
1) Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PPL yang memiliki kompetensi profesional dalam pendidikan, yang memberikan banyak bimbingan dan arahan kepada praktikkan sehingga praktikkan dapat menciptakan kegiatan belajar mengajar yang lebih baik.
2) Guru pembimbing dengan sejumlah pengalaman mengajar yang memberikan bimbingan dan arahan kepada praktikkan sehingga praktikkan mampu memiliki kemampuan dalam mengelola kelas dan memberikan penilaian terhadap praktikkan saat praktik mengajar dilaksanakan.
3) Peserta didik yang kooperatif dan aktif yang mampu menghidupkan suasana belajar yang kondusif, interaktif, dan produktif
4) Fasilitas sekolah yang mendukung kegiatan belajar mengajar, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara optimal, efektif dan efisien.
5) Lingkungan yang kondusif yang mendukung jalannya pembelajaran
4. Refleksi
Selama pelaksanaan PPL dengan kegiatan utama praktik mengajar, maka dari 20 praktik mengajar yan direncanakan dan telah dilaksanakan oleh praktikkan, tampak hasil yang dapat dianalisis dan kemudian direfleksikan untuk kemajuan. Berdasarkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan praktikan, dapat dianalisis beberapa hambatan yang dihadapi praktikan dalam praktik mengajar, antara lain:
a. Praktikkan merasa belum menguasai materi pembelajaran dengan baik sehingga merasa kesulitan ketika akan berimprovisasi dalam pemberian contoh-contoh aktual pada saat kegiatan belajar mengajar.
b. Praktikkan merasa kesulitan ketika melakukan penilaian dalam kegiatan belajar mengajar seperti diskusi, role playing dan kegiatan belajar mengajar lainnya.
c. Peserta didik tidak memiliki buku pegangan, sehingga dalam kegiatan mengajar guru merasa kesulitan ketika akan memberikan tugas dan peserta didik pun merasa kesulitan dalam mengulang materi yang diajarkan . d. Praktikkan sulit mengendalikan peserta didik dalam kegiatan diskusi dan
presentasi, sehingga suasana menjadi tidak kondusif.
e. Seringkali peserta didik merasa bosan dan jenuh ketika pelajaran Pendidikan Kewarganegaraa, hal ini dikarenakan mata pelajaran PKn dianggap sebagai mata pelajaran yang teoritis dan monoton
38
menyimpang pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti melamun, tidak fokus, pasif, bermain handphone dan berbicara dengan teman sebangku.
g. Rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh mahasiswa praktikan. Hal ini terlihat dari kurangnya keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi hanya sebagian siswa saja sedangkan yang lainnya tetap memperhatikan.
Ada beberapa usaha untuk mengatasi hambatan-hambatan di atas, antara lain:
a. Mempelajari materi pembelajaran secara seksama dan membaca materi- materi yang berkaitan dari berbagai sumber/referensi. Hal ini dilakukan guna menambah pengetahuan dan praktikkan, sehingga praktikkan mampu memberikan pengetahuan yang lebih dan menghadirkan contoh-contoh aktual di masyarakat kepada peserta didik.
b. Menggunakan lembar penilaian yang disesuaikan dengan jenis kegiatan pembelajaran, dan mengamati perilaku peserta didik saat kegiatan belajar mengajar dengan seksama untuk menghindarkan sikap subyektif dalam penilaian.
c. Memberikan hand out materi pembelajaran yang telah diajarkan, sehingga peserta didik dapat belajar kembali materi yang diajarkan di luar jam pelajaran.
d. Mengkondisikan peserta didik dengan cara menegur dan memberikan nasihat apabila ramai pada saat diskusi berlangsung serta memberikan tugas kepada peserta didik untuk mencatat hasil presentasi kelompok lain, e. Memilih metode pembelajaran yang tepat disesuaikan dengan karakteristik
perilaku peserta didik dan memilih media pembelajaran yang kreatif yang dapat membangkitkan semangat peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar serta meningkatkan sikap kreatif dan inovatif peserta didik.
f. Dalam kegiatan belajar mengajar praktikkan mengajar dengan gaya serius dan santai disisipi dengan lelucon dan motivasi. Selain itu guna mengkondisikan peserta didik, seringkali praktikkan menegur dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran yang diajarkan.
g. Memberikan “reward” kepada siswa yang berprestasi, aktif serta yang memperhatikan dan merespon pelajaran PKn dengan baik. Reward yang
39
diberikan berupa hadiah atau ucapan seperti bagus, tingkatkan belajarnya dll. Sebaliknya apabila terdapat siswa yang kurang tepat dalam menjawab pertanyaan yang diberikan atau menanggapi suatu permasalahan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, praktikan tidak langsung menyalahkan siswa tetapi memberikan penguatan dengan cara mengkonfirmasi jawaban yang paling tepat.
40
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari serangkaian pelaksanaan kegiatan PPL di MAN Yogyakarta II pada bulan Juli-September dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Praktik Pelaksanaan Lapangan (PPL) merupakan wahana bagi mahasiswa untuk menerapkan ketrampilan mengajar yang diperoleh selama kuliah. 2. Praktik Pelaksanaan Lapangan (PPL) merupakan wahana bagi mahasiswa
untuk mengembangkan empat kompetensi sebagai pendidik yaitu kepribadian, sosial, paedagogik, dan professional.
3. Pelaksanaan PPL memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa mengenai berbagai bentuk kegiatan yang diselenggarakan di sekolah khususnya di MAN Yogyakarta II.
4. Kegiatan PPL memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa mengenai cara mengajar yang baik dan benar.
5. Kegiatan PPL memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa guna meningkatkan kualitas pengajaran dan kompetensi guru yang harus dimiliki di kemudian hari.
B. SARAN
Berdasarkan pelaksanaan PPL selama kurang lebih dua bulan di MAN Yogyakarta II ada beberapa saran yang praktikan sampaikan yang mungkin dapat digunakan sebagai masukan, antara lain:
1. Untuk UPPL:
a. Pihak UPPL perlu memperhatikan antara kesesuaian jumlah mahasiswa dengan kuota bidang studi yang di butuhkan oleh sekolah. b. Pihak UPPL hendaknya memberikan informasi yang jelas mengenai
pelaksanaan PPL mulai dari penerjunan, pelaksanaan dan penarikan. c. Pihak UPPL hendaknya memberikan informasi yang jelas mengenai
ketentuan praktik mengajar yang wajib dilaksanakan.
d. Pihak UPPL sebaiknya memberi keterangan yang jelas mengenai alokasi waktu dan meningkatkan kualitas fasilitas yang diberikan kepada mahasiswa.
e. Pihak UPPL hendaknya memberikan informasi yang jelas mengenai format laporan PPL
41
f. Kemitraan dan komunikasi antara UNY dan MAN Yogyakarta II lebih ditingkatkan lagi demi kemajuan dan keberhasilan program PPL UNY serta kemajuan dan keberhasilan MAN Yogyakarta II
g. Pihak UPPL sebaiknya mengubah pelaksanaan kegiatan PPL yang dilakukan selama dua bulan membuat mahasiswa kelelahan dan kurang istirahat.
2. Untuk Sekolah
a. Pihak MAN Yogyakarta II hendaknya lebih memperhatikan ketentuan pelaksanaan PPL sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaan praktik mengajar.
b. Pihak MAN Yogyakarta II hendaknya memberikan teguran secara langsung jika ada ketidaknyamanan yang dilakukan mahasiswa PPL
3. Untuk Mahasiswa
a. Mahasiswa agar lebih mempersiapkan diri baik fisik, mental, materi, dan keterampilan mengajar yang nantinya sangat diperlukan dalam mengajar. b. Meningkatkan kerjasama antara mahasiswa dengan rekan anggota
kelompok mahasiswa PPL
c. Mahasiswa hendaknya mengalokasikan waktu secara efektif selama pelaksanaan PPL
d. Mahasiswa hendaknya menjalin komunikasi yang baik dengan warga sekolah, baik Kepala Sekolah, seluruh guru, karyawan, dan siswa di MAN Yogyakarta II
42