• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II: PAPARAN DATA DAN TEMUAN LAPANGAN

B. Faktor penyebab terjadinya perceraian di Desa Lajut

35

Tabel 2.4 Data Informan No Nama/Inisial

Ayah/Ibu

Alamat Usia Pekerjaan Tahun Bercerai

Nama/Inisial Anak

Usia Anak 1. Ibu BF Dusun

Lajut

31 Tahun

Pengangguran Tahun 2022

SA 11

Tahun 2. Bapak WS Dusun

Lajut

26 Tahun

Wiraswasta Tahun 2021

MMD 5

Tahun 3. Bapak MT Dusun

Lajut

40 Tahun

Wiraswasta Tahun 2021

NP 14

Tahun

4. Ibu M Dusun

Pelendek 39 Tahun

Pedagang Tahun 2021

AH 15

Tahun 5. Bapak SS Dusun

Ledang

30 Tahun

Wiraswasta Tahun 2022

DD 13

Tahun 6. Bapak MR Dusun

Lingkuk Baru

40 Tahun

Buruh Bangunan

Tahun 2021

MS 17

Tahun

B. Faktor penyebab terjadinya perceraian di Desa Lajut Kecamatan Praya

36

Dalam kehidupan berumah tangga segala aspek kebutuhan harus terpenuhi salah satunya dalam hal kebutuhan seksual, jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi dan salah satu pasangan merasa tidak puas, bukan tidak mungkin salah satu pasangan akan mencari kepuasan dengan orang lain, yang biasa kita sebut sebagai perselingkuhan.

Seperti perselingkuhan yang dilakukan oleh mantan suami dari ibu BF yang berujung dengan perceraiaan. Berikut adalah hasil wawancara dengan ibu BF tentang faktor yang menyebabkan perceraiaannya:

“Sejak akhir tahun 2021 kemarin saya banyak mendapati laporan dari tetangga saya bahwa suami saya sering mampir kerumah janda di dusun sebelah, Namun saat saya bertanya dia selalu mengelak dan menjawab dengan nada tinggi serta berkata kasar, bahkan saya pernah memergokinya sedang video call dengan wanita lain, sejak saat itulah sering terjadi pertengkaran dengan masalah yang sama terus-menerus sehingga pada awal tahun kemarin saya meminta cerai kepada mantan suami saya karena saya tidak tahan lagi dengan sikap dia yang sering berkata kasar, pulang tengah malam dan kadang tidak pulang semalaman”.22 Hal yang serupa juga di tuturkan oleh Bapak MT yang mengakui bahwa dirinya melakukan perselingkuhan lantaran tidak puas dan sudah tidak nyaman dengan sikap istrinya. Berikut hasil wawancara dengan Bapak MT mengenai penyebab daripada perceraiannya:

“Di awal tahun 2021 saya merasa sudah tidak nyaman lagi dengan mantan istri saya, sikapnya yang dingin dan tidak lagi berbaur dengan keluarga saya. Itulah mengapa saya menjalin hubungan (berselingkuh) dengan istri saya yang

22 BF, Wawancara, Lajut, 16 September 2022, Pukul 17.00 WITA

37

sekarang, memang saya dan mantan istri saya jarang atau bahkan tidak pernah bertengkar meskipun dia mengetahui bahwa saya berselingkuh, karena memang belakangan sebelum bercerai dia menjadi pendiam dan hal semacam itu yang membuat keluarga saya menjadi kurang harmonis dan akhirnya saya memutuskan untuk menceraikannya”.23 Salah satu informan berinisal M juga menuturkan bahwa perceraiannya dengan mantan suaminya di sebabkan karena suaminya berselingkuh dan meminta untuk menikah lagi. Berikut adalah hasil wawancara dengan Ibu M mengenai penyebab dari perceraiannya dengan mantan suaminya:

“Sebelum bercerai dengan mantan suami saya, sering sekali kami bertengkar lantaran saya sering menemukan dia sedang menelpon dengan wanita lain tengah malam bahkan lebih parahnya lagi, dia terakhir meminta untuk menikah menikah lagi namun saya menjawabnya dengan keinginan saya untuk diceraikan, namun dia menolak untuk menceraikan saya dan berniat untuk melakukan poligami terhadap saya. Pada akhirnya kami menyelesaikan secara kekeluargaan, dan saya tetap teguh pada keinginan untuk bercerai lantaran saya sudah tidak tahan lagi, pada akhirnya kamipun resmi bercerai pada awal tahun 2021 kemarin”.24 2. Faktor Ekonomi

Kesetabilan ekonomi di dalam suatu keluarga akan berpengaruh besar terhadap kebahagiaan didalam keluarga tersebut, usaha-usaha yang penghasilannya berjalan dengan baik dan teratur memungkinkan terjadinya kesetabilan ekonomi yang kemungkinan akan lebih besar terjadinya kebahagiaan. Namun berbanding terbalik dengan apa yang di alami keluarga Bapak MR

23 MT, Wawancara, Lajut, 27 September 2022, Pukul 16.30 WITA

24 M, Wawancara, Pelendek, 6 Oktober 2022, Pukul 16.30 WITA

38

yang bercerai karena alassan ekonomi yang tidak menentu/tidak stabil dan tuntutan dari istrinya. Berikut hasil wawan cara dengan Bapak MR tentang faktor penyebab perceraiannya:

“Pertengkaran dengan istri saya sering terjadi terlebih setelah terjadinya pandemi kemarin, karena sulit mencari termpat bekerja dan mantan istri saya selalu menuntut untuk selalu ada, dia terkadang tidak mau tau dan tidak mengerti dengan keadaan, dia ingin selalu kepentingannya terlebih dalam hal pribadi selalu terpenuhi. Sedangkan saya hanya bekerja sebagai buruh bangunan, yang dimana terkadang ada dan tidak ada proyek yang saya kerjakan.

Oleh karena itulah sering terjadi pertengkaran dan akhirnya saya memutuskan untuk menceraikannya”. 25

3. Faktor Perselisihan

Dalam sebuah rumah tangga pasti perselisihan atau pertengkaran dan salah faham antara satu dengan yang lain hal yang biasa terjadi, namun perselisihan dalam bentuk apapun jika tidak ada yang mau mengalah dan mengedepankan kepentingan demi kebaikan bersama dalam konteks menjaga keharmonisan rumah tangga pasti akan berujung pada perceraian. Seperti yang di alami oleh Bapak WS yang bercerai akibat dari perselisihan yang sering terjadi. Berikut adalah hasil wawancara dengan Bapak WS terkait dengan penyebab dari perceraiannya:

“Semenjak saya menikah dengan mantan istri saya memang sering terjadi perselisihan, karena hal sepele misalkan karena saya memperingatinya untuk tidak terlalu main hp dan lebih memperhatikan anak, terkadang lupa untuk memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Setiap saya mencoba untuk menasehati atau mencoba menyelesaikan secara baik-baik namun respon dia kurang baik atau tidak ada itikad baiknya terhadap nasehat yang saya berikan, malah sikapnya semakin melunjak dan

25 MR, Wawancara, Lingkuk Baru, 18 Oktober 2022, Pukul 17.30 WITA

39

dia selalu ingin sesuai dengan apa yang dia inginkan, dia tidak pernah mau salah meskipun kenyatannya dia berbuat salah, saya memang tidak ada niatan untuk menceraikannya namun setelah mendengar nasehat dari orang tua saya yang menyuruh saya menceraikannya, karena memang bukan hanya nasehat dan perkataan saya saja yang dia hiraukan namun dari kedua orang tua saya juga, dan pada akhirnya saya memutusan untuk menceraikannya karena saya rasa juga sudah tidak mungkin untuk dipertahankan lagi”.26

Hal yang serupa juga di alami oleh Bapak SS yang bercerai karena sering terjadi pertengkaran dan perselisihan. Berikut hasil wawancara dengan Bapak SS mengenai penyebab perceraiannya dengan mantan istrinya:

“Belakangan sebelum saya memutuskan untuk menceraikan mantan istri saya, memang sering terjadi pertengkaran karena hal sepele selalu dibesar-besarkan, dia selalu marah jika saya keluar kerumah/pergi kerumah teman, dia juga sering membantah dan melawan apa yang saya katakan padahal itu demi kepentingan bersama, saya sering bilang ke dia untuk lebih giat menabung dan mengurangi membeli sesuatu yang kurang bermanfaat namun dia selalu memarahi saya balik, lama kelamaan saya merasa bosen dan bilang ke dia ‘jika kamu tidak bisa merubah sifat kamu, saya akan menceraikan kamu’, namun dia malah menjawab

‘ceraikan saja aku’, dari sanalah saya mengambil kesimpulan bahwa hubungan ini sudah tidak bisa saya pertahankan dan saya memutuskan untuk menceraikannya karena saya rasa itu adalah jalan yang paling tepat untuk mengakhiri perselisihan yang sering terjadi”.27

C. Dampak Perceraiaan Terhadap Kondisi Psikologis Anak di Desa Lajut