• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.6 FLOWCHART PERCOBAAN

3.6.1 Tahap Pre Treatment Minyak Jelantah

Adapun flowchart tahap pre-treatment minyak jelantah dapat dilihat pada Gambar 3.2.

Mulai

Mulai

Karbon aktif dimasukkan sebanyak 20% berat terhadap minyak jelantah pada sebuah wadah

Karbon aktif dimasukkan sebanyak 20% berat terhadap minyak jelantah pada sebuah wadah

Pengadukan dilakukan pada 250 rpm selama 30 menit

Pengadukan dilakukan pada 250 rpm selama 30 menit

Campuran didiamkan hingga impuritas mengendap

Campuran didiamkan hingga impuritas mengendap

Pemisahan dilakukan dengan menggunakan filtrasi vakum

Pemisahan dilakukan dengan menggunakan filtrasi vakum

Selesai

Selesai

Filtrat diambil sebagai TWCO dan dilakukan uji densitas, viskositas, komposisi, serta kadar FFA

Filtrat diambil sebagai TWCO dan dilakukan uji densitas, viskositas, komposisi, serta kadar FFA

Minyak jelantah diuji densitas, viskositas, dan kadar FFA-nya

Minyak jelantah diuji densitas, viskositas, dan kadar FFA-nya

TWCOdisimpan dan digunakan untuk proses pembuatan biodiesel

TWCOdisimpan dan digunakan untuk proses pembuatan biodiesel

3.6.2 Tahap Persiapan Katalis

3.6.2.1Persiapan Katalis Zeolit Alam

Adapun flowchart tahap persiapan katalis zeolit alam dapat dilihat pada Gambar 3.3.

Mulai

Mulai

Zeolit alam sebanyak 500 gram dihancurkan dengan ball

mill selama 4 jam

Zeolit alam sebanyak 500 gram dihancurkan dengan ball

mill selama 4 jam

Zeolit alam diayak menggunakan ayakan 200 mesh

Zeolit alam diayak menggunakan ayakan 200 mesh

Selesai

Selesai

Hasil ayakan disimpan dalam wadah tertutup dan siap digunakan

Hasil ayakan disimpan dalam wadah tertutup dan siap digunakan

3.6.2.2Persiapan Katalis CaO dari Cangkang Telur Ayam

Adapun flowchart tahap persiapan CaO dari cangkang telur ayam dapat dilihat pada Gambar 3.4.

Mulai

Mulai

Cangkang telur ayam dicuci dengan aquadest untuk menghilangkan impuritas

Cangkang telur ayam dicuci dengan aquadest untuk menghilangkan impuritas

Cangkang telur dikeringkan dengan oven pada suhu 110 °C selama 4 jam

Cangkang telur dikeringkan dengan oven pada suhu 110 °C selama 4 jam

Cangkang telur dihancurkan dengan ball mill selama 4 jam

Cangkang telur dihancurkan dengan ball mill selama 4 jam

Cangkang telur diayak menggunakan ayakan 200 mesh

Cangkang telur diayak menggunakan ayakan 200 mesh

Selesai

Selesai

Cangkang telur yang lolos ayakan dikalsinasi dengan

furnace pada suhu 1.000 °C selama 2 jam

Cangkang telur yang lolos ayakan dikalsinasi dengan

furnace pada suhu 1.000 °C selama 2 jam

Katalis disimpan dalam wadah tertutup dan siap digunakan

Katalis disimpan dalam wadah tertutup dan siap digunakan

Analisis kadar CaO dilakukan terhadap hasil kalsinasi

Analisis kadar CaO dilakukan terhadap hasil kalsinasi

Gambar 3.4 Flowchart Percobaan Tahap Persiapan Katalis CaO dari Cangkang Telur Ayam

3.6.3 Tahap Transesterifikasi TWCO

Adapun flowchart tahap transesterifikasi TWCO dapat dilihat pada Gambar 3.5.

Mulai

Mulai

Analisis kadar asam lemak bebas, densitas, dan viskositas TWCO dilakukan

Analisis kadar asam lemak bebas, densitas, dan viskositas TWCO dilakukan

TWCO dimasukkan sebanyak 50 gram ke dalam labu leher tiga

TWCO dimasukkan sebanyak 50 gram ke dalam labu leher tiga

TWCO dipanaskan dengan hot plate hingga mencapai suhu reaksi

TWCO dipanaskan dengan hot plate hingga mencapai suhu reaksi

Reaksi dilangsungkan dengan pengadukan menggunakan

magnetic stirrer hingga waktu reaksi tercapai.

Reaksi dilangsungkan dengan pengadukan menggunakan

magnetic stirrer hingga waktu reaksi tercapai.

Campuran dimasukkan ke dalam corong pemisah dan dibiarkan hingga terbentuk 2 lapisan.

Campuran dimasukkan ke dalam corong pemisah dan dibiarkan hingga terbentuk 2 lapisan.

Pelarut metanol dan katalis CaO/Zeolit dimasukkan ke dalam labu leher tiga

Pelarut metanol dan katalis CaO/Zeolit dimasukkan ke dalam labu leher tiga

Lapisan bawah dikeluarkan dari corong pemisah

Lapisan bawah dikeluarkan dari corong pemisah

Air panas pada suhu 80 °C ditambahkan ke dalam metil ester, dikocok perlahan, dan didiamkan selama 5 menit

Air panas pada suhu 80 °C ditambahkan ke dalam metil

ester, dikocok perlahan, dan didiamkan selama 5 menit

Lapisah bawah dikeluarkan dari corong pemisah

Lapisah bawah dikeluarkan dari corong pemisah

A

A

Campuran dipisahkan dari katalis dengan pompa vakum

Metil ester didinginkan lalu ditimbang dan dilakukan analisis dengan instrumen, yaitu: densitas, viskositas,

kemurnian, dan titik nyala

Metil ester didinginkan lalu ditimbang dan dilakukan analisis dengan instrumen, yaitu: densitas, viskositas,

kemurnian, dan titik nyala

Selesai

Selesai

A

A

Pencucian diulang hingga air buangan menjadi jernih

Pencucian diulang hingga air buangan menjadi jernih

Metil ester dipanaskan pada suhu 105 °C menggunakan

hotplate dan diaduk menggunakan magnetic stirrer.

Metil ester dipanaskan pada suhu 105 °C menggunakan

hotplate dan diaduk menggunakan magnetic stirrer.

Gambar 3.5 Flowchart Percobaan Tahap Transesterifikasi TWCO 3.7PROSEDUR ANALISIS

3.7.1 Analisis Gugus Fungsi

Analisis gugus fungsi katalis dilakukan dengan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) di Laboratorium Sentral Universitas Malang, Jawa Timur.

3.7.2 Analisis Kadar Free Fatty Acid

Analisis kadar free fatty acid bahan baku dilakukan di Laboratorium Oleokimia, Pusat Penelitian Kelapa Sawit menggunakan standar AOCS 5a – 40 (1989).

3.7.3 Analisis Kadar CaO

Analisis kadar CaO dilakukan dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) di Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

3.7.4 Analisis Morfologi dan Komposisi Unsur pada Katalis

Analisis morfologi dan komposisi unsur pada katalis dilakukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) serta Energy Dispersive X- ray Spectroscopy (SEM-EDX) di Laboratorium Sentral Universitas Malang dan Laboratorium Fisika Universitas Negeri Medan.

3.7.5 Analisis Komposisi Bahan Baku dan Biodiesel

Analisis komposisi bahan baku minyak jelantah dan TWCO menggunakan instrumen Gas Chromatography (GC) dengan AOCS Official Method Cd 11b-91, sedangkan analisis komposisi biodiesel menggunakan AOCS Official Method Ce 1b-89.

3.7.6 Analisis Densitas dan Viskositas Kinematik

Untuk analisis densitas menggunakan metode tes OECD 109. Untuk pengukuran densitas ini menggunakan peralatan utama yaitu piknometer. Perbedaan berat kosong dan penuh dihitung pada suhu 40 °C. Sedangkan Untuk

analisis viskositas menggunakan metode tes ASTM D-445. Untuk pengukuran viskositas ini menggunakan peralatan utama yaitu viskosimeter Ostwald tube tipe kapiler, viscosimeter holder dan bath pemanas pada 37,8oC. Termometer yang digunakan dengan ketelitian 0,02oC dan menggunakan stop watch dengan ketelitian 0,2 detik.

3.7.7 Analisis Titik Nyala

Analisis titik nyala dilakukan di Laboratorium Oleokimia, Pusat Penelitian Kelapa Sawit dengan metode closed cupflash tester.

BAB IV

Dokumen terkait