HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Temuan Penelitian
2. Faktor penyebab perilaku agresif pada anak
Faktor penyebab terjadiya perilaku agresif pada anak di TK Al-hikmah Koto Baru Sungai Tarab berdasarkan hasil penelitian dengan observasi dan wawancara diketahui bahwasanya yang menjadi faktor penyebab perilaku anak agresif yaitu keturunan dari orang tua di mana orang tua anak dulunya juga memiliki perilaku agresif seperti anak tersebut dan kakak si anak jugak demikian namun berubah sesuai dengan usia dan didikan yang di terpkan orang tua dirumah, selain keturunan atau gen, lingkungan dan emosi anak juga mempengarui penyebab perilaku agresif yang terjadi pada anak, namun dari semua faktor yang terjadi faktor biologis atau genetiklah yang paling mendasari penyebab perilaku agresif pada anak tersebut atau pada R.
Di sekolah TK Al-himah koto baru sungai tarab yang terdapat 1 orang anak dengan inisial R yang berperilaku agresif tersebut yang didasari oleh faktor penyebab gen dari ayahnya di mana ayah dari R dulunya juga memiliki perilaku agresif dan kakak dari R juga demikian di usia R. “Menururut penuturan dari orang tua R ini di akibatkan oleh biologis atau keturunan menurut kami kakaknya diwaktu seusianya juga demikian katanya”di waktu melakukan sesi wawancara pada orang tua R.
Sejalan dengan pendapat wiyani (2014:215) yang mengatakan Faktor penyebab anak agresif terjadi karena biologis, yang terbagi menjadi dua bagian yaitu sistem otak dan kimia darah, lalu faktor lingkungankator psikologi dan keluarga berikut ulasanya:
1. Biologis
Dalam faktor biologis terdapat dua macam yaitu, pertama menurut keturunan dimana anak yang mempunyai perilaku agresif mendapat keturunan dari ayah dan ibunya yang dulu juga beriwayat perilaku agresif atau Hildayani (2015:12.9)
mengemukan. “Pada diri ibu dahulunya kecanduan alkohol ketika janin masih dalam kandungan yang menurut penelitian juga beresiko terdapat gangguan emosi dan perilaku”. Kedua, menurut bentuk tubuh atau anatomi tubuh. Misalnya orang tua memiliki bentuk tubuh yang besar dan tinggi sehingga menurut kepada anaknya yang memiliki badan tinggi besar. Dengan badan anak yang merasa lebih besar dan merasa berkuasa merasa dirinya lebih unggul dari anak lainnya. Hal ini yang menjadikannya menindas dan berbuat semaunya dimana dapat merugikan anak yang lemah dari anak tersebut.
Davidoff mengatakan (dalam Nurcahyani, 2015:25) faktor lain dalam genetik yang menyebabkan perilaku agresif muncul ialah:
a) Sistem otak
Dalam otak manusia terdapat cara kerja otak dimana di dalam otak ada yang dapat memperkuat dan memperlambat sirkuit neural yang mengendalikan agresi. Sistem otak secara internal terdapat pada masing-masing individu dengan sistem yang berbeda pada setiap individu.
b) Kimia darah
Hormon darah yang dimiliki oleh manusia terkhusus dengan hormon seks terdapat pada faktor keturunan. Pada laki-laki lebih banyak hormon terteron dimana pada hormon ini lebih berpotensi memunculkan sikap agresi, maka dari itu laki-laki menurut penelitian lebih banyak melakukan sikap agresif dari pada perempuan.
2. Faktor Lingkungan
Setiap diri anak memiliki gaya berinteraksi berbeda-beda dengan lingkungannya. Masing-masing lingkungan yang berada dekat pada anak akan memberi pengaruh baik itu positif maupun negatif yang mengarah kepada perilaku agresif.
3.Faktor Psikologi
Perilaku naluriah yaitu perilaku yang muncul dari dalam diri seseorang dimana keinginan diri untuk memunculkan perilaku agresif tersebut karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu dari kebisingan tempat, kesesakan karena kondisi.
Nurcahyani (2015: 24 ) mengatakan “Kondisi lain yang menyebabkan perilaku agresif anak adalah kondisi sosial atau lingkungan yang mendorong”.
4.Faktor Keluarga
Keluarga juga memiliki andil sebagai faktor penyebab perilaku agresif itu muncul, bisa karena kepekaan terhadap kebutuhan anak, atau metode yang berdasarkan kasih sayang dalam menghadapi perilaku yang salah. Menurut (Hildayani:12.10) ada beberapa faktor yang menyababkan anak perilaku agresif antara lain:
a) Terjadinya ketidak konsisten orang tua dalam memberi hukuman kepada anak ketika anak melakukan kesalahan, misalnya ketika orang tua menggancam anak untuk tidak melakuakan sifat yang menyimpang. Tetapi ketika perilaku anak menyimpang dari aturan sebelumnya, hukuman tersebut terkadang diberikan terkadang Tidak, membuat anak bingung karena tidak ada standar yang jelas, hal inilah yang mengacu sifat agresif anak.
b) Perlakuan orang tua kepada anak yang keras dan penuh tuntutan, orang tua yang mengunakan gaya instruksi agar anak melakukan atau tidak melakukan sesuatu, orang tua jarang memberikan waktu untuk diskusi atau berbicara akrab, dalam hal ini muncul hukum aksi-rekasi sehingga anak memberontak dengan perilaku agresif .
c) Orang tua yang mempunyai sikap permisif, dimana anak dibiarkan berperilaku menyimpang tampa adanya teguran. Maka anak ketika berperilaku agresif kepada orang lain merasa itu adalah perilaku wajar yang ia tampakkan, sehingga perilaku agresif anak akan menetap pada dirinya.
d) Orang tua gagal memberikan hukuman yang tepat pada anak ketika anak melakukan kesalahan kepada orang lain, sehingga hukuman justru menimbulkan sikap permusuhan anak terhadap orang tuanya.
e) Komunikasi antara orang tua dan anak kurang terjalin dengan baik.
f) Orang tua terkadang salah dalam memberikan hadiah kepada anak, ketika anak melakukan perilaku agresif orang tua malah memberi hadiah kepada anak misalnya anak suka berbohong (Wiyani, 2014: 215).
Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan bahwa berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku agresif yang terjadi ada banyak faktor yang menjadi pendorongnya. Di mana dari faktor-faror tersebut yang menjadi faktor dasar yang terjadi di TK AL-Hikmah koto baru adalah biologis atau keturungan serta lingkungan masyarakat atau lingkungan tempat tinggal anak yang mengajarkan mencontohkan atau yang ditiru anak untuk berbuat agresif.
Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua murid dan guru dan observasi yang peneliti lakukan di termukan bahwa faktor yang mendorong terjadinya perilaku agresif R yaitu lingkungan di mana R kan sepulang sekolah suka bermain keluar rumah jadi saya sebagai orang tua tidak terlalu mengawasi lagi apa yang di lakukan R diluar terkadang saya hanya mendapatkan laporan bahwa anak saya di suruh untuk
berkata kasar, berkelahi, dan terkadang anak saya di adu-adu, karana anak saya adalah anak yang sulit mengontrol diri emosinya tidak stabil diakan mau mau aja kadang kelakukan tersebut di bawa kesekolah dan ke rumah. Jadi sesuai perkataan dari orang tua R bahwasanya lingkungan sangat mempengaruhi sikap dan kelakukan R.
Dari teori tersebut dan hasil penelitian yang peneliti temukan faktor penyebab anak agresif juga dari diri anak itu sendiri dimana R adalah anak yang sangat mudah terpancing, emosinya tidak stabil dan sangat hiperaktif sehingga R seringkali berperilaku ageresif kepada teman, hewan, benda atau apasaja yang di dekantnya. Selain itu R juga sangat susah untuk dikendalikan sehingga R sangat perlu guru yang membina atau memperhatikan R melebihi anak lain agar R dapat dikendalikan dan tetab tenang.
Berdasarkan pendapat dan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dapat di simpulkan bahwasanya perilaku agersif R diakikabatkan oleh fakror biologis dan lingkungan tempat tinggal R yang kurang baik yang mengajarkan, mencontohkan R berkata-kata kasar, berkata-kata kotor dan berkelahi dan memukul teman sehingga perilaku agresif R yang turun dari ayahnya makin meningkat dengan adanya faktor tersebut. Ini sesuai dari hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan guru yang mana guru R mengatakan bahwa lingkungan R sangat memepengarui perilaku agresif R yang mana linkungan R sering mangajarkan perbuatan perbuatan yang tidak baik kepada R jadi dari hal tersebut juga semakin memperburuk sikap R yang sudah memiliki perilaku agresif yang dibawa atau keturunan dari ayah R sendiri.
60 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasaran penelitian yang peneliti lakukan tentang “Faktor Penyebab Perilaku agresif Pada Anak Tk Al-Hikmah Koto Baru Sungai Tarab”, maka penulis dapat mengemukakan kesimpulan yaitu:
1. Bentuk perilaku agresif merupakan tindakan ingin melukai, menyakiti yang dilakukan oleh seseorang saat merasa kesal, merah atau ada keinginan yang tidak di dapatkannya. Bentuk perilaku agresif yang terjadi di Tk AL-Hikmah sungai tarab yaitu ageresif fisik memukul, menendang, menggigit mendorong dan meremas dan ageresif verbal yaitu berkata-kata kasar, berteriak dan menghina dan mencemo’oh.
2. Faktor penyebab terjadinya perilaku agresif R yaitu biologis atau keturunan serta lingkungan yang mengajarkan R untuk berkata-kata kasar, berkata-kata jorok berkelahi serta pengaruh dari media televisi dan gadget yang memperlihatkan berbagai hal tentang kekerasan yang dilihat anak dan lingkungan R yang kurang sehat tersebut memberikan dampak buruk terhadap sikap R yang meniru dan mencondoh dari hal yang dilihatnya.
B. Implikasi
Penelitian ini berimplikasi pada perkembangan teori atau keilmuan pendidikan anak usia dini khususnya dalam penanganan kasus faktor penyebab perilaku Agresif pada anak di Tk Al-Hikmah Koto Baru Sunagi Tarab.
C. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, maka penulis memberikan saran kepada TKAl-hikmah Koto Baru Sungai Tarab agar :
1. Diharapkan kepada kepala sekolah TKAl-hikmah Koto Baru Sungai Tarab agar dapat mencegah terjadinya faktor penyebab
perilaku Agresif pada anak, dan guru juga sangat diharapkan untuk mengawasi anak-anak muridnya dan memperhatikan R melebihi anak lain agar sikap agresif R dapat teratasi dan tidak menimbulkan kekerasan baik dalam bentuk fisik maupun verbal.
2. Diharapkan kepada guru di TKAl-hikmah Koto Baru Sungai Tarab agar dapat bekerja sama dengan dengan orang tua agar perilaku agresif R di tangani dengan baik.
3. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan penelitian dengan cakupan yang lebih luas ataupun lebih mendalam, karena merasa masih terdapat kekurangan dan keterbatasan dalam penelitian ini.