ASSETS OF SUBSIDIARIES
43. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES
Nilai wajar asset keuangan dan liabilitas keuangan dalam jumlah signifikan mendekati nilai tercatat karena jangka waktu tempo yang pendek atas instrument keuangan tersebut.
Fair values of financial assets and financial liabilities in significant amount approximate their carrying amounts largerly due to the short-term maturities of these instruments.
Liabilitas keuangan pokok Grup terdiri dari utang bank, utang usaha, beban akrual obligasi wajib konversi,utang obligasi, utang pembiayaan konsumen, utang biaya bunga obligasi wajib konversi dan liabilitas jangka pendek lainnya. Tujuan utama dari liabilitas keuangan adalah untuk mengumpulkan dana bagi operasi Grup. Selain itu, Grup juga memiliki berbagai aset keuangan seperti kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain- lain, dan aset keuangan tidak lancar lainnya yang dihasilkan langsung dari operasinya.
The financial liabilities of the Group consist of bank
loans, trade payables, accrued expenses,
mandatory convertible bond, bonds payable, customer financing, interest payable of Mandatory Convertible Bonds and other current liabilities. The main purpose of these financial liabilities is to raise funds for the operations of the Group. The Group also has various financial assets such as cash and
cash equivalents, trade receivables, other
receivables, and other non-current financial assets which arise directly from its operations.
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Grup adalah risiko suku bunga atas nilai wajar dan arus kas, risiko nilai tukar mata uang asing, risiko kredit dan risiko likuiditas. Kepentingan untuk mengelola risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangkan perubahan dan volatilitas pasar keuangan baik di Indonesia maupun internasional. Direksi Grup menelaah dan menetapkan kebijakan untuk mengelola risiko yang dirangkum di bawah ini:
The main risks arising from the Group’s financial instruments are fair value and cash flow interest rate risk, foreign exchange rate risk, credit risk and liquidity risk. The importance of managing these risks has significantly increased in light of the considerable change and volatility in both Indonesian and international financial markets. The Group’s Directors review and approve the policies for managing these risks which are summarized below:
a. Risiko suku bunga atas nilai wajar dan arus kas
a. Fair value and cash flow interest rate risk
Risiko suku bunga atas nilai wajar dan arus kas adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan yang berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga pasar. Grup terpengaruh risiko perubahan suku bunga pasar terutama terkait dengan pinjaman modal dan cerukan. Pinjaman dengan suku bunga mengambang menyebabkan Grup terpengaruh
Fair value and cash flow interest rate risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates. The Group is exposed to the risk of changes in market interest rates relating primarily to its loans and overdrafts. Loans with variable interest rates influence the Group’s fair value interest rate
a. Risiko suku bunga atas nilai wajar dan arus kas (lanjutan)
a. Fair value and cash flow interest rate risk (continued)
Saat ini, Grup tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga. Untuk pinjaman modal kerja dan cerukan, Grup dapat berupaya untuk mengatasi risiko suku bunga dengan mengalihkannya kepada para pelanggan.
Currently, the Group does not have a formal hedging policy for interest rate exposures. For working capital and overdrafts, the Group may seek to mitigate its interest rate risk by passing it on to its customers.
b. Risiko nilai tukar mata uang asing b. Foreign exchange rate risk
Sebagai akibat transaksi yang dilakukan dengan penjual dari luar negeri, laporan posisi keuangan konsolidasian Grup dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan nilai tukar Dolar Amerika Serikat/Rupiah. Saat ini, Grup tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai transaksi dalam mata uang asing. Namun, Grup mempunyai deposito berjangka dalam mata uang Dolar Amerika Serikat yang dapat memberikan lindung nilai secara natural yang terbatas dalam menghadapi dampak fluktuasi nilai tukar Rupiah dengan mata uang asing.
As a result of transactions made with the seller from abroad, consolidated statements of financial position of the Group may be affected significantly by changes in exchange rates of US Dollar/Rupiah. Currently, the Group does not have any formal hedging policy for foreign exchange exposure. However, the Group has time deposits denominated in United States Dollars currency which provide limited hedging naturally in dealing with the impact of
fluctuations of Rupiah towards foreign
currencies.
Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko nilai wajar arus kas di masa depan yang berfluktuasi karena perubahan kurs pertukaran mata uang asing. Grup terpengaruh risiko perubahan mata uang asing terutama berkaitan dengan kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lainnya, utang usaha dan utang lainnya, utang bank dan utang obligasi dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.
Foreign exchange rate risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instruments will fluctuate because of changes in foreign exchange rates. The Group’s exposure to exchange rate fluctuations results primarily from cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, trade and other payables, bank loans and bonds payable denominated in United States Dollar.
Aset dan liabilitas moneter Grup dalam mata
uang asing pada tanggal
31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 disajikan dalam Catatan 39.
Monetary assets and liabilities of the Group denominated in foreign currencies as of March 31, 2014 and December 31, 2013 are presented in Note 39.
c. Risiko kredit c. Credit risk
Risiko kredit adalah risiko dimana pihak lawan transaksi gagal memenuhi kewajibannya berdasarkan instrumen keuangan dan menyebabkan kerugian keuangan. Grup terkena risiko ini dari kredit yang diberikan kepada pelanggan. Grup hanya melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang diakui dan dapat dipercaya. Hal ini merupakan kebijakan Grup dimana semua pelanggan yang akan melakukan pembelian secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Selain itu, posisi piutang pelanggan dipantau secara terus-menerus untuk mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih.
Credit risk is the risk that a party to a financial instrument will fail to discharge its obligation and will result in a financial loss to the other party. The Group is exposed to credit risk arising from the credit granted to its customers. The Group trades only with recognized and creditworthy third parties. It is the Group’s policy that all customers who wish to trade on credit terms are subject tocredit verification procedures. In addition, receivable balances are monitored on an ongoing basis to reduce the exposure to bad debts.
d. Risiko Likuiditas d. Liquidity risk
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, Grup mengawasi dan mempertahankan tingkat kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasi Grup dan untuk mengurangi dampak dari fluktuasi arus kas. Grup juga secara teratur mengevaluasi proyeksi dan aktual arus kas dan terus- menerus memantau kondisi pasar keuangan untuk mempertahankan fleksibilitas dalam penggalangan dana dengan berkomitmen dengan fasilitas kredit tersedia.
In the management of liquidity risk, the Group monitors and maintains a level of cash and cash equivalents deemed adequate to finance the Group’s operations and to mitigate the effects of fluctuations in cash flows. The Group also regularly evaluates the projected and actual cash flows, including its long-term loan maturity profiles, and continuously assesses conditions in the financial markets to maintain flexibility in funding by keeping committed credit facilities available.
Eksposur Grup terhadap risiko likuiditas timbul terutama dari penempatan dana dari kelebihan penerimaan kas setelah dikurangkan dari penggunaan kas untuk mendukung kegiatan usaha Grup. Grup mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan arus kas dan fasilitas bank dengan terus memonitor proyeksi arus kas dan ketersediaan dana. Grup juga menerapkan manajemen risiko likuiditas yang berhati-hati dengan mempertahankan saldo kas yang cukup yang berasal dari penagihan hasil penjualan dan menempatkan kelebihan dana kas dalam instrumen keuangan dengan tingkat risiko yang rendah namun memberikan imbal hasil yang memadai serta memperhatikan reputasi dan kredibilitas lembaga keuangan.
The Group’s exposure to liquidity risk arises primarily from the placement of funds in excess of those used to support the business activities of the Group. The Group manages liquidity risk by maintaining sufficient cash flows and bank facilities by continuously monitoring projected cash flows and availability of funds. The Group also implements prudent liquidity risk management to maintain sufficient cash balances arising from revenue collection and places the excess cash in lowrisk financial instruments that provide adequate returns, and pays close attention to the reputation and credibility of financial institutions.
d. Risiko Likuiditas (lanjutan) d. Liquidity risk (continued)
Tabel berikut ini menunjukan profil jangka waktu pembayaran liabilitas Grup berdasarkan pembayaran dalam kontrak pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013:
The table below summarises the maturity profile of the Group’s financial liabilities based on contractual payments as of March 31, 2014 and December 31, 2013:
31 Maret 2014/ March 31, 2014
< 1 tahun/ 1 - 2 tahun/ 3 - 5 tahun/ > 5 tahun/ Total/
< 1 year 1 - 2 years 3 - 5 years > 5 years Total
Utang bank 4.262.420.124.738 199.570.000.000 4.461.990.124.738 Bank loans
Utang usaha 119.223.213.021 - - - 119.223.213.021 Trade payables
Beban akrual 39.205.367.766 - - - 39.205.367.766 Accrued expenses
Obligasi Wajib Konversi - 55.835.203.000 - 55.835.203.000 Mandatory Convertible Bonds
Utang obligasi - 1.034.440.957.307 - 1.034.440.957.307 Bonds payable
Liabilitas imbalan kerja Short-term employees’
jangka pendek 1.636.085.452 - - - 1.636.085.452 benefits liabilities
Utang pembiayaan konsumen 371.145.625 196.026.873 - - 567.172.498 Customer financing payable
Utang bunga Obligasi Interest payable on Mandatory
Wajib Konversi - - 41.439.582.226 - 41.439.582.226 Convertible Bonds
Liabilitas derivatif 242.205.565 28.802.084.380 - 29.044.289.945 Derivative liabilities
Liabilitas jangka pendek
lainnya 10.949.315.582 - - - 10.949.315.582 Other Current liabilities
Total 4.434.047.457.749 199.766.026.873 1.160.517.826.913 - 5.794.331.311.535 Total
31 Desember 2013 / December 31, 2013
< 1 tahun/ 1 - 2 tahun/ 3 - 5 tahun/ > 5 tahun/ Total/
< 1 year 1 - 2 years 3 - 5 years > 5 years Total
Utang bank 4.200.534.645.584 213.307.500.000 - - 4.413.842.145.584 Bank loans
Utang usaha 374.818.087.541 - - - 374.818.087.541 Trade payables
Beban akrual 29.798.941.484 - - - 29.798.941.484 Accrued expenses
Obligasi Wajib Konversi - - 59.074.625.003 - 59.074.625.003 Mandatory Convertible Bonds
Utang obligasi - - 1.101.131.226.082 - 1.101.131.226.082 Bonds payable
Liabilitas imbalan kerja Short-term employees’
jangka pendek 1.535.635.100 - - - 1.535.635.100 benefits liabilities
Utang pembiayaan konsumen 499.933.099 393.245.792 - - 893.178.891 Customer financing payable
Utang bunga Obligasi Interest payable on Mandatory
Wajib Konversi - - 35.464.921.733 - 35.464.921.733 Convertible Bonds
Liabilitas derivatif 122.417.540 34.062.210.475 - 34.184.628.015 Derivative liabilities
Liabilitas jangka pendek
lainnya 19.754.999.349 - - - 19.754.999.349 Other Current liabilities
Total 4.627.064.659.697 213.700.745.792 1.229.732.983.293 - 6.070.498.388.782 Total
e. Pengelolaan Modal e. Capital Management
Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
The primary objective of the Group’s capital management is to ensure that it maintains healthy capital ratios in order to support its business and maximize shareholder value.
Selain itu, Grup dipersyaratkan oleh Undang- undang Perseroan Terbatas efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut dipertimbangkan oleh Grup pada Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”).
In addition, the Group is also required by the Corporate Law effective August 16, 2007 to contribute to and maintain a non-distributable reserve fund until the said reserve reaches 20% of the issued and fully paid share capital. This externally imposed capital requirements are considered by the Group at the Annual General Shareholders’ Meeting (“AGM”).
e. Pengelolaan Modal (lanjutan) e. Capital Management (continued)
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi ekonomi. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses pada tanggal
31 Maret 2014 dan
31 Desember 2013.
The Group manages its capital structure and makes adjustments to it, in light of changes in economic conditions. No changes were made in the objectives, policies or processes as of March 31, 2014 and December 31, 2013.
Kebijakan Grup adalah mempertahankan struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.
The Group’s policy is to maintain a healthy capital structure in order to secure access to finance at a reasonable cost.
44. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS 44. SUPLEMENTARY CASH FLOWS INFORMATION
Transaksi non kas yang signifikan Significant non-cash transactions
31 Maret 2014/ 31 Maret 2013/
March 31, 2014 March 31, 2013
Selisih kurs karena penjabaran Difference in foreign currency
laporan keuangan translation of financial
Entitas Anak (3.985.617.035) (235.065.932) statements of the Subsidiary
45. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PERIODE