Liabilitas
Jumlah Liabilitas Grup mengalami peningkatan sebesar Rp 358,8 miliar atau 33,3% dari Rp 1.076,0 miliar pada tanggal 31 Desember 2012 menjadi Rp 1.434,8 miliar pada tanggal 31 Desember 2013.
Liabilitas – Jangka Pendek naik sebesar Rp 163,9 miliar atau 39% dari Rp 419,5 miliar pada tanggal 31 Desember 2012 menjadi Rp 583,4 miliar pada tanggal 31 Desember 2013. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan Utang Pajak sebesar Rp 19,1 miliar, Pendapatan Diterima di Muka sebesar Rp 20,7 miliar, Liabilitas Lain-lain jangka pendek sebesar Rp 152,3 miliar. Peningkatan Pendapatan Diterima di Muka dan Liabilitas lain-lain jangka pendek sehubungan dengan penerimaan di muka dari pelanggan atas sewa dan pelayanan. Liabilitas jangka panjang naik 29,6% atau Rp 194,8 miliar karena kenaikan Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang sebesar Rp 17,1 miliar, Taksiran Liabilitas untuk Pembangunan Prasarana, Fasilitas Umum dan Sosial sebesar Rp 98,5 miliar dan Liabilitas Jangka Panjang Lain-lain sebesar Rp 129,3 miliar.
Kenaikan Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang disebabkan oleh kenaikan Upah Kerja Minimum secara signifikan yang mempengaruhi kenaikan gaji secara keseluruhan dan kewajiban jangka panjang.
Liabilities
Total liabilities of the Group increased by Rp 358.8 billion or 33.3% from Rp 1,076.0 billion on December 31, 2012 to Rp 1,434.8 billion on December 31, 2013.
Current Liabilities increased by Rp 163.9 billion or 39% from Rp 419.5 billion on December 31, 2012 to Rp 583.4 billion on December 31, 2013. The increase was due principally to increase in Taxes Payable by Rp 19.1 billion, Unearned Income by Rp 20.7 billion, Other Current Liabilities by Rp 152.3 billion. The increasing in Unearned Income and Other Current Liabilities were mainly due to advanced payments of rental and services from customers.
Non-current liabilities increased by Rp 194.8 billion or 29.6% on account of higher Long-term Employee Benefits liability which amounted to Rp 17.1 billion, Estimated liability for Infrastructure Development, Public and Social Liabilities, Rp 98.5 billion and Other Non-Current Liabilities, Rp 129.3 billion.
The drastic increase in Long-term Employee Benefits Liability was caused by the steep increase in Minimum Wages which significantly increased salaries and related long term liabilities.
panjang Piutang Usaha atas transaksi penjualan tanah sebesar Rp 487 miliar yang akan jatuh tempo lebih dari satu tahun.
Piutang Lain-lain mengalami penurunan sebesar Rp 157,8 miliar karena adanya pelunasan dari pihak ketiga.
Properti Investasi bersih mengalami peningkatan sebesar Rp 114,3 miliar disebabkan oleh peningkatan fasilitas di Pacific Place Mall .
Aset Lain-lain mengalami peningkatan sebesar Rp 150,9 miliar terutama sehubungan dengan rencana pengembangan bisnis di luar KNTS.
The Long Term Portion thereof with maturity period of more than one (1) year amounted to Rp487 billion.
Other Accounts Receivables decreased by Rp 157.8 billion due to collections received from third party.
Net Investment Properties increased by Rp 114.3 billion due to facilities improvements at the Pacific Place Mall.
Other assets reflected an increase amounting to Rp 150.9 billion mainly due to new real estate business outside of SCBD.
PT JAKARTA INTERNATIONAL HOTELS & DEVELOPMENT Tbk
pg
47
Kenaikan Liabilitas jangka panjang Lain-lainnya terutama berasal dari jaminan yang dapat dikembalikan Signature Tower, setoran jaminan yang diterima dari pelanggan Pacific Place Mall dan One Pacific Place dan hotel dan sewa dan pengelolaan kawasan. Pada tahun 2013, Grup telah melunasi pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp. 10 miliar dan membayar hutang bank jangka panjangnya sebesar Rp. 91,3 miliar.
Ekuitas
Jumlah Ekuitas naik sebesar Rp 1.649,9 miliar atau 48,8% dari Rp 3.378,5 miliar pada tanggal 31 Desember 2012 menjadi Rp 5.028,4 miliar pada tanggal 31 Desember 2013. Peningkatan Jumlah Ekuitas tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan Laba Komprehensif sebesar Rp 1.681,1 miliar.
Pendapatan Usaha
Pendapatan usaha Grup pada tahun 2013 terutama berasal dari pendapatan usaha real estat, operasional hotel, jasa telekomunikasi dan jasa manajemen perhotelan.
Pendapatan usaha mengalami peningkatan sebesar Rp 2.107,7 miliar atau 210,5% dari Rp 1.001,5 miliar pada tahun 2012 menjadi Rp 3.109,2 miliar pada tahun 2013 terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan usaha real estat.
Pendapatan real estat pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp 1.978,6 miliar atau 617.3% terutama berasal dari penjualan persediaan tanah yang terletak di Lot 10 KNTS sebesar US$184 juta dan peningkatan pendapatan sewa di Pacific Place Mall dan One Pacific Place.
Pendapatan hotel naik sebesar Rp 105,2 miliar atau 18,4% pada tahun 2013 dibandingkan tahun 2012 karena kenaikan tarif kamar rata-rata, tingkat hunian serta peningkatan penjualan makanan dan minuman. Pada bulan Mei 2013, Hotel Borobudur Jakarta telah menambah restoran Sop Buntut Bogor Café di luar Hotel yaitu di Pondok Indah Mall. Pada saat ini terdapat 2 restoran yang dibuka di luar Hotel Borobudur Jakarta.
Pendapatan Jasa Telekomunikasi pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp 24,2 miliar atau 23,7% terutama disebabkan oleh penambahan jasa layanan telekomunikasi di dalam dan di luar KNTS.
Other Non-Current Liabilities increases were mainly coming from refundable deposit on Signature Tower Project, security deposits received from Pacific Place Mall and One Pacific Place tenants and rental and estate management deposits.
In year 2013, the Group has fully paid short-term bank loan amounting to Rp 10 billion and paid long-term bank loan amounting to Rp 91.3 billion.
Equity
Total shareholders’ equity increased by Rp 1,649.9 billion or 48.8% from Rp 3,378.5 billion as of December 31, 2012 to Rp 5,028.4 billion as of December 31, 2013. The increase in shareholders’ equity resulted substantially from higher consolidated net income in 2013 by Rp 1,681.1 billion compared to that of 2012.
Operating Revenues
Total revenues of the Group in 2013 were derived mostly from real estate business, hotel operations, telecommuniction and hotel management services.
Revenues increased by Rp 2,107.7 billion or 210.5% from Rp 1,001.5 billion in 2012 to Rp 3,109 billion in 2013 and was primarily due to robust real estate revenues.
Total real estate revenues in 2013 increased by Rp 1,978,6 billion or 617.3%. This was primarily due to sale of SCBD Lot no. 10 at a selling price of US$ 184 million and the increase in rental income of Pacific Place Mall and One Pacific Place office.
Revenues from hotels in 2013 surpassed those of 2012 by Rp 105.2 billion or 18.4%. This was due primarily to higher levels of average room rate, room occupancy and food and beverages revenues achieved in 2013. In May 2013, Hotel Borobudur Jakarta (HBJ) added one oxtail soup restaurant outside HBJ and is located at Pondok Indah Mall. Currently, 2 oxtail soup restaurants have been opened and operating outside HBJ but in Jakarta Area.
Revenues from telecommunication services in year 2013 increased by Rp 24.2 billion or 23.7%, mainly due to growing telecommunication services provided inside and outside the SCBD.
pg
Laporan Tahunan | Annual Report 2013
48
Analisa Keuangan
Financial Analysis
Beban Pokok Penjualan
Beban pokok penjualan mengalami peningkatan sebesar Rp 219,1 miliar atau 70,9% dari Rp 308,9 miliar pada tahun 2012 menjadi Rp 528,0 miliar pada tahun 2013.
Peningkatan beban pokok penjualan terutama disebabkan oleh peningkatan beban pokok penjualan dari real estat sebesar Rp 170,1 miliar atau 189,8%, operasional hotel sebesar Rp 50,6 miliar atau 23,3% seiring dengan peningkatan penjualan dan kenaikan harga bahan baku dibandingkan pada tahun 2012.
Beban Usaha
Beban usaha naik sebesar Rp 393,8 miliar atau 69,8% dari Rp 564,2 miliar pada tahun 2012 menjadi Rp 958,0 miliar pada tahun 2013. Kenaikan beban tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan kegiatan usaha real estat dan perhotelan serta adanya kenaikan upah minimum yang signifikan, tarif listrik, bahan bakar dan kenaikan harga pembelian barang.
Laba Usaha
Laba usaha mengalami peningkatan sebesar Rp 1.494,8 miliar atau 1.164,2% dari Rp 128,4 miliar pada tahun 2012 menjadi Rp 1.623,2 miliar pada tahun 2013 terutama disebabkan oleh meningkatnya pendapatan usaha real estat.
Laba Komprehensif
Grup mencatat jumlah laba komprehensif sebesar Rp 1.766,4 miliar pada tahun 2013 dan Rp 85,4 miliar pada tahun 2012. Peningkatan jumlah laba komprehensif terutama berasal dari usaha real estat. Laba bersih komprehensif yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan dan Kepentingan Nonpengendali masing masing sebesar Rp 1.420,8 miliar dan Rp 345,6 miliar pada tahun 2013.
Cost of Revenues
Cost of revenues increased by Rp 219.1 billion or 70.9% from Rp 308.9 billion in 2012 to Rp 528.0 billion in 2013.
Cost of revenues soared primarily due to increasing level of real estate cost of revenues by Rp 170.1 billion or 189.8%, hotels cost of revenues increased by Rp 50.6 billion or 23.3% compared with those of 2012. This increase in costs of revenues was in direct relation to increase in volume of sales and higher prices of materials experienced in 2013.
Operating Expenses
Operating Expenses has increased by Rp 393.8 billion or 69.8% from Rp 564.2 billion in year 2012 to Rp 958.0 billion in 2013. The increase in business activities in real estate and hotels and also the exhorbitant increase in minimum wages, electricity tariffs, prices of fuel and materials were the main contributing factors to the increase in operating expenses.
Operating Profit
Income from operations increased significantly by Rp 1,494.8 billion or 1,164.2% from Rp 128.4 billion in 2012 to Rp 1,623.2 billion in 2013 as a result of the increased revenues from real estate.
Total Comprehensive Income
The Group recorded total consolidated income of Rp 1,766.4 billion in 2013 and Rp 85.4 billion in 2012. The increase of total consolidated income was primarily from real estate business. Net consolidated income in 2013. attributable to the owners of the Company and non-controlling interests amounted to Rp 1,420.8 billion and Rp 345.6 billion, respectively.
PT JAKARTA INTERNATIONAL HOTELS & DEVELOPMENT Tbk
pg
49
Arus Kas
Penerimaan kas bersih dari aktivitas operasi tahun 2013 meningkat sebesar Rp 1.139,5 miliar dibandingkan dengan tahun 2012, hal ini terutama disebabkan oleh penerimaan sebagian besar hasil penjualan persediaan tanah di Lot 10 dan peningkatan penerimaan dari bidang usaha hotel dan real estat lainnya.
Pengeluaran bersih untuk aktivitas investasi tahun 2013 meningkat sebesar Rp 512 miliar dibandingkan dengan tahun 2012 terutama disebabkan oleh penempatan investasi pada deposito berjangka lebih dari 3 bulan dan penambahan properti investasi.
Pengeluaran untuk aktivitas pendanaan tahun 2013 adalah sebesar Rp 280,9 miliar atau naik sebesar Rp 78,4 miliar dibandingkan tahun 2012, disebabkan bertambahnya pembayaran hutang bank dan dividen kepada kepentingan non-pengendali entitas anak.
Cash Flows
Net cash received from operating activities in year 2013 increased by Rp 1,139.5 billion compared with 2012. This huge increase in cash inflow was attributed primarily due to payment received from sale of Lot no. 10 and stepped up collections from hotels and real estate business.
Net payment for investment activities in 2013 has increased by Rp 512 billion compared with 2012 principally due to time deposits placement with maturity date more than 3 months and more investments in real estate.
Net payment for funding activities in 2013 totalled Rp 280.9 billion or an increase of Rp 78.4 billion compared with 2012, mainly as a result of higher debt-service and dividend payment to non-controlling interests in the Subsidiaries.
pg
Laporan Tahunan | Annual Report 2013
50
Solvabilitas atau Likuiditas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Grup dalam melunasi seluruh liabilitasnya yang diukur dengan memperbandingkan Jumlah Liabilitas terhadap Jumlah Ekuitas (Solvabilitas Ekuitas) dan Jumlah Liabilitas terhadap Jumlah Aset (Solvabilitas Aset). Solvabilitas Grup adalah sebagai berikut:
Imbal Hasil Ekuitas
Imbal Hasil Ekuitas merupakan perbandingan antara jumlah laba komprehensif dengan jumlah ekuitas, yang menunjukkan kemampuan Grup dalam menghasilkan jumlah laba komprehensif terhadap jumlah ekuitas yang diinvestasikan.
Imbal Hasil Investasi
Imbal Hasil Investasi merupakan perbandingan antara jumlah laba komprehensif dengan jumlah aset, yang menunjukkan kemampuan Grup dalam menghasilkan jumlah laba komprehensif dari jumlah aset yang dimilikinya.
Solvency or Liquidity
Solvability ratios measure the Group’s ability to settle its liabilities. The solvability ratio of equity is calculated by comparing the Total Liabilities to Total Equity, while the solvability ratio of asset is calculated by comparing the Total Liabilities to Total Assets.
The solvability ratios of the Group are as follows:
Return on Equity
Return on Equity is the ratio of Net Income to Total Equity that measures the return on the invested capital.
Return on Investment
Return on Investment is the ratio of Net Income to Total Assets that measures the Group’s profitability and ability to generate profits from the use of total assets.
Keterangan 2013 2012 Description
Solvabilitas Ekuitas 28,5% 31,9% Solvency Equity
Solvabilitas Aset 22,2% 24,2% Solvency Asset
Keterangan 2013 2012 Description
Imbal Hasil Ekuitas 35,1% 2,5% Return on Equity
Keterangan 2013 2012 Description
Imbal Hasil Investasi 27,3% 1,9% Return of Investment
Analisa Keuangan
PT JAKARTA INTERNATIONAL HOTELS & DEVELOPMENT Tbk
pg
51
Struktur Permodalan
Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi. Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisa gearing ratio (rasio utang terhadap modal), yakni membagi utang bersih (terdiri dari utang obligasi, utang bank dan utang pihak berelasi non-usaha) terhadap jumlah modal (terdiri dari modal saham, tambahan modal disetor, ekuitas pada perubahaan ekuitas entitas anak, selisih kurs penjabaran dan saldo laba (defisit)).
Jumlah pinjaman dan utang Grup pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 masing-masing sebesar Rp. 164,4 miliar dan Rp 265,1 miliar sedangkan saldo kas dan setara kas yang dimiliki Grup adalah sebesar Rp 995,7 miliar dan 302,5 miliar, masing masing pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012. Dengan demikian maka kas dan setara kas yang dimiliki oleh Grup mampu untuk menutupi seluruh pinjaman dan utang yang tercatat.
Capital Management
The Group manages its capital structure and from time to time makes adjustments to it, in light of changes in economic conditions. The Group monitors its capital using gearing ratios, by dividing net debt (consisting of bonds payable, bank loans, and liabilities due to related parties) by the total capital (consisting of capital stock, additional paid-in capital, share in changes in equity of subsidiaries, translation adjustment and retaines earnings (deficit)).
The total loans and payables of the Group as of December 31, 2013 and 2012 was Rp 164.4 billion and Rp 265.1, respectively, while the balance of cash and cash equivalent was Rp 995.7 billion and Rp 302.5 billion on December 31, 2013 and 2012, respectively. The balance of cash and cash equivalent of the Group are more than enough to cover all total loans and payables.
pg
Laporan Tahunan | Annual Report 2013