• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-faktor Penyebab Konflik di DPC PKB Kota Tasikmalaya Ada beberapa faktor yang mengakibatkan konflik internal di DPC

PKB Kota Tasikmalaya terjadi. Berdasarkan hasil wawancara diantaranya sebagai berikut:

Tabel 4. 7

Matriks Faktor-faktor Penyebab Konflik Internal di DPC PKB Kota Tasikmalaya

No. Informan Usia/Pekerjaan Hasil Wawancara

1. AS 40 tahun/

wiraswasta

Faktor penyebab konflik internal DPC PKB Kota Tasikmalaya adalah ketidak-solidan antara pengurus DPC PKB Kota Tasikmalaya. Selain itu, adanya SK Revisi yang menggeser Ketua dan Sekretaris Dewan Tanfidz DPC PKB Kota Tasikmalaya.

2. Whd 31 tahun/ wiraswasta

Faktor penyebab konflik internal DPC PKB Kota Tasikmalaya adalah imbas dari pusat. Selain itu, figuritas pimpinan DPC Kota

Tasikmalaya yang sudah seolah-olah (bukan melanggar) kurang

dalam menentukan kebijakan. 3. AE 30 tahun/

wiraswasta

Faktor penyebab konflik internal DPC PKB Kota Tasikmalaya adalah adanya perebutan struktur DPC PKB Kota Tasikmalaya.

4. ER 34 tahun/

wiraswasta

Faktor penyebab konflik internal DPC PKB Kota Tasikmalaya adalah akibat imbas dari perebutan kekuasaan DPP.

5. EN 27 tahun/

mahasiswa

Pada prinsipnya kalau dilihat perjalanan PKB di Kota Tasik, yang paling dominan memang ada celah dari pusat. Di pusat PKB nya ada 2, sehingga sampai ke tingkatan cabang pun ada yang ngambil faksunnya ke Cak Imin, ada yang ngambil ke Gus Dur. Sehingga semuanya menunggu selesainya konflik di tingkatan pusat. Tapi juga ada imbas dari pemilihan Ketua

DPC tahun 2006. Artinya imbas disini barisan yang kalah

kemudian semakin mengkristal membangun kekuatan di internal PKB. Dan pada akhirnya ketika ada potensi konflik PKB di tingkatan pusat, ini semakin kentara. Yang kalah kemudian merapat ke

kelompoknya Cak Imin, yang menang tetap di kelompoknya Gus Dur.

Sumber: hasil wawancara

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya konflik internal di DPC PKB Kota Tasikmalaya, diantaranya sebagai berikut:

a. Imbas konflik internal PKB Kubu Gus Dur dengan kubu Muhaimin Iskandar dari tingkat pusat ke tingkat daerah,

b. Adanya 2 SK Kepengurusan DPC PKB Kota Tasikmalaya,

c. Perebutan Struktur Kepengurusan/Kekuasaan DPC PKB Kota Tasikmalaya,

d. Figuritas Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya.

Konflik internal yang terjadi di DPP PKB antara kubu Gus Dur dengan kubu Muhaimin Iskandar ternyata berimbas ke daerah. Hal ini

disebabkan keputusan yang di ambil di tingkat pusat, maka akan berpengaruh ke tingkat daerah. Tak terkecuali konflik internal PKB antara kubu Gus Dur dengan kubu Muhaimin. Meskipun pengurus yang mengklaim dirinya kubu Gus Dur hanya segelintir orang saja.

Konflik yang terjadi di tingkat pusat ternyata memberikan pengaruh yang sangat besar. Di tingkat pusat terjadi perubahan struktur kepengurusan yang baru. Begitu pun di DPC PKB Kota Tasikmalaya. Beredarnya Surat Keputusan yang baru tentang Susunan Kepengurusan DPC PKB Kota Tasikmalaya yang baru. Yaitu diterbitkannya Surat Keputusan Nomor: 3556/DPP-03/V/A.I/VII/2008 Tentang Penetapan Susunan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kota Tasikmalaya Periode 2008-2009 dengan mencabut Surat Keputusan Nomor: 1459/DPP-02/IV/A.I/X/2006 Tentang Penetapan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kota Tasikmalaya Kota Tasikmalaya Periode 2006-2011.

Hal di atas jelas semakin memperuncing konflik internal DPC PKB Kota Tasikmalaya. Pada SK yang pertama, Periode Kepengurusan DPC PKB Kota Tasikmalaya adalah 2006-2011. Sedangkan pada SK yang kedua, Periode Kepengurusan DPC PKB Kota Tasikmalaya adalah 2008-2009. Dua SK Kepengurusan DPC PKB Kota Tasikmalaya ini sangat bertentangan. SK yang pertama masih berlaku, namun diterbitkan SK yang kedua dari pimpinan pusat.

Pemilu tahun 2009 menjadi ajang perebutan kekuasaan bagi partai-partai politik, tidak terkecuali PKB. Pemilu Legislatif DPRD Kota Tasikmalaya menjadi ajang perebutan kekuasaan bagi partai-partai politik yang terdaftar sebagai partai peserta Pemilu 2009 di Kota Tasikmalaya. Ajang 5 tahunan ini pun menjadi sebuah kompetisi bagi para pengurus partai. Pengurus-pengurus DPC PKB Kota Tasikmalaya pun ikut andil dalam perebutan kekuasaan tersebut.

Namun dalam upaya perebutan kekuasaan tersebut, DPC PKB Kota Tasikmalaya disibukkan dengan konflik internal. Terjadinya perubahan struktur di beberapa posisi strategis partai membuat DPC PKB Kota Tasikmalaya terpecah belah. Dan keputusan yang sah ada pada pimpinan DPC PKB Kota Tasikmalaya kubu Muhaimin, dalam hal ini Darul Kutni. Faktor kekuasaan dan kepentingan menjadi alasan paling dominan dalam upaya perebutan kekuasaan. Namun loyalitas terhadap organisasi (PKB) dan AD/ART pun harus ditaati. Karena ini merupakan suatu bentuk kesetiaan terhadap pimpinan dan organisasi.

Pergantian beberapa pengurus PKB di tingkat pusat terjadi begitu cepat. Tidak terkecuali di DPC PKB Kota Tasikmalaya. Surat Keputusan Nomor: 1459/DPP-02/IV/A.I/X/2006 tentang Penetapan Susunan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kota Tasikmalaya Periode Tahun 2006 – 2011 yang menetapkan Didin C Nurdin sebagai Ketua Dewan Tanfidz dicabut/tidak berlaku lagi. Dan digantikan dengan Surat Keputusan Nomor: 3556/DPP-03/V/A.I/VII/2008 tentang Penetapan

Susunan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kota Tasikmalaya Periode Tahun 2008 – 2009 yang diketuai oleh Darul Kutni.

Pergantian kepengurusan tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan, yang diantaranya:

a. Bahwa untuk memperluas jangkauan program-program perjuangan Partai Kebangkitan Bangsa, maka dipandang perlu untuk segera membuat dan mengkonsolidasikan jaringan organisasi dengan membentuk perwakilan di setiap Daerah Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia;

b. Bahwa DPP PKB telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 1459/DPP-02/IV/A.I/X/2006 tentang penetapan kembali Susunan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kota Tasikmalaya periode 2006 – 2011;

c. Bahwa DPP PKB telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 3270/DPP-03/V/B.I/VII/2008 perihal Intruksi Perubahan/Penyesuaian Surat Keputusan DPW/ DPC seluruh Indonesia;

d. Bahwa dalam rangka pembenahan struktural partai, maka dipandang perlu DPP PKB perlu segera mengesahkan kepengurusan DPC PKB Kota Tasikmalaya;

e. Bahwa untuk memberikan keabsahan hukum, maka perlu diterbitkan Surat Keputusan tentang Penetapan Susunan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kota Tasikmalaya.

Keputusan ini pun mengingat pada mabda’ siyasiy Partai Kebangkitan Bangsa, Pasal 12 Anggaran Dasar Partai Kebangkitan Bangsa, dan Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 20, Pasal 21 ART PKB. Selain itu juga memperhatikan pada rekomendasi Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Barat Nomor: 015/Carateker/DPW-JB/A.I/VII/2008.

Sehingga didapat keputusan yang menetapkan:

a. Mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Surat Keputusan DPP PKB Nomor: 1459/DPP-02/IV/A.I/X/2006 tentang penetapan kembali Susunan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kota Tasikmalaya Periode 2006 – 2011.

b. Mengesahkan Susunan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kota Tasikmalaya Periode 2008 - 2009.

c. Memberkan tugas, wewenang dan tanggujawab sebagaimana diamanatkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Kebangkitan Bangsa.

Figuritas dan kinerja Ketua Dewan Tanfidz pun menjadi faktor terjadinya konflik. Hal ini dikarenakan kinerja yang diberikan kurang begitu maksimal dan kurang membawa perubahan kea rah yang lebih baik. Kemudian terjadilah pergantian beberapa posisi strategis pada struktur kepengurusan DPC PKB Kota Tasikmalaya. Yakni Sekretaris Dewan Syuro, Ketua Dewan Tanfidz dan Sekretaris Dewan Tanfidz.

Dengan berbedarnya 2 SK Kepengurusan DPC PKB Kota Tasikmalaya, semakin membuat konflik antara kubu Gus Dur dengan kubu Muhaimin Iskandar meruncing. Disinilah terjadinya konflik antara kubu Gus Dur dan kubu Muhaimin mencapai pada titik yang membahayakan dan menjadikan image PKB buruk di Kota Tasikmalaya. Dan terjadi penurunan perolehan suara pada Pemilu 2009 dan berkurangnya kursi anggota legislatif DPRD Kota Tasikmalaya.

Dokumen terkait