• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN

C. Faktor yang Menyebabkan Munculnya Kepercayaan Ilmu

Hai anak Adam Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa[531] Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat, hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaithan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya.

Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.

Sesungguhnya Kamii telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji mereka berkata:

"Kami mendapati nenek moyang Kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh Kami mengerjakannya."

Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji." mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

Katakanlah: Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". dan (katakanlah): Luruskanlah muka (diri)mu disetiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)".

Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. (Kemenag RI, 2009: 16).

C. Faktor yang Menyebabkan Munculnya Kepercayaan Ilmu Ilhir dalam Kehidupan Masyarakat di Desa Sengeng Palie Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone.

Ilmu sihir itu sudah ada sejak zaman dahulu. hingga kinipun ilmu tersebut tetap dipraktekkan oleh manusia baik untuk tujuan jahat maupun kebaikan.

Kisahnya. Sihir dalam kaca mata mistik adalah sistem konsep yang merupakan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam termasuk kejadian, obyek, orang dan fenomena fisik melalui mistik, paranormal atau supranatural. Oleh karena itulah dalam banyak kebudayaan, sihir berada di bawah tekanan dari dan dalam kompetisi dengan ilmu pengetahuan dan agama.

Sihir dalam bahasa Arab berasal dari kata sharo atau sihrun yang berarti sihir atau tipu daya. Menurut para ulama, sihir adalah perkara atau kejadian yang luar biasa dalam pandangan orang yang melihatnya. Sihir dapat dipelajari. Seseornag yang mempelajari, mengetahui dan mengerjakan sihir, tentu ia akan dapat melakukan perkara tersebut.

Sementara hakekatnya, sihir ini tidaklah dapat dikatakan sebagai sesuatu yang luar biasa karena sihir dapat dipelajari. Hnya orang-orang yang melihatnya tidak mengetahui hingga dapat dikatakan tertipu daya oleh si pelaku sihir itu. Sejarah Sihir.

Ilmu sihir ini pertama kali ada pada zaman Nabi Sulaimana AS.

Dahulu para setan naik ke langit untuk mencuri kabar yang disampaikan oleh para malaikat tentang sesuatu yang akan terjadi di muka bumi berupa kematian, ilmu ghaib, dan perintah Allah SWT. Allah memberitahukan kepada Nabi Sulaiman tentang tipu daya setan tersebut,

lalu Nabi Sulaiman memendam seluruh catatan kalimat di bawah kursi kerajaan dan tidak ada satu setan pun yang mampu mendekatinya.

Setelah Nabi Sualiman wafat, setan berubah wujud seperti manusia dan berusaha mengeluarkan catatan tersebut dari bawah kursi Sulaiman, kemudian dia mengatakan kepada manusia, "Apakah kalian ingin mendapatkan harta karun yang tidak pernah terbatas?"

Maka setan menunjukkan sihir yang dipendam oleh Nabi Sulaiman di bawah kursinya lalu dipelajari oleh manusia dari zaman ke zaman.

Zaman Nabi Muhammad. Kemudian pada zaman Nabi Muhammad, tersebar tuduhan dikalangan orang- orang Yahudi bahwa Nabi Sulaiman mengejarkan sihir, begitu pula malaikat Jibril dan Mikail. Lalu turun ayat sebagai bantahan terhadap tuduhan Yahudi tersebut. Yang benar adalah bahwa Nabi Sulaiaman tidak pernah mengajarkan sihir apalagi sebagai tukang sihir, begitu pula kedua malaikat, Jibril dan Mikail. Karena itulah dalam ajaran islam sihir tergolog syirik. Itulah sedikit kisah asal mula ilmu sihir yang telah ada di dunia ini. (Dicuplik dari kitab Ibnu Katsir).

Berdasarkan dari hasil wawancara peneliti lakukan oleh beberapa tokoh masyarakat dan pemudah/Remaja di Desa Sengeng palie Kec.

Lappariaja Kab. Bone mengatakan bahwa:

Faktor yang menyebabkan munculnya kepercayaan ilmu sihir di Desa Sengeng palie Kec. Lappariaja Kab. Bone. Yaitu:

Berdasarkan dari hasil wawancara peneliti lakukan oleh salah satu tokoh masyarakat di Desa Sengeng Palie Kec. Lappariaja Kab. Bone

karena adanya orang-orangtua terdahulu yang dapat merasakan dan membuktian dampak positif dari ilmu sihir tersebut, sehingga kepercayaan itu menjadi turun-temurun sampai saat ini, contoh:

penyakit yang di derita oleh seseorang yang tidak dapat disembuhkan oleh Dokter, namun dapat disembuhkan oleh dukun tersebut. ( wawancara ini di lakukan pada tanggal 25 November 2016)

Dari kesimpulan hasil wawancara diatas peneliti menyimpulkan bahwa: SIHIR merupakan suatu ilmu yang dibantu oleh syaithan sehingga membuat seorang yang menggunakan sihir dekat dengannya. Ilmu ini tentulah sangat bertentangan dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Makna dari sihir itu sendiri ialah memalingkan sesuatu dari hakikat yang sebenarnya. Jadi yang menyebabkan munculnya ilmu sihir

Sihir adalah ilmu syaitan yang boleh dilakukan melalui apa sahaja bahan-bahan tertentu melalui perantaraan bomoh dan pawang dengan berbagai kaedah perlaksanaannya. Kebanyakan mangsa sihir pada awalnya tidak menyadari perkara ini berlaku sehinggalah merasai kesan yang semakin buruk menimpa diri mereka. Malah kebanyakan penyakit yang dihadapi oleh mangsa sihir juga pada kebiasaannya sukar mendapat sebarang penjelasan sewajarnya apabila dirujuk kepada perubatan modern.

Berdasarkan kenyataan mereka yang pernah mengalami, sihir boleh disampaikan kepada mangsa melalui angin, makanan, minuman, sentuhan badan, berpelukan dan bersalaman, tepukan, renungan mata, termasuk melalui kaedah bahan kepunyaan individu seperti rambut, pakaian, gambar, juga melalui perbuatan jarak jauh seperti telefon dan

sebagainya. Tujuannya tetap sama yaitu memastikan agar hajat pelaku tercapai atau si mangsa berhadapan dengan penderitaan dan ada kalanya boleh membawa maut.

Berdasarkan pembacaan dari rujukan ulama dan ilmuan Islam ada menjelaskan mengenai sihir. Menurut Ibnu Khaldun, ilmu sihir adalah amalan ilmu yang boleh menghasilkan kesan buruk ke atas mangsa melalui anasir-anasir jahat dari kekuatan kuasa ghaib atau dikenali makhluk halus, secara tersembunyi. Justru, sihir adalah permuafakatan kerjasama antara ahli sihir, jin dan syaitan untuk sama-sama melakukan sesuatu perkara yang memudaratkan menerusi amalan-amalan syirik dan diharamkan Allah swt.

Terdapat juga pandangan ulama seperti Fakhruddin Ar-Razi, Al-Farabi, Al-Ghazali, Ibnu Sina dan Ibnu Rushd yang sepakat menyimpulkan secara umum bahawa sihir itu adalah suatu ilmu yang dipelajari daripada guru yang mahir dengan ilmu sihir menerusi amalan kebatinan yang berlawanan dengan akidah Islam. Ia merusakkan menggunakan jampi mentera yang diajar oleh makhluk halus bagi tujuan menghasilkan satu perkara jahat yang hendak dilakukannya terhadap seseorang seperti hendak menyakitinya dengan penyakit hati atau ganguan fikiran tanpa dapat dikesan punca sebenar.

Terdapat berbagai hasil sihir yang akhirnya membawa kemudaratan bukan saja kepada mangsa tetapi juga kepada pelakunya. Antaranya menyebabkan mangsa menderita berbagai bentuk trauma seperti hilang

keyakinan dan fokus terhadap diri hingga memudaratkan diri sendiri, termasuk membenci pasangan hingga bercerai-berai dan berbagai lagi yang memudaratkan. Bagi pelaku, seringkali menunjukkan balasan di dunia dengan kejayaan sementara yang berakhir dengan pendedahan yang mengaibkan atau kematian yang menghinakan.

D. Cara Menangkal Ilmu Sihir dalam Kehidupan Masyarakat di Desa