• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

C. Pendidikan Agama Islam

4. Faktor yang Mempengaruhi Pendidikan Agama Islam

a. Mendidik manusia supaya mempunyai pendirian yang tertentu dan terang, manusia hendaklah mempunyai sikap yang positif dan tepat.

b. Agama mendidik manusia supaya tahu mencari, memiliki ketentraman jiwa. c. Membebaskan manusia dari perbudakan materi

d. Mendidik manusia agar berani menegakkan kebenaran

e. Agama mendidik agar supaya tercipta kemakmuran masyarakat dan negara.34

4. Faktor yang Mempengaruhi Pendidikan Agama Islam

Banyak sudah para ahli yangmengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi Pendidikan Agama Islam. Ada yang meninjaudarisudutinternanakdidikdanadayangmeninjaudarisudutekstern anak didik.35

Faktor intern yang mempengaruhi Pendidikan Agama Islamadalah berasal dari anakdidik itu sendiri yang meliputigangguanatau kekurang mampuan psiko-fisik anak didik,yaitusebagaiberikut:

a. Bersifatkognitif(ranahcipta), antaralainsepertirendahnya kapasitas intelektual/inteligensi anak didik.

b. Bersifatafektif(ranahrasa),antaralainsepertilabilnyaemosi dan sikap.

c. Bersifat psikomotor (ranah karsa),antara lain seperti terganggunyaalat-alatinderapenglihatandanpendengaran(mata dan telinga).36

Sedangkanfaktor-faktoreksternanakdidikmeliputisemuasituasidan

kondisilingkungansekitaryangtidakmendukungaktivitasbelajaranakdidik, sebagai berikut :

a. Lingkungankeluarga,contohnya : ketidakharmonisanhubungan antara ayah dan ibu, dan rendahnya kehidupan ekonomi keluarga.

34

Muhammad Rivai, Perbandingan Agama, (Semarang: Wicaksana, 2001), Cet V, h. 17-18.

35

SyaifulBahri Djamarah,PsikologiBelajar, (Jakarta: RinekaCipta, 2002),h. 201.

36

b. Lingkunganmasyarakat,contohnya :wilayahperkampungankumuh (slum area)dantemansepermainan(peer group)yangnakal.

c. Lingkungansekolah,contohnya:kondisidanletakgedungsekolah yangburuk,kondisigurusertaalat- alatbelajaryangberkualitas rendah.37

Adapunfaktor-faktor y a n g m e m p e n g a r u h i Pendidikan Agama Islamyangbersifatkhusus,

sepertisindrompsikologisberupalearningdisability(ketidakmampuanbelajar). Sindromadalahsuatugejalayangtimbulsebagaiindikatoradanyakeabnormalan psikisyangmenimbulkankesulitanbelajaranakdidik.Misalnyadisleksiayaitu

ketidakmampuan dalam belajarmembaca, disgrafiayaituketidakmampuan menulis, diskalkulia yaitu ketidakmampuan belajar matematika.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pendidikan Agama Islamyang berasal dari dalam anakdidikmeliputi faktor anak didik dan faktor sekolah.Anakdidikadalahsubjekdalambelajar.Dialahyangmerasakanlangsung penderitaanakibatkesulitanbelajar.Kesulitanbelajaryangdialamiolehanak

didiktidakhanyabersifatmenetap,tetapijugayangbisadihilangkandengan usaha-usaha tertentu.

Faktor yang mempengaruhi Pendidikan Agama Islamyang bersal dari anakdidikiniadalah:

a. Inteligensi (IQ) yang kurang baik

b. Bakatyangtidaksesuaidenganbahanpelajaranyangdiberikan olehguru

c. Aktivitas belajar yang kurang, lebih banyakmalas daripadamelakukan aktivitas belajar

d. Kebiasaan belajar yang kurang baik

e. Tidakadamotivasidalambelajar,sehinggamateripelajaransukarditerima

37

45 dandiserapolehanakdidik.38 Sekolahadalahlembagapendidikanformaltempatpengabdiangurudan rumahrehabilitasianakdidik.Sebagailembagapendidikanyangbesartentunya sekolahjugamempunyaidampakyangbesarbagianakdidik.Kenyamanandan ketenangananakdidikdalambelajarsangatditentukanolehkondisidansistem sosialdalammenyediakanlingkunganyangkondusif.Bilatidak,sekolahakanikut terlibat menimbulkan kesulitan belajar bagi anakdidik.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pendidikan Agama Islamyang berasal dari sekolah seperti :

a. Pribadiguruyangtidakbaik

b. Guruyangtidakberkualitasdalampengambilanmetodeyangdigunakan dalammengajar

c. Suasanasekolahyangkurangmenyenangkan,misalnyabisingkarenaletak sekolah berdekatan dengan jalan raya

d. Waktu sekolah dan disiplin yang kurang

e. Perpustakaanbelumlengkapdenganbuku-bukupelajarannyauntukanak didik”.39 Pendapat lain menyatakan bahwa berhasil tidaknya Pendidikan Agama Islamdisebabkan oleh dua faktor yaitu :40

a. Faktor intern (yang berasal dari dalam diri orang yang belajar) 1) Kesehatan

Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar. Bila seseorang yang tidak selalu sehat, sakit kepala, demam, pilek batuk dan sebagainya dapat mengakibatkan tidak bergairah

38 Ibid.,h.203 39 Ibid.,h.207. 40

untuk belajar. Demikian pula halnya jika kesehatan rohani (jiwa) kurang baik.

2) Intelegensi dan Bakat

Kedua aspek kejiwaan ini besar sekali pengaruhnya terhadap kemampuan belajar. Seseorang yang mempunyai intelegensi baik (IQ-nya tinggi) umumnya mudah belajar dan hasilnyapun cenderung baik. Bakat juga besar pengaruhnya dalam menentukan keberhasilan belajar. Jika seseorang mempunyai intelegensi yang tinggi dan bakatnya ada dalam bidang yang dipelajari, maka proses belajar akan lebih mudah dibandingkan orang yang hanya memiliki intelegansi tinggi saja atau bakat saja.

3) Minat dan Motivasi

Minat dapat timbul karena adanya daya tarik dari luar dan juga datang dari sanubari. Timbulnya minat belajar disebabkan beberapa hal, antara lain karena keinginan yang kuat untuk menaikkan martabat atau memperoleh pekerjaan yang baik serta ingin hidup senang atau bahagia. Begitu pula seseorang yang belajar dengan motivasi yang kuat, akan melaksanakan kegiatan belajarnya dengan sungguh-sungguh, penuh gairah dan semangat. Motivasi berbeda dengan minat. Motivasi adalah daya penggerak atau pendorong.

47

4) Cara belajar

Cara belajar seseorang juga mempengaruhi pencapaian hasil belajarnya. Belajar tanpa memperhatikan teknik dan faktor fisiologis, psikologis, dan ilmu kesehatan akan memperoleh hasil yang kurang.

b. Faktor eksternal (yang berasal dari luar diri orang belajar) adalah : 1) Keluarga

Faktor orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan anak dalam belajar, misalnya tinggi rendahnya pendidikan, besar kecilnya penghasilan dan perhatian, oleh karena itu orang tua harus membimbing dan mengarahkan anak-anaknya agar tidak masuk ke dalam neraka, hal ini sesuai dengan firman Allah yaitu :

اًرﺎَﻧ ُﻢُﻜْﻴِﻠْﻫاَو ْﻢُﻜَﺴُﻔْـﻧَا اْﻮُـﻗ اْﻮُـﻨَﻣَا َﻦْﻳ ِﺬﱠﻟاﺎَﻬﱡـﻳَاﺎَﻳ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan

keluargamu dari sisksa api neraka”.(QS. At Tahrim : 6)41 Berdasarkan firman Allah SWT di atas dapat dipahami bahwa orang tua mempunyai tanggung jawab yang besar dalam membina dan mendidik anak-anaknya agar bermental yang baik, sehingga terhindar dari perbuatan yang dapat menjerumuskan ke dalam siksa api neraka.

2) Sekolah

Keadaan sekolah tempat belajar turut mempengaruhi tingkat keberhasilan anak. Kualitas guru, metode mengajarnya, kesesuaian

41

kurikulum dengan kemampuan anak, keadaan fasilitas atau perlengkapan di sekolah dan sebagainya, semua ini mempengaruhi keberhasilan belajar. 3) Masyarakat

Keadaan masyarakat juga menentukan hasil belajar. Bila sekitar tempat tinggal keadaan masyarakatnya terdiri dari orang-orang yang berpendidikan, terutama anak-anaknya, rata-rata bersekolah tinggi dan moralnya baik, hal ini akan mendorong anak giat belajar. Salah satu fungsi individu terhadap masyarakat adalah melaksanakan perintah Allah untuk saling tolong menolong dalam taqwa sebagaimana firman Allah yaitu :

َﻌَﺗَو

ﻰَﻠَﻋ ْاﻮُﻧَوﺎ

ٱ

ﱢﺮِﺒۡﻟ

َوٱ

ٰۖىَﻮۡﻘﱠﺘﻟ

ﻰَﻠَﻋ ْاﻮُﻧَوﺎَﻌَﺗ َﻻَو

ٱ

ِﻢۡﺛِ ۡﻹ

َوٱ

ِۚن َٰو ۡﺪُﻌۡﻟ

َوٱ

ْاﻮُﻘﱠﺗ

ٱ

َۖﱠ

ﱠنِإ

ٱ

َﱠ

ُﺪﯾِﺪَﺷ

ٱ

ِبﺎَﻘِﻌۡﻟ

٢

Artinya : "....dan tolong menolong kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat berat siksai-Nya".(QS. Al Maidah : 2)42

4) Lingkungan sekitar

Keadaan lingkungan tempat tinggal, juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Keadaan lingkungan, bangunan rumah, suasana sekitar, keadaan lalu lintas dan sebagainya semua ini akan mempengaruhi kegairahan belajar.

D. Penerapan Preview, Question, Read, Summarize,Test (PQRST) pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

42

49

Belajar pada hakikatnya bersifat individual, dalam arti bahwa proses perubahan dalam tingkah laku dan hasil belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai factor individu, baik yang bersifatk intinsik atau ekstrinsik. Hal tersebut mendorong timbulnya pemikiran baru untuk memperbaiki prose pembelajaran disekolah. Pemikiran ini mengarah pada perlunya penerapan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan luas kepada para Peserta didik untuk berlatihdan belajar mandiri dan melibatkan partisipasi peserta didik secara optimal dalam proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.43

Dukungan teori untuk metode PQRST (preview, question, read, summarize, test)ini dikemukakan oleh Vygotsky sebagaimana dikutip oleh Suryobroto,.bahwa mempelajari penggunaan strategi atau metode belajar penting karena adanya berbagai perbedaan diantara berbagai jenis pengetahuan, pentingnya pengetahuan awal dan bagaimana pengetahuan diperoleh dan diproses dalam system memori otak.44

Pembelajaran Pendidikan Agama Islamdengan penerapan metode belajar berpedoman pada premis, bahwa keberhasilan peserta didik banyak bergantung kepada kemahiran mereka untuk belajar sendiri dan untuk memonitori berlajaranya sendiri. Hal ini menyebabkan pentingnya metode pembelajaran kepada anak didik dimulai dari sekolah dasar dan berlanjut pada pendidikan yang lebih tinggi.45

43

Suryobroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah,(Jakarta: Rineka Cipta, 2009),cetakan ke-2, h. 188

44

Muhammad Nur, Strategi-Strategi Belajar, (Surabaya : Unipres, cet 5, 2005), h. 10

45

Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivis, (Jakarta : Prestasi Pustaka, 2007), h. 152

Psikologi kognitif membagi pengetahuan menjadi 3 jenis, yakni pengetahuan deklaratif (pengetahuan yang dimiliki Peserta didik tentang sesuatu), pengetahuan prosedural (pengetahuan yang dimiliki Peserta didik tentang bagaimana melakukan sesuatu), dan pengetahuan kondisional yang merupakan pengetahuan tentang kapan dan mengapa menggunakan pengetahuan prosedural tertentu.46

Adanya ketiga jenis pengetahuan tersebut memungkinkan metode pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Semula peserta didik diberi pengetahuan tentang berbagai macam metode, kemudian bagaimana melakukan atau menggunakan metode tersebut (prosedural) dan metode tertentu cocok digunakan dalam belajar (kondisional).

Mendorong peserta didik untuk mengaktifkan pengetahuan awal dan memfokuskan perhatian mereka pada tahap pembelajaran tertentu merupakan kondisi penting untuk memasukkan informasi baru kedalam memori jangka pendek, semakin banyak upaya dilakukan selama fase pemrosesan aktif didalam memori jangka pendek tersebut, semakin baik kesempatan informasi baru itu akan dipindahkan ke memori jangka panjang secara permanent. Sekali masuk kedalam memori jangka panjang, memori itu akan disimpan untuk jangka waktu lama.47

Salah satu metode untuk membantu peserta didik dalam memahami dan mengingat materi Pendidikan Agama Islamyang mereka baca adalah metodePQRST (preview, question, read, summarize, test). Metode PQRST ini diperkenalkan oleh

46

Muhammad Nur, Op. Cit., h. 15-16

47

51

Thomas F. Staton,memori ini digunakan untuk meningkatkan kinerja memori dalam memahami substansi atau isi teks yang dapat mendorong pembaca melakukan pengolahan materi secara lebih mendalam dan luas, Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summarize, Test)merupakan suatu metode belajar yang meminta Peserta didik untuk melakukan Preview(membaca sekilas), Question(bertanya), Read(membaca), Summarize(meringkas), dan Test(menguji).48

48

Dokumen terkait