• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.5 Komunikasi Interpersonal

2.2.8 Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Interpersonal yang Efektif

Dengan komunikasi interpersonal yang efektif, pihak-pihak yang terlibat di dalam komunikasi tersebut akan memperoleh manfaat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Menurut Suranto (2011: 84) ada beberapa faktor yang sangat menentukan keberhasilan komunikasi interpersonal apabila dipandang dari sudut komunikator, komunikan dan pesan yang disampaikan, untuk lebih jelasnya seperti berikut ini:

1) Faktor keberhasilan dilihat dari sudut komunikator. a. Kredibilitas

Kredibilitas adalah kewibawaan seorang komunikator ketika melakukan komunikasi di depan komunikan, semakin tinggi kredibilitas yang dimiliki oleh komunikator maka akan semakin besar pengaruh terhadap komunikan. b. Daya tarik fisik maupun non fisik

Daya tarik fisik maupun non fisik yang dimiliki oleh komunikator akan mengundang simpati dari komunikan dalam menerima pesan-pesan yang disampaikan.

c. Kemampuan intelektual

Kemampuan intelektual mencakup tingkat kecakapan, kecerdasan, dan keahlian seorang komunikator sehingga dapat melakukan komunikasi yang sesuai dengan kondisi.

d. Integritas

Komunikator yang memiliki keterpaduan antara ucapan dan tindakan akan lebih disegani oleh komunikan.

e. Kepercayaan

Kepercayaan yang dimiliki oleh komunikator akan sangat mempengaruhi keterbukaan yang terjadi dalam proses komunikasi.

f. Kepekaan sosial

Kemampuan komunikator dalam memahami situasi dan lingkungan agar proses penyampaian informasi berlangsung pada situasi yang tepat.

g. Kematangan tingkat emosional

Kemampuan komunikator untuk mengendalikan emosi agar suasana komunikasi menyenangkan untuk kedua belah pihak.

h. Kondisi psikologis komunikan

Komunikator perlu memahami kondisi psikologis orang yang diajak berbicara agar dapat memilih saat yang paling tepat untuk menyampaikan pesan kepada komunikan.

i. Sikap komunikator

Sikap komunikator yang baik harus bersikap supel, ramah dan tegas.

2) Faktor keberhasilan dilihat dari sudut komunikan. a. Kecakapan komunikan.

b. Pengetahuan luas yang dimiliki komunikan.

c. Sikap komunikan ramah, supel dan pandai bergaul.

e. Sikap bersahabat dengan komunikator.

3) Faktor keberhasilan dilihat dari sudut pesan.

a. Pesan komunikasi interpersonal harus dirancang dan disampaikan dengan cara-cara tertentu agar mudah dipahami oleh komunikan.

b. Lambang-lambang yang digunakan harus benar-benar dipahami oleh komunikator maupun komunikan.

c. Pesan yang disampaikan harus jelas dan sesuai dengan kondisi maupun situasi.

d. Pesan yang disampaikan tidak menimbulkan multi interpretasi yang berlainan.

e. Pesan yang disampaikan harus mengandung informasi yang praktis dan berguna untuk komunikan.

f. Pesan yang disampaikan berupa kalimat konkret, detail dan spesifik disertai dengan bukti.

g. Pesan yang disampaikan dapat pula berupa rekomendasi untuk membantu komunikan.

Dilihat dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi keefektifan komunikasi interpersonal yaitu faktor dari sudut komunikator sebagai pemberi pesan, faktor dari sudut komunikan sebagai penerima pesan dan faktor dari isi pesan yang disampaikan.

Suranto (2011: 86) juga menjelaskan faktor-faktor yang dapat menjadi penghambat komunikasi interpersonal yang efektif, berikut penjelasannya:

1) Kredibilitas komunikator rendah.

Komunikator yang tidak berwibawa di hadapan komunikan, menyebabkan berkurangnya perhatian komunikan terhadap komunikator.

2) Kurang memahami latar belakang sosial budaya

Nilai-nilai sosial budaya yang berlaku di suatu komunitas atau di masyarakat harus diperhatikan, sehingga komunikator dapat menyampaikan pesan dengan baik, tidak bertentangan dengan nilai-nilai sosial budaya yang berlaku.

3) Kurang memahami karakteristik komunikan

Karakteristik komunikan meliputi tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, dan sebgaianya harus dipahami oleh komunikator.

4) Prasangka buruk

Prasangka negatif antara pihak-pihak yang terlibat komunikasi harus dihindari, karena dapat mendorong ke arah sikap apatis dan penolakan.

5) Verbalistis

Komunikasi yang hanya berupa penjelasan verbal berupa kata-kata saja akan membosankan dan mengaburkan komunikan dalam memahami makna pesan.

6) Komunikasi satu arah

Komunikasi berjalan satu arah, dari komunikator kepada komunikan terus menerus dari awal sampai akhir, menyebabkan hilangnya

kesempatan komunikan untuk meminta penjelasan terhadap hal-hal yang belum dimengerti.

7) Tidak digunakan media yang tepat

Pilihan menggunakan media yang tidak tepat menyebabkan pesan yang disampaikan sukar dipahami oleh komunikan.

8) Perbedaan bahasa

Perbedaan bahasa menyebabkan terjadinya perbedaan penafsiran terhadap simbol-simbol tertentu. Bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi dapat berubah menjadi penghambat bila dua orang mendefinisikan kata, frasa, atau kalimat tertentu secara berbeda. 9) Perbedaan persepsi

Apabila pesan yang dikirimkan oleh komunikator dipersepsi sama oleh komunikan, maka keberhasilan komunikasi menjadi lebih baik. Namun perbedaan latar belakang sosial budaya, seringkali mengakibatkan perbedaan persepsi, karena semakin besar perbedaan latar belakang budaya, semakin besar pula pengalaman bersama.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa banyak faktor yang menghambat terjadinya komunikasi interpersonal yang efektif, diantaranya adalah karena kredebilitas komunikator yang rendah, latar belakang faktor sosial budaya yang berbeda, kurang adanya saling memahami antara komunikator dan komunikan, pikiran-pikiran negatif yang muncul sehingga menimbulkan perbedaan persepsi, media dan bahasa komunikasi yang membosankan.

Komunikasi interpersonal adalah proses menyampaikan dan menerima pesan yang dilakukan dua orang atau lebih, baik verbal dengan menggunakan kata-kata maupun non verbal menggunakan isyarat-isyarat non linguistik, yang mana dalam komunikasi interpersonal terjadi proses saling mempengaruhi antara komunikator dan komunikan. Berdasarkan fenomena dan penjelasan sebelumnya, maka yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah tingkat komunikasi interpersonal mahasiswa bimbingan dan konseling yang ditinjau dari model humanistik dari sisi psikologis. Adapun indikator komunikasi interpersonal disimpulkan dari beberapa pendapat para ahli yang saling melengkapi. Indikator berkomunikasi interpersonal yang dimaksud di dalamnya mencakup:

1) Keterbukaan

Keterbukaan atau bersikap terbuka sangat berpengaruh dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang efektif. Keterbukaan adalah adanya kesediaan untuk membuka diri, menerima masukan dari orang lain, serta berkenan menyampaikan informasi penting kepada orang lain merespon serta membagi pikiran dan perasaan antara komunikator dan komunikan. Keterbukaan dalam komunikasi interpersonal dapat dilihat yaitu apabila: (1) memulai menunjukan perhatian kepada lawan bicara, (2) merespon lawan bicara, dan (3) membagi perasaan atau pengalaman kepada lawan bicara. Dengan memiliki keterbukaan diri nantinya komunikan dan komunikator akan merasa aman serta saling memahami satu sama lain, sehingga komunikasi akan berjalan dengan baik, lebih bermakna, dan efektif.

2) Empati

Komunikasi interpersonal dapat berlangsung kondusif apabila komunikator menunjukan empati pada komunikan. Apabila empati tumbuh dalam proses komunikasi interpersonal maka suasana hubungan komunikasi dapat berkembang dan tumbuh sikap saling menerima. Empati dapat ditunjukan dengan: (1) melihat realita dari sudut pandang orang lain, (2) memahami perasaan dan pikiran yang dirasakan lawan bicara, (3) mengontrol emosi sehingga suasana komunikasi akan menunjang berkembangnya suasana hubungan yang didasari atas saling pengertian dan penerimaan.

3) Dukungan

Dalam komunikasi interpersonal diperlukan sikap memberi dukungan dari pihak komunikator agar komunikan mau berpartisipasi dalam komunikasi. Dukungan merupakan pemberian dorongan atau pengobaran semangat kepada orang lain dalam suasana hubungan komunikasi. Sikap mendukung dalam melakukan komunikasi interpersonal yaitu apabila: (1) menyampaikan perasaan dan persepsi tanpa menilai, (2) membangkitkan minat lawan bicara untuk mengikuti pembicaraan, (3) bersikap jujur tidak menyelimuti motif yang terpendam.

4) Rasa positif

Rasa positif merupakan kecenderungan seseorang untuk bertindak berdasarkan penilaian yang baik. Dalam komunikasi interpersonal antara komunikator dan komunikan saling menunjukan sikap positif sehingga hubungan komunikasi dapat terjadi. Rasa positif adalah adanya kecenderungan bertindak

pada diri komunikator untuk memberikan penilaian yang positif pada diri komunikan. Perasaan positif dalam berkomunikasi interpersonal yaitu dengan: (1) memberikan penilaian positif terhadap diri sendiri, (2) memberikan penilaian positif terhadap lawan bicara. Keberhasilan komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh kualitas pandangan dan perasaan diri positif atau negatif dari komunikan maupun komunikator.

5) Kesetaraan

Kesetaraan merupakan perasaan sama dengan orang lain, sebagai manusia tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah, walaupun terdapat perbedaan dalam kemampuan tertentu, latar belakang keluarga atau status sosial. Dapat dikatakan kesetaraan dalam komunikasi interpersonal adalah ketika (1) menempatkan diri setara dengan lawan bicara, (2) mengkomunikasikan penghargaan pendapat dan keyakinan dengan baik. Apabila antara komunikator dan komunikan tidak ada yang merasa mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari yang lain maka tidak akan terasa ada jarak dalam komunikasi sehingga komunikasi dapat berjalan lancar.

6) Adanya umpan balik

Dalam komunikasi interpersonal terjadi respon umpan balik secara langsung. Pada hakekatnya komunikasi adalah membagi pesan secara langsung antara komunikan dengan komunikator. Dalam komunikasi interpersonal ditandai dengan adanya ketergantungan interaktif dan terjadinya respon dari komunikan dan komunikator. Komunikasi yang terdapat umpan balik yaitu ketika:

(1) mendengarkan aktif, (2) merespon atau menanggapi apa yang dikatakan lawan bicara.

7) Adanya akibat baik

Komunikasi interpersonal harus dapat memberikan akibat yang baik bagi komunikan maupun komunikator baik direncanakan ataupun tidak direncanakan. Akibat baik akan muncul apabila informasi yang disampaikan dapat menambah pemahaman baru pada komunikan. Karakteristik komunikasi yang memiliki akibat baik yaitu: (1) memberikan informasi yang dapat meningkatkan pemahaman, (2) menghindari salah paham.

8) Adanya arus pesan dua arah

Dalam komunikasi interpersonal, antara komunikator dan komunikan memiliki hubungan dua arah yakni saling memberi dan menerima informasi. Komunikasi interpersonal menempatkan pemberi dan penerima pesan dalam posisi yang sejajar sehingga penyampaian pesan mengikuti arus dua arah dapat berganti peran antara komunikan dan komunikator secara tepat. Dalam komunikasi terdapat arus pesan dua arah yaitu apabila: (1) saling memberi dan menerima informasi, (2) tidak mendominasi pembicaraan.

2.6 Hipotesis

Menurut Sugiyono (2009: 64) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dengan jawaban sementara ini membantu peneliti agar proses penelitian lebih terarah. Berdasarkan teori yang telah dipaparkan di atas, maka dapat diambil kesimpulan sementara bahwa ada

perbedaan yang signifikan tingkat komunikasi interpersonal mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang angkatan 2011, 2012 dan 2013.

43

Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka pemecahan masalah. Metode penelitian merupakan usaha yang dilakukan dalam penelitian ilmiah untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Metode yang digunakan disesuaikan dengan objek penelitian dan tujuan yang akan dicapai, sehingga penelitian dapat berjalan secara sistematis. Berdasarkan hal tersebut, maka aspek-aspek yang akan dibahas di dalam metodologi penelitian ini adalah sebagai berikut:

Dokumen terkait