• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Pendukung dan Penghambat Manajemen

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Analisis Temuan Penelitian

2. Faktor Pendukung dan Penghambat Manajemen

Perpustakaan

Adapun faktor pendukung dalam melakukan layanan di

perpustakaan SMA Nahdlatul Ulama’ 1 Gresik adalah :

a) Kepala sekolah yang selalu mensupport seluruh kegiatan dan program layanan yang diadakan oleh pihak perpustakaan. Kepala

sekolah juga selalu terlibat dalam kegiatan apapun yang berhubungan dengan perpustakaan.

b) Fasilitas yang memadai yaitu mulai dari transaksi yang sudah otomasi, ruangan yang nyaman, lengkap dengan audio visual, foto copy, internet, petugas yang ramah, dan masih banyak lagi.

c) Buku-buku yang disediakan sangat variatif mulai dari buku bacaan, mata pelajaran, dsb.

d) Banyak di dukung dan bekerjasama dengan perpustakaan lainnya, khususnya perpustakaan daerah.

Adapun faktor penghambat dalam melakukan layanan di

perpustakaan SMA Nahdlatul Ulama’ 1 Gresik adalah :

a) Dana, anggaran untuk merencanakan sampai melaksanakan program dari layanan yang di buat oleh pihak perpustakaan masih banyak membutuhkan dana. Untuk itu solusinya adalah dengan menjalin kerjasama dengan CSR, para orang tua, alumni dan lain sebagainya. b) SDM, setiap orang memiliki karakter yang berbeda, ada juga dari

pihak guru yang belum merenpon dengan baik program layanan yang di sosialisaikan oleh pihak perpustakaan.

c) Rak, dalam hal ini rak yang dimaksud adalah rak tempat pengunjung atau pemustaka meletakkan barangnya itu masih kurang. Sehingga masih berantakan, dan ada yang tidak di taruh di rak tersebut.

Berdasarkan pada Kebijakan Pengembangan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Tahun 2013 komponen dan indikator yang harus ada diantaranya adalah fasilitas yang memadai, 4 rak penitipan barang, area yang luas, koleksi buku lebih dari 1000 judul, jumlah SDM yang kompeten dan lain-lain. Layanan yang ada di perpustakaan SMANUSA selain ada faktor prndukung juga ada penghambatnya, karena tidak semua kegiatan layanan itu berjalan dengan sempurna pasti ada kekurangannya. Adapun faktor penghambatnya adalah yang seharusnya para staf diberikan pelatihan, namun di SMANUSA jarang di berikan hal tersebut. Kemudian rak penitipan barang yang seharusnya minimal 4 rak, di perpustakaan SMANUSA baru memiliki 1 rak penitipan barang, sehingga tidak kelihatan rapi.

Solusi yang diberikan adalah tahun ajaran baru akan memperbaiki semua kekurangan yang ada di Kebun Buku SMANUSA Library, yaitu akan menjalin kerja sama dengan CSR dan perpustakaan daerah untuk mendapatkan dana dan buku, akan memberikan pelatihan kepada para pustakawan, sering melakukan sosialisasi kepada para peserta didik dan guru.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Manajemen layanan perpustakaan di Kebun Buku SMANUSA Library merupakan pengelolaan layanan perpustakaan dengan dasar layanan prima. Sesuai dengan namanya Kebun Buku SMANUSA Library memiliki tujuan memberikan layanan prima, ramah, tegas, tertib, tangkas, nyaman, dan sejuk. Perencanaan layanan perpustakaan yaitu menentukan tujuan, sistem layanan, jenis layanan, bedah buku, E-Learning, workshop dan perpustakaan kelas. Pengorganisasian dilakukan oleh kepala perpustakaan bersama para stafnya dan seluruh wali kelas. Penggerakan dilakukan semua staff perpustakaan, selain itu kepala perpustakaan menggerakkan seluruh wali kelas untuk mengelola perpustakaan kelas. Pengawasan, dilakukan secara berjenjang yaitu dilakukan oleh kepala sekolah, kepala perpustakaan dan wali kelas. Evaluasi dilakukan setiap akhir tahun ajaran yaitu selama 1 tahun sekali dengan melakukan pengecekan buku tamu, kotak kritik dan saran, daftar buku yang telah dipinjam selama 1 tahun, fasilitas dan SDM oleh kepala sekolah, waka kurikulum, kepala perpustakaan, para staf dan wali kelas.

2. Faktor yang menjadi pendukung antara lain karena perpustakaan merupakan jantung sekolah maka banyak dukungan dari kepala sekolah, fasilitas yang bagus. Adapun factor penghambatnya antara lain adalah karena dana yang

dimiliki oleh pihak perpustakaan belum mencukupi, SDM yang kurang kompeten, guru yang tidak satu tujuan. Meskipun ada faktor penghambat, tapi pihak perpustakaan mempunyai solusi yaitu membuat proposal pengajuan dana, mengikutsertakan para petugas untuk pelatihan-pelatihan dan melakukan sosialisasi kepada guru dan siswa.

B. Saran

Berdasarkan dari hasil kesimpulan diatas, maka peneliti memberi saran sebagai berikut:

1. Dari sisi manajemen, meskipun sudah berjalan dengan cukup baik tetapi disarankan pada tahap evaluasi program, bukan hanya kepala perpustakaan bersama stafnya sebagai evaluator layanan tetapi warga sekolah juga seharusnya dilibatkan dalam melakukan evaluasi, agar bisa memberikan kritik dan sarannya untuk perpustakaan di SMA NU 1 Gresik ini.

2. Dari segi kegiatan layanan perpustakaan yang diberikan, harus memberikan inovasi-inovasi baru, agar seluruh warga sekolah lebih antusias lagi dalam mengikuti kegiatan layanan yang ada di perpustakaan dan yang diadakan oleh pihak perpustakaan.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad. 1987. Penelitian Kependidikan: Prosedur dan Strategi, Bandung: Angkasa.

Aprilianita , Herlina. 2013. Manajemen Pelayanan Sirkulasi Perpustakaan Di Perpustakaan Universitas Muria Kudus, (Program Studi Manajemen Pendidikan Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta : Yogyakarta.

Arifin, Zaenal. 2010. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Rosda.

Asrohah, Hanun. 2014. Manajemen Mutu Pendidikan. Surabaya : UINSA Press. Basuki, Sulisty. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: PT Gramedia

Pustaka Utama.

Consuelo dkk. 1993. Pengantar metode Penelitian. Jakarta: Universitas Indonesia.

Creswell, W.John. 2016. Research Design. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hamalik, Oemar. 2006. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Hamiyah, Nur dan Muhammad Jauhar. 2015. Pengantar Manajemen Pendidikan Di Sekolah. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Hartono. 2016. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media. Herdiansyah, Haris. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta : Salemba

Hamanika. Hikmat. Manajemen.

http://www.aanchoto.com/administrasi-layanan-khusus.html diakses 06 Maret 2017.

Indrawan, Irjus. 2015. Pengantar Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah, Ed.1, Cet.1, Yogyakarta: Deepublish.

Istiana, Purwani. 2014. Layanan Perpustakaan. Yogyakarta : Penerbit Ombak. Kementrian pendidikan nasional pendidikan. 2010. Manajemen Layanan

Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Tut Wuri Handayani.

Lasa HS. 2016. Teknis Penyusunan Dokumen Akreditasi Perpustakaan. DIY. M.Yusuf , Pawit dan Yaya Suhendar. 2005. Pedoman Penyelenggaraan

Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Kencana Media Group.

Mahmudi. 2005. Manajemen Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: Akademi Perusahaan YKPN.

Mannulang. 1976. Dasar-dasar Mangement. Jakarta: Ghalia.

Marlini, Winda Sari. 2012. Penerapan Fungsi Manajemen Dalam Pengelolaan Perpustakaan Di Smk Taman Siswa Padang : Jurn. Program Studi Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan FBS Universitas Negeri Padang. Moleong, Lexy. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Rosdakarya. Niswah , Nur Maziyyatin. 2010. Implementasi Manajemen Perpustakaan

Sekolah Di SMP I Al- Azhar 14 Semarang : Skripsi, Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang.

Nuraida, Ida. 2008Manajemen Administrasi Perkantoran, Yogyakarta, Kanisius. Pangestu . 1976. Manajemen Suatu Pengantar. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Pidarta, Pade. 2004. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Pratiwi, Diana Arum. 2014. Manajemen Perpustakaan Di SMA Negeri 8 Yogyakarta : Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.

Purwodarminto, Wojowarsito. 1974. kamus lengkap Indonesia-Inggris, (Jakarta: Hasta).

Ratminto dan Atik Septi Winarsih. 2009. Manajemen Pelayanan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sudijono, Anas. 2011Pengantar EvaluasiPendidikan, (Jakarta: Rajagrafindo,. Sugiono, Metode Penelitian.

Sutarno. 2012. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: CV. Sagung Seto. Sutejo, Ahmad Mansur dkk. 2012. Layanan Cinta. Jakarta : CV Agung Seto. Suwarno, Wiji. 2014. Ilmu Perpustakaan dan Kode Etik Pustakawan. Jogjakarta:

Ar-Ruzz Media

Syamsuddin dkk. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Tilaar. 2001. Membenahi Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 pasal 1 ayat 11 Tentang Perpustakaan Sekolah/Madrasah.

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 pasal IV.

Usman, Husaini dan Purnomo Setiadi Akbar. 1996Metodologi Penelitian Sosial , Jakarta: BumiAksara.

Wahyuni, Sri. 2016. Strategi Kepala Perpustakaan Untuk Memperoleh Akreditasi Perpustakaan Sekolah Nasional di Sekolah Dasar Negeri Papar II Kabupaten Kediri. Jurnal: Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya.

Wojowarsito, purwodarminto. 1974 kamus lengkap Indonesia-Inggris. Jakarta: Hasta.

Dokumen terkait