Para sarjana baik dari kalangan Islam sendiri saling berbeda pendapat tentang faktor yang mempengaruhi munculnya tasawuf maupun gerakan tasawuf dalam Islam. Abu „Ala Afifi mengklasifikasikan pendapat sarjana tentang faktor yang mempengaruhi lahirnya tasawuf menjadi empat Pertama, dikatakan bahwa tasawuf bersal dari India melalui Persia. Kedua, berasal dari asketisme Nasrani. Ketiga, dari ajaran Islam sendiri. keempat, berasal dari sumber yang berbeda-beda kemudian menjelma menjadi satu konsep.45
Dengan demikian tasawuf dipengaruhi oleh dua faktor, intern dan ekstern. Oleh Afifi masing-masing faktor tersebut dapat dipecah menjadi dua sehingga menjadi empat :
1. Faktor ajaran Islam sebagaimana yang terkandung dalam kedua sumbernya, al-Qur‟an dan al-Hadits. Kedua sumber ini mendorong untuk hidup wara‟, takwa, dan tasawuf. Al-Qur‟an mendeskripsikan sifat-sifat orang yang wira‟i, takwa dan tasawuf dalan surat al-Ahzab : 35 yang artinya :
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, lai-laki dan
45 Abu „Ala Afifi, Kata Pengantar Dalam Edisi Arab, Fil Tasawuf al-Islami Tarikhimi, lihat dalam Amin Syukur, op.cit., hlm. 30
24
perempuan tetap dalam ketaatannya, lakilaki dan perempuan yang benar (jujur), sabar, khusuk, mau mengeluarkan sedekah, mau berpuasa, mau memelihara kehormatannya, yang banyak berdzikir kepada Allah, maka Allah akan menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.46 2. Reaksi kaum muslimin terhadap sistem sosial politik dan ekonomi di
kalangan umat Islam sendiri, yaitu ketika Islam mulai tersebar ke berbagai negara yang sudah barang tentu membawa konsekuensi-konsekuensi tertentu, seperti terbuka kemungkian diperolehnya kemakmuran disatu pihak, dan terjadinya pertikaian politik intern umat Islam yang menyebabkan perang saudara antara Ali bin Abi Thalib dengan Mu‟awiyah, yang bermula dari fitnah al-Kubro, yang menimpa khalifah ketiga ; Utsman bin Affan. Maka ulama tidak mau terlibat dalam kemewahan dunia.
3. kependetaan (rabbaniyah) agama Nasrani, sebgai konsekuensi agama yang lahir sebelum Islam, pemeluknya terbesar diseluruh negara, dan sikap-sikapnya mempengaruhi pemeluk agama lain, termasuk agama Islam.
Ketika Islam datang, mereka mendapat posisi tertentu dikalangan kaum muslimin, bahkan al-Qur‟an memuji mereka. Para pendeta Nasrani berpengaruh terhadap kaum pengais Arab Jahiliyah. Mereka itulah yang menyebabkan hidup menjauhi dunia di Jazirah Arab sebelum Islam datang.
Namun pengaruh itulah lebih bersifat organisatoris dari pada esensi ajaran.
4. Reaksi terhadap fiqh dan ilmu kalam. Keduanya tidak bisa memuaskan batin seseorang muslim. Yang pertama mementingkan formalisme dan
46 Depag RI, op.cit., hlm. 672
25
legalisme dalam menjalankan syari‟at Islam, dan yang kedua mementingkan pemikiran rasional, dalam memahami ajaran agama Islam.
Terhadap faktor ketiga dan keempat menurut at-Taftazani dipersoalkan. Dia tidak sependapat dengan pandangan Afifi tersebut. Taftazani mengatakan bahwa dalam Islam tidak ada sistem kependetaan seperti dalam Nasrani.
Kesamaan rabbaniyah F. Ruang lingkup tasawuf
Tasawuf adalah sebuah ilmu Islam yang memfokuskan pada aspek spiritual dari Islam. Dilihat dari keterkaitannya dengan kemanusiaan, tasawuf lebih menekankan pada aspek kerohanian dari pada aspek jasmani, dalam kaitannya dengan kehidupan manusia tasawuf lebih mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia namun tidak menghilangkan salah satunya, dan apabila di lihat kaitannya dengan pemahaman keagamaan tasawuf lebih menekankan pada aspek esoterik dibandingklan aspek eksoterik.47
Tasawuf dijelaskan lebih menekankan kebutuhan rohani dalam berbagai aspek, karena para tokoh tasawuf lebih memepercayai keutamaan rohani dibandingkan dengan keutamaan jasad, para toko tasawuf lebih mempercayai dunia spiritual dibandingkan dunia material. Para tokoh mempercayai bahwa dunia spiritual lebih lebih nyata dibandingkan dengan dunia jasmani, hingga segala yang menjadi tujuan akhir atau yang kita sebut Allah juga bersifat spiritual. Sehingga para kaum sufi mengatakan bahwa Allah adalah satu-satunya yang sejati, dan hanya pada Allah mereka mengorientasikan
47 Mulyadi Kartanegara, Menyelami Lubuk Tasawuf,( Jakarta: Erlangga, 2006), 2.
26
seluruh jiwa mereka, karena hanya Allah buah kerinduan mereka dan hanya kepada Allah mereka akan kembali untuk selamanya.48
Dari beberapa teori tentang pengertian tasawuf tersebut, adapun yang menjelaskan tasawuf itu dibagi dalam tiga bagian, diantaranya tasawuf akhlaki, tasawuf amali dan tasawuf falsafi. Namun terlebih dahulu harus dipahami, bahwa pembagian tasawuf ini hanya dalam bentuk kajian akademik, karena dari ketiga bentuk tasawuf ini tidak dapat dipisahkan antara ketiganya sebab praktik dari ketiga tasawuf saling berkaitan.49
Tasawuf akhlaki adalah ajaran tasawuf yang membahas tentang kesempurnaan dan kesucian jiwa manusia yang di formulasikan pada pengaturan sikap mental dan pendisiplinan tingkah laku yang ketat, guna mencapai kebahagian yang sesungguhnya, manusia harus lebih dahulu yang melakukan identifikasi eksistensi diri manusia dengan ciri-ciri ke tuhanan melaui pensucian jiwa dan raga yang bermula dari pembentukan pribadi yang bermoral dan berakhlak mulia, yang dalam ilmu tasawuf dikenal pengosongan diri dari sifat-sifat tercela, menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji, dan terungkapnya nur ghaib bagi hati yang telah bersih seehingga mampu menangkap cahaya ketuhanan.50 Dalam Tasawuf akhlaki ada beberapa ajaran didalamnya diantaranya, zuhud, sabar, tawakal,ridha, dan termasuk qanaah.
Tasawuf Amali merupakan kelanjutan dari tasawuf akhlaki. Jika tasawuf akhlaki berfokus pada pensucian jiwa, tasawuf amali lebih menekankan
48 Mulyadi Kartanegara, Menyelami Lubuk Tasawuf, …, 2
49 Samsul Munir Amin, Ilmu Tasawuf, …, 23-24.
50 Samsul Munir Amin, Ilmu Tasawuf,…, 24.
27
terhadap cara-cara mendekatkan diri kepada Allah SWT, baik melalui amalan lahiriah maupun batiniah.51
Tasawuf falsafi adalah konsep ajaran tasawuf yang mengenal Tuhan (Ma‟rifat) dengan pendekatan rasio (filsafat) hingga menuju ketingkat yang lebih tinggi, bukan hanya mengenal Tuhan saja melainkan ketingkat yang lebih tinggi darida itu.52