BAB III. Realisasi Kegiatan Mahasiswa KKN
A. Kegiatan Mandiri
5. Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor pendukung dari kegiatan atau proses pembuatan peta ini adalah adanya laptop serta software atau aplikasi ArcGIS, Google Earth, serta peta dasar dari BPS Banda Aceh serta adanya kawan-kawan yang membantu dalam proses pemasangan peta ini. Dalam menjalankan program ini tidak ada faktor penghambat yang berarti.
A.1.6.Bidang Kegiatan yang Dipilih : Mengajar Pelajaran Geografi di Meunasah
Mengajar pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar. Jika belajar dikatakan milik siswa, maka mengajar sebagai kegiatan guru. Mengajar pada prinsipnya membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar adalah suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar mengajar. Hal ini mengandung makna bahwa seorang guru dituntut untuk dapat berperan sebagai organisator kegiatan belajar mengajar siswa dan juga hendaknya mampu memanfaatkan lingkungan, baik yang ada di kelas maupun yang ada di luar kelas yang menunjang kegiatan belajar mengajar. Mengajar adalah salah satu bidang yang saya pilih sesuai dengan latar belakang atau basic disiplin ilmu yang saya ambil di perkuliahan. Mahasiswa dituntut agar mampu memberikan dedikasi atau wujud nyata dari apa yang telah ia pelajari selama ini di bangku perkuliahan, ilmu yang telah dipelajari dikatakan manfaat bila dapat disampaikan serta di bagi ke orang banyak. Dan belajarjugatidakmesti di sekolahsajaberhubung gampong yang saya tempati tidak ada sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, jadi untuk menjalankan program yang saya buat dalam matrix program kerja saya, saya mengambil tempat di meunasah untuk mengajar sebagai bahan ajar tambahan dan selebihnya mereka dapatkan di sekolah-sekolah mereka.
A.1.7.Maksud, Tujuan dan Sasaran yang ingin Dicapai
Maksud dari kegiatan penunjang ini adalah untuk mengasah sejauh mana kemampuan dan pengetahuan anak-anak yang ada di gampongkarieng terhadap mata pelajaran Geografi.
pelajaran lainnya. Tujuan dari program ini adalah memberikan atau mentransfer ilmu yang selama ini telah saya pelajari sehingga anak-anak disini sedikit tidaknya dapat ia aplikasikan dalam kesehariannya. Adapun sasaran dari program mengajar ini adalah anak-anak yang ada di gampong karieng dengan tingkat pendidikan yang berbeda seperti (TK,PAUD,SMP DAN SMA) dan dengan cara mengajar yang berbeda sesuai tingkat pendidikan mereka.
A.1.8.Waktu pelaksanaan
Hari : Minggu
Tanggal : 09Agustus dan 16 Agustus
Jam : 10:00 - 12:00 WIB
A.1.9.Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut
Program ini berlangsung sebanyak 2 kali tatap muka selama pelaksanaan KKN, kali yang pertama saya memberikan materi yang berkenaan dengan pendidikan disekolah sesuai tingkat pendidikan mereka. Dan di kali yang kedua saya mengajarnya lebih cendrung keagamaan ataupengajian, saya mengajak anak-anak yang ada di gampong karieng untuk belajar mengaji di meunasah, yang Alhamdulillah anak-anak maumengikuti acara pengajian tersebut.
Dengan program yang saya buat itu Alhamdulillah mendapatkan dukungan dari masyarakat gampong karieng, jadi anak-anak tersebut mendapatkan pembelajaran tambahan dan untuk mengubah anak-anak dari perilaku yang tidak baik ke perilaku yang lebih baik. Dan juga waktu belajar mereka tidak terbuang atau tersia-siakan.
A.1.10. Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor pendukung dari kegiatan penunjang ini adalah adanya anak-anak yang maumengikuti proses belajarmengajar, media tulis dan Faktor penghambat dari kegiatan penunjang ini adalah tidak tersedianya infocus serta tidak adanya buku cetak pegangan bagi anak-anak di gampong karieng.
A.2. Puti Ghina Munirwan (NIM1207101010072, FK, Pendidikan Dokter)
A.2.1.Bidang Kegiatan yang Dipilih : Penyuluhan dan Simulasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Penyuluhan adalah suatu proses penanaman dan transfer kebiasaan atau nilai dari satu generasi ke generasi selanjutnya dalam suatu kelompok atau masyarakat. Sedangkan simulasi adalah suatu proses latihan yang dilakukan untuk mempraktikkan ilmu dan konsep yang telah didapat dengan cara memainkan peran secara langsung atau secara nyata.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan suatu konsep yang menggambarkan perilaku individu yang membiasakan dirinya untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan serta sebagai upaya untuk mencegah penyakit, memelihara kesehatan, dan meningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat.
Kegiatan penyuluhan dan simulasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ini merupakan salah satu pengabdian ilmu yang dapat dilakukan dalam rangkaian program KKN. Melalui kegiatan ini, peserta KKN berharap semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak, para orang tua, serta masyarakat yang terlibat didalamnya.
A.2.2.Maksud, Tujuan dan Sasaran yang ingin Dicapai
Maksud dari kegiatan ini yaitu sebagai upaya untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan meningkatkan kesadaran bagi anak-anak tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti cuci tangan bersih, sikat gigi, kebersihan kuku, dan jajanan sehat. Dengan adanya penyuluhan dan simulasi ini, diharapkan anak-anak menjadi lebih mengetahui, sadar dan mampu untuk melakukan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan keseharian mereka.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama di kalangan anak-anak yang harus dibiasakan sejak dini guna mencegah risiko penyebaran penyakit yang rentan menghampiri mereka, seperti diare, cacingan, gangguan pernafasan, dan lain-lain.
A.2.3. Waktu Pelaksanaan
Hari : Minggu, Rabu
Tanggal : 9 Agustus, 12 Agustus
Jam : 10.00 – 12.00 WIB
A.2.4. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut
Kegiatan penyuluhan dan simulasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ini berjalan dengan lancar. Pemaparan materi mengunakan slide yang ditunjukkan melalui laptop, poster,dan alat peraga berupa sabun antiseptic, sikat gigi, pasta gigi, dan gelas kumur untuk membantu penyampaian materi dan simulasi dalam kegiatan. Peserta yang hadir yaitu sebanyak 25 anak (15 anak laki-laki dan 10 anak perempuan). Partisipasi dari anak-anak dan para orang tua sangat membantu kelancaran kegiatan ini. Selain itu kegiatan ini juga didukung oleh teman-teman sekelompok yang membantu kelancaran kegiatan.
Hasil yang mulai terlihat adalah anak-anak mulai memahami dan mengetahui pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam keseharian mereka seperti cuci tangan bersih, menjaga kebersihan kuku, dan jajanan sehat. Anak-anak juga terlihat antusias memperhatikan materi yang dipaparkan, ikut bernyanyi bersama dan mensimulasikan praktik cuci tangan bersih dan sikat gigi secara massal.
Untuk tindak lanjut, diharapkan anak-anak yang telah mengikuti penyuluhan dan simulasi dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.
A.2.5.Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor pendukung dalam kegiatan ini adalah anak-anak yang merupakan kalangan dengan persentase terbesar, tersedianya fasilitas yang mendukung terselenggaraanya kegiatan seperti tempat wudhu yang dapat dimanfaatkan untuk simulasi cuci tangan dan sikat gigi serta bantuan dari anggota kelompok KKN p188.
Faktor penghambat dalam kegiatan ini adalah sulitnya mencari waktu yang tepat untuk melaksanakan kegiatan karena beberapa pertimbangan seperti jadwal anak-anak yang padat setiap harinya.
A.2.6. Bidang Kegiatan yang Dipilih :Home Visit
Tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Saat yang paling baik dalam mengukur tekanan darah adalah dalam keadaan istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring. Tekanan darah seseorang bervariasi, yaitu dipengaruhi oleh usia, aktivitas fisik, posisi, kondisi tubuh, dan waktu pengukuran.
Warga gampong Karieng cenderung mengonsumsi makan yang menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi, selain itu aktivitas fisik yang tinggi, seperti bekerja dan petani membuat mereka cenderung memiliki tekanan darah yang tinggi.
Kegiatan ini dilakukan guna skrining tekana darah orang dewasa di gampong karieng dan di harapkan dapat menjadi acuan dan digunakan dalam penentuan kualitas kesehatan, khususnya dalam hal tekanan darah di gampong karieng.
A.2.7.Maksud, Tujuan dan Sasaran yang ingin Dicapai
Adapun maksud dan tujuan dari program ini yaitu :
Kegiatan pengukuran tekanan darah dilakukan kepada seluruh orang dewasa di Gampong karieng. Kegiatan ini dilakukan dengan cara home visit, yaitu mengunjungi rumah-rumah warga sekalian juga untuk sensus penduduk, saat posyandu, selain itu pengukuran tekana darah juga dilakukan saat program dari teman lain sedang berlangsung, sehingga lebih mengekfektifkan waktu pelaksaan, dimana pengukuran tekan darah hanya berlangsung sebentar.
Selain itu edukasi mengenai tekanan darah juga diberikan, edukasi yang diberikan berupa edukasi mengenai gaya hidup yang sehat, mulai dari makan, olahraga, berkerja, dan istirahat. Diharapkan warga gampong akan mengerti dan memulai pola hidup sehat.
Sasaran dalam kegiatan ini adalah seluruh orang dewasa di Gampong Karieng
A.2.8.Waktu Pelaksanaan
Hari : Rabu, Senin, Sabtu
Tanggal : 18 Agustus, 23 Agustus, 28 Agustus
A.2.9.Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut
Pemeriksaan tekanan darah dilakukan oleh Puti Ghina Munirwan dibantu oleh teman-teman p188. Kegiatan ini berlangsung berkala setiap minggunya. Alat yang digunakan adalah sphygmomanometer (tensimeter) dan stetoskop. Warga sangat antusias saat pemerikasaan tekanan darah dilakukan. Pemerikasaan ini dilakukan saat homevisit, saat acara dari anggota lain, dan saat posyandu. Hasil tekanan darah juga dicatat sebagai pertinggal jika diperlukan.
Hasil yang ingin dicapai diharapkan warga mengerti dan menjalani pola hidup sehat, dimana masyarakat aceh cenderung memiliki tekana darah yang tinggi karena kandungan makan yang dikonsumsinya. Sehingga pola hidup yang sehat sangat membantu dalam tercapainya tekanan darah yang normal.
A.2.10. Faktor Pendukung dan Penghambat
Adapun faktor pendukung terlaksananya kegiatan adalah antusiasme yang cukup baik dari warga dalam proses pemeriksaan, dimana keingintahuan warga mengenai kesehatan dalam hal tekanan darah khususnya
Faktor penghambat dalam terlaksananya kegiatan ini adalah waktu yang sulit dikarenakan musim panen, sehingga warga lebih memilih untuk ke sawah di bandingkan berpartisipasi dalam acara ini, selain itu banyak warga yang meminta obat, sedangkan sebagai mahasiswa, saya masih belum berkompeten untuk memberikan obat.
A.3. Rahmi Keumalasari (NIM 1206103020027,FKIP, Pendidikan Matematika) A.3.1.Bidang Kegiatan yang Dipilih :Kegiatan Bimbingan Belajar Matematika
Matematika merupakan suatu pelajaran yang tersusun secara beraturan, logis, berjenjang dari yang paling mudah hingga yang paling rumit.Tidak sedikit anak-anak di dunia ini yang menganggap bahwa matematika merupakan suatu mata pelajaran yang sangat sulit untuk dipelajari. Aktivitas belajar bagi setiap individu dalam mempelajari pelajaran matematika tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang-kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari dan terkadang-kadang juga teramat sulit. Dalam hal semangat terkadang semangat tinggi, tetapi juga terkadang sulit untuk mengadakan konsentrasi.
Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap anak didik dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan aktivitas belajar. Setiap individu memang tidak ada yang sama, perbedaan individual ini yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar di kalangan anak didik. Dalam keadaan dimana anak didik atau siswa tidak dapat belajar sebagai mana mestinya, itulah yang dinamakan kesulitan belajar. Oleh karena itu sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni, saya memilih kegiatan Bimbingan Belajar Matematika sebagai kegiatan utama.
Selain untuk menambah pengalaman keilmuan bagi diri saya sendiri, kegiatan ini dapat mengasah ilmu mengajar yang telah saya peroleh sehari-hari untuk diterapkan di daerah terpencil walaupun dengan situasi dan kondisi yang tidak lengkap dan fasilitas yang kurang memadai tetapi mampu menciptakan proses belajar mengajar dalam suasana yang kondusif dan bermanfaat.
A.3.2.Maksud, Tujuan dan Sasaran yang ingin Dicapai
Adapun maksud dari program ini adalah untuk menambah pengetahuan anak-anak Gampong Karieng dalam pelajaran matematika. Hal ini dikarenakan belum tentu apa yang mereka dapat di sekolahnya telah benar-benar dipahami dan dimengerti. Tetapi dengan melihat keaktifan dan antusias anak-anak gampong Karieng sangat bersemangat untuk belajar pada waktu kosong, kegiatan ini dapat menjadi suatu kegiatan yang sangat bermanfaat dan bermakna.
adanya bimbingan belajar ini diharapkan terjadi suatu prosesyang berkesinambungan dalam proses belajar sehingga dapat terarah kepada tujuan tertentu. Bimbingan belajar matematika ini merupakan hal yang cukup penting bagi peserta didik, mengingat pada saat ini peserta didik dituntut untuk bisa berkompetensi. Oleh karena itu siswa diharapkan mengikuti bimbingan belajar sebagai alat untuk menghadapi tantangan di masa depan. Selain itu, tujuan dari bimbingan belajar adalah dapat membuat siswa semakin kreatif pada kegiatan belajar mengajar. Maka sangat penting bagi peserta didik untuk mengikuti bimbingan belajar, agar mereka mampu bersaing dengan tuntutan zaman pada saat ini. Kemudian bimbingan belajar matematika ini diharapkan dapatmembantu meningkatkan prestasi anak-anak di sekolah, membantu mengulang kembali pelajaran sekolah yang tidak begitu dimengerti serta ditujukan untuk mengisi waktu luang anak-anak dalam bentuk kegiatan yang lebih bermanfaat.
Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh anak-anak dan remaja Gampong Karieng yang berjumlah sekitar 30 orang. Anak-anak tersebut masih bersekolah SD dari kelas 1 hingga kelas 6 dan anak-anak SMP dari kelas 1 sampai kelas 3. Kegiatan Belajar mengajar di Gampong Karieng ini berlangsung selama empat kali yaitu satu kali dalam setiap minggunya.
A.3.3.Waktu Pelaksanaan
Hari : Minggu, Minggu, Minggu dan Selasa
Tanggal : 9 Agustus,16 Agustus, 23 Agustus, 1 September
Jam : 10:00-11:00 WIB
A.3.4.Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut
Kegiatan Bimbingan Belajar Matematika bagi anak-anak Gampong Karieng ini dilaksanakan oleh Rahmi Keumalasari yang dibantu oleh Karla Amelia, Nadia Mastura, Zamalun Afzal, Puti Ghina Munirwan, dan Chairunnisa. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 4 kali selama kegiatan KKN yaitu pada tanggal 9, 16, 23 Agustus dan 1 September 2015. Kegiatan ini berlangsung kepada anak-anak SD dan SMP yang berjumlah sekitar 30 orang. Proses belajar mengajar berlangsung dari jam 10 sampai jam 11di pagi hari. Kegiatan ini berlangsung di meunasah gampong Karieng. Materi yang diajarkan di awal pertemuan yaitu penguatan di operasi penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Selanjutnya
Hasil yang didapatkan dari program ini adalah meningkatnya minat anak-anak dalam mempelajari matematika yang pada awalnya lebih banyak dianggap sulit, serta terbantunya anak-anak dalam mengulang kembali pelajaran-pelajaran sekolah dengan adanya kegiatan bimbingan belajar yang rutin.
A.3.5.Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor pendukung dari kegiatan ini adalah partisipasi aktif dari anak-anak gampong Karieng dalam mempelajari matematika, keinginan untuk mengaplikasikan hasil dari pembelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari, tersedianya tempat untuk berlangsungnya proses belajar mengajar yaitu Meunasah Gampong Karieng, serta dukungan dari para orang tua anak-anak yang turut memberikan dorongan positif dengan adanya kegiatan tersebut. Faktor penghambat dari program ini adalah masih adanya beberapa anak-anak yang masih malas dalam belajar.
A.3.6. Bidang Kegiatan yang Dipilih : Pengenalan Teknologi bagi Anak-anak
Pendidikan bagi anak usia dini yang baik dan tepat dibutuhkan oleh anak-anak untuk mengadapi masa depan mereka. Terlebih pembelajaran tersebut menyangkut tentang pengenalan komputer yang sangat dianjurkan karena dengan teknologi yang begitu canggih saat ini, berbagai informasi dunia dapat diakses ke tangan kita. Begitu juga dengan anak-anak sebagai penerus generasi bangsa kita yang memerlukan pengenalan teknologi sejak dinilah yang paling tepat di ajarkan. Salah satu tugas penting yang harus dilaksanakan oleh pendidik anak usia dini adalah menyiapkan anak didik agar dapat hidup di masa depan dengan lebih baik. Diperkirakan pada masa depan nanti penggunaan teknologi akan semakin mendominasi kehidupan kita. Untuk itu semenjak dini pendidik perlu mengenalkan teknologi tersebut kepada anak didik Karena penguasaan teknologi dimasa depan akan menentukan kejayaan sebuah bangsa.Namun pembelajaran tentang teknologi komputer pada anak usia dini dilakukan hanya sebatas mengenal perangkat komputer sebagai teknologi yang dapat membantu pekerjaan manusia.
Anak usia dini perlu mengetahui potensi yang dapat dimanfaatkan oleh perangkat komputer yang memudahkan kerja kita semua. Penjelasan tentang teknologi komputer ini hendaknya dilakukan dalam suasana menyenangkan dan dengan bahasa yang sederhana pula. Pengenalan potensi komputer untuk pembelajaran anak usia dini dapat dilakukan melalui
Ajaklah anak untuk belajar menggeser mouse, menggambar dan mewarnainya. Hasil pekerjaan anak akan terlihat pada layar monitor.
Berangkat dari latar belakang tersebut, saya memilih program pengenalan teknologi kepada anak-anak. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, anak-anak gampong juga dapat ikut mengenal dengan baik teknologi yang berkembang saat ini.
A.3.7.Maksud, Tujuan dan Sasaran yang ingin Dicapai
Program ini dimaksudkan untuk memperkenalkan kecanggihan teknologi dalam kehidupan kita saat ini. Namun Pengenalan teknologi ini akan berakibat fatal bagi anak jika tidak adanya pengawasan dari orang. Anak-anak memiliki rasa keingintahuan tinggi yang begitu melekat dalam dirinya. Anak akan belajar berdasarkan apa yang telah dilihatnya. Di dalam pengenalan ini sangat diperlukan pendamping sebagai arahan bagi anak agar anak tidak salah dalam penggunaannya.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya mempelajari suatu teknologi di zaman yang sangat modern ini serta agar anak-anak di gampong juga dapat merasakan kemudahan menggunakan teknologi sama seperti anak-anak di kota. Kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan motivasi anak dalam belajar, menghasilkan sikap positif, serta komitmen yang kuat terhadap pembelajaran dan sikap yang baik terhadap guru.
Sasaran dari kegiatan ini adalah anak. Program ini telah diikuti oleh 15 anak-anak yang bersekolah di sekolah dasar. Proses pengenalan teknologi tersebut diadakan di Meunasah Gampong Karieng.
A.3.8.Waktu Pelaksanaan
Hari : Sabtu, Rabu, Minggu
Tanggal : 15 Agustus,19 Agustus, 23 Agustus
Jam : 16:00-17:00 WIB
kepada anak-anak SD yang berjumlah sekitar 15 orang. Proses belajar mengajar berlangsung dari jam 4 sampai jam 5di sore hari. Kegiatan ini berlangsung di meunasah gampong Karieng.
Hasil yang didapatkan dari program ini adalah semakin berkembangnya pengetahuan anak-anak tentang teknologi masa kini. Anak-anak yang sebelumnya tidak terlalu familiar dengan benda-benda teknologi kini sudah mulai mengenal teknologi. Anak-anak juga sudah memahami dan terampil bagaimana cara menggunakan alat-alat teknologi seperti personal computer, handphone dan lainnya.
A.3.10.Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor pendukung dari kegiatan ini adalah seluruh anak-anak yang sebelumnya masih jarang mengamati benda-benda teknologi kini memiliki rasa antusias yang sangat tinggi dalam mempelajari perkembangan teknologi yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi mereka. Selain itu, mereka dapat mempersiapkan diri sedikit demi sedikit untuk menghadapi perkembangan perkembangan teknologi yang berkembang begitu pesat. Selama menjalankan kegiatan ini, faktor penghambat tidak ditemukan.
A.4. Karla Amelia (NIM1206103010057,FKIP, Pendidikan Biologi)
A.4.1.Bidang Kegiatan yang Dipilih : Pembuatan apotek hidup dan kebun gizi
Kegiatan utama yang direncanakan adalah mebuat apotek hidup dan kebun gizi, kegiatan ini merupakan kegiatan yang memanfaatkan lahan (halaman) dalam skala kecil maupun besar. Lahan (halaman) merupakan areal tanah yang biasanya berdekatan dan menjadi bagian tak terpisahkan dengan suatu bangunan. Lahan biasanya di jadikan taman untuk tanaman penghias seperti bunga dan lain sebagainya.
Desa Karieng merupakan desa yang terdapat di kecamatan Grong-Grong dengan potensi alam yang berlimpah. Tekstur tanah dan tingkat kesuburan tanah yang tinggi sehingga memiliki potensi untuk ditanamidengan sayur-mayur. Banyak lahan warga yang masih belum di manfaatkan secara baik oleh pemiliknya. Lahan di gampong Karieng banyak di biarkan dan menjadi lahan kosong tanpa di gunakan atau di fungsikan dengan baik. Dan juga ibu-ibu gampong Karieng, ketika ingin mencari sayur-sayuran, ibu-ibu ini terpaksa ke pasar untuk mencari sayur mayur. Melihat dari keadaan tersebut timbulah sebuah program untuk memanfaatkan lahan kosong baik halaman rumah maupun lahan besar untuk menanam sayuran sesuai dengan kebutuhan.
Pemanfaatan apotek hidup sebagai tanaman obat juga belum terlalu popular di masyarakat. Maka dari itu, kegiatan ini dilakukan agar dapat memotivasi warga tentang wawasan untuk menggunakan tanaman apotek hidup sebagai salah satu sumber pengobatan.
A.4.2. Maksud, Tujuan dan Sasaran yang ingin Dicapai
Adapun yang menjadi tujuan daripada kegiatan ini antara lain : membuat dan memberi penjelasan tentang keuntungan apabila memanfaatkan lahan sendiri menjadi tempat tumbuh tanaman apotek hidup dan kebun gizi. Terutama untuk pengeluaran yang biasa di keluarkan oleh ibu-ibu yang berada di kampung ini untuk membeli sayur, jadi dengan adanya kebun sayur di lahansendiri ibu-ibu dapat mengurangi pengeluaran yang biasa untuk membeli sayur-sayuran setiap harinya.
Adapun pencapaian yang berhasil dicapai dalam kegiatan ini antara lain : keberhasilan yang telah di capai yaitu, sudah ada beberapa rumah yang telah memanfaatkan halamannya