KESEHATAN DI STASIUN
A. Fasilitas Umum
Fasilitas umum di stasiun adalah fasilitas yang disediakan untuk keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang. Fasilitas umum di stasiun paling sedikit meliputi:
1. sistem informasi; 2. loket; 3. ruang tunggu; 4. tempat ibadah; 5. fasilitas toilet; 6. tempat parkir; 7. lampu penerangan; 8. kamera pemantau (CCTV). 1. Sistem Informasi
Sistem informasi yang jelas dan mudah dibaca baik secara visual (tulisan, gambar dan/atau peta/denah) maupun suara (audio).
Persyaratan sistem informasi untuk stasiun kelas besar, sedang dan kecil adalah sama. Sistem informasi penumpang pada stasiun besar, sedang dan kecil paling sedikit memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1) Diletakkan di tempat yang strategis.
2) Diletakkan di tempat yang mudah dilihat oleh jangkauan penglihatan pengguna jasa.
PT. DELIMA LAKSANA TATA V-2 4) Berdasarkan jumlah pintu masuk stasiun dan atau areal loket
penjualan tiket.
Sistem informasi paling sedikit berisi tentang: 1) Nama dan nomor KA;
2) Jadwal keberangkatan dan kedatangan KA; 3) Tarif KA;
4) Stasiun keberangkatan, Stasiun KA pemberhentian dan stasiun KA tujuan;
5) Kelas Pelayanan dan Peta Jaringan jalur KA.
2. Loket
Loket, berupa tempat penjualan karcis untuk memudahkan calon penumpang membeli karcis (operasional loket disesuaikan dengan jumlah calon penumpang dan waktu pelayanan rata-rata per orang). Di area loket dilengkapi dengan informasi dan waktu pelayanan. Persyaratan loket untuk stasiun kelas besar, sedang dan kecil, paling sedikit memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. pelayanan maksimum 30 detik per penumpang;
b. tersedia informasi ketersediaan tempat duduk untuk kelas ekonomi dan non ekonomi;
c. satu orang antrian maksimum dapat membeli untuk 4 (empat) orang calon penumpang.
Persyaratan loket pada stasiun MRT, pada saat ini menggunakan mesin penjualan karcis yang masing-masing bisa menampung 10 orang dalam antrian. Pengaturannya harus disesuaikan bila kebijakan
PT. DELIMA LAKSANA TATA V-3 penjualan karcisnya sudah ditetapkan. Atau disesuaikan agar antrian bisa lebih panjang dan sirkulasi penumpang lebih mudah.
3. Ruang Tunggu
Ruang tunggu, adalah ruangan atau tempat yang disediakan bagi penumpang untuk menunggu kedatangan kereta api. Ruang tunggu dapat berupa ruangan tertutup dan/atau ruangan terbuka/peron. Persyaratan ruang tunggu pada stasiun besar, sedang dan kecil adalah sama, dimana untuk 1 (satu) orang penumpang minimum 0,6 m2.
4. Tempat Ibadah
Tempat ibadah, fasilitas yang disediakan stasiun bagi penumpang untuk melakukan ibadah. Persyaratan minimum fasilitas tempat ibadah adalah:
a. Pada stasiun besar, luas fasilitas ibadah minimum dapat memuat/digunakan oleh 4 (empat) orang laki-laki dan 4 (empat) orang perempuan;
b. Pada stasiun sedang dan kecil, luas fasilitas ibadah minimum dapat memuat/digunakan untuk 4 (empat) orang laki-laki dan perempuan.
5. Fasilitas Toilet
Fasilitas toilet untuk pria dan wanita, dengan persyaratan sebagai berikut:
a. Pada stasiun besar, jumlah toilet untuk pria dan wanita adalah sama yaitu 6 (enam) orang normal dan 2 (dua) orang penyandang cacat;
PT. DELIMA LAKSANA TATA V-4 b. Pada stasiun sedang dan kecil, jumlah toilet untuk pria dan wanita
adalah sama yaitu 6 (enam) orang normal dan 1 (satu) orang penyandang cacat.
6. Tempat Parkir
Tempat parkir, merupakan lahan yang disediakan stasiun untuk parkir kendaraan baik roda 4 (empat) dan roda 2 (dua).
Persyaratan luas parkir pada stasiun besar, sedang dan kecil adalah sama yaitu disesuaikan dengan lahan yang tersedia serta sirkulasi kendaraan masuk, keluar dan parkir lancar.
7. Lampu Penerangan
Nilai, ukuran dan jumlah lampu penerangan yang diperlukan adalah untuk seluruh kelas stasiun, yakni stasiun besar, stasiun sedang dan stasiun kecil. Lampu penerangan yang dimaksud berupa lampu pijar minimal 20 w/m² dan lampu flourecent minimal 4 w/m². Penempatan lampu penerangan pada stasiun sebagaimana berikut:
a. Pada stasiun kelas besar lampu penerangan terutama diletakkan diruang tunggu penumpang, peron, halaman, emplasemen, dan ruangan lain yang berkaitan dengan penumpang atau disesuaikan dengan kondisi stasiun.
b. Pada stasiun kelas sedang pun lampu penerangan terutama diletakkan diruang tunggu penumpang, peron, halaman, emplasemen, dan ruangan lain yang berkaitan dengan penumpang atau disesuaikan dengan kondisi stasiun.
c. Pada stasiun kelas kecil lampu penerangan juga diletakkan diruang tunggu penumpang, peron, halaman, emplasemen, dan
PT. DELIMA LAKSANA TATA V-5 ruangan lain yang berkaitan dengan penumpang atau disesuaikan dengan kondisi stasiun.
8. Kamera Pemantau (CCTV)
Nilai, ukuran dan jumlah CCTV yang diperlukan, adalah hanya untuk stasiun kelas besar dan kelas sedang saja. Persyaratan penempatan kamera pemantau CCTV ditempatkan pada lokasi-lokasi dengan memenuhi persyaratan keamanan dan sesuai dengan rekomendasi dari produsen serta pada lokasi yang rawan terhadap kecelakaan dan tindak kriminal seperti di area:
a. ruang tunggu;
b. pintu keluar masuk penumpang; c. loket pembelian karcis;
d. peron;
e. jalur kereta api; dan
f. lokasi lainnya yang dianggap penting.
9. Tempat Penitipan Barang (Loker)
Nilai, ukuran dan jumlah tempat penitipan barang (loker) yang diperlukan, diutamakan untuk stasiun kelas besar minimal 1 (satu) ruangan dan disesuaikan dengan luas dari bangunan stasiun.
Pada stasiun MRT, tempat penitipan barang (loker) terletak di lantai Hall dengan ketentuan:
a. Loker Pria dengan ukuran 2.000 x 3.000 mm, terhubung ke Toilet Pria ukuran 3.000 x 2.500 mm, dengan 3 wastafel, 2 tempat buang air kecil dan 2 toilet, tanpa shower.
PT. DELIMA LAKSANA TATA V-6 b. Loker Wanita dengan ukuran 3.000 x 2.500 mm, terhubung ke
Toilet Wanita dengan ukuran 3.000 x 2.500 mm, dengan 3 wastafel dan 3 toilet.
10. Ruang Simpan Barang Hilang (Lost and Found Room)
Nilai, ukuran dan jumlah ruang simpan barang hilang (lost and found
room) yang diperlukan, diutamakan untuk stasiun kelas besar
contohnya seperti di Stasiun Gambir minimal 1 (satu) ruangan dan disesuaikan dengan luas dari bangunan stasiun.
11. Tempat Sampah
Persyaratan penempatan tempat sampah di stasiun untuk kelas besar, sedang dan kecil serta stasiun barang adalah sama. Dimana penempatan sampah memenuhi persyaratan antara lain:
a. ditempatkan pada lokasi yang mudah terlihat dan mudah dijangkau;
b. tidak mengganggu pemakai jalan (penumpang) atau sarana lainnya;
c. penempatan tidak mengganggu estetika dan kenyamanan penumpang;
d. 1 (satu) tempat sampah minimal untuk setiap luas area 20 x 20 m².
12. Genset Cadangan
Genset cadangan sangat diperlukan oleh stasiun apabila terjadi pemadaman hubungan listrik dan penyedia layanan listrik, terutama pada stasiun yang melayani pemberangkatan dan stasiun tujuan. Pada umumnya seluruh stasiun kelas besar dan stasiun kelas sedang relatif sudah memiliki generator cadangan sendiri, mengingat aktivitas di
PT. DELIMA LAKSANA TATA V-7 stasiunnya relatif cukup tinggi. Hanya saja untuk stasiun kecil baru beberapa stasiun di wilayah Jabotabek khususnya pada lintas atas yang telah memiliki generator cadangan.
Nilai dan ukuran yang diperlukan untuk generator cadangan sifatnya wajib bagi setiap stasiun, dimana penempatannya diletakkan di tempat khusus yang tidak menganggu penumpang atau calon penumpang. Kapasitas generator cadangan minimum 25 KVA untuk stasiun besar, minimum 10 KVA untuk stasiun sedang dan minimum 1 KVA untuk stasiun kecil.