• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa :

2. Mengenal bentuk anatomi sistem kardiovaskular

3. Mengetahui pengukuran tekanan darah dengan berbagai metode 4. Mampu melakukan pengukuran denyut nadi pada manusia

5. Mampu mengetahui berbagai faktor yang mempengaruhi tekanan darah dan denyut nadi.

B. DASAR TEORI

Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan Ph tubuh (bagian dari homeostasis). Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah terbuka dan sistem peredaran darah tertutup. Sistem peredaran darah yang merupakan juga bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler dibentuk) Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimiadan fisiologis cairan tubuh.

Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan (lihat respirasi). Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka diproses atau disimpan. Metabolit yangdihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh.

Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup. sistem peredaran darah yang merupakan juga bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme didukung oleh BAB

VII

60

metabolisme setiap sel dalam tubuhdan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh.

1. Pertama" darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalamarah yang berlawanan (lihat respirasi)

2. Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengonsumsi sesuai dengan kebutuhan mereka diproses atau disimpan.

Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh. Komponen sistem kardiovaskular

Komponen sistem kardiovaskuler 1. Jantung

61

Jantung (bahasa latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang.

Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah. Bagian-bagian dari jantung:

Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam ronggatorakik, di balik tulang dada. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri.

Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama pericardium, yang tertempel pada diafragma.

Lapisan pertamamenempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung.

Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan di mana dinding pemisah diantara serambi / bilik jantung.

Cara Kerja Jantung

Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol. Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atriumkanan. Setelah atrium kanan terisi darah ia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis.

Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (pembuluh kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen melepaskan karbondioksida dan selanutnya dialirkan kembali ke jantung.

62 Bunyi Jantung

Siklus jantung menghasilkan bunyi jantung. Tiap denyut jantung menghasilkan dua bunyi “lubdub”. Bunyi pertama dan terlama terjai akibat penutupan katup AV oleh sistolventrikel .Bunyi kedua disebabkan oleh penutupan katup semilunaris aorta dan pulmonalis. Jika ada katup yang tidak menutup sempurna akan terdengan bunyi tambahan yang disebut bising jantung

2. Darah

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.

Istilah medis yang berkaitan dengan darahdiawali dengan kata hemo-atauhemato yang berasal dari bahasa yunani haima yang berarti darah.

Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.

Darah manusia berwarna merah antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. 1arna merah pada darah disebabkanoleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerapoksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah

63

kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cavasuperior dan cava inferior.

Tekanan darah

Tekanan darah adalah kekuatan darah untuk melawan dinding pembuluh darah. Semakin jauh darah mengalir dari jantung"tekanannya makin rendah.

Sistol normal berkisar antara 90-135mmHg dan Diastol normal antara 60-85 mmHg

3. Pembuluh darah (Arteri vena dan kapiler) a. Arteri

Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. fungsi ini bertolak belakang dengan fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung.

b. Vena

pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung.Darahnya banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuhdan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah.Dengan adanya katup tersebut aliran darah tetap mengalir menuju jantung.

Jika vena terluka darah tidak memancar tetapi merembes. Dari seluruh tubuh pembuluh darah balik bermuara menjadi satu pembuluh darah balik besar yang disebut vena cava. Pembuluh darah ini masuk ke jantung melalui serambi kanan.

Setelah terjadi pertukaran gas diparu-paru darah mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini membawa darah yang kaya oksigen. Jadi, darah dalam semua pembuluh vena banyak mengandung karbon dioksida kecuali vena pulmonalis.

c. Kapiler

Kapiler terdapat pada paru-paru jaringan tubuh. Kapiler berfungsi sebagai pertukaran gas dengan O2 dan CO2.

64 C. ALAT

1. Stop watch/jam 2. Tensi meter 3. Tetoskop D. PROSEDUR

1. Pengukuran denyut nadi

a. OP duduk dengan tenang, sandarkan lengan pada meja

b. Rasakan denyutan yang terjadi pada arteri radialis di pergelapan tangan dengan menggunakan jari telunjuk

c. OP melakukan aktivitas sedang dengan berlari ditempat selama 3 menit d. Ukur kembali denyut nadi setelah melakukan aktivitas.

2. Pengukuran dengan cara palpasi(peradaban)

a. Op duduk dengan tenang, sandarkan lengan pada meja

b. Pasangkan manset pada lengan atas, jangan terlalu kencang atau terlalu kendur.

c. Tutup sekrup pentil pada bola karet yang dipegang dengan tangan kanan.

d. Rabalah nadi pada pergelangan tangan yang akan diukur tekanannya e. Berangsur-angsur kembangkan manset dan perhatikan tekanan pada saat

denyut nadi menghilang, naikkan tekanan

f. Turunkan tekanan berangsur-angsur dengan cara perlahan-lahan.

65

ANATOMI SIRKULASI DARAH

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Mengetahui Bagian— Bagian dan Letak Pembuluh-Pembuluh Darah.

2. Mengidentifikasi Struktur Jantung Dan Melacak Siklus Jantung.

3. Menjelaskan Mengapa Sinoatrial Merupakan Pemacu Jantung.

B. DASAR TEORI

Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas dua bagian. Bahan interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan di dalamnya terdapat unsurunsur padat, yaitu sel darah. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu perdua belas berat badan atau kia-kira 5 liter. Sekitar 55 persennya adalah cairan, zat terlarut/tersuspensi di dalamnya. Plasma merupakan cairan komponen penyusun darah yang memiliki komposisi sangat berbeda dari cairan intrasel.

Plasma mengandung sejumlah protein yang berperan sangat penting untuk menghasilkan tekanan osmotik.

Sistem aliran darah mencakup jantung, arteria, kapiler, sinulosa, dan vena.

Kelimanya ditentukan dari posisinya dalam sirkuis vaskular. Juga dikendali diri bagian histologinya yang mencerminkan kekuatan khusus untuk bertahan serta kontrol fungsi vaskular dari setiap jenisnya. Kelompok arteri mengalirkan darah dari jantung menuju jaringan menahan dengan kuat dari denyutan jantung serta perubahan kecepatan darah, juga mengatur aliran darah ke dalam kapiler serta sinulosa.

Jantung merupakan organ pemompa yang besar yang memelihara peredaran melalui seluruh tubuh. Arteri membawa darah dari jantung, vena membawa darah ke jantung, kapiler menggabungkan arteri dan vena, terentang di antaranya dan merupakan jalan lalu lintas antara makanan dan bahan buangan. Di sini juga BAB

VIII

66

terjadi pertukaran gas dalam cairan extraseluler atau interstisiil. Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram.

Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, tetapi cara bekerjanya menyerupai otot polos yaitu diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom). Bentuk jantung menyerupai jantung pisang, bagian atasnya tumpul (pangkal jantung) dan disebut juga basis kordis. Di sebelah bawah agak runcing yang disebut apeks kordis.

Letak jantung di dalam rongga dada sebelah depan (kavum mediastinum anterior), sebelah kiri bawah dari pertengahan rongga dada, di atas diafragma, dan pangkalnya terdapat di belakang kiri antara kosta V dan VI dua jari di bawah papila mamae. Pada tempat ini teraba adanya denyutan jantung yang disebut iktus kordis. Ukurannya lebih kurang sebesar genggaman tangan kanan dan beratnya kira-kira 250-300 gram.

Jantung adalah organ empat ruang yang menggerakkan darah melalui sistem sirkulasi. Jaringan jantung terdiri dari sel otot jantung yang saling berhubungan melalaui diskus interkulatus. Darah memasuki atrium jantung dari sirkulasi vena dan meninggalkan jantung di ventrikel melalui sirkulasi arteri. Katup antara pasangan antrium-ventrikel dan pasangan ventrikel-arteri mencegah aliran balik darah selama kontraksi dan mendoronga aliran darah dalam satu arah. Jantung memiliki kemampuan untuk mengadakan tanggapan bila mandapat rangsangan dengan intensitas yang cukup besar. Tanggapan jantung berupa perambatan potensial aksi dan kontraksi mekanik. Potensial aksi pada jantung agak berbeda dengan pada saraf dan otot. Pada jantung potensial aksi mempunyai bentuk seperti plateau dan berlangsung agak lama (dalam satuan waktu detik), sedangkan pada saraf satuan waktunya adalah milidetik

Darah yang dipompa keluar jantung mempunyai kekuatan dan kecepatan mengalir tertentu. Kekuatan ini diteruskan oleh pembuluh nadi. Karena otot pembuluh nadi mempunyai elastisitas, maka nadi ikut berdenyut. Tekanan darah dapat diukur dengan tensimeter yang mengukur tekanan sistolis dan tekanan

67

diastolis. Umumnya pada orang dewasa sehat, tekanan sistolis sebesar 120 mmHg dan tekanan diastolis sebesar 80 mmHg. Pengukuran tekanan darah merupakan pengujian klinik yang umum.

Pengukuran ini selalu diwujudkan sebagai suatu pecahan, misalnya 120/80.

Angka dari pembilang tersebut merupakan tekanan darah arteri selama sistole.

Unit dari pengukuran adalah torr, pada contoh ini tekanan sama dengan tekanan yang dihasilkan oleh kolom dari air raksa dengan tinggi 120 mm. Angka sebutan merupakan tekanan selama diastole. Tekanan diastole menunjukkan keadaan jantung ketika kendur dan ada tekanan tertentu pada sistem arteri. Sedangan tekanan diastole menunjukkan keadaan jantung ketika berkontraksi sehingga tekanan meningkat.

Tempat menggambar hasil amatan Untuk mengukur tekanan darah

Untuk mendeteksi denyut jantung/ pembuluh nadi

2. Bahan

Bahan yang digunakan dalam praktikum sistem transport dan darah adalah sebagai berikut:

a. Model pengamatan tekanan darah b. Torso jantung

D. PROSEDUR KERJA

Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut:

1. Menyiapkan alat dan bahan (torso jantung Sfignomanometer dan stetoskop) yang akan digunakan.

68

2. Mengamati bahan yang ada dan menggambar hasil pengamatan serta menunjukkan bagian-bagiannya.

3. Melakukan tes golongan darah dengan menggunakan aglutinin A dan aglutinin B. tusukan jarum pada ujung jari kemudian diteteskan pada kaca objek secara terpisah. Kemudian teteskan agglutinin A pada sampel 1 dan aglutinin B pada sampel 2.

4. Mendeteksi denyut jantung/ pembuluh nadi dengan menggunakan tetoskop, kemudian mengukur tekanan darah menggunkan sfignomanometer serta mencatat berapa tekanan darah yang tertera pada alat tersebut

E. HASIL PENGAMATAN

1. Pengamatan pada komponen-komponen darah

Keterangan :

1. Eritrosis (sel darah merah) 2. Leukosit (sel darah putih)

a. Basofil b. Monosit c. limfosit d. Neutrofit e. Eusinofil

69 3. Trombosit (Kepig-keping darah)

4. Plasma darah

2. Pengamatan pada penampang jantung

Keterangan :

1. Vena cava inverior 2. Katub aorta

3. Vena pulmonalis kanan 4. Atrium kanan

5. Katub trikuspidalis 6. Vena cava inferior 7. Ventrikel kanan 8. Ventrikel kiri 9. Katub bikuspidali 10. Vena pulmonalis kiri 11. Arteri pulmonalis 12. Aorta

70

ANATOMI SISTEM PERSYARAFAN

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran ini mahasiswa mampu:

1. Menjelaskan susunan saraf pusat dan fungsinya.

2. Menjelaskan susunan saraf perifer dan fungsinya.

B. DASAR TEORI 1. SEL SARAF

a. Sel saraf disebut juga dengan neuron.

b. Fungsi: mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan.

c. Jutaan sel saraf/neuron membentuk suatu Sistem Saraf.

d. Setiap neuron terdiri dari : satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma(inti sel).

e. Dari badan sel keluar dua macam serabut , yaitu dendrit & akson (neurit).

f. Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan beberapa dendrit.

g. Fungsi dendrit: mengirimkan impuls ke badan sel saraf.

h. Fungsi akson : mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain.

i. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin.

j. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin.

k. Fungsi mielin : melindungi akson dan memberi nutrisi.

l. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut Nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls

2. SUSUNAN SARAF

Susunan saraf terdiri atas : susunan saraf pusat (SSP), dan susunan saraf perifer.

BAB IX

71

a. Susunan Saraf Pusat (terdiri atas: otak dan medula spinalis) 1) Otak

Pusat pengatur dari segala kegiatan manusia.

Di bungkus oleh selaput otak (meningen).

Terletak dalam rongga cranium.

beratnya lebih kurang 1/50 dari berat badan.

Bagian utama otak : otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak.

Meningen adalah selaput yg membungkus otak dan sumsum tulang.

Melindungi struktur saraf halus yg membawa pembuluh darah dan cairan serebrospinalis (CSS).

Terdiri 3 lapis : dura mater, araknoid & pia mater.

Fungsi CSS: Melembabkan otak & medula spinalis, melindungi alat- alat dalam medula spinalis & otak dari tekanan dan melicinkan alat-alat dalam medula spinalis & otak.

a) Otak besar

(1) Pengendali kegiatan tubuh yang disadari.

(2) Dibagi menjadi 2 belahan, yaitu hemisfer kanan dan hemisfer kiri (3) Otak besar hemisfer kanan: mengatur dan mengendalikan

kegiatan tubuh sebelah kiri

(4) Otak hemisfer kiri : mengatur dan mengendalikan bagian tubuh sebelah kanan.

(5) Fungsi:

(a) Mengingat pengalaman yang lalu.

(b) Pusat persarafan yang menangani aktivitas mental, akal, intelegensi, keinginan dan memori.

(c) Pusat menangis, buang air besar & kecil.

b) Otak kecil

(1) Letak di bagian belakang otak besar, tepatnya di bawah otak besar.

(2) Serabut saraf yang masuk dan keluar dari otak besar harus melewati serebelum.

72

(3) Terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih.

(4) Memiliki 2 belahan, yaitu belahan kiri dan belahan kanan.

(5) Fungsi:

(a) Pengatur keseimbangan tubuh dan rangsangan pendengaran ke otak.

(b) Pusat penerima impuls dari medula spinalis dan nervus vagus.

(c) Kortek serebelum mengatur gerakan sisi tubuh, mengkoordinasikan kerja otot ketika seseorang akan melakukan kegiatan

c) Batang otak

(1) Terdiri dari: diensefalon, mesensefalon, pons varoli & medula oblongata.

(2) Fungsi: mengatur refleks fisiologis, seperti kecepatan napas, denyut jantung, suhu tubuh, tekanan darah, dan kegiatan lain yang tidak disadari.

(3) Diensefalon:

(a) Kumpulan sel saraf yg terdapat di lobus temporalis.

(b) Fungsi: mengecilkan pembuluh darah, membantu proses pernafasan, mengontrol kegiatan reflek dan membantu kerja jantung.

(4) Mesensefalon:

Fungsi: (a) membantu pergerakan mata & mengangkat kelopak mata, dan (b) memutar mata & pusat pergerakan mata.

(5) Pons Varoli:

Fungsi : pusat saraf nervus trigeminus.

(6) Medula Oblangata:

(a) Bagian batang otak bagian bawah.

(b) Menghubungkan pons varoli dengan medula spinalis.

(c) Fungsi: mengontrol kerja jantung, mengecilkan pembuluh darah, pusat pernafasan dan mengontrol kegiatan refleks

73 2) Medula Spinalis

a) Bagian SSP yang terletak di kanalis vertebra.

b) Dimulai dari bagian bawah medula oblongata (setinggi vertebra servilkalis 1) memanjang sampai vertebralis II lumbalis.

c) Mengurus persarafan tubuh, anggota badan dan bagian kepala.

d) Terdapat sakus arakhnoid yg berisi cairan otak sampai ke vertebra sakralis.

e) Terdapat 31 pasang saraf : (1) Servikal: 8 pasang (2) Torakal: 12 pasang (3) Lumbal: 5 pasang (4) Sakral: 5 pasang (5) Koksigis: 1pasang

f) Sumsum tulang belakang dibungkus 3 selaput : dura meter (selaput luar), arakhnoid (selaput jaringan), dan pia meter (selaput dalam).

g) Fungsi:

(1) Pusat gerakan otot-otot tubuh terbesar.

(2) Mengurus kegiatan refleks spinalis serta refleks lutut.

(3) Menghantarkan rangsang koordinasi otot dan sendi ke serebelum.

(4) Penghubung antar segmen medula spinalis.

(5) Mengadakan komunikasi antara otak dan semua bagian tubuh

b. Susunan Saraf Perifer

Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang membawa pesan dari dan ke sistem saraf pusat. Terdiri atas: susunan saraf somatik, dan susunan saraf otonom.

1) Susunan Saraf Somatik

a) Susunan saraf yang mengatur aktivitas otot sadar (serat lintang).

74

b) Terdiri 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang.

c) Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit, sistem saraf pusat, dan otot-otot rangka.

d) Proses ini dipengaruhi saraf sadar sehingga tubuh dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini.

e) Contoh cara kerja sistem somatik: Ketika kita mendengar bel rumah berbunyi, isyarat dari telinga akan sampai ke otak. Otak menterjemah- kan pesan tersebut dan mengirimkan isyarat ke kaki untuk berjalan mendekati pintu dan meng- isyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu.

f) 12 Saraf Kranial:

(1) Olfaktorius (2) Optikus

(3) Okulomotorius (4) Troklearis (5) Trigeminus (6) Abdusen (7) Fasialis (8) Auditorius (9) Glosofaringeus (10) Vagus

(11) Asesorius (12) Hipoglosaus 2) Susunan Saraf Otonom

a) Saraf-saraf yang bekerjanya tidak disadari, bekerja otomatis.

b) Bergantung pada SSP.

c) Saraf otonom berkenaan dengan organ-organ dalam.

d) Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung.

75

e) Terdiri atas: sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis.

(1) Sistem Saraf Simpatis

(a) Letak didepan kolumna vertebra dan berhubungan dan bersambung dengan sutul melalui serabut saraf.

(b) Sistem saraf simpatik disebut juga sistem saraf torakolumbar, karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke- 1 sampai dengan ke-12.

(c) Fungsi:

(i) mempercepat denyut jantung (ii) memperlebar pembuluh darah (iii) memperlebar bronkus

(iv) mempertinggi tekanan darah (v) memperlambat gerak peristaltis (vi) memperlebar pupil

(vii) menghambat sekresi empedu (viii) menurunkan sekresi ludah (ix) meningkatkan sekresi adrenalin.

(2) Sistem Saraf Parasimpatis

(a) Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral, karena saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sacral.

(b) Terdiri atas saraf otonom kranial dan saraf otonom sakralis.

(c) Saraf kranial otonom : nervus kranial 3, 7, 9 & 10.

(d) Saraf kranial otonom : keluar dari sutul melalui daerah sakrak, melayani kolon, rektum & kandung kemih.

(e) Fungsi berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung, sedangkan pada sistem saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung.

76 (f) Fungsi:

(i) mempersarafi & merangsang sekresi kelj air mata, kelenjar sublingualis, submandibularis, & kelenjar mukosa rongga hidung.

(ii) mempersarafi sebagian besar alat tubuh yaitu jantung, paru-paru, GIT, ginjal, pankreas, limpa, hepar dan kelenjar supra renalis.

(iii) mempersarafi kolon desenden, sigmoid, rektum, vesika urinaria dan alat kelamin (saraf berpusat di sakral II, III, dan IV).

(iv) merangsang refleks miksi & defekasi bila kandung kemih &

rektum tegang.

3. FISIOLOGI SISTEM SARAF

Sistem saraf mengatur kegiatan tubuh yang cepat seperti:

a. Kontraksi otot

b. Menerima informasi dari berbagai organ, dan c. Menentukan reaksi yang harus dilakukan.

77

ANATOMI SISTEM PERKEMIHAN

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran ini mahasiswa mampu:

Setelah mengikuti pembelajaran ini mahasiswa mampu:

Dokumen terkait