• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.4. Faktor yang Memengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan

Menurut pendapat Azwar (1996), pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh seseorang, dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, sosial budaya, dan sosial ekonomi orang tersebut. Bila tingkat pendidikan, sosial budaya dan sosial ekonomi baik maka secara relatif pemanfaatan pelayanan kesehatan akan tinggi.

Pemanfaatan pelayanan kesehatan erat kaitannya dengan pengambilan keputusan dalam memanfaatkan pelayanan tersebut. Menurut Robbins yang dikutip oleh Juliwanto (2009), faktor-faktor personal sangat menentukan apa yang diputuskan itu, termasuk dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan. Faktor tersebut diantaranya kognisi, motif dan sikap. Kognisi artinya kualitas dan kuantitas pengetahuan yang dimiliki. Motif sangat memengaruhi pengambilan keputusan. Sikap merupakan faktor penentu lainnya dalam proses pengambilan keputusan.

Menurut Anderson yang dikutip Notoatmodjo (2003), faktor-faktor yang menentukan pemanfaatan pelayanan kesehatan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Karakteristik Predisposisi (predisposing characteristics), karakteristik ini digunakan untuk menggambarkan fakta bahwa tiap individu mempunyai kecenderungan menggunakan pelayanan kesehatan yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena adanya cirri-ciri individu yang digolongkan ke dalam ciri-ciri : (a) Demografi (umur, jenis kelamin, status perkawinan, jumlah keluarga), (b) Struktur sosial (tingkat pendidikan, pekerjaan, ras, kesukuan, agama, tempat tinggal), (c) Sikap, keyakinan, pandangan, individu terhadap pelayanan kesehatan. 2. Karakteristik Pendukung (enabling characteristics), karakteristik ini

mencerminkan bahwa meskipun mempunyai predisposisi untuk menggunakan pelayanan kesehatan, ia tidak akan bertindak menggunakannya, kecuali jika mampu untuk menggunakan. Panggunaan pelayanan kesehatan yang ada tergantung kemampuan konsumen untuk membayar. Termasuk dalam karakteristik ini adalah sumber keluarga (pendapatan keluarga, cakupan asuransi kesehatan dan pembiayaan pelayanan kesehatan, keterjangkauan dan tarif).

3. Karakteristik Kebutuhan (need characteristics), faktor predisposisi dan faktor yang memungkinkan untuk mencapai pengobatan dapat terwujud dalam tindakan itu dirasakan sebagai kebutuhan.

Pemanfaatan pelayanan kesehatan melibatkan berbagai informasi, antara lain status kesehatan, informasi tentang status kesehatan yang membaik, informasi tentang berbagai macam perawatan yang tersedia dan informasi tentang efektivitas pelayanan kesehatan yang dipengaruhi oleh interaksi antara konsumen dan penyedia layanan

Menurut Green yang dikutip Notoatmodjo (2003), faktor yang memengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan terbagi dalam 3 faktor yaitu:

1. Faktor-faktor Predisposisi (predisposing factors) adalah faktor yang dapat mempermudah atau mempredisposisikan terjadinya perilaku pada diri seseorang atau masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan. Beberapa komponen yang termasuk faktor predisposisi yang berhubungan langsung dengan perilaku, antara lain, pengetahuan, sikap, kepercayaan, nilai-nilai, dan menyadari kemampuan dan keperluan seseorang atau masyarakat terhadap apa yang dilakukannya.

2. Faktor-faktor Pendukung (enabling factors) merupakan faktor yang sudah ada dan dapat memungkinkan realisasi dari motivasi dan aspirasi seseorang dalam memanfaatkan palayanan kesehatan. Termasuk didalamnya adalah ketersediaan sarana dan prasarana dan peraturan-peraturan.

3. Faktor-faktor Pendorong (reinforcing factors) adalah konsekuensi dari determinan perilaku, dengan adanya umpan balik (feed back) dan dukungan sosial apabila memanfaatkan pelayanan kesehatan. Hal itu dapat terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan, maupun dari pihak keluarga. Faktor pendorong ini dapat positif atau negatif tergantung dari sikap dan perilaku orang dalam lingkungannya.

Menurut Dever (1984), faktor yang memengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah:

1. Faktor Sosio Kultural

a. Norma dan nilai yang ada di masyarakat adalah norma, nilai sosial dan keyakinan yang ada di masyarakat akan memengaruhi seseorang dalam bertindak, termasuk dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan.

b. Teknologi yang digunakan dalam pelayanan kesehatan sangat memengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan. Kamajuan teknologi dibidang kesehatan, disatu sisi dapat meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan seperti ; transplantasi organ dan kemajuan dalam bidang radiologi. Disisi lain kemajuan teknologi dapat menurunkan pemanfaatan pelayanan kesehatan, misalnya, pemanfaatan rumah sakit TBC bisa menurun sebagai akibat dari tingginya teknologi dalam obat-obatan.

2. Faktor Organisasional

a. Ketersediaan sumber daya yang mencukupi dari segi kualitas maupun kuantitas sangat mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan. Suatu pelayanan bisa digunakan apabila jasa tersebut tersedia.

b. Keterjangkauan lokasi (akses geografi) yang dapat dilihat dari jarak, waktu tempuh maupun biaya tempuh dapat memengaruhi pemanfaatan pelayananan kesehatan.

c. Keterjangkauan sosial (akses sosial) dapat dibagi dalam dua dimensi yaitu (1) Kemampuan menerima (acceptability) termasuk di dalamnya faktor psikologi, faktor sosial dan faktor budaya seperti: etnis, jenis kelamin, umur, kepercayaan. (2) Kemampuan menghasilkan (affordability) termasuk

didalamnya faktor ekonomi seperti: kemampuan membayar, dan ada tidaknya asuransi kesehatan.

d. Karakteristik struktur pelayanan dan proses, berbagai macam bentuk praktek pelayanan kesehatan dan cara memberikan pelayanan kesehatan mengakibatkan pola pemanfaatan yang berbeda.

3. Faktor yang Berhubungan dengan Konsumen

Persepsi terhadap sakit, sering kali menjadi faktor yang penting dalam keputusan mencari pelayanan kesehatan. Faktor yang berhubungan dengan konsumen dipengaruhi oleh: (1) faktor sosiodemografi meliputi umur, jenis kelamin, ras, etnis, status perkawinan, dan sosioekonomi (pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan), (2) faktor sosiopsikologi meliputi persepsi sakit, sikap dan kepercayaan tehadap perawatan medis.

4. Faktor yang Berhubungan dengan Penyedia Layanan (Provider)

Faktor ini dipengaruhi oleh: (1) faktor ekonomi, berkaitan dengan kondisi permintaan dan penawaran terhadap pelayanan kesehatan, (2) Karakteristik

provider meliputi tipe palayanan kesehatan, sikap petugas, keahlian petugas dan

fasilitas yang dimiliki oleh penyedia layanan (Dever, 1984).

Menurut Kalangie (1994), terdapat beberapa faktor yang memengaruhi seseorang dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan, yaitu :

1. Faktor regional dan residence yaitu: regional misalnya: Sumatera Utara, Jakarta, dan lain-lain, dan residence misalnya; Rural (desa) dan Urban (kota).

2. Faktor dari Sistem Pelayanan Kesehatan yang bersangkutan yaitu: Tipe organisasi, misalnya: rumah sakit, puskesmas, kelengkapan program kesehatan, tersedianya

tenaga dan fasilitas medis, teraturnya pelayanan, hubungan antara tenaga kesehatan dengan masyarakat, adanya asuransi kesehatan dan fasilitas pelayanan lainnya.

3. Faktor adanya fasilitas kesehatan lain.

4. Faktor-faktor dari konsumen yang menggunakan pelayanan kesehatan yaitu: faktor sosiopsikologi yang meliputi, sikap/persepsi terhadap pelayanan kesehatan secara umum, pengetahuan dan sumber informasi dari pelayanan kesehatan dan tabiat terhadap pelaksanaan kesehatan sebelumnya. Faktor ekonomis meliputi status sosioekonomi (pendidikan, pekerjaan dan penghasilan).

Persepsi masyarakat terhadap sehat-sakit erat hubungannya dengan perilaku pencarian pengobatan atau pemanfaatan pelayanan kesehatan. Namun persepsi terhadap sehat atau sakit itu sendiri masih belum dapat diseragamkan dalam masyarakat. Kedua pokok pikiran tersebut akan memengaruhi dimanfaatkan atau tidaknya sarana pelayanan kesehatan. Bila persepsi sehat-sakit masyarakat sudah baik dan benar, maka kemungkinan besar pemanfaatan pelayanan kesehatan akan baik (Notoatmodjo, 2003).

2.5. Kerangka Konsep Penelitian

Dokumen terkait