• Tidak ada hasil yang ditemukan

FENOMENA ALAM BERUPA PETIR DAN PEMBERDAYAAN LAHAN

Pengelolaan LahanPengelolaan Lahan

FENOMENA ALAM BERUPA PETIR DAN PEMBERDAYAAN LAHAN

Oleh : Saiful Helmy

Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Gambar 1. Fenomena Alam (Petir).

Semua kita paham dan sering melihat serta mendengarnya. Cahayanya menyilaukan dan suaranya yang meggelegar. Semua merasa takut padanya. Namun dibalik suara yang menakutkan, ternyata petir juga membawa berkah dan multi manfaat bagi mahkluk hidup dan alam semesta. Sebagai mana pemaparan Al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 12 yang bermakna “Dialah yang memperlihatkan kilat kepada mu yang menimbulkan ketakutan dan harapan dan Dia yang menjadikan mendung atau awan tebal”.

Bagai mana Proses Terjadinya Petir.?

Untuk pemahaman yang lebih mudah kita memakai analogi sebuah kapasitor besar, yang dimana lempengan pertama yaitu awan, lempengan ini bisa negatif ataupun positif dan lempengan kedua yaitu bumi yang mempunyai sifat netral. Seperti yang sudah kita ketahui, kapasitor merupakan sebuah elemen negatif di dalam hubungan listrik yang dapat menyimpan daya sejenak atau bisa disebut energy storage. Seperti juga petir, dimana terdapat awan yang bermuatan negatif dan positif.

Petir terjadi karena adanya perbedaan potensial antara awan dan bumi atau antara awan dengan awan lainnya. Awan memiliki sifat bergerak yang teratur secara kontinyu dan dalam pergerakannya akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga menghasilkan muatan positif dan negatif yang berkumpul pada salah satu sisi secara berlawanan.

Apabila perbedaan potensial diantara awan dan bumi cukup besar, maka akan mengakibatkan terjadinya pembuangan muatan negatif atau disebut elektron dari awan kebumi atau sebaliknya untuk mencapai keseimbangan udara merupakan media yang akan dilalui Dalam proses pembuangan muatan negatif (elektron). Apabila pada saat muatan elektron dapat menembus batas isolasi udara inilah menjadikan suara ledakan atau guntur. Kenapa Petir lebih sering terjadi di musim penghujan? Karena pada saat musim penghujan, udara mengandung lebih banyak kadar air yang tinggi, yang mengakibatkan daya isolasi udara turun sehingga arus listrik lebih mudah mengalir.

Guruh atau geledek adalah sebuah kata yang diperuntukkan untuk menggambarkan gelombang kejut suara yang terjadi akibat pemanasan dan pemuaian udara yang sangat cepat pada waktu dilalui oleh tangkapan kilat.

Penyebab terjadinya guruh itu sendiri karena tangkapan/sambaran kilat tersebut mengakibatkan udara berubah menjadi gas dengan bagian tertentu dari partikel terionisasi (plasma) yang kemudian meledak.

Fenomena alam ini terjadi pada waktu bersamaan dengan terjadinya petir. Meskipun sebenarnya terjadi secara bersamaan, namun cahaya kilat akan terlihat terlebih dahulu daripada suara guruh. Hal ini disebabkan, karena cahaya lebih cepat merambat daripada suara. Kecepatan cahaya = 186.000 mil/299.338 km/detik, sedangan kecepatan suara = 700 mil/1.126 km/jam (tergantung kelembapan, temperatur serta tekanan udara).

Tidaklah dipungkiri lagi bahwa kilatan petir sangat menakutkan bagi manusia karena setelah kilatan petir akan disusul dengan suara guruh yang menggelegar, pada berbagai kasus petir menimbulkan banyak korban, baik berupa bangunan, tanaman, hewan bahkan manusia tanpa pandang bulu, seperti dipaparkan dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 13 “Dan Guruh bertasbih memuji Allah

Buletin BPTP Aceh

Buletin BPTP Aceh 87

(demikian pula) para malaikat karena takut kepada Nya dan Allah melepas halilintar, lalu menimpakan kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia maha keras siksaannya”. Dari ayat diatas timbul pertanyaan, mengapa Allah menciptakan petir? Dulu, sebelum penelitian ilmiah dilakukan, banyak orang yang bertanya-tanya, apa sih sebenarnya manfaat petir? Kenapa al-Qur’an sedemikian khusus melukisnya dalam surat Ar -Ra’d (guruh), padahal efek yang ditimbulkan petir itu sangat menakutkan?

Terkait hal diatas ada beberapa hikmah yang didapat, antara lain (1). Dengan rasa ketakutan itu manusia menjadi lebih ingat kepada Allah Subhanahuata’ala. (2).

Memotivasi manusia untuk terus belajar memahami fenomena alam sehingga mampu menemukan peralatan dan tindakan untuk mencegah dirinya dari sambaran petir. (3).

Dapat mensyukuri nikmat Allah Subhanahuata’ala karena dibalik kesusahan atau ketakutan juga berkah pengharapan, apa itu..?

Gambar 2. Manfaat Petir untuk kesuburan.

Hikmah dibalik ketakutan banyak manfaat ekologis yang didapatkan dari adanya petir, yaitu untuk kesuburan tanah. Setelah dilakukan penelitian ilmiah ternyata petir itu banyak manfaatnya. Saat petir menyambar yang menimbulkan suara menggelegar (guruh) juga terjadi pembentukan lapisan ozon, disamping itu juga menyertai peristiwa pelepasan lengas udara yang mengandung berbagai senyawa alam. Senyawa yang dihasilkan dari ledakan petir adalah Nitrit (NO2), senyawa ini mengandung unsur nitrogen yang sangat bermanfaat dalam proses pertumbuhan tanaman yang selanjutnya melalui prosesing foto sintesis dalam tanaman nitrogen ini menjadi protein yang sangat

berguna bagi pertumbuhan manusia dan hewan. Maka benarlah firman Allah subhanahuata’ala “Dan diantara tanda tanda kebesaran Nya Dia memperlihatkan kilat kepada mu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan. dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya” [QS Ar-Rum : 24].

Namun senyawa nitrit yang jatuh ketanah tersebut tidak serta merta bisa dimanfaatkan langsung oleh tanaman. Akar tanaman kurang mampu menyerap senyawa nitrit (N02) kecuali tanaman tanaman tertentu yang tumbuh diair.

Agar hasil ledakan petir tersebut mudah diserap oleh akar tanaman, Allah Subhanahuata’ala menciptakan mikroba (Azotobacter) yang mengubah senyawa nitrit (NO2) menjadi nitrat (NO3) atau berupa Amonium (NH4). Nitrit yang terfiksasi oleh Azotobacter sebagian dimanfaatkan untuk pertumbuhan dan perkebang biakan mikroba tersebut dan sebagian dilepas dalam bentuk nitrat atau amonium yang bermanfaat bagi tanaman. Azotobacter berperan tidak hanya mengubah nitrit menjadi nitrat tetapi juga dapat menambat nitrogen dalam bentuk senyawa lain di udara.

Keluarga makhluk yang hanya dapat dilihat lewat mikroskop ini ternyata jenis (species) nya amat banyak antara lain Azotobacter armeniacus, A. agilis, A.

tropicalis, A. chroococcum dan lain-lain, dimana masing-masing species terdiri dari ratusan strain atau sub-species.

Subhanallah,?! Meskipun ukuran dari species-species ini hanya 1-2 micrometer, mahkluk ini bekerja dengan kecerdasan yang sangat mengagumkan. Mereka bekerja secara konsisten, sistematis, teliti dan berjama’ah.

Melalui sistem kinerja makhluk inilah Allah Subhanahuata’ala memberi harapan pada manusia terhadap fenomena alam berupa petir ini. Mengapa demikian,? Karena dengan ketersediaan nitrit prosesing dari petir tersebut dapat menghidupi beribu-ribu jenis mikroba-mikroba yang bermanfaat dan menjamin ketersediaan nitrogen bagi multi tanaman.

Oleh multi tanaman, nitrogen nitrogen ini akan diubah menjadi protein yang

Buletin BPTP Aceh Buletin BPTP Aceh

Buletin BPTP Aceh 88

tersimpan dalam buah, biji, daun atau umbi yang bemanfaat bagi manusia sebagai sumber pakan. Azotobacter disamping mampu memfiksasi nitrogen juga ada jenis yang dapat mensintesis zat aktif biologis, diantaranya yang disebut dengan hormon Auxin yang merangsang pertumbuhan tanaman. Beberapa azotobacter juga dapat memfasilitasi mobilitas logam berat sehingga dapat berperan dalam proses bioremediasi tanah dan logam berat. Ada juga jenis Azotobacter yang mampu mengurai clor yang mengandung senyawa aromatik, seperti triclorofenol sehingga memungkinkan untuk produksi insektisida, fungisida dan herbisida alamiah.

Demikianlah sederet harapan yang dapat diperoleh dari keberadaan Azotobacter, Makhluk Mikroskopis yang berkembang biak secara alamiah melalui fenomena alam berupa petir yang ledakannya menghasilkan nitrit, sebagai sumber Nitrogen.

Dengan kalimat sederhana, keberadaan petir sangat diperlukan untuk penyediaan nitrogen bagi tanaman sehingga tanaman tersebut terpupuk secara alamiah dan gratis.

Apalagi revolusi hijau yang merangsang tanaman agar berproduksi tinggi dengan mengandalkan bahan kimiawi saat ini terbukti telah gagal dalam menghasilkan bahan pangan yang sehat, meskipun hasilnya cukup tinggi, produksi yang dihasilkan melalu revolusi ini banyak mengandung bahan-bahan toksik ikutan atau sisa pupuk atau pestisida kimiawi yang merupakan senyawa Carcinogenik (pemicu Kanker) atau perusak saraf. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab tidak lakunya produksi hasil tanaman negara kita dipasaran dunia.

Suatu kondisi yang sangat vital bagi pertumbuhan dan kesehatan tanaman yang baik dan secara tidak langsung bagi kesehatan hewan dan manusia adalah persediaan unsur hara yang memadai dan seimbang secara tepat waktu yang bisa diserap oleh akar tanaman. Kekurangan dan ketidakseimbangan unsur hara merupakan halangan utama bagi pertumbuhan tanaman.

Subhanallah.., kita harus banyak bersyukur kepada Allah Subhanahuata’ala yang menciptakan petir dan sangat besar perananannya bagi kelangsungan hidup mahkluk, dari prosesing petir dan sistem kerja Azotobacter inilah maka terakomodasi atau tersuplainya pupuk secara alamiah pada tanaman besar yang liar berupa hutan, gunung dan rawa yang arealnya jauh lebih luas. Kalau tak ada petir sanggupkah kita manusia menyuplai pupuk pada tanaman jagat raya ini? Lahaula walaquata illabillah...

Wallahua,lam.

Daftar Pustaka

http://laeliwidajajati.blogspot.co.id/2009/11/ayat -alquran-tentang-hujan.

Hanafiah, K.A 2001. Dasar-dasar Ilmu Tanah.

Diktat Kuliah PS Ilmu Tanah FP Unsri, Indralaya Sumatra Selatan.

Hanafiah, K.A. 2002. Ilmu kesuburan tanah.

FP. Unsri, Indralaya Sumatera Selatan.

Hanafiah, K.A. 2013. Biologi Tanah. PT Raja Grafindo Persada Jakarta.

http://blogasyifanuralif.blogspot.co.id/2013/03/

kilat-petir-dan-peringatan-allah.html.

diakses tanggal 05 Maret 2021.

Imas,T.,R.S. Hadioetomo,A.W. Gunawan dan Y. Setiadi 1989. Badan Pengajaran ikrobiologi Tanah. PAU Bioteknologi, Institut Pertanian Bogor.

Reijntjes Coen, Haverkort Bertus dan BayerWaters. Pertanian Masa Depan,

Pengantar untuk Pertanian Berkelanjutan dengan Input

Luar Rendah. Penerbit Kanisius.

Suprio. G. 1997. mengkaji harapan pada perir, dalam suara Muhammadyah no. 02

Buletin BPTP Aceh

Buletin BPTP Aceh 89

KANDUNGAN HARA PADA KOMPOS