A. Hasil Penelitian
2. Faktor Penyebab Penolakan Kehadiran Alfamart
Pengaruh datangnya pasar modern terhadap pasar tradisional sangat kuat sehingga selalu terjadi pro-kontra antara para pelaku bisnis retail modern. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika masuknya pasar modern dalam suatu wilayah atau kota diharapkan akan mampu bisa menyerap banyak tenaga kerja dalam hal ini adalah pemuda dan remaja yang baru lulus sekolah tingkat atas yaitu SMA atau yang setara. Di dalam berbagai penelitian singkat di segera. Dalam hal ini diharapkan bahwa masuknya pasar modern adalah dapat mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak akan tetapi di dalam bisnis-bisnis retail bahwa manajemen lebih mementingkan tenaga kerja angkatan baru yakni adalah para remaja yang baru lulus Sekolah Menengah Atas atau SMA yang setara. hal ini sesuia dengan hasil wawancara dengan salah seorang wiraswasta bernama Cia mengatakan bahwa:
“Sebenarnya kami tidak menolak kehadiran alfamart di kelurahan kami akan tetapi kebayakan warga di kelurahan kami menolak kehadiran alfamart, memang sih ada dua penyebab dampak yang ditimbulkan, yang pertama yaitu apabila alfamart diadakan di kelurahan kami otomatis banyak peluang kerja khususnya bagi remaja yang pengangguran ataupun remaja yang baru selesai tamat di SMA dan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi,,,disamping itu juga berdampak pada pedagang eceran yang hanya itulah harapan untuk memperoleh pendapatan guna memenuhi kebutuhan sehari-harinya, oleh karena itu saya menolak dengan didirikannya pembangunan alfamart di kelurahan kami”. (Wawancara 28 Juli 2015)
Hal senada di ungkapkan oleh Hasrianti seorang wiraswasta mengatakan bahwa:
“Saya sebagai warga kelurahan lakawan sebenarnya saya tidak menolak didirikannya alamart di kelurahan lakawan tetapi kebanyakan diwarga kelurahan lakawan menolak kehadiran alfamart karna rata-rata mata pencaharian mereka bergelut dibidang pedagangan eceran dan hanya itulah harapan kami dalam memenuhi kebutuhan kami ”. (Wawancara 28 Juli 2015)
Pernyataan Cia dan Hasrianti di atas membuktikan bahwa ke 2 (dua) informan sama-sama berpendapat bahwa kehadiran alfamart dapat berdampak negatif pada para pedagang-pedagang kios di kelurahan lakawan oleh sebab itu kami selaku warga kelurahan lakawan menolak dengan dibangunkannya alfamart karena kebanyakan di kelurahan kami yang hanya itu kebutuhan kehidupan sehari-hari.
Pada awalnya pusat perbelanjaan atau pasar modern ini berasal dari pasar-pasar tradisional yang semakin berkembang. Ada kalanya gedung yang digunakan sebagai pusat perbelanjaan ini dibangun di atas pasar-pasar tradisional. Hal ini menimbulkan fenomena lain yaitu semakin tersisihnya pedagang-pedagang yang berada di pasar tradisional.
Dengan menjamurnya hipermarket maupun alfamart saat ini keberadaan pasar tradisional mulai kurang diminati, hal ini tentunya akan memperburuk keadaan ekonomi masyarakat kelas bawah, akankah pasar tradisional hilang tenggelam atas tembok tinggi alfamart. Hal ini sesuia dengan hasil wawancara dengan salah seorang warga kelurahan Lakawan bernama Hairul mengatakan bahwa:
“Saya sebagai warga menerima kehadiran alfamart karna saya rasa permintaan harga jual di alfamart lebih murah dan pelayana serta fasilitasnya lebih terjamin”. (wawancara 30 Juli 2015)
untuk itu diperlukan langkah-langkah strategis agar pasar tradisonal tetap eksis, diantaranya adalah:
1) Lakukan pembenahan agar pasar tradisonal bisa bersaing dengan pasar modern. antara lain adalah dengan membuat kebijakan dari pemerintah yang mendukung pengembangan pasar tradisional, membenahi pasar agar menjadi lebih bersih, segar, dan terkesan lapang.
2) Kemudian diupayakan agar makanan yang dijual sesegar mungkin karena ini merupakan ciri khas dari pasar tradisional.
3) Upaya lain adalah promosi yang harus lebih gencar dan berorientasi pada menampilkan identitas ketradisionalannya.
4) Regulasi Zona Pasar, adanya kebijakan pemerintah yang mengatur regulasi zona pasar, khususnya untuk pasar-pasar moderen, kebijakan ini tentunya haruslah menitik beratkan pada keberadaan atau eksistensi pasar tradisional, pendirian pasar modern atau alfamart maupun supermarket perlu dibatasi atau ditentukan jumlahnya dalam satu wilayah dimana ada pasar tradisional.
5) Pembatasan waktu operasi dari jam 10.00 – 22.00 WIB hal ini sebagai pembatasan para konsumen dan sebagai proteksi pada pasar modern agar kelangsungan pasar tradisional tetap berlangsung.
6) Penentuan pajak operasional dan perizinan dalam pembangunan pasar modern berdasarkan.
7) pemberlakuan ketentuan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern.
8) Adanya campur tangan pemerintah untuk mengubah atau memperbaiki regulasi yang kurang menguntungkan pasar tradisional.
9) Membuat spesifikasi pasar dengan harapan dapat menyaingi pasar modern.
10) Adanya partisipasi dari masyarakat karena dengan adanya pasar tradisional dapat meratakan distribusi pendapatan.
3. Kebijakan Pemerintah Terkait Konflik Sosial Yang Muncul Akibat Penolakan Kehadiran Alfamart
Langkah demi langkah yang harus dihadapin oleh pemerintah untuk mengembangkan pasar tradisioanal salah satunya dengan adanya pemberdayaan pasar modern itu sendiri yang dilakukan oleh pemerintah kota setempat. Adapun program pemngembangan pasar tradisional :
Strategi jangka pendek:
a) Fasilitas pembangunan/renovasi fisik pasar b) Peningkatan kompetisi pengelolaan pasar c) Program pendampingan pasar
d) Penataan dan pembinaan pasar
e) Optimalisasi pemanfaatan lahan pasar Jangka menengah-panjang:
a) Pengembangan konsep koridor ekonomi pasar tradisional b) Perbaikan jaringan suplai barang ke pedagang pasar
c) Pengembangan konsep pasar sebagai koridor ekonomi ( pasar wisata) d) Kompetisi pasar bersih / penghargaan dan sertifikasi
Akan tetapi untuk pembenahan pasar seperti di atas tidak semudah membalikkan telapak tangan karena menyangkut tingkat pendidikan masyarakat lapis bawah yang cenderung rendah. Selain itu pola kebiasaan masyarakat juga turut menjadi penghambat penataan pasar. Secara normatif solusi yang tepat untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut adalah dengan menyinergikan pasar tradisional dan tempat perbelanjaan modern sebagai satu kesatuan fungsional.
Kebijakan-kebijakan pemerintah haruslah bersifat memberikan solusi kepada pasar-pasar tradisional karena pasar tradisional merupakan salah satu pilar ekonomi yang cukup potensial untuk meningkatkan perekonomian. Pasar tersebut mampu memberikan kehidupan bagi perekonomian terutama masyarakat bawah.
Pemda juga diuntungkan dengan dijadikannya pasar-pasar tradisional menjadi kawasan tujuan wisata. Pemda dapat meraup pajak lebih besar dari pasar-pasar tersebut.
Sebagaimana ketika orang akan bertamu ke suatu tempat haruslah mengerti norma atau aturan-aturan yang berlaku baik lisan maupun tulisan karena dengan begitu tuan rumah bisa menyambut dengan ramah pula, begitu pula jika suatu pasar modern akan datang dalam suatu wilayah atau kota haruslah mematuhi peraturan perundangan yang berlaku.
Tentunya ketika pasar modern akan datang haruslah melihat keadaan di sekitarnya akankah berpengaruh baik atau malah sebaliknya, dan dengan datangnya pasar modern dalam suatu wilayah atau kota haruslah dapat mengubah
perekonomian dalam suatu kota tanpa mengurangi eksistensi pasar tradisional yang notabene sudah terdahulu berdiri sebelum masuknya pasar-pasar modern.
Pemerintah Kabupaten Enrekang Kecamatan Anggeraja Kelurahan Lakawan, mengambil sikap bakal membatasi pendirian izin alfamart tersebut di seluruh kecamatan se-Kabupaten Enrekang. Kebijakan membatasi izin usaha yang masuk dalam golongan bisnis franchise (duplikasi bisnis suatu usaha yang telah sukses) ini, diambil seiring adanya pengaduan warga, sekaligus pedagang kecil yang menolak pendirian Indomaret dan Alfamart diwilayah mereka.hal ini sesuia dengan hasil wawancara dengan salah seorang pegawai negri sipil (PNS) yang bernama Mahmuddin S.Pd mengatakan bahwa:
“Saya selaku apaat pemerintah di kelurahan lakawan kehadiran sebuah pasar modern atau di sebut alfamart kami tidak setuju dan menolak kehadiran pemangunan dikelurahan kami ,,,alasan saya sebagai aparat kelurahan lakawan menolak diadakannya alfamart karena mengurangi pendapatan daerah secara umum dan secara khusus dapat merugikan para warga kami di dalam melakukan proses pemaaran karena banyak pedagang kecil yang akan kehilangan mata pencaharian sehingga menimbulkan kesenjangan sosial atau dengan kata lain mereka kehilangan sebuah mata pencaharian”.(wawancara,02 Agustus 2015)
Hal senada di ungkapkan oleh Kadir S.Pd yang juga salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengatakan bahwa:
“Kehadiran sebuah pasar modern yaitu alfamart,saya warga kelurahan lakawan tidak setuju dengan diadakannya sebuah pembangunan pasar alfamart dikelurahan kami,,karena ini dapt merugikan para pedagang kecil dan pasar tradisional di kelurahan kami sehingga, dampak yang di timbulkan para pedagang kecil gulung tikar,,ini alasan membuat saya tidak setuju dan menolak kehadiran alfamart dikelurahan kami”.(wawancara,05 Agustus 2015)
Berdasarkan 2 (dua) peryataan Mahmuddin S.Pd dan Kadir S.Pd di atas dapat kita simpulkan bahwa dalam membantu melestarikan mata pencarian pedagang kecil dan pasar tradisional masyarakat lakawan, pemerintah setempat berusaha meminimalisir pergerakan pasar bebas yang masuk kedalam kelurahan lakawan.
Langkah ini pembatasan izin harus kita ambil karena ada warga mengadu.
Mereka menolak pendirian Indomaret di kecamatan Aggeraja. Sehingga pemerintah berkewajiban merespon pengaduan tersebut. Penolakan yang dilakukan warga yang datang dari 103 pedagang eceran di 4 kelurahan mataran, desa tampo, kelurahan tanete dan desa singki.
Bahkan penolakan tersebut disampaikan secara tertulis yang sudah dibubuhi tanda tangan masing-masing pedagang eceran sebagai bukti penolakan.
Surat pengaduan telah diterima untuk ditindak lanjuti. hal ini sesuia dengan hasil wawancara dengan salah seorang wiraswasta yang bernama Erna mengatakan bahwa:
“Alasan penolakan alfamart karena para pedagang lokal di kelurahan kami menilai usaha retail bermodal raksasa dan akan di khawatirkan akan mengardilkan bahkan mematikan usaha kami dan akan terjadi monopoli ekonomi yang ujung-ujungnya akan membuat pedagang lokal akan bangkrut alias gulung tikar”. (wawancara 08 Agustus 2015)
Dari peryataan di atas dapat kita simpulkan bahwasanya apabila alfamart di hadirkan di kelurahan kami otomatis terjadi persaingan dan di khawatirkan akan mematikan usaha perdagangan kami sehingga kebanyakan warga di kelurahan kami menolak ,dan juga apabila keberadaan alfamart merugikan
pedagang kecil atau rakyat pada umumnya maka wajar saja kalau kehadiran alfamart di tolak di kelurahan kami.
B. Pembahasan
Kemandirian ekonomi warga dapat tumbuh dengan lingkungan sosial dan budaya setempat tanpa bergantung pada institusi formal baik milik pemerintah maupun pihak swasta atau perbankan. Dalam semangat kemandirian warga ini, peran pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi warganya dengan sendirinya berkurang. Pemerintah memberikan dukungan dalam menjaga proses kemandirian ini agar tidak melemah atau hancur sama sekali oleh faktor seperti persaingan ekonomi yang timpang tanpa ada proteksi atas usaha kecil mereka.
Pedagang eceran ( retail) merupakan perdagangan yang sangat strategis di Indonesia karena mampu menyerap tenaga kerja setelah sektor pertanian. Jenis perdagangan retai terbagi dua, yakni retai tradisional yang secara langsung diwakili oleh pedagang kecil atau kelontong yang berada di pasar tradisional maupun di perumahan dan retail modern yang diwakili oleh supermarket dan minimarket seperti, Indomaret, Alfamart dan minimarket yang mengusung nama lokal. Usaha kecil merupakan sektor usaha yang banyak mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan, hal ini layak diterima usaha kecil karena peranannya yang sangat dominan dalam pembangunan nasional Indonesia.
Seperti masyarakat pada umumnya di enrekang ada beberapa mata pencaharian, seperti guru,pegawai dinas atau perkantoran, dan petani tetapi yang lebih mendominasi di kabupaten enrekang khusussnya di kelurahan lakawan kecamatan anggeraja adalah msyarakat yang agraris atau petani, di mana
kabupaten enrekang terkenal dengan dearah pegunungan yang sangat berpotensi untuk di gunakan sebagai lahan pertanian. Sehubungan dengan penjelasan di atas maka pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang kondisi dan keadaan sosial pasar di kabupaten ennrekang khususnya pasar kelurahan lakawan.
Menurut Adam dalam Judistira (1962:122) dinamika sosial merupakan kekuatan organisasi manusia dalam aktifitas bersama dari kelompok fungsional, yang menunjukkan perhatian manusia seperti tercakup dalam dalam menjalankan fungsi sosial mereka.
Dinamika sosial merupakan masalah-masalah sosial yang terjadi dalam suatu masyarakat. Masalah sosial berkaitan dengan norma dan institusi sosial, artinya sesutu itu di anggap sebagai masalah sosial karena menyangkut hubungan manusia dengan nilai-nilai dan merupakan gangguan tujuan kehidupan masyarakat.masalah sosail atau social problems ialah setiap keadaan yang di anggap oleh seluruh atau sebagian warga masyarakat sbagai suatu keadaan yang tetap dikehendaki,tak dapat di toleransi, atau di amggap ancaman bagi nilai-nilai dasar masyarakat, sehingga memerlukan tindakan masyarakat untuk menyelesaikanya.
Dinamika sosial merupakan bagian dari keseluruhan terjadinya perubahan di dalam masyarakat seiring dengan berkembangnya zaman dari waktu ke waktu.
Seperti yang terjadi di Kabupaten Enrekang utamanya di Kelurahan Tanete Kecamatan Anggeraja Keabupaten Enrekang Secara tidak langsung, kehadiran Alfamart memperlihatkan bahwa kapitalisme mulai menjajah ke-Indonesia,
padahal secara tekstual Indonesia menganut sistem perekonomian Pancasila yang berasaskan kekeluargaan (koperasi).
Pengaruh datangnya pasar modern terhadap pasar tradisional sangat kuat sehingga selalu terjadi pro-kontra antara para pelaku bisnis retail modern. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika masuknya pasar modern dalam suatu wilayah atau kota diharapkan akan mampu bisa menyerap banyak tenaga kerja dalam hal ini adalah pemuda dan remaja yang baru lulus sekolah tingkat atas yaitu SMA atau yang setara. Di dalam berbagai penelitian singkat di segera. Dalam hal ini diharapkan bahwa masuknya pasar modern adalah dapat mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak akan tetapi di dalam bisnis-bisnis retail bahwa manajemen lebih mementingkan tenaga kerja angkatan baru yakni adalah para remaja yang baru lulus Sekolah Menengah Atas atau SMA yang setara.
Pada awalnya pusat perbelanjaan atau pasar modern ini berasal dari pasar-pasar tradisional yang semakin berkembang. Ada kalanya gedung yang digunakan sebagai pusat perbelanjaan ini dibangun di atas pasar-pasar tradisional. Hal ini menimbulkan fenomena lain yaitu semakin tersisihnya pedagang-pedagang yang berada di pasar tradisional. Dengan menjamurnya hipermarket maupun alfamart saat ini keberadaan pasar tradisional mulai kurang diminati, hal ini tentunya akan memperburuk keadaan ekonomi masyarakat kelas bawah, akankah pasar tradisional hilang tenggelam atas tembok tinggi alfamart.
Persebaran minimarket Indomaret dan Alfamart pada satu sisi memiliki dampak yang positif, hal ini membuktikan adanya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan menciptakan investasi, namun disisi lain hal ini dapat
menyebabkan kelesuan para pedagang kecil kios tradisional, bahkan mematikan usaha mereka. Kehadiran pasar modern tersebut telah memunculkan iklim persaingan yang tidak sehat yang merugikan pedagang kios kecil.
Pemerintah Kabupaten Enrekang Kecamatan Anggeraja Kelurahan Lakawan, mengambil sikap bakal membatasi pendirian izin alfamart tersebut di seluruh kecamatan se-Kabupaten Enrekang. Kebijakan membatasi izin usaha yang masuk dalam golongan bisnis franchise (duplikasi bisnis suatu usaha yang telah sukses) ini, diambil seiring adanya pengaduan warga, sekaligus pedagang kecil yang menolak pendirian Indomaret dan Alfamart diwilayah mereka.
Dengan di hadirkannya Alfamart di kelurahan lakawan otomatis terjadi persaingan dan di khawatirkan akan mematikan usaha perdagangan kami sehingga kebanyakan warga di kelurahan kami menolak ,dan juga apabila keberadaan alfamart merugikan pedagang kecil atau rakyat pada umumnya maka wajar saja kalau kehadiran alfamart di tolak di kelurahan kami.
Kelurahan Lakawan adalah salah satu Kelurahan yang terletak di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Berdasarkan kondisi geografisnya yang memanjang dari batas selatan Sidenreng Rappang hingga batas utara Tanah Toraja, seperti yang kita ketahui bahwa pasar merupakan urat nadi masyarakat di berbagai daerah, apalagi daerah maritim dan agraris(petani).sistem pendidikan tidak akan maksimal jika perekonomian yang ada di daerah tidak maksimal,karena pasar yang selalu di kaitkan dengan sumber perekonomian masyarakat yang paling utama menunjang pendidikan, karena status sosial dapat di katakan berhasil ketika mereka mapan dari segi ekonomi dan
pendidiakn, pendidikan merupakan hal yang paling urjen atau penting.
Kelangsungan hidup manusia karena dengan pendidikan kita dapat mengenal sistem perekonmian bahkan pasar.
Secara tidak langsung, kehadiran Alfamart juga memperlihatkan bahwa kapitalisme mulai menjajah ke-Indonesia, padahal secara tekstual Indonesia menganut sistem perekonomian Pancasila yang berasaskan kekeluargaan (koperasi). Sistem kapitalisme sangat menguntungkan bagi pemilik modal.
Kapitalisme memberikan keleluasaan para pemilik modal untuk menjalankan perekonomian yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya, maka pemilik modal besar akan memiliki kesempatan seluas-luasnya dalam mengembangkan sayap perekonomian, tetapi bagi pedagang tradisional yang memiliki modal kecil sulit bersaing dengan minimarket dan merugikan hingga akhirnya bangkrut atau gulung tikar.
Kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi yang tidak ada batasnya dapat merugikan golongan yang lemah dan kaum minoritas. Persaingan yang sangat bebas menyebabkan golongan yang kuat kedudukannya bertambah kuat lagi. Misalnya, pengusaha besar mematikan usaha kecil.
Persebaran minimarket Indomaret dan Alfamart pada satu sisi memiliki dampak yang positif, hal ini membuktikan adanya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan menciptakan investasi, namun disisi lain hal ini dapat menyebabkan kelesuan para pedagang kecil kios tradisional, bahkan mematikan usaha mereka. Kehadiran pasar modern tersebut telah memunculkan iklim persaingan yang tidak sehat yang merugikan pedagang kios kecil. Tidak menutup
kemungkinan, kondisi yang timpang tersebut juga berpotensi munumbuhkan benih-benih kecemburuan sosial diantara para pelaku perdagangan. membuat pedagang kios kecil semakin terpuruk bahkan mati karena tergerus keberadaan Alfamart yang menawarkan kenyamanan berbelanja, kemudahan pembayaran, kualitas produk yang lebih baik dan nilai plus lainnya bila dibandingkan dengan apa yang dapat ditawarkan oleh pedagang Kios tradisional.
Seperti masyarakat pada umumnya di enrekang ada beberapa mata pencaharian, seperti guru,pegawai dinas atau perkantoran, dan petani tetapi yang lebih mendominasi di kabupaten enrekang khusussnya di kelurahan lakawan kecamatan anggeraja adalah msyarakat yang agraris atau petani, di mana kabupaten enrekang terkenal dengan dearah pegunungan yang sangat berpotensi untuk di gunakan sebagai lahan pertanian. Sehubungan dengan penjelasan di atas maka pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang kondisi dan keadaan sosial pasar di kabupaten ennrekang khususnya pasar kelurahan lakawan.
79 A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, analisa, dan pembahasan atas data yang berhasil dihimpun tentang dinamika sosial penolakan kehadiran alfamart di kelurahan lakawan kecamatan anggeraja kabupaten enrekang yang berhasil dihimpun dapat ditarik kesimpulan bahwa:
Dinamika sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan geografis yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik kedalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik.
Dinamika sosial penolakan kehadiran alfamart di kelurahan lakawan kecamatan anggeraja kabupaten enrekang di lihat dari hubungan solidaritas sosial dan bersatu menolak dengan kehadiran alfamart karena kehadiran alfamart akan merugikan pedagang kios yang ujung-ujungnya akan bersaing dengan pemilik modal besar dan akhirnya para pedagang kios kecil bangkrut.
B. Saran
Saran-saran yang dapat disampaikan berkaitan dengan penelitian ini demi tercapainya tujuan yang diinginkan yaitu:
1. Diharapakan agar terjadinya penolakan di kelurahan lakawan dapat mengsejahterakan kehidupan perekonomian masyarakat dengan di tolaknya pembangunan kehadiran alfamart.
mempertimbangkan pendapat masyarakat setempat sehingga masyarakat lakawan terjalin solidaritas yang berjalan lancar.
57 DAFTAR PUSTAKA
Afifuddin, 2012, Metodologi Penelitian Kualitatif, CV. Pustaka Setia, Bandung.
Bagong Suyanto & J.Dwi Narwoko, 2010, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan,Kencana,Jakarta.
Bagong Suyanto 2013,sosiologi ekonomi,Kencana Pranada Media group Beni Ahmad Saebani, 2008, Metode Penelitian, CV. Pustaka Setia, Bandung Damsar & Indrayani,2009, Pengantar Sosiologi Ekonomi, kencana, Jakarta Denzin, 1986, Teori-Teori Sosiologi, CV. Pustaka Setia, Bandung.
Garna,Judistira K.,1996, Ilmu-Ilmu Sosial, Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Bandung
Giddens,Anthony 1971, Kapitalisme Dan Teori Sosial Modern : UIP, Jakarta.
Hamzah 2012,presfektif global,Universitas Muhammadiyah Makassar Kaneko,Soleman 1984.Struktur Dan Proses Sosial.Jakarta : Rajawali Pers.
Ritzer George 2012, Teori Sosiologi Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Siti Asnaini 2013, Perubahan Sosial Budaya.Makassar : Universitas Muhammadiyah Makassara
Sri Sunart,Suardi 2007.Sosiologi : Pusat Perbukuan Depertemen Pendidikan Nasional.
Soyomukti,Nurani,2010, Pengantar Sosiologi, Ar-Ruzz Media, Jogjakarta.
Soekanto,Sulistyowati 2013,sosiologi suatu pengantar : PT Raja Grapindo Persada,Jakarta
Sugiyono.2008.Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta
Tanjung,Anton. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia.Media Center.,
58
Dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara terhadap 8 (delapan) orang yakni 4 orang wiraswasta, 2 orang pedagang dan 2 orang PNS.
Informan pertama
Nama : Mahmuddin S.Pd
Pekerjaan : PNS
Usia : 27 Tahun
Agama : Agama
Alamat : Cakke
Informan kedua
Nama : Erna
Pekerjaan : Wiraswasta
Usia : 35 Tahun
Agama : Islam
Alamat : Cakke
Informan ketiga
Nama : Kadir S.Pd
Pekerjaan : PNS
Informan keempat
Nama : Cia
Pekerjaan : Wiraswsta
Usia : 51 Tahun
Agama : Islam
Alamat : Cakke
Informan kelima
Nama : Nurweda
Pekerjaan : Wiraswasta
Usia : 50 Tahun
Agama : Islam
Alamat : Cakke
Informan keenam
Nama : Hairul
Pekerjaan : Pedagang
Usia : 39 Tahun
Agama : Islam
Alamat : Cakke
Usia : 38 Tahun
Agama : islam
Alamat : Cakke
Informan kedelapan
Nama :Daniati
Pekerjaan : Pedagang
Usia : 29 Tahun
Agama : Islam
Alamat :Cakke
Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penolakan kehadiran alfamart dikelurahan lakawan kecamatan anggeraja Kabupaten Enrekang. Lokasi penelitian ini adalah kelurahan lakawan Kabupaten Enrekang. Dalam penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penolakan kehadiran alfamart dikelurahan lakawan kecamatan anggeraja Kabupaten Enrekang. Lokasi penelitian ini adalah kelurahan lakawan Kabupaten Enrekang. Dalam penelitian