Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen operasi: The following are the segment information:
RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
37. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK AND CAPITAL RISK MANAGEMENT
a. Manajemen Resiko Modal a. Capital Risk Management
Grup mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas.
The Group manages capital risk to ensure that it will be able to continue as going concern, in addition to maximizing the profits of the shareholders through the optimization of the balance of debt and equity.
Struktur modal Grup terdiri dari kas dan setara kas (Catatan 6), asset keuangan lainnya (Catatan 7), pinjaman yang terdiri dari utang bank dan wesel bayar (Catatan 17 dan 18) dan ekuitas pemegang saham induk, yang terdiri dari modal yang ditempatkan, tambahan modal disetor, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, perubahan nilai wajar efek yang belum direalisasi, saldo laba dan kepentingan nonpengendali (Catatan 20, 21, 22, 23 dan 24).
The Group’s capital structure consists of cash and cash equivalents (Note 6), other financial asset (Note 7), debt, consisting of bank loans and notes payable (Notes 17 and 18) and equity shareholders consisting of capital stock, additional paid-in capital, difference in value of restructuring transactions among entities under common control, unrealized change in fair value of securities, retained earnings and non-controlling interest (Notes 20, 21, 22, 23 and 24).
Direksi Grup secara berkala melakukan review struktur permodalan Grup. Sebagai bagian dari review ini, Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan.
The Directors of the Group periodically review the Group’s capital structure. As part of this review, the Directors consider the cost of capital and related risk.
Gearing ratio pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut:
The gearing ratios as of December 31, 2012 and 2011 are as follows:
2012 2011
USD USD
Pinjaman 146.661.354 139.488.232 Debt
Kas dan setara kas dan Cash and cash equivalent aset keuangan lainnya 60.566.370 48.674.736 and other financial assets
Pinjaman - bersih 86.094.984 90.813.496 Net debt Ekuitas 320.029.861 309.166.368 Equity
Rasio pinjaman - bersih
PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Lanjutan)
PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2012 AND 2011 AND JANUARY 1, 2011/DECEMBER 31, 2010 AND
FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2012 AND 2011 (Continued)
Kategori dari Instrumen Keuangan Categories of Financial instruments
Liabilitas pada Pinjaman yang biaya perolehan
diberikan dan Tersedia diamortisasi/ piutang/ untuk dijual/ Liabilities at Loans and Available-for- amortized receivables sale cost
USD USD USD
Aset Keuangan Financial Assets
Kas dan setara kas 25.847.832 - - Cash and cash equivalents Aset keuangan lainnya Loans and receivables
Saham - 7.724.734 - Shares of stock Reksadana - 105.744 - Mutual funds
Investasi melalui manajer investasi - 26.888.060 - Investments with fund managers Piutang usaha Trade accounts receivable
Pihak berelasi 12.957.798 - - Related party Pihak ketiga 42.689.894 - - Third parties Piutang lain-lain Other accounts receivable
Pihak berelasi 79.967 - - Related parties Pihak ketiga 7.438.500 - - Third parties
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Current Financial Liabilities
Utang usaha kepada pihak ketiga - - 27.281.772 Trade accounts payable to third parties Utang lain-lain Other accounts payable
Pihak berelasi - - 11.953.878 Related parties Pihak ketiga - - 435.948 Third parties Biaya yang masih harus dibayar - - 2.672.904 Accrued expenses Utang Bank - - 4.388.958 Bank loans Wesel bayar - - 66.055.171 Notes payable
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Non-current Financial Liabilities
Utang Bank - - 28.688.369 Bank loans Wesel bayar - - 47.528.856 Notes payable
Utang kepada pihak berelasi - - 67.058.517 Accounts payable to a related party
Jumlah 89.013.991 34.718.538 256.064.373 Total
31 December/December 31, 2012
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
b. Financial risk management objectives and policies
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang asing, tingkat bunga, kredit dan risiko
The Group’s overall financial risk management and policies seek to ensure that adequate financial resources are available for operation and development of their business, while managing their exposure to foreign exchange risk, interest rate risk, credit and liquidity risks.
PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Lanjutan)
PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2012 AND 2011 AND JANUARY 1, 2011/DECEMBER 31, 2010 AND
FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2012 AND 2011 (Continued)
Grup mengelola eksposur terhadap mata uang asing dengan mencocokkan, sebisa mungkin, penerimaan dan pembayaran dalam masing-masing individu mata uang. Jumlah eksposur mata uang asing bersih Grup pada tanggal pelaporan diungkapkan dalam Catatan 34.
The Group manages the foreign currency exposure by matching, as far as possible, receipts and payments in each individual currency. The Group’s net open foreign currency exposure as of reporting date is disclosed in Note 34.
Grup memelihara saldo kas dalam mata uang Rupiah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan beban dalam Rupiah.
The Group maintains sufficient cash balance denominated in Rupiah to cover the expenses denominated in Rupiah.
Analisis sensitivitas mata uang asing Foreign currency sensitivity analysis
Sensitivitas Grup 2,25% terhadap peningkatan dan penurunan dalam US$ terhadap mata uang Rupiah dibahas dibawah. 2,25% adalah tingkat sensitivitas yang digunakan ketika melaporkan secara internal risiko mata uang asing kepada para karyawan kunci, dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada nilai tukar valuta asing. Analisis sensitivitas hanya mencakup item mata uang moneter selain Dolar Amerika Serikat dan menyesuaikan translasinya pada akhir periode untuk perubahan 2,25% dalam nilai tukar mata uang asing.
The Group’s sensitivity to a 2.25% increase and decrease in the US$ against the relevant foreign currencies is discussed below. 2.25% is the sensitivity rate used when reporting foreign currency risk internally to key management personnel and represents management's assessment of the reasonably possible change in foreign exchange rates. The sensitivity analysis includes only outstanding monetary items denominated in currency other than U.S. Dollar and adjusts their translation at the period end for a 2.25% change in foreign currency rates.
Pada tanggal 31 Desember 2012, jika US$ melemah/menguat sebesar 2,25% terhadap Rupiah, dengan seluruh variabel lainnya tetap konstan, laba bersih tahun berjalan, setelah pajak, tahun berjalan akan menjadi US$ 1.311.127 lebih tinggi/rendah, terutama sebagai akibat dari keuntungan/kerugian kurs mata uang asing dari translasi pajak dibayar dimuka yang didenominasi dalam Rupiah.
At 31 December 2012, if US$ had weakened/strengthened by 2.25% against Rupiah with all other variables held constant, net income for the year, net of tax, would have been US$ 1,311,127 higher/ lower, mainly as a result of foreign exchange gains/losses on translation of Rupiah-denominated prepaid taxes.
Menurut pendapat manajemen, analisis sensitivitas tidak representatif atas risiko valuta asing melekat karena eksposur pada akhir periode pelaporan tidak mencerminkan eksposur selama tahun berjalan.
In management's opinion, the sensitivity analysis is unrepresentative of the foreign exchange exposure because the exposure at the end of the reporting period does not reflect the exposure during the year.
ii. Manajemen risiko tingkat bunga ii. Interest rate risk management
Risiko tingkat bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas masa depan suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar.
Interest rate risk is the risk that the fair value or future cashflows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rate.
Eksposur Grup terhadap risiko suku bunga adalah minimal karena utang bank memiliki tingkat bunga yang tetap.
The Group's exposure to interest rate risk is minimal because its bank loan carries interest at fixed rates.
iii. Manajemen risiko kredit iii. Credit risk management
Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi liabilitas kontraktualnya yang mengakibatkan kerugian bagi Grup.
Credit risk refers to the risk that a counterparty will default on its contractual obligation resulting in a loss to the Company and its subsidiaries.
PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Lanjutan)
PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2012 AND 2011 AND JANUARY 1, 2011/DECEMBER 31, 2010 AND
FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2012 AND 2011 (Continued)
Risiko kredit Grup terutama melekat pada rekening bank, piutang kepada pihak berelasi dan piutang usaha. Grup menempatkan saldo bank pada institusi keuangan yang layak serta terpercaya. Piutang usaha dilakukan dengan pihak ketiga terpercaya dan pihak berelasi. Eksposur Grup dan counterparties dimonitor secara terus menerus dan nilai agregat transaksi terkait tersebar di antara counterparties yang telah disetujui.
The Group’s credit risk is primarily attribute to cash in banks, receivables from related parties and trade accounts receivable. The Group place its bank balances with credit worthy financial institutions. Trade accounts receivable are entered with respected and credit worthy third parties and related parties. The Group exposure and its counterparties are continuously monitored and the aggregate value of transactions concluded is spread amongst approved counterparties.
Nilai tercatat aset keuangan pada laporan keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan penyisihan untuk kerugian mencerminkan eksposur Grup terhadap risiko kredit.
The carrying amount of financial assets recorded in the consolidated financial statements, net of any allowance for losses represents the Group’s exposure to credit risk.
iv. Manajemen risiko likuiditas iv. Liquidity risk management
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah membangun kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Grup. Grup mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan, fasilitas bank dan fasilitas simpan pinjam dengan terus menerus memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
Ultimate responsibility for liquidity risk management rests with the board of directors, which has built an appropriate liquidity risk management framework for the management of the Group’s short, medium and long-term funding and liquidity management requirements. The Group manages liquidity risk by maintaining adequate reserves banking facilities and continuously monitoring forecast and actual cash flows and matching the maturity profiles of financial assets and liabilities.
Grup memelihara kecukupan dana untuk membiayai kebutuhan modal kerja yang berkelangsungan.
The Group maintains sufficient funds to finance its ongoing working capital requirements.
Tabel risiko likuiditas dan suku bunga Liquidity and interest risk tables Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo
kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan periode pembayaran yang disepakati Grup. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang tidak terdiskonto dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Grup dapat diminta untuk membayar. Tabel mencakup arus kas bunga dan pokok atas liabilitas keuangan pada tanggal
The following table details the Group's remaining contractual maturity for its non-derivative financial liabilities with agreed repayment periods. The table has been drawn up based on the undiscounted cash flows of financial liabilities based on the earliest date on which the Group can be required to pay. The table includes both interest and principal cash flows of financial liabilities at December 31, 2012.
PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Lanjutan)
PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2012 AND 2011 AND JANUARY 1, 2011/DECEMBER 31, 2010 AND
FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2012 AND 2011 (Continued) Tingkat bunga
efektif rata-rata tertimbang/
Weighted Kurang dari 3 bulan
-average satu bulan/ 1 tahun/ Diatas
effective Less than 1-3 bulan/ 3 months to 1-5 tahun 5 tahun/ Jumlah/ interest rate 1 month 1-3 months 1 year 1-5 years 5+ years Total
% USD USD USD USD USD USD
Tanpa Bunga Non-interest bearing
Trade accounts payable to Utang usaha kepada pihak ketiga - 19.551.214 7.730.558 - - - 27.281.772 third parties
Utang lain-lain Other accounts payable
Pihak berelasi - - 200.976 - 175.437 11.577.465 11.953.878 Related parties Pihak ketiga - 196.072 239.876 - - - 435.948 Third parties Biaya yang masih harus dibayar - 1.820.947 851.957 - - - 2.672.904 Accrued expenses Wesel bayar - 5.000.000 36.135.330 23.138.623 43.937.223 - 108.211.176 Notes payable Utang Bank - - 50.000 150.000 11.664.319 11.233.416 23.097.735 Bank Loans Instrument tingkat bunga tetap Fixed interest rate instruments
Utang Bank 6% - 1.050.000 3.149.999 14.290.728 - 18.490.727 Bank Loans
Utang lain-lain kepada Other accounts payable to
pihak berlasi 6% - - - - 67.058.517 67.058.517 a related party Jumlah 26.568.233 46.258.697 26.438.622 70.067.707 89.869.398 259.202.657 Total
c. Nilai wajar instrumen keuangan c. Fair value of financial instruments
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan diukur dari biaya perolehan diamortisasi mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek, kecuali untuk utang bank dan wesel bayar seperti yang dijelaskan dibawah ini:
Management considers that the carrying amount of financial assets and liabilities measured at amortized cost approximates fair value because of short-term maturity, except for bank loans and notes payables as detailed below:
31 Desember/ 31 Desember/ December 31, December 31,
2012 2011
USD USD
Nilai tercatat Carrying amount
Utang bank 33.077.327 36.649.912 Bank loans Wesel bayar 113.584.027 102.838.320 Notes payables
Nilai wajar Fair value
Utang bank 33.464.844 37.004.951 Bank loans Wesel bayar 106.159.767 102.838.320 Notes payables
Nilai wajar utang bank didasarkan pada tingkat suku bunga pasar.
Fair value of bank loans was based on market rate.
d. Pengukuran Nilai Wajar Diakui dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
d. Fair Value Measurements Recognised in the
Consolidated Statements of Financial
Position
Tabel berikut ini memberikan informasi mengenai instrumen keuangan setelah pengakuan awal sebesar nilai wajar dengan hirarki nilai wajar:
The following table presents information regarding financial instruments after initial recognition measured at fair value, classified based on fair value hierarchy:
31 Desember/ December 31,
Aset Keuangan Tingkat/Level 2012 Financial Assets USD
Aset keuangan lainnya tersedia Other financial assets - available
untuk dijual for sale
Investasi melalui manajer investasi Tingkat/Level 3 26.888.060 Investment with fund managers Investasi saham Tingkat/Level 1 7.724.734 Investment in shares
PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Lanjutan)
PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2012 AND 2011 AND JANUARY 1, 2011/DECEMBER 31, 2010 AND
FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2012 AND 2011 (Continued)
Tingkat 1 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari harga kuotasian (tak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik.
Tingkat 2 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga).
Tingkat 3 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari teknik penilaian yang mencakup input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi).
Level 1 fair value measurements are those derived from quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities.
Level 2 fair value measurements are those derived from inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly (i.e. as prices) or indirectly (i.e. derived from prices).
Level 3 fair value measurements are those derived from valuation techniques that include inputs for the asset or liability that are not based on observable market data (unobservable inputs).
Tidak ada transfer tingkat 1 pada tahun berjalan.
There were no transfers in level 1 in the year.
38. TUNTUTAN HUKUM 38. LITIGATIONS
Pada tahun 2009, Perusahaan telah digugat terkait sengketa tanah seluas 4.134 m2 berlokasi di Merak. Putusan Pengadilan Negeri Serang telah memenangkan pihak penggugat. Dalam tingkat banding pada Pengadilan Tinggi Banten menyatakan putusan yang amarnya membatalkan putusan Pengadilan Negeri Serang. Pada tingkat kasasi, Majelis Hakim Tingkat Kasasi telah menyatakan putusan yang amarnya membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Banten.
In 2009, the Company is already involved in land dispute measuring 4,134 m2 of land located in Merak. The decision of Serang District Court declares in favor of the plaintiff. In the appeal level at Banten High Court has taken decision to reaffirm the decision of Serang District Court. In the cassation level, Judges on Cassation level has confirmed to cancel the decision of Banten High Court.
Pada tanggal 17 Desember 2012, Perusahaan telah mengajukan Permohonan Peninjauan Kembali (Permohonan PK) dan menyampaikan Memori PK beserta novum (bukti baru) kepada Mahkamah Agung Republik lndonesia melalui Pengadilan Negeri Serang dengan permohonan amar putusan Menerima Permohonan PK dari Perusahaan dan Membatalkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 1153K/PDT/2011 tanggal 17 Oktober 2011 sesuai Relaas Pemberitahuan Isi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang diterima pada tanggal 23 Nopember 2012.
On December 17, 2012, the Company filed a Request for Judicial Review and submitted a Brief for Judicial Review with new evidence (novum) to the Supreme Court of the Republic of Indonesia through the Serang District Court, to request for Judicial Review Acceptance and cancellation of Cassation Decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia No. 1153K/PDT/2011 dated October 17, 2011 as per the Official Report of Notification of Content of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Decision which was received on November 23, 2012.
PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Lanjutan)
PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2012 AND 2011 AND JANUARY 1, 2011/DECEMBER 31, 2010 AND
FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2012 AND 2011 (Continued)
39. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN
PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN