RS Sekar Wangi
2.3.2 Fokus layanan Urusan Pilihan
Layanan urusan pilihan merupakan urusan pemerintah yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan potensi unggulan yang ada di Kabupaten Sukabumi. Besarnya potensi kewilayahan yang dimiliki Kabupaten Sukabumi menjadikan setiap fokus layanan pilihan memiliki integrasi yang cukup signifikan pada pelaksanaan pembangunan daerah. Berikut fokus layanan urusan pilihan yang merupakan bagian dari hasil pembangunan daerah dalam berbagai bidang.
a. Pertanian
Berdasarkan data tahun 2017, dapat dilihat dari segi produksi pertanian komoditas padi baik sawah maupun gogo, progress Kabupaten Sukabumi cukup baik mengingat produksi padi sawah mencapai 841,183 ton dengan luas tanam 159.927 Ha dan produksi padi gogo mencapai 79,712 ton dengan luas tanam 21.109 Ha.
Produktivitas padi sawah pada tahun 2017 sebesar 4,75 ton/ha, yaitu menurun dari nilai produktivitas pada tahun 2014 sebesar 6,44 ton/ha. Sedangkan produktivitas padi gogo pada tahun 2016 yaitu 3,76 ton/ha dan menurun daripada tahun 2014 yaitu sebesar 3,79 ton/ha.
Dapat dilihat bahwa nilai produksi tersebut bernilai tinggi, meskipun pada komoditas padi sawah dan padi gogo sempat menurun sedikit dari produksi tahun sebelumnya.
Tabel 17. Produktivitas Pertanian Komoditas Padi Kabupaten Sukabumi Tahun 2013-2016
Tahun Luas Tanam
Luas Panen Produksi (Ton)
Produktivitas (Ton/Ha) Kotor
(Ha)
Bersih (Ha) Padi
Sawah
2014 139.009 135.935 130.199 838.534 6,44
2016 157.490 - 144.316 686.014 4,75
II - 56 Pembangunan
Tahun Luas Tanam
Luas Panen Produksi
(Ton) Produktivitas (Ton/Ha) Kotor
(Ha) Bersih (Ha)
2017 172.024 - 159.927 920.894 4,75
Padi Gogo
2014 20.210 24.843 24.843 94.237 3,79
2016 21.872 - 25.539 95.911 3,76
2017
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2018
Tabel 18. Produktivitas Tanaman Palawija Kabupaten Sukabumi Tahun 2016
Komoditas Luas
Tanam (Ha) Luas Panen
(Ha) Produksi Produktivitas (Ton/Ha)
Jagung 19.595 17.484 112.603 6,44
Ubi Kayu 5.472 6.597 135.493 20,54
Ubi Jalar 687 669 10.712 0,02
Kacang Tanah 2.476 3.228 5.233 1,62
Kacang Kedelai 4.084 186 6.905 0,04
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2017
Pada komoditas tanaman palawija, produksi unggulan Kabupaten Sukabumi adalah tanaman palawija ubi kayu yang mencapai produksi sebesar 135.493 ton dengan produktivitas mencapai 20,54 ton/ha.
Sedangkan pada komoditas sayuran, produksi tertinggi komoditas sayuran adalah labu siam dengan produksi paling tinggi yakni sebanyak 661.08 kuintal pada tahun 2016. Tingginya produksi labu siam juga diiringi oleh tingginya produksi tomat (282.93 kuintal) dan kubis (269.79 kuintal).
Gambar 26. Produksi Sayuran Unggulan (Kuintal) Kabupaten Sukabumi Tahun 2017
b. Peternakan
Pada subsektor peternakan, sapi potong merupakan komoditas yang paling tinggi produksi dagingnya yang mencapai 1.719.214 kg dengan jumlah populasi sebanyak 18.502 ekor pada tahun 2017. Selain itu, komoditas domba juga memiliki produksi cukup tinggi yakni mencapai 660.251 kg dengan populasi domba sebanyak 845.648 ekor.
Tabel 19. Jumlah dan Produksi Ternak Besar dan Ternak Kecil Kabupaten Sukabumi Tahun 2017
Komoditas Jumlah (Ekor) Produksi daging (kg)
Ternak besar
Sapi Potong 18.502 1.719.214
Sapi Perah 3.243 15.700
Kerbau 8.260 38.248
Kuda 0 0
Ternak Kecil
Kambing 84.564 161.824
Domba 336.380 660.251
Kelinci 12.138 2.680
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2018
Pada komoditas peternakan unggas, pada tahun 2017 produksi daging didominasi oleh ayam pedaging sebanyak 10.096.368 ekor
337.25
286.41
231.30
202.00
190.75 181.89 173.75
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Labu Siam Tomat Kubis Terung Kembang Kol Mentimun Wortel
II - 58 Pembangunan
dengan produksi daging sebanyak 53.851.177 kg. Sedangkan produksi telur didominasi oleh ayam ras petelur yang menghasilkan telur sebanyak 26.177.709,28 kg sebanyak 2.848.000 ekor.
Tabel 20. Jumlah, Produksi Daging dan Telur Unggas Kabupaten Sukabumi Tahun 2017
Komoditas Jumlah
(Ekor) Daging (kg) Telur (kg)
(1) (2) (3) (4)
Ayam Kampung
(Buras) 1.378.268.512 1.404.082 845.269
Ayam Ras Petelur 2.848.000 1.942.312 26.177.709,28
Ayam Pedaging 12.118.825 53.851.177 0
Itik 75.023 81.178 490.526,16
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2018
c. Kehutanan
Pada subsektor kehutanan, dilihat terkait luas hutan rakyat yang menurun signifikan hingga mencapai 34.795,30 ha. Selain itu, terlihat pula lahan kritis yang mencapai 196.468 ha dengan rincian 146.800 ha lahan agak kritis; 41.700 ha lahan kritis; dan 7.968 ha lahan sangat kritis.
Sumber : Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2018
Gambar 27. Luas Hutan Rakyat (Ha) Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Sumber : Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2017
Gambar 28. Persentase Luas Lahan Kritis Menurut Statusnya (%) Tahun 2014
d. Pariwisata
Pariwisata di daerah Kabupaten Sukabumi didominasi oleh obyek pantai, berdasarkan data tahun 2016 terdapat 19 pantai sebagai objek pariwisata di wilayah Kabupaten Sukabumi. Objek wisata lainnya yaitu terdapat air terjun, goa, hutan, situ dan air panas.
Jumlah wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Sukabumi untuk menikmati obyek wisata meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017 jumlah wisatawan di Kabupaten Sukabumi sebanyak 3.780.577 wisatawan, meningkat daripada tahun 2014 yaitu sebanyak 2.917.660 wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara berlibur di Kabupaten Sukabumi. Mereka mengunjungi obyek wisata di Kabupaten Sukabumi yang tercatat sebanyak 50 obyek wisata dengan rincian sebanyak 34 obyek wisata alami, 8 obyek wisata buatan, dan 8 obyek wisata minat khusus.
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2018
Gambar 29. Jumlah Wisatawan Kabupaten Sukabumi Tahun 2014-2017
2,917,660
3,495,741
3,600,613
3,780,577
2,500,000 2,700,000 2,900,000 3,100,000 3,300,000 3,500,000 3,700,000 3,900,000
2014 2015 2015 2016 2016 2017 2017
II - 60 Pembangunan
Tabel 21. Jumlah Obyek WIsata Menurut Jenisnya Kabupaten Sukabumi Tahun 2015-2017
Jenis Wisata 2015 2016 2017
(1) (2) (3) (4)
Alami 34 34 34
Buatan 8 8 8
Minat Khusus 8 8 8
Total 50 50 50
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2017
e. Kelautan dan Perikanan
Subsektor Kelautan dan perikanan merupakan salah satu potensi sumber daya yang akan memberikan dampak signifikan pada perekonomian Kabupaten Sukabumi. Potensi tersebut harus dioptimalkan secara baik dengan tetap mengindahkan aspek berkelanjutan bagi generasi mendatang. Pengembangan pelabuhan laut merupakan langkah maju dalam pengembangan wilayah Kabupaten Sukabumi. Pelabuhan laut dibutuhkan untuk membantu kelancaran distribusi barang dan jasa (sebagai fishing base) untuk mempercepat pengembangan wilayah di Kabupaten Sukabumi.
Dimulainya pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) menjadi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) di Palabuhanratu diharapkan akan mampu menjadi penggerak dan pendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan khususnya di sektor perikanan.
Jumlah produksi perikanan di Kabupaten Sukabumi mengalami fluktuasi dengan tren meningkat di setiap tahunnya. Pada tahun 2017, produksi perikanan mencapai 3.471.290 kg dengan nilai produksi sebesar Rp. 79.824.295,-. Namun jumlah pada tahun 2017 tersebut mengalami penurunan dari tahun 2015 yaitu 9.122.320 kg produksi perikanan dengan nilai produksi sebesar RP.225.823.087,-.
Maka dari itu untuk tahun-tahun selanjutnya perlu ditingkatkan kembali jumlah produksinya, guna meningkatkan nilai produksinya.
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2018
Gambar 30. Jumlah Produksi Perikanan (Kg) Kabupaten Sukabumi Tahun 2015-2017
Tabel 22. Produksi dan Nilai Produksi Komoditas Perikanan Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2017
Tahun Produksi (Kg) Nilai Produksi (000 Rp)
(1) (2) (3)
2011 6.539.133 120.339.550.319
2012 8.846.526 183.439.608.741
2013 7.929.076 213.439.504.947
2014 10.357.023 288.233.337.400
2016 3.839.057 106.224.971.000
2017 3.471.290 79.824.295.000
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2018
f. Perindustrian
Industri formal di Kabupaten Sukabumi mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 68.268 tenaga kerja, sedangkan pada industri non formal mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak yakni mencapai 60.359 tenaga kerja. Selain itu, nilai investasi pada industri non formal juga jauh lebih besar yakni mencapai Rp.68.979.044.663 milyar jika dibandingkan nilai investasi pada industri formal yang sebesar Rp.32.859.723.400.000 Trilyun.
10,357,023
9,122,320
3,839,057
3,471,290
2,000,000 3,000,000 4,000,000 5,000,000 6,000,000 7,000,000 8,000,000 9,000,000 10,000,000 11,000,000 12,000,000
2014 2015 2016 2017
II - 62 Pembangunan
Tabel 23. Tenaga Kerja dan Nilai Investasi Industri Kabupaten Sukabumi Tahun 2017
Uraian Jumlah
(1) (2)
Industri Formal
Tenaga Kerja 68.268
Nilai Investasi (000 Rp) 68.979.044.663
Industri Non Formal
Tenaga Kerja 60.359
Nilai Investasi (000 Rp) 32.859.723.400.000
Sumber: ESDM Kabupaten Sukabumi
g. Ketransmigrasian
Jumlah transmigran yang ditempatkan di Unit Pemukiman Transmigrasi Lokal hingga tahun 2017 sebanyak 812 KK yang merupakan transmigran Peduduk Setempat dan 461 KK transmigran eksodan. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahu 2014 yang hanya sebanyak 514 KK untuk Transmigran Penduduk Setempat dan 61 KK transmigran eksodan.
Tabel 24. Jumlah Transmigran yang Ditempatkan di UPT Lokal Kabupaten Sukabumi Tahun 2017
UPT TPS Eksodan
KK Jiwa KK Jiwa
(1) (2) (3) (4) (5)
Curug Luhur(SP.Ps. Gembor) 177 530 9 32 Curug Luhur(SP.Gr. Gedogan) 142 494 12 4
Cikopeng 150 647 75 314
Cikarang 32 181 4 20
Cimanggu II 111 406 5 28
Balewer 200 880 8 27
Total 812 3.138 113 461
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2018