KEPADATAN PENDUDUK
2.2.2. Fokus Kesejahteraan Masyarakat
Pengukuran keberhasilan pembangunan suatu negara tidak hanya ditandai oleh tingginya pertumbuhan ekonomi, namun juga mencakup kualitas manusianya. Oleh karena itu, konsep pengukuran keberhasilan pembangunan
harus berorientasi kepada masyarakatnya, yaitu bagaimana pertumbuhan ekonomi mampu dirasakan seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan kualitas masyarakat sebagai manusia. Pembangunan manusia yang mencakup tiga dimensi pokok, yaitu pendidikan, kesehatan, dan daya beli (standar kehidupan layak) dapat dilihat dari perkembangan Indeks Pembangunan Manusia di suatu wilayah. Mulai tahun 2012 IPM dihitung menggunakan metode yang baru, mengikuti rekomendasi dari United Nations Development Programme (UNDP). Perubahan metode tersebut adalah pada penggunaan variabel rata-rata lama sekolah serta rata-rata indeksnya dihitung dengan rata-rata geometrik.
Perkembangan indeks pembangunan manusia dari tahun 2015 -2019 dapat dilihat pada tabel 2.9 di bawah ini :
Tabel 2.9 Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015-2019
I P M 2015 2016 2017 2018 2019
Kabupaten Padang Pariaman 68,04 68,44 68.90 69,71 70,59 Provinsi Sumatera Barat 69,98 70,73 71,24 71,73 72,39 Sumber : Padang Pariaman Dalam Angka, 2020
Data BPS di atas, menunjukan bahwa nilai IPM di Kabupaten Padang Pariaman di bawah rata-rata Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Sumatera Barat. Untuk meningkatkan posisi IPM di Kabupaten Padang Pariaman, memang diperlukan terobosan dan kerja keras secara simultan dan terus menerus terutama pada pelaksanaan pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan, karena variabel utama dalam penghitungan IPM sangat ditentukan oleh keberhasilan peningkatan kualitas manusia dari segi pendidikan dan kesehatan dan ditunjang dengan pendapatan per kapita yang lebih baik dari waktu ke waktu. Memperpanjang angka harapan hidup, meningkatkan angka melek huruf, memperpanjang angka rata-rata lama
a. Angka Melek Huruf
Tabel 2.10 Perkembangan Angka Melek Huruf di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015-2019
Kabupaten 2015 2016 2017 2018 2019 Kabupaten Padang Pariaman 93 93,50 98,31 98,00 98,3
Provinsi Sumatera Barat 98,81 98,85 99,22
Sumber : Padang Pariaman dalam Angka, 2020
Angka melek huruf (AMH) Kabupaten Padang Pariaman terus menunjukan perbaikan dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2017. Dan dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 angka tidak mengalami peningkatan yaitu 98,3 persen hal ini menunjukkan bahwa masyarakat padang pariaman berusia 15 tahun keatas yang masih belum bisa tulis baca adalah sebanyak 1,7% pada tahun 2019. Ini menandakan bahwa masyarakat padang pariaman berusia 15 tahun ke atas sudah meningkat dalam kemampuan baca tulis.
b. Angka Rata-Rata lama sekolah.
Rata-rata lama sekolah pada tahun 2019 Kabupaten Padang Pariaman terus menujukan perbaikan. Rata-rata lama sekolah (RLS/MYS) adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani.
Indikator RLS ini dihitung dari variabel pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan tingkat pendidikan yang sedang dijalankan. Standar UNDP (Badan Program Pembangunan PBB) adalah minimal 10 tahun dan maksimal 15 tahun. Perkembangan yang relatif baik untuk angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Padang Pariaman selama 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel 2.11 di bawah ini.
Tabel 2.11 Rata-Rata Lama Sekolah di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015-2019 Sumber : Padang Pariaman Dalam Angka, 2020
Dari tabel 2.11 di atas dapat dijelaskan bahwa, angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Padang Pariaman lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata lama sekolah di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Dari tahun 2015-2019, rata-rata lama sekolah berada di 7 tahun, hal ini mengindikasikan bahwa di program belajar 9 tahun akan masih dioptimalkan.
c. Rata-Rata Harapan Lama Sekolah
Tabel 2.12 Angka Harapan Lama Sekolah di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015-2019
Kabupaten
2015 (tahun)
2016 (tahun)
2017 (tahun)
2018 (tahun)
2019 (tahun) Kabupaten Padang Pariaman 13,54 13,55 13,56 13,57 13,62 Provinsi Sumatera Barat 13,60 13,79 13,94 13,95 14,01 Sumber : Padang Pariaman Dalam Angka, 2020
Dari tabel 2.12 di atas dapat dijelaskan bahwa, angka rata-rata harapan lama sekolah di Kabupaten Padang Pariaman lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata harapan lama sekolah di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Dari tahun 2015-2019 rata-rata harapan lama sekolah di Kabupaten Padang Pariaman telah menunjukkan peningkatan.
d. Angka Harapan Hidup
Angka Harapan Hidup (AHH) merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Angka Harapan Hidup yang rendah di suatu daerah harus diikuti dengan program pembangunan kesehatan, dan program sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan, kecukupan gizi dan kalori termasuk program pemberantasan kemiskinan.
Perkembangan Angka Harapan Hidup di Kabupaten Padang Pariaman secara rinci dapat dilihat pada tabel 2.13 di bawah ini.
Tabel 2.13 Angka Harapan Hidup (AHH) di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015-2019
Sumber : Padang Pariaman Dalam Angka, 2020
Dari tabel 2.13 di atas dapat dijelaskan bahwa dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2018 angka harapan hidup di Kabupaten Padang Pariaman lebih rendah dibandingkan dengan angka harapan hidup di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Dan pada tahun 2019 angka harapan hidup di Kabupaten Padang Pariaman melebihi dari angka harapan hidup di Provinsi Sumatera Barat. Ini menandakan adanya perbaikan status social eonomi dan status kesehatan masyarakat, termasuk peningkatan akses kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan.
e. Daya beli Masyarakat
Daya beli adalah kemampuan masyarakat dalam membelanjakan uangnya dalam bentuk barang maupun jasa. Daya beli masyarakat ini menggambarkan tingkat kesejahteraan yang dinikmati oleh penduduk sebagai dampak semakin membaiknya ekonomi. Kemampuan daya beli antar daerah berbeda-beda, semakin rendahnya nilai daya beli suatu masyarakat berkaitan erat dengan kondisi perekonomian pada saat itu yang sedang memburuk yang rerati semakin rendah kemampuan masyarakat membeli suatu barang atau jasa.
Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir daya beli masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman relatif mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari data BPS sebagaimana tabel 2.14 di bawah ini :
Kabupaten
2015 (tahun)
2016 (tahun)
2017 (tahun)
2018 (tahun)
2019 (tahun) Kabupaten Padang
Pariaman
67,64 67,80 67,96 68,23 69,87 Provinsi Sumatera
Barat
68,66 68,73 68,78 69,01 69,51
Tabel 2.14 Daya Beli Masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015-2019
Kabupaten 2015 2016 2017 2018 2019
Kabupaten Padang Pariaman
10.260 10.455 10.579 Provinsi Sumatera Barat 9.804 10.126 10.306 Sumber : Padang Pariaman Dalam Angka, 2020
Dari tabel 2.14 di atas dapat dilihat bahwa kemapuan daya beli masyarakat setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pada tahun 2017, daya beli masyarakat Kabupaten Padang Pariaman mencapai Rp. 10.579 juta per unit barangnya. Selama tahun 2013-2017, daya beli masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, selalu berada di atas rata-rata daya beli masyarakat di tingkat Provinsi Sumatera Barat.