• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2016

B. FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)

34

1. Gambaran Umum

FGD dilakukan kepada 15 siswa reguler yang telah ditentukan menjadi peserta psikodrama melalui asesmen. Pada tahap ini peneliti mengidentifikasi interaksi peserta psikodrama dengan siswa ABK secara rinci yang digunakan sebagai acuan konsep skenario psikodrama. Pada tahap ini peneliti berperan sebagai fasilitator yang akan mendampingi peserta dalam pelaksanaan FGD dan mempersiapkan sarana maupun prasarana penunjang yang akan digunakan dalam pelaksanaan FGD.

2. Tujuan

a. Membangun rapport baik antara peserta psikodrama dengan fasilitator maupun antar peserta psikodrama

b. Menciptakan suasana yang kondusif dan nyaman dalam kelompok. c. Mengidentifikasi interaksi antara peserta psikodrama dengan siswa ABK d. Menjadi acuan penyusunan konsep skenario psikodrama

3. Metode

a. Ice Breaking

b. Focus Group Discussion (FGD)

4. Waktu

Waktu pelaksanaan FGD dilakukan dalam sekali pertemuan sebelum pelaksanaan psikodrama.

5. Tahapan

a. Ice Breaking

- Gambaran Umum

Ice Breaking merupakan permainan bertujuan untuk memecahkan kebekuan sehingga peserta bersemangat dalam mengikuti kegiatan. Pada tahap ini fasilitator memberikan permainan yang digunakan sebagai media perkenalan dan pengakraban antara fasilitator dengan peserta dan antar peserta.

- Tujuan

 Menciptakan suasana yang akrab dan nyaman dalam kelompok  Membuat peserta bersemangat dan fokus dalam kegiatan

- Waktu

Pelaksanaan ice breaking ± 15 menit sebelum FGD dimulai. - Tahapan

 Kelompok peserta diminta untuk berbaris membentuk lingkaran  Fasilitator menyalakan musik sambil mengoper bole ke salah satu

peserta dan bola terus berputar diantara peserta. Bola berhenti ketika fasilitator menghentikan musiknya.

 Peserta yang mendapatkan bola diminta untuk memperkenalkan dirinya secara lengkap yaitu menjelaskan nama, asal daerah, tempat tanggal lahir, alamat, hobi, cita-cita masing-masing, dan pernyataan-pernyataan lain yang bisa ditambahkan, kemudian peserta diminta

35

untuk menceritakan hal yang pernah dialami yang tidak disukai tentang siswa ABK.

 Setelah memperkenalkan diri, peserta diminta untuk mengoper kembali bola tersebut kepada teman di samping kanan atau kirinya dan bagi peserta yang sudah mendapat bola harus mundur ke belakang satu langkah. Hal ini bertujuan agar permainan lebih efektif dan efisien waktu.

 Permainan berkahir ketika semua peserta sudah mendapat giliran perkenalan diri.

b. Focus Group Discussion (FGD) - Gambaran Umum

Focus Group Discussion ini dilakukan setelah kegiatan Ice Breaking: Bola Perkenalan. Pada Focus Group Discussion fasilitator melakukan pembangunan rapport (pendekatan lebih jauh dengan peserta). Setelah itu fasilitator mengidentifikasi permasalahan yang pernah dialami oleh siswa reguler dalam proses interaksi dengan siswa ABK di sekolah dengan cara memberikan kesempatan pada setiap peserta untuk bercerita. Fasilitator diharapkan mampu menciptakan suasana yang hangat dan akrab sehingga para peserta dapat mengungkapkan perasaan dan pemikiran mereka secara jujur, terbuka, baik dan leluasa.

- Tujuan

1. Peserta dapat mengenal peserta yang lainnya dalam kelompok secara dekat

2. Fasilitator mampu mengenal peserta secara lebih dekat

3. Mengidentifikasi faktor-faktor permasalahan interaksi peserta dengan siswa ABK di sekolah

4. Mengetahui permasalahan yang dihadapi peserta dengan berbagai sudut pandang peserta dalam menyikapinya

5. Hasil FGD menjadi acuan penyusunan konsep skenario psikodrama - Waktu

Focus Group Discussion (FGD) ini dilakukan satu kai pertemuan dengan durasi ± 60 menit.

- Tahapan

1. Fasilitator memperkenalkan diri kembali di depan peserta psikodrama. Isi perkenalannya adalah nama, asal daerah, tempat tanggal lahir, alamat, hobi dan cita-cita dan pernyataan-pernyataan lain yang bersifat membangun kondisi yang nyaman dan kondusif bagi seluruh anggota.

36

2. Fasilitator memberikan waktu apabila ada hal lain yang ingin ditanyakan tentang informasi fasilitator.

3. Fasilitator mengajak peserta untuk berdiskusi dengan tema sekolah inklusif secara umum yang kemudian difokuskan kepada permasalahan tentang interaksi siswa reguler terhadap siswa ABK.

4. Fasilitator menanyakan permasalahan yang pernah dialami oleh peserta siswa reguler terkait interaksinya dengan siswa ABK.

5. Peserta lain diminta untuk memberikan tanggapan ataupun klarifikasi tentang hal yang telah diceritakan oleh peserta tersebut.

6. Fasilitator kemudian menyimpulkan secara umum permasalahan yang terdapat pada interaksi antara siswa reguler dan siswa ABK dan menyampaikan kesimpulan tersebut sebagai klarifikasi atas permasalahan yang dialami oleh siswa reguler.

7. Fasilitator dan peserta mendata siswa ABK yang ingin diperankan oleh masing-masing peserta.

c. Pembentukan Norma Kelompok - Gambaran umum :

Pembentukan norma kelompok digunakan untuk membuat peraturan kelompok secara bersama-sama yang melingkupi hal-hal yang boleh dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama proses pelaksanaan Psikodrama ini berlangsung. Pembentukan norma kelompok ini juga berguna untuk keamanan dan kenyamanan peserta selama pelaksanaan psikodrama.

- Tujuan :

1. Peserta dapat membentuk peraturan dalam kelompok dan mengambil keputusan untuk kesepakatan secara bersama-sama.

2. Memahami hal-hal yang boleh dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama kegiatan psikodrama ini berlangsung.

- Waktu :

Waktu pelaksanaan pada tahap ini adalah ± 15 menit setelah fasilitator mengidentifikasi permasalahan interaksi antara peserta dengan siswa ABK. - Tahapan :

1. Fasilitator menjelaskan gambaran kegiatan psikodrama secara umum kepada peserta.

2. Fasilitator menjelaskan pentingnya untuk membuat norma kelompok dan menawarkan kepada peserta pembuatan norma kelompok.

37

3. Anggota kelompok diberikan kesempatan untuk memberikan kritik maupun saran untuk pembentukan norma kelompoknya.

4. Peserta menyepakati norma yang telah dibentuk secara bersama-sama. 5. Fasilitator menuliskan hasil kesepakatan norma kelompok yang telah

dibentuk

6. Peserta diminta untuk dapat mematuhi norma kelompok yangtelah dibentuk.

7. Fasilitator membacakan kembali norma yang telah disepakati oleh peserta.

d. Pembagian Kelompok - Gambaran Umum

Pembagian kelompok digunakan untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan psikodrama dalam pembagian peran.

- Tujuan

1. Peserta dapat mempersiapkan diri sebelum bermain peran dihadapan peserta lain sehingga pelaksanaan psikodrama diharapkan optimal.

2. Peserta mengetahui urutannya dalam bermain peran. - Waktu

Waktu pelaksanaan pada tahap ini adalah ± 15 menit setelah pembentukan norma.

- Tahapan

1. Fasilitator membagi peerta menjadi 3 kelompok secara acak di mana masing-masing kelompok terdiri dari 5 peserta.

2. peserta diminta berkumpul sesuia dengan kelompoknya dan mengatur urutan anggota kelompok yang berperan menjadi pemeran utama (protagonis).

3. Fasilitator mencatat urutan tampilan psikodrama masing-masing kelompok dan membacakannya kembali.

4. Fasilitator meminta peserta agarmengamati bagaimana kebiasaan dan perilaku siswa ABK yang akan diperankannya ketika di sekolah.

C. PELAKSANAAN

Dokumen terkait