BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor pendukung dan faktor penghambat merupakan faktor – faktor yang mempengaruhi proses pemberdayaan yang dilakuan oleh Pemerintah Daerah melalui pelaksanaan tugas dan fungsunya.
1. Faktor Pendukung
Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka memberikan bantuan modal kepada nelayan tidak dalam bentuk uang melainkan dalam bentuk pemberian barang secara langsung, seperti alat tangkap, mekanisme penyalurannya tetap melalui pengawasan oleh pemerintah dan penyuluh perikanan kepada kelompok nelayan yang mendaptkan bantuan dengan cara memberikan pendapingan pada saat pembelian barang/alat tangkap yang sesuai dengan permintaan pada proposal permohonan bantuan.
a. Penyuluhan dan Pendampingan
Penyuluhan dan Pendampingan Penyuluhan yang diberikan pemerintah terhadap masyarakat nelayan di Kab. Sikka adalah Hal ini dilakukan karena mengingat bahwa strategi pemerintah terkait kawasan konserfasi dengan
masarakat pesisir, laut merupakan kegiatan yang memberikan manfaat terhadap kehidupan masyarakat nelayan. Akan tetapi pelaksanaan ini tidak dapat berjalan apabila dalam kegiatan ini tidak ada yang memfasilitasi termasuk pelatihan yang diberikan. Sebagaimana hasil wawancara dengan Kabid pemberdayaan masyarakat perikanan terkait pmeberian edukasi terhadap masyarakat:
“Hal yang palin penting dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat itu sendiri tentang metode pengembangan wilayah kinservasi laut agar terus berlangsung demi meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sehingga melalui itu kami bekerjasama dengan pihak swasta dan pergueuan tinggi agar dapat memberikan edukasi kepada masyarakat melalui penyuluhan.” (Wawancara dengan AA tanggal, 10 Mei 2022).
Hasil wawancara dengan informan menunjukkan adanya kerjasama yang dilakukan pemerintah dengan beberapa instansi termasuk lembaga perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan serta edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan wilayah konservasi laut yang baik dan benar. Peran pemerintah menjadi solusi terbaik karena dengan adanya campur tangan pemerintah, masyarakat di perhatikan untuk kemudian di kembangkan potensi dirinya.
Sehingga pemerintah tertarik melakukan kerjasama dengan masyarakat melalui pendampingan praktek secara langsung dan pemberian materi berupa tata penggunaan teknologi dan tatacara penangkan dalam wilayah kinservasi yang harus di taati. Selain dari kegiatan tersebut, pemerintah memberikan inovasi-inovasi yang cukup mendukung proses perkembangan pendapatan nelayan di daerah kawasan konservasi misalnya dengan menggunakan tata cara penangkapan yang tidak akan merusak kawasan konservasi terumbukarang untuk rumah ikan dan hewan di lindungi dalam kawasan konservasi, pelatiahan yang di berikan pemerintah, kualitas perekonomian masyarakat itu sendiri. hal tersebut di
uangkapkan oleh ketua kelompok nelayan terkait pentingnya program pemberdayaan masyarakat nelayan :
Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka memberikan pelatihan kepada nelayan dalam pengelolaan kawasan konservasi salah satunya yaitu Desa Nangahale, bentuk pemberian barang secara langsung, seperti alat tangkap, mekanisme penyalurannya tetap melalui pengawasan oleh pemerintah dan penyuluh perikanan kepada kelompok nelayan yang mendaptkan bantuan dengan cara memberikan pendapingan pada saat pembelian barang/alat tangkap yang sesuai dengan permintaan pada proposal permohonan bantuan.
Adapun hasil wawancara dengan kepala Dinas Perikanan, Pak Paulus.
“Bantuan diberikan dengan cara setiap kelompok nelayan atau kelompok usaha bersama mengajukan permohonan kepada dinas terkait, setelah itu ada tahapan verifikasi berkas pada proposal bantuan, timpenyuluh atau pendamping memfalitasi dan pendamping kelompok nelayan untuk membelli barang yang dibutuhkan nelayan yang sesui dengan proposal yang di ajukan”.(Wawancara, 10 Mei 2022).
Berdasarkan wawancara peneliti diatas pemerintah daerah telah mendukung kegiatan pemberdayaan nelayan melalui pemberian modal usaha atau alat tangkap. Pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan tidak lagi memberikan bantuan modal usaha dalam bentuk uang tunai melainkan dalam bentuk pembelian barang berupa alat tangkap seperti jaring, perahu alat keamanan dalam berlayar dan sampan untuk nelayan. Dari wawancara peneliti kepada salah satu nelayan yang du utarakan oleh satu kelompok pengolahan hasil laut Bapak Mujarabek:
“Kami kelompok nelayan merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah, dengan adanya pelatiahan dalam kawasan
konservasi yang di lakukan pemerintah utuk meningkatkannya sosial ekonomi masyarakat nelayan, tentunya akan sangat bermanfaat bagi kelompok kami mendapatkan bantuan dari dinas prikanan berupa peralatan pengolahan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan, dan bentuk pelatihan yang diberikan pemerintah bahwa dasar dari itu semua adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada kami sebagai masyarakat nelayan yang berada di kawasan konservasi seperti ini dan alat pendukung lainnya”.(Wawancara, 20 Juni 2022)
b. Kebijakan Pemerintah
Dengan bergulirnya reformasi, pemerintah daerah dituntut untuk mengelola sumber daya manusia dan sumber daya alam, agar menciptakan masyarakat yang mandiri, baik dibidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya.Maka diperlukan konsep pemberdayaan yang berbasis kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang dimana diperlukan peran pemerintah dalam penanganan dengan baik agar masyarakat dapat bersaing di era globalisasi seperti sekarang ini.
Kebijakan pemerintah Kabupaten Sikka tentang pemberdayaan masyarakat pesisir tertuang dalam Perda Kabupaten Sikka yang mengarahkan masyarakat agar benar-benar mengelola potensi sumber daya alam yang tersedia di lingkungan sekitar masyarakat sehingga benar-benar mampu menjadi komoditi yang meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Seperti yang dikemukakan oleh kepala dinas perikanan dan kelautan tentang program peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.
“Meningkatkan kemampuan dan kapasitas nelayan serta kelembagaan nelayan dalam menjalankan usahanya yang produktif, maju, moderen, berdaya saing, mempunyai pangsa pasar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadi acuan bagi kami agar terus bekerja dengan membuat regulasi-regulasi yang mengarah kepada peningkatan kesejahteraan para masyarakat
nelayan yang berada di kawasan konservasi KKPD Kab. Sikkapetani.”
(Wawancara dengan Pak paulus tanggal 10 Mei2022)
Hasil wawancara dengan informan dapat dilihat berdasarkan perda Kabupaten Bantaeng No 9 Tahun 2013 menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi guna meningkatkan hasil produktivitas masyarakat melalui melalui peningkatan nelayan yang berada di kawasan konservasi salah satinya Desa Nangahale. Dengan adanya Peraturan Daerah diatas, pemerintah Kabupaten Sikka telah melakukan berbagai gerakan untuk mengaplikasikan Peraturan Daerah tersebut. salah satunya adalah kawasan kinserfasi dengan sistim pengelolaan pengembangan masyarakat pesisir di wilayah konservasi. Terbukti, dengan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah, di wilayah konservasi yang baik dari sisi pemberdayaan masyarakat. Sehingga pemerintah mampu mengaplikasikan Peraturan Daerah dengan baik untuk kepentingan dan kebaikan dari pada masyarakatnya itu sendiri. Hal ini pula yang coba di aplikansikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan dimana dalam visi dan misi Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Sikka pelaksanaan Perda tersebut perlu mendapatkan hasil yang lebih besar. Untuk itu, pemberdayaan masyarakat pesisir yang dilakukan pemerintah dan jajarannya adalah merupakan hak dan tugas pemerintah.
Berdasarkan hasil observasi penulis dilapangan terkait faktor pendukung dalam strategi pengembangan wilayah konservasi laut dilihat dari dua hal yaitu penyuluhan dan pendampingan yang dilakukan pemerintah terhadap masyarakat yang diharapkan dapat membuat masyarakat lebih memahami terkait pemanfaatan wilayah konservasi dan kebijakan pemerintah yang mengarah kepada peningkatan
kesejahteraan masyarakat sebagai kegiatan yang dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat.
2. Faktor Penghambat
a. Kurangnya Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah organisasi publik untuk mencapai tujuan dan sasarannya, karena sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penentu berhasil atau tidaknya suatu lembaga dalam mencapai tujuannya. Salah satu yang harus diperhatikan dalam mengelola sumber daya manusia adalah mengenai penempatan kerja aparatur.
Sumber daya menjadi faktor penghambat utama bagi keberlangsungan kegiatan usaha masyarakat nelayan yang ada di kawaan konservasi karena sumber daya manusia yang handal sangat kurang. Hasilnya adalah tidak adanya kegiatan tambahan bagi masyarakat dan tertutupnya masyarakat dengan dunia luar. Hal ini menjadi jelas, karena masyarakat nelayan yang ada di wilayah konservasi hanya berharap bantuan penuh dari pemerintah dan bimbingan dari Dinas Kelautan dan Perikanan.
“Pemberdayaan masyarakat dimaksudkan untuk meningkatkan ketrampilan hidup masyarakat sedemikian sehingga masyarakat memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pendapatan. Peningkatan pendapatan tersebut selanjutnya diharapkan mampu meningkatkan kepedulian dan pengetahuan mereka tentang keuntungan menjaga kelestarian kawasan konservasi.
Pemberdayaan masyarakat juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat untuk bersama-sama mengelola kawasan konservasi” ( wawancara, dengan Pak Paulus, 10 Mei 2022)
Dari hasil wawancata peneliti dengan informan dapat di simpulkan bahwa, hasil tersebut dibenarkan oleh kepala dinas kelautan dan perikanan Kab. Sikka tentang kebutuhan sumber daya Manusia. Hasil wawancara dengan informan dapat disimpulkan kurangnya sumber daya manusia menjadi faktor sedikit
terhambatnya kegiatan pemerintah terkait dengan sistem pengelolaan di kawasan konservasi yang menjadikan upaya dalam peningkatan hasil produksi pendapatan nelayan tidak sesuai dengan target yang telah di tetapkan oleh pemerintah.
Lembaga pemerintahan tanpa didukung karyawan yang sesuai baik dari segi kuantitatif, kualitatif, strategi dan operasionalnya, maka organisasii itu tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya, mengembangkan dan memajukan dimasa yang akan datang. Untuk itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menunjang tugas yang menjadi tanggungjawab organisasi. Pada dasarnya tanggung jawab yang berkaitan dengan kegiatan pada sektor kelautan menjadi tanggung jawab dari Dinas Kelautan dan Perikanan.
a. Keterbatasan Regulasi
Keterbatasan pemerintah dalam regurator yang menyiapkan arah untuk menyeimbangkan penyelenggara pembangunan dalam memberikan peraturan dan tertip administrasi pembangunan sebagai regulator. Pemerintah memberikaan acuan dasar tehadap nelayan agar selanjutnya dapat diterapakan oleh masyarakat langsung sebagai instrumen dalam mengukur setiap kegiatan pelaksanaan yang diadakan oleh pemerintah itu sendiri, dan pemberdayaan masyarakat di kawaasan konservasi dari segi sosial ekonomi keluarga nelayan yang ada di Desa Nangahale dengan kebizakan yang mendukung dalam pengembangan usaha nelayan dan bentuk bantuan yang diberikan. Adapun kebizakan yang diarahkan yakni kebijakan dibidang permodalan dan bantuan penunjang pencaharian nelayan guna untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat yang dianggarkan dari APBN/APBD.
Langkah pemerintah dalam mensejahterakan nelayan masih sangat minim, dimana diliahat dari sitem batuan yang diberikan melalui proposal bantuan dari kelompok masyarakat nelayan yang tidak di tinjau langsung oleh pemeritah setempat untuk keberlangsungan terkait dengan bantuan tepat sasaran yang akan diberikan oleh pemerintah terkait dengan proposal yang diberikan oleh kelompok nelayan yang ada di Kabupaten Sikka salah satunya yaitu Desa Nangahale.
Dilihat dari hasil wawancara peneliti dengan salah satu responden penelitian yang memeberikan informasi sebagai berikut.
“Anggaran pemerintah untuk pemeberdayaan masyarakat kususnya masyarakat nelanyan yang ada di Kabupaten Sikka untuk nelayan ini memang terbatas. Oleh sebab itu pemberdayaan bantuan dan alat tanngkap lainnya dilaksanakan dan didata sesuai kebutuhan nelayan yang belum mendapatkan bantuan”. (Wawancara, 10 Mei 2022).
Pelaksanaan program bantuan kapal dan alat tangkap untuk nelayan merupakan salah satu bentuk pemberian modal usaha bagi masyarakat nelayan dan kelompok masyarakat lainnya sangat diperlukan anggaran yang tidak sedikit.
Agar semua masyarakat yang memang wajib dan berhak untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.
Program ini sudah berjalan sejak lama dalam waktu yang tidak sebentar tentu saja diharapkan untuk banyak membawa perubahan bagi masyarakat terutama untuk masyarakat nelayan yang ada di Kabupaten Sikka dilihat dari hasil pendapatan daerah yang paling terbanyak salah satunya adalah nelayan.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pada urayan bab sebelumnya yang menyajikan hasil penelitian dan pembahasan mengenai peran pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat nelayan di Kabupaten Sikka.
1. Strategi Penguatan Kelembagaan
Strategi Penguatan kelembagaan Salah satu kunci keberhasilan pengelolaan sebuah kawasan konservasi perairan adalah keberadaan lembaga pengelola serta kemampuan dan kapasitas lembaga pengelola tersebut dalam mengelola kawasan.
Lembaga pengelola yang handal diharapkan dapat menjadi motor penggerak maupun pelaksana program dan kegiatan dalam pengelolaan kawasan sehingga dapat mencapai tujuan dan sasaran pengelolaan kawasan.
2. Strategi pengelolaan sumberdaya kawasan
Dalam perumusan tahap pertama meliputi dari berbagai upaya lingkungan internal yang menyususn langkah – langkah strategi pengelolaan sumber kawasan yang ada di Kab. Sikka meliouti perumusan strategi untuk mencapai tujuan yangdimana yaitu sebagai berikut
3. Strategi penguatan pengelolaan sumberdaya sosial, budaya, dan ekonomi Pengelolaan sumberdaya alam maupun sumberdaya sosial, budaya dan ekonomi di KKPK Sikka penting dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan status dan fungsinya. Kelestarian sumberdaya alam serta
terpeliharanya kondisi sosial, budaya dan ekonomi masyarakat disekitarnya merupakan tolak ukur keberhasilan pengelolaannya.
4. Faktor pendukung dan penghambat
a. Faktor pendukung dari pemerintah adalah proses pendampingan dan penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap masyarakat nelayan yang ada di wilayah konservasi dan adanya kebijakan pemerintah Kabupaten Sikka tentang pemberdayaan masyarakat pesisir tertuang dalam Perda Kabupaten Sikka.
b. Faktor penghambatnya yaitu tidak adanya sumber daya manusia yang kompeten dalam setiap sektor pembangunan sehingga perlu adanya gerakan penyuluh dalam mendampingi masyarakat. penghambat lain adalah tidak adanya akses regulasi Pemerintah memberikaan acuan dasar tehadap nelayan agar selanjutnya dapat diterapakan oleh masyarakat langsung sebagai instrumen dalam mengukur setiap kegiatan pelaksanaan yang diadakan oleh pemerintah itu sendiri.
B. Saran
1. Strategi bagi daerah harus lebih dikembangkan sehingga pembangunan daerah dapat bertahan lebih lama dan menjadi pusat percontohan untuk daerah-daerah lain.
2. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sudah sepantasnya dapat berhasil dan mampu dinikmatai oleh masyarakat seperti yang terjadi di Kabupaten bantaeng.
DAFTAR PUSTAKA
Aqmal, R., & Prastiyo, E. B. (2018). Strategi Kelangsungan Hidup Nelayan Dalam Pemenuhan Ekonomi Keluarga di Desa Kelong , Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan.
Ardianti, N. (2019). Program Pemberdayaan Ekonomi Masarakat Pesisir Melalui Pemberdaian Kapal dan Alat Tangkap di Desa Kuala Simbur. Jurnal.
Data Prikanan - 2022. (n.d.).
David, F. R. (2009). Strategi Managemen.
Deshinta, V. (2014). Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan Tangkap Kota Tegal Jawa Tengah. Jurnal Kependudukan Indonesia.
Harianto, L. (2017). Strategi Pemberdayaan Ekonomi Sosial Masyarakat Nelayan Berbasis Komunitas Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima. Mu‟amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah,
Jabir, I. (2016). Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan Nelayan di Pulau Barrang Lompo Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar. Jurnal.
Kasmira. (2019). Strategi Pemerintah dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan di Kabupaten Gowa. Administrasi Negara.
Kaswandi. (2017). Peran Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan di Kabupaten Takalar.
Mukhtar, S. (2016). Strategi Pemerintah Indonesia Menghadapi.
Ramadhan. (2018). Strategi Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan di Kota Banda Aceh. (Studi Kasus: Nelayan Gampong Lampulok Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh), 2013–2015.
Sapriadi. (2019). Peran Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Beba Kabupaten Takalar.
Sari, T. T. P. (2020). Peran Pemerintah Dalam Pemberdayaanmasyarakat Nelayan Guna Meningkatkan Ekonomi Di Dusun Lauwo Pantai Kecamatan.
Sinaga, H. (2019). Strategi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Untuk Meningkatkan
Kesejahteraannya Di Kelurahan Sibolga Ilir Kecamatan Sibolga Utara Kota Sibolga. Tapian Nauli: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan.
Sudarmin Parenrengi, Satria Yunas, dan N. H. (2020). Sosial Ekonomi dan Kesejahteraan Nelayan di Wilayah Teluk Jakatra : Literature Review Sudarmin Parenrengi , Satria Yunas , dan Nurul Hilmiyah * Reviewing editor :Teluk Jakarata: Tinjawan Lintera/ Literature review Sudarmin Parenrengi , Satria Yunas.
Sugiyono, P. D. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Sulistianto, E., & Erwiantono. (2015). Strategi Adaptasi Nelayan di Kawasan Danau Semayang Kabupaten Kutai Kartanegara. Harpodon Borneo.
Suprizal. (2019). Strategi Pemerintah Daerah dalam Mengatasi Kemiskinan di Desa Teluk Pilai Kecamatan Pasir Limau Kapas. jurnal.
Trivan King Robinson, Burhanuddin Kiyai, R. M. (2019). Strategi Pemerintah Dalam Meningkatkan Pengembangan Pariwisata Di Kabupaten Bolaaang Mongondow Utara. Jurnal Administrasi Publik.
Uin, R., & Utara, S. (2019). Strategi Pemerintah Daerah dalam Mengatasi Kemiskinan di Desa Teluk Pulai Kecamatan Pasir Limau Kapas. jurnal.
Wasak, M. (2012). Keadaan Sosial-Ekonomi Masyarakat Nelayan di Desa Kinahutan, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Pacific Journal, 1(7), 1339–1343.
L
A
M
P
I
R
A
N
LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Keterangan Penelitian dari Kampus
Lampiran 2 Surat Keterangan Selesai Penelitian dari Desa Nangahale
Lampiran 3 Surat Selesai Penelitian dari Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
Lampiran 4 Dokumentasi
1. Foto Buruh Nelayan dan Tengkulak
2. Foto Hasil Usaha Nelayan
3. Foto dengan salah Satu Ibu Rumah tangga Nelayan
RIWAYAT HIDUP
Nurhayati, Lahir di Desa Nangahale pada tanggal November1996 dari pasangan suami istri yang bernama Bapak Muntahar dan Ibunda Hayanung yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Kakak pertama bernama Nur hasanah, adik Nur Alam dan Muh. Aidil Ramadhan Penulis beralamat di Desa Nangahale, Kelurahan Nangahale, Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur. Penulis mengawali pendidikan Formal pada tahun, pada tahun 2004 di SDN 1 Gembira dan tamat pada tahun 2010. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikannya di MTS AL-FATAH Nangahale hingga pada tahun 2013. Pada tahun 2013 penulis melanjutkan pendidikannya di SMAN 1 Talubura dan tamat pada tahun 2016. Pada tahun 2017 penulis berhasil masuk ke Universitas Muhammadiyah Makassar Pada tahun 2017 dan mengambil jurusan Ilmu Adminitrasi Negara (S1). Selama menempuh pendidikan dimasa kuliah, penulis pernah menjadi pengurus dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara, 2019-2020 sebagai Departemen Pendidikan Kemasyarakatan dan pada tahun 2019-2020, penulus pernah masuk jadi anggota Tapak Suci Putra Muhammadiyah.