Indikator yang umum dipakai untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi
3 ‐ 18 | Gambaran Umum Wilayah & Investasi
migas. Persentase Nilai PDRB Atas Harga Konstan Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2012 masih didominasi dari sektor pertambangan dan penggalian sebesar 48% dan sektor pertanian masih memberikan kontribusi sangat minim yaitu hanya 5%, Persentase Nilai PDRB Atas Harga Berlaku Konstan Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2012 masih didominasi dari sektor pertambangan dan penggalian sebesar 48% dan sektor pertanian masih memberikan kontribusi sangat minim yaitu hanya 5%, padahal sektor pertanian mampu memberikan manfaat yang luas kepada masyarakat dan lebih ramah lingkungan.
Gambar. 3.5
Struktur PDRB Triwulan II/2014 Menurut Lapangan Usaha Provinsi Kalimantan Timur
Persentase Nilai PDRB Atas Harga Berlaku Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2012 masih didominasi dari sektor pertambangan dan penggalian sebesar 47,44% dan sektor pertanian masih memberikan kontribusi sangat minim yaitu hanya 6,16%, dalam pembangunan kedepan diharapkan Provinsi Kalimantan Timur mulai mengurangi ketergantungan dari sektor pertambangan dan penggalian dan mulai beralih ke sektor pertanian yang mampu dinikmati oleh masyarakat secara luas.
Gambar. 3.6
Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Non Migas Atas Dasar Harga Berlaku menurut Kabupaten/Kota (%), 2013
Sumber : Kaltim dalam angka 2014
Pertumbuhan Ekonomi
Selama satu dasawarsa terakhir ini, laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur selalu mengalami pertumbuhan positif meskipun terjadi fluktuasi di setiap tahunnya. Pada tahun 2013 laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur tercatat 1,59 % lebih lambat dibanding tahun 2012 yang tumbuh 3,98%. Kinerja pertumbuhan yang melemah ini banyak dipengaruhi oleh komoditas migas baik tambang migas maupun industri pengolahan LNG dan Pengilangan Minyak bumi, juga dipengaruhi melemahnya kinerja batubara yang diakibatkan melemahnya harga batubara. Hal ini tergambar dari laju pertumbuhan ekonomi tanpa migas maupun tanpa batubara. Jika tanpa migas, laju pertumbuhan ekonomi Kaltim ternyata mencapai 5,17 persenpada tahun 2013. Selanjutnya, jika migas dan batubara dikeluarkan maka pertumbuhan ekonomi Kaltim jauh lebih besar, yaitu 7,47 persen pada tahun 2013.
Hasil telaah lebih lanjut, mengenai pertumbuhan masing‐masing komponen/sektor ekonomi Kalimantan Timur tahun 2013 ternyata tujuh sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif kecuali pada sektor
3 ‐ 20 | Gambaran Umum Wilayah & Investasi
pengolahan sebagai salah satu sektor yang memberi andil cukup besar dalam pergerakan ekonomi Kalimantan Timur, mengalami koreksi masing‐masing sebesar negatif 0,23% dan negatif 3,93%. Dari sektor pertambangan dan penggalian, subsektor yang terkoreksi adalah subsektor minyak dan gas bumi yakni sebesar negatif 5,73%, sedangkan subsektor pertambangan tanpa migas dan subsektor penggalian masing‐masing tumbuh sebesar 1,93%
dan 14,39%. Sedangkan sektor industri pengolahan, subsektor yang terkoreksi yakni industri migas sebesar negatif.
Dilihat dari capaian (laju pertumbuhan) masing‐masing komponen pada tahun 2013, maka sektor keuangan, jasa persewaan dan jasa perusahaan merupakan sektor dengan pertumbuhan tertinggi dibanding sektor lainnya yaitu sebesar 12,93%. kondisi ini ditopang oleh pertumbuhan yang cukup signifikan pada subsektor bank sebesar 25,26%.
Sektor dengan pertumbuhan tertinggi berikutnya yaitu sektor bangunan sebesar 10,13%. Hal ini tentu disebabkan oleh giatnya pembangunan yang dilakukan di Kalimantan Timur, baik itu pembangunan jalan, fasilitas umum lainnya seperti terminal, bandara, dermaga atau perkantoran, ruko serta pembangunan perumahan yang dilakukan oleh pengembang. Kemudian disusul oleh sektor jasa‐jasa sebesar 8,25%.
Kemudian sektor berikutnya yang mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi adalah sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 7,56%, yang merupakan sumbangan pertumbuhan dari subsektor pengangkutan dan komunikasi masing‐masing sebesar 6,67% dan 11,84%, sudah barang tentu bisa diartikan bahwa penduduk Kalimantan Timur cukup tinggi mobilitasnya yang menggunakan jasa angkutan dan tingginya penggunaan jasa telekomunikasi.
Sektor perdagangan, hotel dan restoran menyusul sektor jasa‐jasa yang mampu tumbuh sebesar 5,93% karena adanya pertumbuhan subsektor restoran sebesar 7,14%, subsektor hotel sebesar 5,71% dan subsektor perdagangan besar dan eceran sendiri mampu tumbuh sebesar 5,83%.
Kemudian sektor listrik, gas, dan air bersih yang tumbuh sebesar 4,47%
karena adanya pertumbuhan subsektor listrik sebesar 4,09% dan subsektor air bersih sebesar 7,16%.
Sementara itu sektor Pertanian mencapai pertumbuhan sebesar 4,67%
sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang besarnya 4,24%.
Pertumbuhan sektor pertanian disebabkan oleh pertumbuhan subsektor tanaman perkebunan sebesar 8,82%, pertumbuhan subsektor perikanan sebesar 7,19, pertumbuhan subsektor peternakan dan hasil‐hasilnya sebesar 4,23%, pertumbuhan subsektor tanaman bahan makanan sebesar 1,94%.
7,26%, sedangkan untuk industri tanpa migas mampu tumbuh 6,54%.
Tabel 3.5
Kumulatif PDRB dan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2011 ‐ 2013
Sumber : BPS Kaltim, 2014
Laju Inflasi
Dalam pembangunan ekonomi, faktor stabilitas harga sangat penting untuk diamati dan diperhatikan karena fluktuasi harga sangat berpengaruh pada nilai barang dan jasa yang di hasilkan, serta berdampak pada daya beli masyarakat. Inflasi merupakan salah satu alat ukur untuk melihat stabilitas harga barang dan jasa secara umum. Nilai inflasi rata‐rata Provinsi Kalimantan Timur tahun 2009 – Februari tahun 2015 disajikan dalam tabel berikut :
3 ‐ 22 | Gambaran Umum Wilayah & Investasi
2009 2010 2011 2012 2013 2014 Jan‐
15
Feb‐
15 Inti 4.28 4.28 4.34 4.40 4.98 4.93 4.99 4.96 Umum 2.78 6.96 3.79 4.30 8.38 8.36 6.96 6.29
4.28 4.28 4.34 4.40 4.98 4.93 4.99 4.96
2.78
6.96
3.79 4.30
8.38 8.36
6.96 6.29
0.00 2.00 4.00 6.00 8.00
10.00
Data Inflasi (%)
Gambar. 3.7
Nilai Inflasi Rata‐Rata Tahun 2009 s.d. 2015 Provinsi Kalimantan Timur
Sumber : Badan Pusat Statistik, 2015
PDRB per kapita
PDRB dan Inflasi diatas dapat menggambarkan kondisi perekonomian Kalimantan Timur secara umum, namun belum dapat memberikan informasi tingkat kesejahteraan masayarakat. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh PDRB terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat, dapat dilihat secara umum berdasarkan pendapatan per kapita yaitu PDRB atau pendapatan regional dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Meskipun barangkali ukuran ini memiliki kelemahan, namun setidak‐tidaknya dapat memberikan gambaran perkembangan tingkat kesejahteraan masayarakat secara makro.
Gambar. 3.8
PDRB per kapita atas dasar harga berlaku tahun 2013
Sumber : Kaltim Dalam Angka 2014
76 65
190 186
65 29 89 52
445
20 0
100 200 300 400 500
Indeks Gini
Pembangunan yang dilakukan di suatu wilayah tidak selamanya dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Peningkatan pembangunan tidak selalu disertai dengan peningkatan pendapatan penduduk secara merata. Beberapa faktor yang menjadi sumber perbedaan pendapatan antara lain adalah kesempatan, pendidikan dan berbagai modal lainnya. Salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk melihat kesenjangan pendapatan penduduk adalah rasio Gini. Semakin tinggi nilai rasionya semakin tidak merata pendapatan penduduknya.
Pada 0, perkembangan indeks gini dalam kurun waktu 2008‐2012 berfluktuatif tetapi mengalami trend penurunan dari 0,3891 pada tahun 2008 turun menjadi 0,3649. Walaupun indeks gini Kalimantan Timur belum mendekati sempurna (0) tetapi trend menurun yang ditunjukan pada kurun waktu 2008‐2012 menunjukkan bahwa kesenjangan pendapatan di Kalimantan Timur mengalami peningkatan pemerataan.
Gambar. 3.9
Indeks Gini Provinsi Kalimantan Timur