BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.2.5 Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Keberhasilan
Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi.Menurut wulansari bahwa
Keberhasilan komunikasi, ditentukan oleh faktor-faktor yang diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu yang berpusat pada personal (person-centered prespective) dan yang berpusat pada situasi (situation – centered perspektive) .Faktor yang berpusat pada personal, misalnya kecakapan berkomunikasi yang dimiliki oleh seseorang, sedangkan yang berpusat pada situasi misalnya karakteristik sosial budaya masyarakat sekitar.(http://rwulansari49.blogspot.com//)
2.2.5.1.Faktor Personal
Faktor personal timbul dari dalam diri individu. Bahwa dalam menanggapi proses komunikasi antarpribadi, akan dipenngaruhi beerbagai keadaan yang ada pada diri individu. Secara garis besar faktor personal dibedakan ke dalam dua kategori, yaitu faktor biologis dan psikologis.
2.2.5.1.1.Faktor Biologis
Kondisi biologis seseorang akan berpengaruh terhadapkemampuan seseorang dalam mencerna informasi yang disampaikan. kondisi biologis yang memadai seperti kesehatan yang baik, konsentrasi yang bagus, dan sebagainya akan mempengaruhi keberhasilan komunikasi. Penerapan konsep ini, apabila kita ingin berkomunikasi dengan mengusung tujuan yang penting, maka sebaiknya memepertimbangkan koondisi biologis baik pada diri kita maupun pihak yang akan kita ajak berkomunikasi.
2.2.5.1.2. Faktor Psikologis
Manusia adalah makhluk yang mempunyai daya psikologis : pengetahuan, kehendak, sikap, dan sebagainya. Kita dapat mengklarifikasikan kedalam tiga komponen, yaitu komponen kognitif, afektif, dan konatif. Komponen kognitif adalah aspek intelektual,yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia. Ketika terlibat dalam proses komunikasi interpersonal, maka komponen kognitif ini memiliki peran yang penting dalam memaknai pesan dan symbol.Artinya, maka symbol itu selalu terkait dengan apa yang diketahuinya, dan perlu diketahui bahwa permaknaan seseorang terhadap suatu informasi dapat dijadikan sebagai indikator yang menunjuk adanya pengetahuan yang dimilikinya.
Komponen kognitif merupakan aspek emosional, seperti sikap simpati, ragu – ragu, setuju, curiga, benci, dan sebagainya.Komponen afektif inijuga mempunyai pengaruh dalam komunikasi interpersonal.misalnya dengan orang yang kita senangi, kita selalu mempercayai ucapanya.Terhadap orang yang kita benci, kita selalu berseberangan dengan ide – idenya.Komponen afektif terdiri dari (1) motif sosiogenetif, (2) sikap, dan (3) emosi. (http://rwulansari49.blogspot.com)
2.2.5.1.2.1.Motif sosiogenetif
Motif sosiogenetif sering juga disebut dengan motif sekunder sebagai lawan motif primer (motif biologis).Motif sosiogenetif ini sangat besar perananya dalam membentuk perilaku komunikasi.Berbagai klarifikasi motif sosiogenetif menurut berbagai ahli.
W. I. Thomas dan Florian Znaniekcki : a)Keinginan memperoleh pengalaman baru b)Keinginan untuk mendapatkan respon c)Keinginan akan pengakuan
d)Keinginan akan rasa aman David McCleiland
a)Kebutuhan berprestasi (need for achieveiment) b)Kebutuhan akan kasih saying (need for afflliation) c)Kebutuhan berkuasa(need for power)
(http://rwulansari49.blogspot.com)
Ketika seseorang berkomunikasi, maka disadari atau tidak akan mengukur apakah aktivitas komunikasi yang ia jalankan sesuai dengan motif sosiogenetifnya. Misalnya motif sosiogenetis yang diperjuangkan oleh sesorang adalah ingin memperoleh pengalaman baru. Apabila kepadanya ditawari aktivitas komunikasi yang tidak memberikan pengalaman baru kepadanya, mungkin ia akan bersifat pasif, tidak merespon ajakan komunikasi tersebut. Sebaliknya apabila kepadanya ditawarkan aktivitas komunikasi dan ia menganggap bahwa dari aktivitas tersebut akan ada pengalaman baru yang ia peroleh, maka ia berusaha untuk terlibat didalamnya.
2.2.5.1.2.2.Sikap
Sikap adalah perasaan seseorang tentang objek, aktivitas, peristiwa dan orang lain. Perasaan ini menjadi konsep yang mempresentasikan suka atau tidak suka.Sikap bersifat positif, negatif, atau netral.Sikap dapat mendorong seseorang menjadi ambivalen terhadap objek, yang berarti individu tersebut terus menerus mengalami keragu – raguan berpendirian positif dan negative terhadap peristiwa tertentu.Terdapat pengaruh sikap terhadap perilaku komunikasi interpersonal dan sering kali bersifat irasional.
2.2.5.1.2.3.Emosi
Emosi menunjukkan kegoncangan organisme yang disertai oleh gejala –
gejala kesadaran, keperilakuan, dan proses fisiologis. Bila orang yang anda cintai melecehkan anda, anda akan berekasi secara emosional, karena itu dilakukan secara sadar. Jantung anda kan berdetak lebih cepat, kulit memberikan respon dengan mengeluarkan keringat, dan napas terengah – engah ( proses fisiollogis). Anda mungkin membalah cemoohan itu dengan kata – kata keras.
2.2.5.2. Faktor Situasi
Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku manusia adalah faktor situasional. Menurut pendekatan ini, perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan atau situasi. Faktor-faktor situasional ini dapat berupa:
a. faktor ekologis, misal kondisi alam atau iklim
b. faktor rancangan dan arsitektural, misal penataan ruang c. faktor temporal, misal keadaan emosi
e. teknologi
f. faktor sosial, mencakup sistem peran, struktur sosial dan karakteristik sosial individu
g. lingkungan psikososial yaitu persepsi seseorang terhadap lingkungannya h. stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku.
(http://wulansari49.blogspot.com)
Sedangkan menurut Suranto (2011:213) dalam komunikasi interpersonal terdapat beberapa faktor yang sangat menentukan keberhasilan komunikasi interpersonal apabila dipandang dari sudut komunikator, komunikan, dan pesan, antara lain:
2.2.5.2.1. Faktor Keberhasilan Dilihat Dari Sudut Komunikator
Suranto (2011:213) menyatakan bahwa komunikasi antarpribadi dapat dilihat keberhasilan nya, jika dipandang dari sudut komunikan antara lain meliputi:
1. Kredibilitas: ialah kewibawaan seorang komunikator di hadapan komunikan. Pesan yag disampaikan oleh seorang komunikator yang kredibitilitasnya tinggi akan lebih banyak memberi pengaruh terhadap penerima pesan.
2. Daya tarik: ialah daya tarik fisik maupun non fisik. Adanya daya tarik ini akan mengudang simpati penerima pesan komunikasi. Pada akhirnya penerima pesan akan dengan mudah menerima pesan-pesan yang disampaikan oleh komunikator. 3. Kemampuan intelektual: ialah tingkat kecakapan, kecerdasan dan keahlian
seorang komunikator. Kemampuan intelektual itu diperlukan seorang komunikator, terutama dalam hal menganalisis suatu kondisi sehingga bisa mewujdukan cara komunikasi yang sesuai.
4. Integritas atau keterpaduan sikap dan perilaku dalam aktivitas sehari-hari. Komunikator yang memiliki keterpaduan, kesesuaian antara ucapan dan tindakannya akan lebih disegani oleh komunikan.
5. Ketepercayaan: kalau komunikator dipercaya oleh komunikan maka akan leibh udah menyampaikan pesan dan mempengaruhi sikap orang lain.
6. Kepekaan sosial, yaitu suatu kemampuan komunikator untuk memahami situasi di lingkungan hidupnya. Apabila situasi lingkungan sedang sibuk, maka komunikator perlu mencari waktu lain yang lebih tepat untuk menyampaikan suatu informasi kepada orang lain.
7. Kematangan tingkat emosional, ialah kemampuan komunikator untuk mengendalikan emosinya, sehingga tetap dapat melaksanakan komunikasi dalam suasana yang menyenangkan di kedua belah pihak.
8. Berorientasi kepada kondisi psikologis komunikan, artinya seorang komunikator perlu memahami kondisi psikologis orang yang diajak bicara. Diharapkan komunikator dapat memilih saat yang paling tepat untuk menyampaikan suatu pesan kepada komunikan.
9. Komunikator harus bersikap supel, ramah dan tegas. 2.2.5.2.2.Faktor Keberhasilan Dilihat Dari Sudut Komunikan
Faktor keberhasilan komunikasi antarpribadi, jika dilihat dari sudut komunikan, antara lain meliputi:
1. Komunikan yang cakap akan mudah menerima dan mencerna materi yang diberikan oleh komunikator.
2. Komunikan yang mempunyai pengetahuan yang luas akan cepat menrima informasi yang diberikan komunikator.
3. Komunikan harus bersikap ramah, supel dan pandai bergaul agar tercipta proses komunikasi yang lancar.
4. Komunikan harus memahami dengan siapa ia berbicara.
5. Komunikan bersikap bersahabat dengan komunikator. (Suranto, 2011:213)
c. Faktor Keberhasilan Dilihat Dari Sudut Pesan
Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang pesan itu sendiri, antara lain meliputi:
1. Pesan komunikasi interpersonal perlu dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menumbuhkan perhatian komunikan.
2. Lambang-lambang yang dipergunakan harus benar-benar dapat dipahami oleh kedua belah pihak, yaitu komunikator dan komunikan.
3. Pesan-pesan tersebut disampaikan secara jelas dan sesuai dengan kondisi maupun situasi setempat.
4. Tidak menimbulkan multi interprestasi atau penafsiran yang berlainan.
5. Sediakan informasi yang praktis, berguna, dan membantu komunikan melakukan tindakan yang diinginkan.
6. Berikan fakta, bukan kesan dengan cara menyampaikan kalimat konkret, detail, dan spesifik disertai bukti untuk mendukung opini.
7. Tawarkan rekomendasi dengan cara mengemukakan langkah-langkah yang disarankan untuk membantu komunikan menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam terdapat faktor yang berpengaruh terhadap Keberhasilan komunikasi interpersonal. Diantaranya faktor personal dan inter personal. Faktor personal, atau faktor dari dalam diri individu pelaku komunikasi yang meliputi komunikan dan komunikator.dapat dilihat dari faktor biologis dan psikologis,sedangkan factor inter personal yang erat kaitannya dengan kemampuan memahami situasi lingkungan sosialyang lebih menekankan keberhasilan dilihat dari sudut pesan. Yaitu kemampuan menuyusun dan menyampaikan pesan agar mudah diterima dan penerima pesan pun merasa nyaman ketika diajak berkomunikasi dan mau melaksanakan pesan yang komunikator sampaikan secara sukarela.
2.3. Konseling Kelompok