• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Yang Menyebabkan Tingkat Pemahaman Makna Bahasa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Faktor Yang Menyebabkan Tingkat Pemahaman Makna Bahasa

Ada banyak faktor yang menyebabkan tingkat pemahaman makna anak berbeda-beda. Menurut Djamarah (2011) dalam buku Psikologi Belajar dipaparkan ada 4 faktor yang membuat tingkat pemahaman makna anak-anak berbeda-beda.

Empat faktor yang dipaparkan oleh Djamarah tersebut masih dibagi lagi menjadi beberapa aspek sehingga menjadi lebih detail dan rinci. Berikut akan diklasifikasikan dan diinterpretasi tuturan data yang telah dikumpulkan ke dalam beberapa faktor-faktor tingkat pemahaman anak dan disesuaikan juga dengan perkembangan kognitif anak (Piaget),

4.2.1.1 Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan dalam buku Psikologi Belajar masih dibagi menjadi dua bagian yaitu lingkungan alami dan lingkungan sosial budaya. Lingkungan alami merupakan lingkungan hidup tempat anak-anak tinggal setiap harinya. Lingkungan alami adalah lingkungan yang bebas dari pencemaran udara dan air. Lingkungan sosial budaya merupakan lingkungan sekitar anak-anak yang dapat membentuk karakter dan perilaku anak. Norma-norma sosial, susila, dan hukum yang berlaku dalam masyarakat sangat membentuk karakter dan perilaku anak-anak.

Tuturan Data (2d)

Guru : Memerlukan air ‸‸ Tadi sudah disebutkan. ‸‸ Yang tadi ‸‸ tadinya itu Cuma satu ayam ‸‸ Namanya? ‸‸‸

Siswa : Piyikkkk‸‸

Guru : Babon Nah, kemudian tiba-tiba‸‸ ayamnya itubertelur‸‸‸ Kemudian‸‸

menetaslah ayam yang kecil. ‸‸‸Jadi, kalau tadi punya satu ‸‸sekarang menjadi punya dua. ‸‸

Siswa : Bertelur lagiiii….‸‸‸‸

Guru : Ya‸‸ namanya apa coba? ‸‸‸

Konteks : Tuturan terjadi pada saat pembelajaran berlangsung. Kondisi kelas cukup kondusif. Para siswa antusias saat berdiskusi bersama guru.

Tuturan Data (4c)

Guru : Tempatnya.//Tidak bisa/ Berpindah/ tempat.// Kalau ditebang ya namanya,/dia ditebang sendiri apa ada pengaruh dari../ Kalau kena angin patah,/ itu juga karena /pengaruh/ angin./ Tidak pohonya itu/ “aku mau patah sendiri”./ Tidak.

//Tapi karena ada pengaruh dari luar.//

Siswa : (siswa ramai)

Guru : Kembali tangan ke atas/ kedepan,/ dilipat.// Seratus /untuk Sisi.// Memang tumbuhan /tidak bisa berpindah tempat.// Tidak bisa kemana-mana.// Nah,/

sekarang Bu Hartini /mau bertanya.// Kalau kursi ini /butuh makan tidak/

kursi?//

Siswa : Tidakkkk….//

Konteks : Tuturan ini terjadi pada saat pembelajaran berlangsung. Kondisi kelas saat itu sangat tidak kondusif. Guru dan siswa berdiskusi bersama membahas materi pembelajaran.

Tuturan Data (5b)

Guru : Kalo kemaren ada kata-katanya, sekarang kamu mengamati gambar.

Kalo gak cukup boleh dibaliknya!

Siswa : Baik bu..(sambil ribut)

Konteks : Tuturan ini terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Kondisi saat tuturan berlangsung tidak kondusif. Para siswa kurang memperhatikan penjelasan dari guru.

Tuturan Data (5c)

Guru : Ada yang masih mau ngomong sendiri? Anak-anak kalau yang

kepengen bermain, boleh. Bu Hartini tidak melarang. Tetapi bermainnya bukan di dalam?

Siswa : Kelas….

Siswa : Beranakkk‸‸‸‸

Konteks : Tuturan ini terjadi pada saat pelajaran akan dimulai. Kondisi kelas saat itu masih kondusif. Para siswa antusias untuk belajar.

Tuturan-tuturan di atas merupakan contoh pemakaian bahasa verbal.

Tuturan verbal tersebut digunakan siswa dan guru saat pembelajaran di kelas. Guru menggunakan tuturan verbal untuk menyampaikan materi pembelajaran di dalam kelas. Selain itu tuturan verbal juga digunakan untuk interaksi dengan siswa.

Tuturan verbal yang digunakan guru masih sangat sederhana, mengingat kelas yang diampu adalah kelas 1B SD Kanisius Sorowajan. Para siswa dalam berbicara juga menggunakan tuturan verbal yang masih sederhana sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan mereka.

Tuturan data (2d) terjadi saat pagi hari. Tuturan terjadi pada saat pembelajaran berlangsung. Kondisi kelas saat itu cukup kondusif. Para siswa sangat antusias saat berdiskusi bersama guru. Pagi itu materi yang sedang dibahas mengenai ciri-ciri makhluk hidup. Dalam menjelaskan materi guru menggunakan intonasi cukup jelas. Tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat. Setiap maksud yang disampaikan guru kepada siswa tersampaikan dengan baik. Tuturan data (2d) ini termasuk ke dalam faktor lingkungan karena saat pembelajaran berlangsung kondisi kelas cukup kondusif. Suasana yang kondusif sangat mendukung proses belajar siswa di kelas. Kemudian dalam tuturan,

Guru : Babon Nah, kemudian tiba-tiba‸‸ ayamnya itu bertelur‸‸‸ Kemudian‸‸

menetaslah ayam yang kecil. ‸‸‸Jadi, kalau tadi punya satu ‸‸sekarang menjadi punya dua. ‸‸

Siswa : Bertelur lagiiii….‸‸‸‸

Siswa dalam tuturan di atas menjawab sesuai penafsiran yang dia tangkap terkait penjelasan guru tanpa memikir lebih dalam. Dalam hal ini sesuai dengan pendapat

Piaget bahwa pada usia 2-7 tahun (masa pra-operasional), anak menjadi pusat tunggal yang mencolok dari suatu objek. Maksudnya jika guru bertanya terkait ayam bertelur dan menetaslah ayam kecil, kemudian menjadi dua, maksud guru adalah menjelaskan bahwa ayam tersebut beranak pinak. Tetapi para siswa langsung menjawab dengan bertelur karena objek yang dibicarakan sebelumnya adalah ayam bertelur.

Tuturan data (4c) terjadi pada siang hari. Tuturan terjadi saat pembelajaran berlangsung. Guru dan siswa saat itu sedang berdiskusi membahas materi pembelajaran. Dalam menjelaskan materi guru memberikan jeda di kata-kata yang guru anggap penting. Tujuannya adalah agar siswa mudah dalam memahami materi pembelajaran. Saat guru akan menjelaskan lagi mengenai materi ciri-ciri makhluk hidup, tiba-tiba siswa ramai dan bicara sendiri. Sontak guru langsung menenangkan siswa yang ramai dengan kalimat “tangan ke atas, ke depan, dilipat”, para siswa langsung tenang kembali dan memperhatikan penjelasan guru. Tuturan data (4c) ini termasuk ke dalam faktor lingkungan karena saat pembelajaran berlangsung ada beberapa siswa yang ramai. Ramai saat pembelajaran berlangsung dapat mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar. Tuturan data (4c) menunjukan bahwa yang dikatakan Piaget itu benar itu terbukti dengan mereka sudah memiliki sistem kognisi yang tersusun rapi yang mendasari segala kognisi dan persepsi mereka.

Ketika mereka ramai dan diberitahu guru, mereka langsung kembali tenang.

Tuturan data (5b) terjadi saat pagi hari. Tuturan ini terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Kondisi kelas saat itu tidak kondusif. Para siswa kurang memperhatikan penjelasan guru, karena saat itu para siswa diberi tugas oleh

guru. Tugas yang diberikan guru adalah mengamati gambar kemudian diberi kalimat ajakan yang sesuai dengan gambar. Tuturan data (5b) ini termasuk ke dalam faktor lingkungan karena saat pembelajaran berlangsung banyak siswa yang ramai.

Ramai saat pembelajaran berlangsung dapat mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar dan mengerjakan tugas serta bisa menggangu teman yang lain. Tuturan data (5b) juga sudah sesuai dengan teori yang dikatakan Piaget yaitu masuk ke dalam aspek Ekuilibrasi maksudnya para siswa sudah mempunyai kemampuan mengatur diri sendiri agar bisa mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Terbukti dengan tuturan di atas, ketika siswa diberi tugas oleh guru meskipun mereka ramai tetapi mereka tetap mengerjakan tugasnya.

Tuturan data (5c) terjadi saat pagi hari. Tuturan terjadi pada saat pelajaran akan dimulai. Kondisi kelas saat itu masih kondusif. Para siswa antusias untuk belajar dan menerima materi pelajaran. Sebelum memulai pelajaran, guru dan siswa berdoa bersama-sama terlebih dahulu. Tuturan data (5c) ini termasuk ke dalam faktor lingkungan karena saat pembelajaran berlangsung kondisi kelas masih kondusif. Kondisi kelas yang kondusif saat pelajaran berlangsung saat mendukung proses belajar siswa di kelas. Konsentrasi siswa menjadi lebih baik. Tuturan data (5c) ini sudah sesuai dengan pendapat Piaget yaitu masuk ke dalam aspek Ekuilibrasi maksudnya para siswa sudah mempunyai kemampuan mengatur diri sendiri agar bisa mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Itu terbukti dalam tuturan,

Guru : Ada yang masih mau ngomong sendiri? Anak-anak kalau yang kepengen bermain, boleh. Bu Hartini tidak melarang. Tetapi bermainnya bukan di dalam?

Siswa : Kelas….

Dalam hal ini siswa sudah bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Ketika guru memberikan nasihat para siswa langsung merespon sesuai dengan yang dimaksudkan oleh guru.

4.2.1.2 Faktor Instrumental

Faktor instrumental dalam buku Psikologi Belajar masih dibagi menjadi empat bagian. Empat bagian ini meliputi kurikulum, program, guru, sarana dan fasilitas. Keempat faktor tersebut kita temui di lingkungan sekolah. Di sekolah, kurikulum menjadi petunjuk bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dan mengetahui keberhasilan siswa. Kurikulum diakui dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar anak didik di sekolah. Program yang dimiliki sekolah juga berbeda-beda. Program pendidikan disusun untuk dijalankan demi kemajuan pendidikan. Untuk merealisasikan program tersebut sekolah harus memiliki sarana dan fasilitas yang mendukung. Selain itu profil guru juga sangat berperan untuk menjalankan semua yang telah disediakan pihak sekolah. Guru menjadi contoh dan teladan bagi anak didiknya di sekolah.

Tuturan Data (1d)

Guru : Tadi sudah ya, bêrnafas itu karêna mêmêrlukan udara. Apa Déo? Dapat bêrpindah têmpat. Nah, kêmudian coba kamu pêjamkan mata. Tadi sudah dijawab ya mêmbutuhkan udara, mêmbutuhkan makanan, mêmbutuhkan air, bisa bêrgêrak sêndiri atau bêrpindah têmpat. Pêjamkan mata! Masih ada lagi.

Pêjamkan mata, nanti siapa yang mênêmukan langsung tunjuk jari. Nah, aku di rumah punya ayam. Ayamku satu tiba-tiba ayamku bertelur. Kêmudian

ayamku mênêtas jadi ayam yang kêcil banget. Karêna itu ayam têrmasuk bênda hidup. Nah, ciri bênda hidup juga apa? Angêlta!

Angelta: Bisa bergêrak.

Guru : Bisa bergêrak. Sisi!

Sisi : Mêmêrlukan makanan.

Konteks : Tuturan terjadi pada saat pembelajaran berlangsung. Kondisi kelas pada saat itu cukup kondusif.

Tuturan Data (4b)

Guru : Nah, /anak-anak coba/ sekarang /kamu tutup/ hidungmu, mulut juga ditutup !//

Siswa : Nggak bisa nafas kita.//

Guru : Coba/ hidungnya ditutup!//

Siswa : Sama mulut.//

Guru : Siapa /yang bertahan 5 menit?// Kamu nggak nutup,/ mbok 10 menit juga betah.// Nah, /hidungnya ditutup,/ mulutnya nggak boleh buka.//

Nggak kuat kan?//

Siswa : Kuatttt….//

Konteks : Tuturan terjadi saat pelajaran baru dimulai. Kondisi kelas masih kondusif. Para siswa juga terlihat antusias untuk belajar mengenai ciri-ciri benda hidup dan benda mati.

Tuturan Data (1a)

Guru : Tangan kê atas..., kê samping, kê dǝpan dilipat. Sudah siap untuk bêlajar ?

Siswa : Sudah….(menjawab bersama) Guru : Têpuk diam…

Siswa : Jika aku ingin pintar maka aku harus diam ssssstttttt....(sambil bertepuk tangan)

Konteks : Tuturan terjadi pada saat pergantian dari jam pertama ke pelajaran kedua yaitu sekitar pukul 07.40. Suasana tuturan tersebut adalah formal, karena berada di dalam kelas 1B. Penutur merupakan guru kelas 1B, sedangkan mitra tutur adalah para siswa kelas 1B SD Kanisius Sorowajan.

Tuturan Data (5a)

Guru : Nah sekarang Bu Hartini akan bagi ini dengan di tempat duduknya, kalo tidak membawa lem bisa mintak tetapi mintaknya di teman satu meja.

Gak boleh depan sendiri kok mintanya di belakang sendiri, Tidak boleh.

Hanya dengan teman satu meja. Paham ? Siswa : Iya

Konteks : Tuturan terjadi pada saat pelajaran berlangsung. Guru sedang menjelaskan tugas yang harus diselesaikan para siswa.

Tuturan Data (1e)

Guru : Sêbêntar Sisi. Yang bêrbunyi Udin dan Lani diamati bukan mêngamati têmannya mulutnya bêrkata Udin dan Lani, bukan. Têtapi mêlihat kê bacaan.

Siapa bêlum kêtêmu halaman 11?

Siswa : Sudahhhh….

Guru : Siapa yang bêlum mêgang buku? Kênapa kok gak bawa buku? Sudah dipinjami bêlum?

Siswa : Bawanya tѐma 8

Konteks : Tuturan ini terjadi pada saat pembelajaran berlangsung. Para siswa disuruh guru membuka halaman 11 untuk dibaca. Guru menjelaskan perintah dengan menggunakan artikulasi yang jelas.

Tuturan Data (2a)

Guru : Silahkan kartu katanya dikembalikan ke tempat Bu Hartini. Nah‸‸itu namanya‸‸kita‸‸‸bermain‸‸‸ kartu‸‸‸ kata. Sekarang‸‸‸ Semuanya‸‸‸,me‸‸

ngamati kartu kata yang Bu Hartini tulis di papan tulis.

Siswa : Siap Bu‸‸‸

Konteks : Tuturan terjadi pada saat pelajaran berlangsung. Suasana kelas saat itu adalah cukup tenang. Para siswa memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru.

Siswa : Nggak ada oksigen.‸‸‸‸

Guru : Nah, ‸‸ iya. ‸‸ Sekarang ‸‸ gantian, ‸ gantian Bu Hartini. ‸ Berarti, ‸‸‸

berarti ‸ kalau manusia‸‸ itu termasuk‸‸‸ ke benda yang hidup‸‸‸ atau tak hidup? ‸‸

Siswa : Hidupp‸‸‸‸

Konteks : Tuturan terjadi pada saat pelajaran berlangsung. Guru menjelaskan materi mengenai benda hidup dan benda mati. Siswa sangat antusias dalam belajar.

Tuturan Data (3a)

Guru : Kamu amati dulu ꜜ Iya ꜛ ada dibukumu ꜜ halaman ꜛ 18ꜛ dan 19ꜜ Nahꜛ dibuka bukunya halaman 18 dan 19 ꜜ.

Siswa : Sudah sudahꜜ sudah dari tadiꜜ

Guru : Kamu baca dulu yang paling atasꜜ, kalimat ajakannya bagaimana?ꜜ Kalimatnya bagaimana yang ajakan itu?ꜜ

Siswa : Ayo kita ꜛ …

Konteks : Tuturan terjadi pada saat pelajaran berlangsung. Suasana saat tuturan berlangsung adalah cukup ramai. Guru menyuruh siswa membuka buku paket untuk dibaca dan dipelajari.

Tuturan-tuturan di atas merupakan contoh pemakaian bahasa verbal.

Tuturan verbal tersebut digunakan siswa dan guru saat pembelajaran di kelas. Guru menggunakan tuturan verbal untuk menyampaikan materi pembelajaran di dalam kelas. Selain itu tuturan verbal juga digunakan untuk interaksi dengan siswa.

Tuturan verbal yang digunakan guru masih sangat sederhana, mengingat kelas yang diampu adalah kelas 1B SD Kanisius Sorowajan. Para siswa dalam berbicara juga menggunakan tuturan verbal yang masih sederhana sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan mereka.

Tuturan data (1d) terjadi saat siang hari. Tuturan terjadi pada saat pelajaran berlangsung. Kondisi kelas saat itu cukup kondusif. Materi pelajaran saat itu mengenai ciri-ciri benda hidup. Guru saat menjelaskan materi menggunakan artikulasi yang jelas. Guru dalam menjelaskan memberikan banyak ilustrasi terkait materi yang dibahas. Dengan begitu, para siswa bisa memahami materi dengan

baik. Tuturan data (1d) termasuk dalam faktor instrumental bagian kurikulum.

Alasannya adalah dengan guru memberikan ilustrasi banyak terkait materi para siswa bisa memahami pelajaran dengan baik. Artinya ketika siswa sudah memahami pelajaran berarti tujuan kurikulum tersebut dapat tercapai dengan baik.

Kemudian dalam tuturan,

Guru : Tadi sudah ya, bêrnafas itu karêna mêmêrlukan udara. Apa Déo? Dapat bêrpindah têmpat. Nah, kêmudian coba kamu pêjamkan mata. Tadi sudah dijawab ya mêmbutuhkan udara, mêmbutuhkan makanan, mêmbutuhkan air, bisa bêrgêrak sêndiri atau bêrpindah têmpat. Pêjamkan mata! Masih ada lagi. Pêjamkan mata, nanti siapa yang mênêmukan langsung tunjuk jari. Nah, aku di rumah punya ayam.

Ayamku satu tiba-tiba ayamku bertelur. Kêmudian ayamku mênêtas jadi ayam yang kêcil banget. Karêna itu ayam têrmasuk bênda hidup. Nah, ciri bênda hidup juga apa? Angêlta!

Angelta: Bisa bergêrak.

Guru : Bisa bergêrak. Sisi!

Sisi : Mêmêrlukan makanan.

Siswa dalam tuturan di atas menjawab sesuai penafsiran yang dia tangkap terkait penjelasan guru tanpa memikir lebih dalam. Dalam hal ini sesuai dengan pendapat Piaget bahwa pada usia 2-7 tahun (masa pra-operasional), anak menjadi pusat tunggal yang mencolok dari suatu objek. Maksudnya jika guru bertanya terkait ciri benda hidup dengan pemberian ilustrasi banyak adalah agar siswa bisa membedakannya. Tetapi beberapa siswa menjawabnya atas dasar kalimat yang dilontarkan terakhir oleh guru. Padahal bukan itu jawaban yang dimaksud oleh guru. Maka dari itu siswa kelas 1 kebanyakan masih fokus pada satu objek atau cara menjawabnya langsung ke poin terakhir yang diucapkan oleh guru.

Tuturan data (4b) terjadi saat pagi hari. Tuturan terjadi saat pelajaran baru dimulai. Kondisi kelas masih kondusif. Para siswa juga terlihat antusias untuk belajar mengenai ciri-ciri benda hidup dan benda mati. Dalam tuturan ini, guru mengawali pembelajaran dengan memberikan apersepsi terkait materi ciri benda

hidup dan benda mati. Dalam menjelaskannya, guru memberikan jeda di setiap perkataannya dengan mantab. Guru bermaksud agar perhatian siswa tetap terfokus pada materi pelajaran. Selain itu guru ingin para siswa berani untuk menjawab dan berpendapat. Hal-hal yang dilakukan oleh guru ini merupakan upaya guru dalam mencapai tujuan kurikulum. Oleh karena itu, tuturan data (4b) termasuk dalam faktor instrumental bagian kurikulum. Kemudian tuturan (4b) sepaham dengan pendapat Piaget pada aspek transmisi sosial maksudnya adalah apa yang sudah diketahui para siswa mengetahui pengetahuan dan pengalaman akan memberikan pengaruh terhadap siswa tersebut dimana itu diperoleh dalam hubungan dengan lingkungan sosialnya. Itu terbukti dalam tuturan ini,

Guru : Nah, /anak-anak coba/ sekarang /kamu tutup/ hidungmu, mulut juga ditutup !//

Siswa : Nggak bisa nafas kita.//

Guru : Coba/ hidungnya ditutup!//

Siswa : Sama mulut.//

Guru : Siapa /yang bertahan 5 menit?// Kamu nggak nutup,/ mbok 10 menit juga betah.// Nah, /hidungnya ditutup,/ mulutnya nggak boleh buka.//

Nggak kuat kan?//

Siswa : Kuatttt….//

Tuturan data (1a) terjadi saat pagi hari. Tuturan terjadi pada saat pergantian dari jam pertama ke pelajaran kedua yaitu sekitar pukul 07.40. Suasana tuturan tersebut adalah formal, karena berada di dalam kelas 1B. Penutur merupakan guru kelas 1B, sedangkan mitra tutur adalah para siswa kelas 1B SD Kanisius Sorowajan.

Kondisi kelas saat itu kondusif. Guru memberikan apersepsi kepada siswa saat pergantian jam pelajaran. Artikulasi yang dilafalkan guru sangat jelas. Para siswa merespon ajakan guru dengan antusias. Tujuan guru memberikan apersepsi untuk mengembalikan konsentrasi siswa dalam belajar. Tuturan data (1a) termasuk dalam

faktor instrumental bagian program. Setiap sekolah pasti memiliki program yang menunjang proses belajar mengajarnya. Salah satu program yang dikembangkan di SD Kanisius Sorowajan adalah ketika masuk kelas dan akan memulai pelajaran guru memberikan apersepsi berupa motivasi kepada siswa. Terbukti dengan kalimat ini,

Guru : Tangan kê atas..., kê samping, kê dǝpan dilipat. Sudah siap untuk bêlajar ?

Siswa : Sudah….(menjawab bersama) Guru : Têpuk diam…

Siswa : Jika aku ingin pintar maka aku harus diam ssssstttttt....(sambil bertepuk tangan)

Kemudian tuturan data (1a) termasuk ke dalam aspek ekuilibrasi yang disampaikan oleh Piaget bahwa dengan anak sudah bisa memiliki kemampuan mengatur diri berarti anak tersebut sudah bisa mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Itu terbukti dengan respon siswa yang baik serta mengikuti apa yang dikatakan oleh gurunya saat akan memulai pelajaran.

Tuturan data (5a) terjadi saat pagi hari. Tuturan terjadi pada saat pelajaran berlangsung. Guru sedang menjelaskan tugas yang harus diselesaikan para siswa.

Kondisi kelas saat itu kondusif. Para siswa mendengarkan penjelasan guru terkait tugas yang akan dikerjakan. Tuturan data (5a) ini termasuk ke dalam faktor instrumental bagian program. Program pengajaran yang guru buat akan mempengaruhi ke mana proses belajar itu berlangsung. Salah satunya ketika hari itu akan ada tugas menempel, pada hari sebelumnya guru sudah memberitahu para siswa untuk membawa lem kertas. Tujuannya agar saat mengerjakan tugas para siswa tidak kebingungan meminjam lem ke temannya dan agar cepat selesai.

Kemudian tuturan data (5a) sesuai dengan aspek kematangan pada perkembangan

kognitif yang telah disampaikan oleh Piaget. Aspek kematangan di sini maksudnya anak dalam perkembangannya organ dan syarafnya sudah matang dalam menerima informasi. Terbukti dengan kalimat di bawah ini,

Guru : Nah sekarang Bu Hartini akan bagi ini dengan di tempat duduknya, kalo tidak membawa lem bisa mintak tetapi mintaknya di teman satu meja.

Gak boleh depan sendiri kok mintanya di belakang sendiri, Tidak boleh.

Hanya dengan teman satu meja. Paham ? Siswa : Iya

Tuturan data (1e) terjadi saat siang hari. Tuturan ini terjadi pada saat pembelajaran berlangsung. Para siswa disuruh guru membuka halaman 11 untuk dibaca. Guru menjelaskan perintah dengan menggunakan artikulasi yang jelas.

Siswa yang belum membuka buku, ditegur guru untuk segera membuka bukunya.

Guru meminta kepada para siswa untuk melihat bukunya dan membacanya tidak sekadar menirukan suara Sisi (siswa yang membaca). Tuturan data (1e) termasuk ke dalam faktor instrumental bagian sarana dan fasilitas. Sarana dan fasilitas sekolah harus disesuaikan dengan program yang dilaksanakan pihak sekolah.

Tujuannya agar siswa dan guru bisa belajar dengan maksimal. Selain itu jika sekolah memiliki sarana dan fasilitas yang memadai dapat menunjang hasil belajar siswa yang baik dan membuat guru semakin kreatif juga. Distribusi buku paket yang merata juga membantu memudahkan siswa dalam belajar. Tuturan data (1e) sepaham dengan teori kognitif Piaget aspek ekuilibrasi yaitu kemampuan mengatur pada diri anak agar bisa mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Kaitannya dengan tuturan ini adalah anak yang tidak membawa buku paket menunjukkan kurang adanya kemampuan anak mengatur dirinya atau bahkan sisi orang tua yang kurang memperhatikan kebutuhan anak.

Apalagi siswa kelas 1 SD itu masih membutuhkan dampingan dari orang terdekatnya. Ini akan berdampak pada kemajuan belajar anak. Itu terbukti dalam tuturan ini,

Guru : Siapa yang bêlum mêgang buku? Kênapa kok gak bawa buku? Sudah dipinjami bêlum?

Siswa : Bawanya tѐma 8

Tuturan data (2a) terjadi saat pagi hari. Tuturan terjadi pada saat pelajaran berlangsung. Suasana kelas saat itu adalah cukup tenang. Para siswa memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru. Materi yang sedang dipelajari adalah tentang kartu kata. Guru menggunakan intonasi yang panjang saat menerangkan ke siswa, guru bermaksud agar siswa mampu memahami dengan mendalam mengenai materi yang sedang dipelajari. Tuturan data (2a) termasuk ke dalam faktor instrumental bagian sarana dan fasilitas. Sarana yang digunakan guru

Tuturan data (2a) terjadi saat pagi hari. Tuturan terjadi pada saat pelajaran berlangsung. Suasana kelas saat itu adalah cukup tenang. Para siswa memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru. Materi yang sedang dipelajari adalah tentang kartu kata. Guru menggunakan intonasi yang panjang saat menerangkan ke siswa, guru bermaksud agar siswa mampu memahami dengan mendalam mengenai materi yang sedang dipelajari. Tuturan data (2a) termasuk ke dalam faktor instrumental bagian sarana dan fasilitas. Sarana yang digunakan guru

Dokumen terkait