• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fetal Dopler

Dalam dokumen Kalibrasi (Halaman 10-40)

BAB II DASAR TEORI

2.2 Fetal Dopler

2.2.1 Pengertian Doppler

Fetal doppler adalah alat diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi denyut jantung bayi yang menggunakan prinsip pantulan gelombang elektromagnetik. Alat ini sangat berguna untuk mengetahui kondisi kesehatan janin, dan aman digunakan dan bersifat non invasif.

Doppler juga merupakan alat yang digunakan untuk mendengarkan detak  jantung janinselama masih ada didalam kandungan. Doppler biasanya

terdapat di ruang kebidanan untuk membantu perawat dalam untuk mengetahui kondisi jantung janin dalam kandungan ibu. Doppler menggunakan 2 sensor yaitu :

1. Ultrasound Menggunakan transmitter dan receiver, Keuntungannya lebih peka dan akurat, tetapi harganya lebih mahal.

2. Mikrosound Tidak menggunakan transmitter dan receiver. Hanya menerima, tidak memancarkan,sehingga kurang peka.

2.2.2 Sejarah Perkembangan Doppler

Prinsip doppler pertamakali diperkenalkan oleh Cristian Jhann Doppler dari Australia pada tahun 1842. Di bidang kedokteran penggunakaan tekhnik Doppler Ultrasound pertamakali dilakukan oleh Shigeo Satomura dan Yosuhara Nimura untuk mengetahui pergerakan katup jantung pada tahun 1955. Kato dan Izumi pada tahun 1966 adalah yang pertama menggunakan ociloscope pada penggunaan Doppler Ultrasound sehingga pergerakan  pembulauh darah dapat didokumentasikan.

Pada tahun 1968 H. Takemura dan Y. Ashitaka dari Jepang memperkenalkan penggunaan Doppler velocimetri di bidang kebidanan dengan menggambarkan tentang spektrum Doppler dari arteri umbilikalis.

Sementara itu, di Barat penggunaann velocimetri Doppler di bidang kebidanan baru dilakukan pada tahun1977. Pada awal penggunaan Doppler Ultrasound difokuskan pada arteri umbilikalis, tetapi pada perkembangan selanjutnya banyak digunakan untuk pembuluh darah lainnya.

Sedangkan untuk fetal dopler sendiri diciptakan pada tahun 1958 oleh Dr Edward H.Hon, yakni sebuah Doppler monitor janin atau Doppler monitor denyut jantung janin

dengan transduser genggam ultrasound yang digunakan untuk mendeteksi detak jantung dari janin. Edward menggunakan Efek Doppler untuk memberikan stimulasi terdengar dari detak jantung. Untuk perkembangan selanjutnya, alat ini menampilkan denyut jantung janin per menit. Penggunaan alat ini dikenal sebagai auskultasi doppler.

2.2.3 Aplikasi Klinis

Aplikasi klinis dari Doppler yaitu:

1. Mendeteksi dan mengukur kecepatan aliran darah dengan sel darah merah sebagai reflektor yang bergerak.

2. Pada bidang kebidanan, fungsi alat ini dispesifikkan untuk menghitung  jumlah dan menilai ritme denyut jantung bayi.

2.2.4 Diagnostik Doppler

Pemeriksaan dengan menggunakan Doppler adalah suatu pemeriksaan dengan menggunakan efek ultrasonografi dari efek Doppler. Prinsip efek doppler ini sendiri yaitu ketika gelombang ultrasound ditransmisikan kearah sebuah reflektor stationer, gelombang yang dipantulkan memiliki frekuensi yang sama. Jadi, jika reflektor bergerak kearah transmiter, frekuensi yang dipantulakn akan lebih tinggi, sedangkan jika reflektor bergerak menjauhi maka frekuensi yang dipantulkan akan lebih rendah. Perbedaan antara frekuensi yang ditransmisikan dan yang diterima sebanding dengan

kecepatan bergeraknya reflektor menjauhi atau mendekati transmiter. Fenomena ini dinamakan efek Doppler dan perbedaan antar frekuensi tersebut dinamakan Doppler shift.

Fetal Doppler hanya menggunakan teknik auskultasi tanpa teknik pencitraan seperti pada velocimetri Doppler maupun USG. Untuk fetal Doppler, agar  bisa menangkap suara detak jantung, transduser ini memancarkan gelombang suara kearah jantung janin. Gelombang ini dipantulkan oleh  jantung janin dan ditangkap kembali oleh transduser. Jadi, transduser

 berfungsi sebagai pengirim gelombang suara dan penerima kembali gelombang pantulnya (echo). Pantulan gelombang inilah yang diolah oleh Doppler menjadi sinyal suara. Sinyal suara ini selanjutnya diamplifikasikan. Hasil terakhirnya berupa suara cukup keras yang keluar dari mikrofon. Dengan alat ini energi listrik diubah menjadi energi suara yang kemudian energi suara yang dipantulkan akan diubah kembali menjadi energi listrik. Pada velocimetri Doppler maupun USG, pencitraan yang diperoleh dan ditampilkan pada layar adalah gambaran yang dihasilkan gelombang  pantulan ultrasound.

2.2.5 Prinsip Kerja Mesin Ultrasonography (USG) Doppler

Prinsip kerja Ultrasonography Doppler didasarkan pada efek Doppler. Bila obyek merefleksikan gelombang ultrasonik maka berpindah mengubah frekuensi pantulan, sehingga membuat frekuensi lebih tinggi. jika merupakan perpindahan menuju / mendekati probe dan frekuensi lebih rendah jika merupakan perpindahan menjauhi probe. Seberapa banyak frekuensi yang diubah tergantung pada seberapa cepat obyek berpindah. Doppler ultrasonik mengukur perubahan dalam frekuensi pantulan untuk dihitung seberapa cepat obyek berpindah. Ultrasonik Doppler telah banyak digunakan untuk mengukur kecepatan aliran darah.

kecepatannya dapat ditentukan dan divisualisasikan. Hal ini merupakan  pemakaian khusus dalam pengamatan cardiovascular (sonography dari sistem vascular dan jantung) dan secara esensial banyak area yang demikian seperti penentuan aliran darah balik dalam portal hipertensi hati vasculature.

Ultrasonography doppler untuk mengukur aliran darah melalui  jantung

Arah aliran darah ditunjukkan pada layar dengan warna yang  berbeda

Informasi Doppler diperagakan secara grafik dengan menggunakan spektrum Doppler atau sebagai gambar dengan menggunakan warna Dopller (directional Doppler) atau power Dopller (non directional Doppler). Dopler ini mengalami pergeseran turun dalam cakupan suara yang dapat didengar dan sering pula dipresentasikan dapat didengar dengan menggunakan speaker stereo, meskipun pulsa suara buatan tetapi menghasilkan suara yang sangat berbeda.

Pada hakekatnya, mesin ultrasonographic paling modern tidak menggunakan Efek Doppler untuk mengukur percepatan, sebagaimana telah dipercayakan pada lebar pulsa Doppler. Mesin lebar pulsa memancarkan  pulsa ultrasonik, kemudian disaklar dalam mode menerima. Dengan demikian pulsa direfleksikan sehingga yang diterima bukan subyek  pergeseran phasa, melainkan seperti resonansi tidak kontinyu. Oleh karena itu dengan membuat beberapa pengukuran, pergeseran phasa dalam urutan  pengukuran dapat digunakan untuk mencapai pergeseran frekuensi (karena frekwensi adalah tingkat perubahan phasa). Untuk mencapai pergeseran  phasa antara sinyal yang dipancarkan dan yang diterima, pada umumnya

Mesin ultrasonography lama yang menggunakan Doppler gelombang kontinyu atau continue wave (CW), memperlihatkan Efek Doppler seperti yang telah diuraikan di atas. Untuk melakukan hal tersebut, transduser  pengirim dan penerima harus dipisahkan. Sebagian

 besar penggambaran kembali mesin gelombang kontinyu, tidak dapat memberikan informasi jarak, hal ini merupakan keuntungan besar dari sistem pulsa wave (PW), dimana waktu antara pengiriman dan penerimaan  pulsa dapat diubah ke dalam informasi jarak dengan mengetahui kecepatan suaranya. Dalam masyarakat sonograph (walaupun bukan dalam masyarakat  pengolah sinyal), terminology ultrasonik Doppler telah diterima berlaku  pada kedua sistem baik pada sistem Doppler PW maupun sistem Doppler CW meskipun mempunyai mekanisme yang berbeda untuk mengukur kecepatan.

Bagian-Bagian Mesin Ultrasonography

Mesin ulltrasonography pada dasarnya terdiri dari bagian-bagian sebagai  berikut :

Probe transduser yang berfungsi mengirim dan menerima gelmbang suara.

Central Processing Unit (CPU) yang melakukan semua perhitungan dan  berisi sumber daya untuk komputer dan probe transduser.

Pulsa control transduser berfungsi mengubah amplitudo, frekuensi dan durasi dari pulsa yang diemisikan dari probe transduser.

Monitor yang menampilkan dan memperagakan kandungan, kelenjar  prostat, perut, kandungan, dan gambar dari data ultrasonik yang telah

Keyboard untuk memasukan data dan mengambil hasil pengukuran untuk ditampilkan dan diperagakan.

Piranti penyimpan (disket, CD) diperlukan untuk menyimpan gambar yang dibutuhkan.

Printer untuk mencetak gambar dari tampilan dan peragaan data.

Bagian-bagian mesin ultrasonography

1. Probe Transduser

Probe transduser merupakan alat utama dari mesin ultrasonography. Probe transduser membuat gelombang suara dan menerima pantulan, atau bisa dikatakan probe transduser merupakan mulut dan telinganya mesin ultrasonography. Probe transduser membangkitkan dan menerima gelombang suara dengan menggunakan prinsip yang dinamakan efek  piezolistrik (tekanan listrik), yang telah diketemukan oleh Pierre dan

Jacques Currie pada tahun 1880. Dalam probe transuser terdapat satu atau lebih kristal piezolistrik. Bila arus diberikan ke Kristal, maka Kristal dengan cepat berubah bentuk Kecepatan berubah bentuk atau vibrasi akan menghasilkan gelombang suara. Sebaliknya bila suara atau tekanan gelombang dikenakan pada kristal maka akan menghasilkan arus. Oleh karena itu, beberapa Kristal dapat digunakan untuk mengirim dan menerima gelmbang suara. Probe transduser juga mempunyai penyerap suara untuk mengeliminasi pantulan balik dari probe itu sendiri, dan sebuah lensa akustik untuk membantu memfokuskan emisi gelombang suara.

Probe transduser mempunyai banyak bentuk dan ukuran. Bentuk probe menentukan pandangan bidang dan frekuensi emisi gelombang suara, kedalaman penetrasi gelombang suara dan resolusi gambar. Probe transduser mungkin berisi satu atau lebih elemen Kristal, dalam probe

multiple elemen Kristal, setiap Kristalnya memiliki rangkaian sendiri. Probe multiple elemen Kristal memiliki keuntungan bahwa berkas dapat dikendalikan dengan mengubah waktu pengambilan pulsa setiap elemen,  pengendalian berkas penting, khususnya pada cardiac ultrasononography.

Probe transduser dapat dipindahkan sepanjang permukaan tubuh, dan  banyak probe transduser yang dirancang untuk dapat disisipkan melalui variasi lubang tubuh (seperti vagina, dubur) sehingga dapat lebih membuka organ yang diperiksa (seperti kandungan, kelenjar prostat dan perut. Dengan lebih membuka organ tubuh tersebut memungkinkan untuk melihat lebih detail.

2. Central Processing Unit (CPU)

CPU merupakan otak mesin ultrasonography. Pada dasarnya CPU merupakan unit pengolah atau pemroses dari sebuah komputer yang berisi chip mikroprosessor, penguat dan power supplay untuk mikroprosesor dan  probe transduser. CPU mengirim arus listrik ke probe tansduser untuk

mengemisikan gelombang suara dan

 juga menerima pulsa listrik dari probe pantulan. CPU melakukan semua  perhitungan meliputi pemrosesan data. Satu bahan data diproses, CPU membentuk gambar dalam monitor. CPU dapat juga menyimpan data yang telah diproses atau menyimpan pada disk.

3. Transduser Pengontrol Pulsa

Transduser pengontrol pulsa memungkinkan operator yang disebut ultrasonographer mengatur dan mengubah frekuensi dan durasi pulsa ultrasonik, sebagus scan mode mesin. Komando dari operator diterjemahkan ke dalam perubahan arus listrik yang diaplikasikan pada kristal piezolistrik yang merupakan probe transduser.

4. Monitor Peraga

Monitor Peraga berupa monitor computer yang menunjukkan pemrosesan data dari CPU. Monitor Peraga ada yang hitam putih dan juga ada yang  berwarna tergantung dari jenis model mesin ultrasononography.

5. Keyboard/Cursor

Mesin ultrasonography memiliki keyboard dan kursor. Piranti ini memungkinkan operator menambah catatan dan pengukuran dalam melakukan pengambilan data pengukuran.

6. Disk Storage

Data dan atau gambar yang diproses dapat disimpan dalam disk. Disk bisa  berupa hardisk, floppy disk, flash disk, compact disk (CD) dan digital video disk (VCD dan DVD). Pada umumnya pasien scan ultrasonography menyimpan data dan atau gambar pada flash disk yang dilengkapi dengan arsip catatan medis pasien.

7. Printer

Mesin Utrasonography kebanyakan mempunyai printer thermal yang dapat digunakan untuik mencetak gambar hardcopy dari gambar yang diperagakan.pada monitor.

Fetal Doppler memberikan informasi tentang janin mirip dengan yang disediakan oleh stetoskop janin . Satu keuntungan dari fetal Doppler dibanding dengan stetoskop janin (murni akustik) adalah output audio elektronik, yang memungkinkan orang selain pengguna untuk mendengar detak jantung. Fetal dopler juga mempermudah seorang bidan dalam

menghitung denyut jantung janin tanpa harus berkonsentrasi penuh dalam menghitung DJJ.

Fungsi Doppler adalah untuk mendeteksi detak jantung pada janin, yang  biasanya digunakan pada usia kehamilan 16 minggu keatas.

Cara Kerja Blok Diagram Doppler

Doppler menggunakan frekuensi sebesar 2,25 MHz yang digunakan untuk mendeteksi detak jantung janin usia 16 minggu, frekuensi dibangkitkan oleh oscilator kemudian dipancarkan oleh transmitter ke media  pengukuran dan hasil pengukuran diterima kembali oleh reciever, lalu sinyal masuk ke pre-amp untuk dikuatkan kemudian disaring melalui filter dan dikuatkan oleh amplifier (penguat akhir). Kemudian output dari amplifier masuk ke ADC (analog to digital converter) dirubah menjadi data digital. Kemudian ditampilkan jumlah detakan jantung janin yang terukur melalui display dan speaker.

Cara Pengoperasian

1. Tekan tombol ON/OFF untuk menghidupkan Doppler

2. Beri GEl pada tranduser

3. Letakkan tranduser pada objek

4. Settingan volume agar detak jantung janin terdengar melalui speaker

5. Hitung detak jantung janin selama 1 menit

6. Detak janin akan ditampilkan pada display

2.2.6 Bagian  bagian doppler

Tranduser : ini diletakkan diatas obyek (perut). Dalam tranduser ini terdapat : oscilator yang mengbangkitkan frekuensi, transmitter memancarkan frekuensi yang dibangkitkan oscilator, reciver menerima frekuensi yang terpantulkan oleh obyek.

Settingan volume : untuk mengatur tinggi rendahnya suara.

Speaker : untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal suara.

Display : sebagai penunjukan nilai denyut jantung yang terukur.

2.2.7 Pengertian dan Fungsi Funduscope

Funduscope adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi / mendengarkan denyut jantung janin. Alat ini fungsi hampir sama dengan Stetoskop

2.2.8 Cara kerja Alat Funduscope

dalam menggunakan alat funduscope ini, sebelum menggunakan funduscope lakukan pemeriksaan leopold terlebih dahulu pada ibu hamil  pada usia kehamilan sekitar 16 minggu. Jika pemeriksaan leopold sudah

dilakukan dan sudah menemukan bagian punggung janin di sebelah kanan / kiri ibu pada pemeriksaan leopold 2 biasa dikenal dengan puka( punggung kanan ) / puki ( punggung kiri ). Letakkan funduscope pada perut ibu sesuai dengan posisi puka / puki pada janin, dengarkan detak jantung janin sambil memegang tangan ibu untuk merasakan nadi ibu, jika kecepatan djj sama dengan nadi ibu berarti itu bukan djj tapi nadi ibu. DJJ normal : 120  –  160 x/menit.

Cara menghitung djj ada tiga cara, antara lain :

1. Hitung Djj selama 1 menit penuh.

3. Hitung Djj 5 menit pertama dihitung

5 menit kedua tidak dihitung

5 menit ketiga dihitung

5 menit keempat tidak dihitung

5 menit kelima dihitung

Kemudian hasilnya x 4.

2.2.9 PROSEDUR KALIBRASI

Peralatan yang digunakan :

 Fetal Doppler LCD Lotus Spesifikasi :

1. Power: 9.6V rechargerable atau 9v Dry Cell 2. Ultrasonic frequency: 2.5 Mhz+-0,25Mhz 3. Ultrasonic Intensity: d5MW/C

4. Work Time: 6jam

5. Backlight LCD display warna Biru 6. FHR display Angka

7. Fetal heart beat flash indicator 8. Warning abnormal FHR

9. Charging indicator

 Fetal Simulator PS320 Spesifikasi :

2. ECG sensitivity: 50µV, 100 µV, 200 µV, 0.5mV, 1mV, dan 2mV 3. Display : 2-line x 16-character LCD with keypad

4. Power : 9V battery/battery eliminator, low battery indication set at 6V

5. Housing: plastic case

6. Dimension 6.1” L x 3.7” Wx 1.3” H (15.6cm L9.4cm Wx3.4cm H) 7. Weight: 0.9 lb (0.4Kg)

8. Temperature: 15-35oC, operating 0-50oc Rentang Ukur : BPM : 30bpm s/d 240 bpm

Langkah

 – 

 langkah Kalibrasi : I. Persiapan

1. Lakukan pendataan administrasi meliputi : 1. data alat yang akan dikalibrasi ,

2. data alat –  alat kalibrator yang digunakan, 3. dan data pelaksanaan kalibrasi.

4. Lakukan pemeriksaan fisik dan fungsi alat yang akan dikalibrasi. II. Kalibrasi

1. Lakukan instalasi fetal doppler dan fetal simulator seperti gambar dibawah :

 Periksa tombol  –   tombol fungsi Fetal Doppler, dan Fetal Simulator untuk memastikan fungsi alat.

 Hidupkan alat ukur Fetal Simulator dan Fetal Doppler yang akan diukur untuk pemanasan ± 10 menit.

 Pasangkan konektor SMFH ke Fetal Simulator pada US1, seperti pada gambar 

 Berikan gel pada probe Fetal Doppler dan tempelkan probe pada SMFH tepat pada lingkaran sensor, seperti pada gambar 

 Tentukan titik setting untuk pengukuran heart rate : 30 bpm, 60 bpm, 120  bpm, 180 bpm dan 240 bpm.

 Lakukan pengukuran dimulai dari titik setting 30 bpm sampai dengan titik setting 240 bpm.

 Lakukan pengukuran sampai 6 kali pengambilan data.

 Catat hasilnya kedalam lembar kerja sesuai dengan data yang diperoleh. III. Penyelesaian

1. Lepaskan Fetal Simulator dari Fetal Doppler dan kembalikan masing  –  masing alat beserta dengan accesoriesnya ke posisinya semula.

Daftar Pustaka

Manuaba. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Penerbit EGC, Jakarta.

Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.1983. Obstetri Fisiologi. Penerbit: Eleman, Bandung. Mochtar, rustam. 2001. Sinopsis Obstetri. Penerbit : EGC, Jakarta.

2.3 Kalibrasi Centrifuge

Centrifuge adalah suatu alat yg digunakan utk memisahkan senyawa dgn  berat molekul yg berbeda dgn memanfaatkan gaya centrifuge. Besarnya

gaya centrifuge tergantung dari besarnya jari-jari dari titik pusat dan kecepatan sudut.

Centrifuge dalam mikrobiologi digunakan untuk mengendapkan atau memekatkan sel mikroorganisme sehingga dapat dipisahkan antara medium (supernatan) dan selnya yang mengendap (natan). Centrifuge modern umumnya dapat mencapai daya sentrifugasi 3000g yang merupakan kekuatan yang cukup untuk mendepositkan bekteri dalam waktu yang tidak terlalu lama. Menurut Collins et al.(2004), untuk keperluan mikrobiologis seperti fungsi diatas, dapat digunakan centrifugedengan kecepatan maksimum 4000 rpm yang dapat menampung 15-50 ml kultur. Sebaiknya dipilih tabung centrifuge yang memiliki tutup  berulir. Centrifuge denganswing-out head (tabung centrifuge yang dapat  berayun) lebih aman dibandingkan dengan angle head (dudukan tabung miring) karena menekan terbentuknya aerosol jika menggunakan tabung yang tidak bertutup.

SPESIFIKASI ALAT

 Nama alat : Centrifuge

Merk : Table Top Centrifuge Plc 03 series Produksi : Germany Industrial Corp

Buatan : Taiwan Tegangan : 230 VAC Frekuensi : 50 Hz Fuse : 0,65 Amp Rotor : A –  0815 Capasity : 8 x 15 mL Max Rpm : 4500 rpm

Fungsi pesawat/alat

Centrifuge adalah suatu alat yang digunakan untuk memisahkan suatu larutan dengan berat molekul yang berbeda berdasarkan gaya centrifugal. Biasa juga digunakan untuk memisahkan serum dan darah beku.

Adapun bagian-bagian dari centrifuge yaitu:

o Motor : kecepatan motor yang tinggi akan menghasilkan gaya sentrifugal yang tinggi.

o Speed Control : untuk mengatur kecepatan motor agar sesuai dengan kebutuhan tanpa speed control motor akan  berputar dengan kecepatan maksimum

o Timer : berfungsi untuk mengatur lamanya alat bekerja

o Break system : pengereman motor diperlukan agar putaran motor dapat dengan segera dihentikan

2.2.1 Cara Pengoperasian

Periksa spesifikasi elektrik alat untuk mengetahui tegangan yang dibutuhkan Hubungkan pesawat dengan jala-jala PLN

Letakkan sampel dalam alat dengan posisi diagonal (berhadapan) untuk menjaga kkeseimbangan rotor.

Tutup kembali tempat sampel Atur kecepatan yang dibutuhkan

Tentukan waktu yang dibutuhkan dengan tombol switch timer untuk menghidupkan alat maka indikator akan menyala

Alat akan bekerja sesuai dengan timer yang ditentukan

2.2.2 Prosedur kalibrasi

1. Lingkup : Prosedur ini digunakan pada peralatan centrifuge low speed dan high speed

2. Level Resiko : Medium 3. Nama Lain : Sentrifuge

4. Penggunaan : laboratorium klinik, laboratorium kesehatan di rumah sakit, unit transfusi darah atau bank darah

5. Pengantar : Centrifuge merupakan alat laboratorium yang memanfaatkan gaya sentrifugal , yaitu gaya yang timbul akibat benda yang diputar dari satu titik sebagai porosnya . Fungsinya untuk memisahkan partikel dari satu  benda cair atau dengan kata lain memisahkan benda cair dari kepadatan

yang berbeda .benda cair ini merupakan cairan tubuh , contoh darah , serum , air seni , bahan reaksi lainnya , atau campuran dari kedua duanya dengan zat tambahan lain.

Secara umum centrifuge diklasifikasikan menjadi 3 kategori, antara lain : - Centrifuge berkecepatan rendah (low speed), ≤ 6000 rpm

- Centrifuge berkecepatan tinggi (high speed), 6000 rpm ~ 25.000 rpm - Centrifuge berkecapatan sangat tinggi (ultra high speed), 25.000 rpm ~ 110.000 rpm

 Sebelum memulai pekerjaan pemeliharaan, perhatikan buku petunjuk

 yang diberi kan oleh pabri k pembuat peralatan dan pastikan mengerti cara

 penggunaan peralatannya. Gunakan alat pelindung diri sederhana

7. Pemeriksaan Kualitas Peralatan (Qualitative Task) a. Chasis/Selungkup

- Periksa kebersihan dan kondisi peralatan secara umum.

- Pastikan semua konektor terhubung dengan baik dan kencang

- Periksa/pastikan tidak ada tanda retak/pecah pada selang atau botol. - Periksa dan pastikan tidak ada tanda/bekas tumpahan/bocor.

 b. Sistem Pengunci

- Untuk alat yang diletakan pada meja yang bergerak, periksa kondisi baut  penguncinya.

c. Steker Tegangan Jala-jala

- Periksa kondisi steker, pastikan ujungnya bersih dan tidak meleleh.

- Kocok-kocok steker untuk memastikan tidak ada baut pengunci yang lepas/kendur.

d. Kabel Sumber Tegangan Jala-jala

- Periksa kondisi kabel baik dan bersih, tidak ada tanda-tanda kerusakan/terbakar.

- Ganti dengan ukuran kabel yang sama jika kabel rusak/putus. - Periksa kelenturan kabel pada kedua ujungnya.

e. Rangkaian Pemutus Arus/Sekering

- Periksa kondisi rangkaian pemutus arus atau sekering/fuse.

- Pastikan nilai sekering sesuai dengan spesifikasi seperti pada label .

f. Saklar/tombol Pengaturan

- Sebelum mengatur/memutar saklar/tombol perhatikan posisinya. - Periksa semua kondisi saklar atau tombol berfungsi baik dan bersih. - Pastikan saklar/tombol melekat dengan kencang/tidak kendur.

- Periksa pembatas putaran saklar/tombol berfungsi baik.

- Untuk tombol/saklar berjenis membran, pastikan membran tidak rusak/robek.

g. Motor/Rotor

- Pastikan kondisi fisik motor/pompa baik dan bersih. - Pastikan motor atau rotor berfungsi normal/berputar - Periksa sikat arang, komutator, bearing pada motor - Periksa kondisi gasket, seal dan penguncinya

- Periksa kondisi rotor

h. Sistem Pengereman Putaran

- Periksa fungsi sistem pengereman baik secara mekanik atau elektrik

- Pastikan putaran centrifuge melambat saat tombol stop/emergency ditekan.

i. Indikator dan Layar penunjuk

- Selama proses pemeriksaan pastikan semua lampu indikator berfungsi  baik/nyala.

- Pastikan semua segmen pada layar menyala dan terbaca dengan jelas

 j. Sistem Alarm/Interlock

- Untuk centrifuge yang memilik mekanisme penutup berengsel, periksa fungsi sistem interlocknya, seperti limit switch.

- Buka penutup tadi kemudian tekan tombol start, pada posisi ini centrifuge tidak boleh berputar.

- Tekan limit switch, kemudian tekan tombol start, pada posisi ini centrifuge dapat berputar. Jika demikian berarti sistem intelock/pengaman bekerja dengan baik.

k. Label/Penandaan Alat

- Periksa semua label/penandaan identitas alat. - Periksa ketersediaan petunjuk penggunaan alat.

- Periksa ketersediaan kartu catatan pemeliharaan alat.

l. Kelengkapan/Asessoris

- Pastikan semua kelengkapan centrifuge ada, seperti, sample buckets dan sample holder ada.

2.2.3 Pemeriksaan Kinerja Peralatan (

Quantitative Task 

) a. Tahanan Pentanahan (

Grounding Resistance

)

- Gunakan Ohm-meter, Electrical safety analyzer atau Multimeter dengan resolusi yang baik ukur tahanan pentanahannya.

- Ukur dan catat nilai tahanan antara ujung kabel ground pada kabel power

Dalam dokumen Kalibrasi (Halaman 10-40)

Dokumen terkait