• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fokus Pelayanan Urusan Wajib

Dalam dokumen BAB II Perubahan RPJMD Cetak (Halaman 27-81)

2.3 ASPEK PELAYANAN UMUM

2.3.1. Fokus Pelayanan Urusan Wajib

1. Pendidikan

Kemajuan di bidang pendidikan dapat dilihat dari berbagai indikator makro yang dipakai secara nasional sebagai berikut :

a. Angka Partisipasi Sekolah

Angka Partisipasi Sekolah (APS) merupakan salah satu ukuran untuk melihat partisipasi sekolah terhadap jumlah penduduk yang masih sekolah pada masing-masing kelompok usia sekolah dibagi dengan jumlah penduduk di masing-masing kelompok usia sekolah yang bersangkutan. Pada pendidikan wajar 9 tahun dapat dibagi 2 (dua) kelompok usia yaitu usia 7-12 tahun pada jenjang SD/MI dan kelompok usia 13-15 tahun pada jenjang SMP/MTs serta kelompok SMA/MA/SMK usia 16-18 tahun.

Pada tabel dibawah ini dapat digambarkan partisipasi sekolah mulai dari tahun 2010 sampai tahun 2014 baik yang kelompok usia 7-12 tahun untuk SD/MI dan kelompok usia 13-15 tahun kelompok untuk SMP/MTs serta kelompok usia 16-18 tahun untuk SMA/MA/SMK. Angka Partisipasi Sekolah (APS) kelompok usia 7-12 tahun Kota Payakumbuh dimulai dari tahun 2010 sebesar 122,59%, tahun 2011 sebesar 128,54%, tahun 2012 sebesar 105,78%, tahun 2013 sebesar 105% dan tahun 2014 sebesar 105,5%, perkembangan naik turunnya APS disebabkan pertambahan

jumlah murid dan pertambahan jumlah penduduk usia 7-12 juga tidak sama besarannya.

Pada Angka Partisipasi Sekolah (APS) kelompok usia 13-15 tahun Kota Payakumbuh, tahun 2010 sebesar 123,06%, tahun 2011 sebesar 112,88%, tahun 2012 sebesar 122,33%, tahun 2013 sebesar 125% dan tahun 2014 sebesar 127,5%, perkembangan naik turunnya APS disebabkan pertambahan jumlah murid dan pertambahan jumlah penduduk usia 13-15 juga tidak sama besarannya. Untuk kelompok usia 16-18 tahun, Angka Partisipasi Sekolah (APS) tahun 2010 sebesar 97,44%, tahun 2011 sebesar 98,79%, tahun 2012 sebesar 130%, tahun 2013 sebesar 131% dan tahun 2014 sebesar 132% perkembangan naik turunnya APS disebabkan pertambahan jumlah murid dan pertambahan jumlah penduduk usia 16-18 juga tidak sama besarannya. Pada Tabel 2.23 dapat dilihat Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah tahun 2010-2014 ditingkat pendidikan dasar dan menengah di Kota Payakumbuh.

Tabel 2.23

Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS)Tahun 2010 s.d 2014 No Jenjang Pendidikan 2010 2011 2012 2013 2014

1 SD/MI

1.1. jumlah murid usia 7-12 tahun

(orang) 15.312 16.343 13.690 13.793 14.094

1.2. jumlah penduduk kelompok usia7-12 tahun (orang) 12.490 12.714 12.942 13.136 13.359

1.3. APS SD/MI (%) 122,59 128,54 105,78 105 105,5

2 SMP/MTs

2.1. jumlah murid usia 13 -15 tahun(orang) 8.916 8.325 9.183 9.551 9.917 2.2. jumlah penduduk kelompok usia

13 - 15 tahun (orang) 7.245 7.375 7.507 7.641 7.778

2.3. APS SMP/MTs (%) 123,06 112,88 122,33 125 127,5

3 SMA/MA/SMK

3.1. jumlah murid usia 16-18 tahun

(orang) 7.999 8.255 11.058 11.342 11.633

3.2. jumlah penduduk kelompok usia

16-18 tahun (orang) 8.209 8.356 8.506 8.658 8.813

3.3. APS SMA/MA/SMK (%) 97,44 98,79 130 131 132

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh 2014 *) data sementara

Berdasarkan kecamatan, Angka Partisipasi Sekolah (APS) tingkat SD/MI kelompok usia 7 - 12 tahun di kecamatan Payakumbuh Utara pada tahun 2012 sebesar 107,41%, kecamatan Payakumbuh Barat sebesar 134,13%, kecamatan Payakumbuh Timur sebesar 87,20%, kecamatan

Payakumbuh Selatan sebesar 92,74% dan kecamatan Lamposi Tigo Nagori sebesar 92,31%.

Pada usia 13 - 15 tahun Angka Partisipasi Sekolah (APS) tahun 2012 di kecamatan Payakumbuh Utara sebesar 111,16%, kecamatan Payakumbuh Barat sebesar 193,29%, kecamatan Payakumbuh Timur sebesar 143,99%, kecamatan Payakumbuh Selatan sebesar 12,22 % dan kecamatan Lamposi Tigo Nagori sebesar 27,92%,

Pada usia 16-18 tahun Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk tingkat SMA/MA/SMK tahun 2012 di kecamatan Payakumbuh Utara sebesar 66,16%, kecamatan Payakumbuh Barat sebesar 299,86%, kecamatan Payakumbuh Timur sebesar 144,72%, kecamatan Payakumbuh Selatan sebesar 21,56% dan kecamatan Lamposi Tigo Nagori sebesar 65,83%. Angka Partisipasi Sekolah (APS) menurut kecamatan di Kota Payakumbuh tahun 2012 dapat digambarkan pada Tabel 2.24.

Tabel 2.24

Angka Partisipasi Sekolah (APS)Tahun 2012 Menurut Kecamatan

No Kecamatan SD/MI SMP/MTs SMA/SMK/MA Jml murid usia 7-12 thn Jml penduduk usia 7-12 th APS Jml murid usia 13-15 thn Jml penduduk usia13-15 th APS Jml murid usia 16-18 thn Jml penduduk usia 16-18 th APS 1 Payakumbuh Timur 3.400 3.899 87,20 2.399 1.666 143,99 2.469 1.706 144,72 2 Payakumbuh Barat 4.495 3.351 134,13 2.768 1.432 193,29 4.396 1.466 299,86 3 Payakumbuh Selatan 1.189 1.282 92,74 67 548 12,22 121 561 21,56 4 Payakumbuh Utara 6.734 6.269 107,41 2.977 2.678 111,16 1.815 2.743 66,16 5 Lamposi Tigo Nagori 1.093 1.184 92,31 141 505 27,92 341 518 65,83 Jumlah 16.911 16.585 101,96 8.352 7.429 112,42 9.142 7.594 120,38

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh

b. Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah

Dalam rangka meningkatkan pelayanan pendidikan maka ketersediaan sarana pendidikan merupakan faktor pedukung yang sangat menentukan. Ketersediaan sarana pendidikan yang memadai dapat memperluas jangkauan pelayanan dan kesempatan memperoleh pendidikan dalam rangka menunjang program wajib belajar 9 tahun.

Rasio ketersedian sekolah dengan penduduk usia 7-12 tahun pada tingkat SD/MI tahun 2010 adalah 1 : 171 orang yang artinya 1 sekolah melayani 171 orang penduduk usia 7-12 tahun, pada tahun 2011 sebesar 1 : 172 orang, tahun 2012 sebesar 1 : 175 orang, tahun 2013 sebesar 1 : 173 orang dan tahun 2014 menjadi 1 : 198.

Ketersediaan sarana sekolah pada tingkat SMP/MTs dengan penduduk usia 13-15 tahun pada tahun 2010 adalah 1 : 381 orang yang

artinya 1 sekolah melayani 381 orang penduduk usia 13-15 tahun, untuk tahun 2011 sebesar 1 : 369 orang, tahun 2012 sebesar 1 : 357 orang, tahun 2013 sebesar 1 : 364 orang dan tahun 2014 menjadi 327.

Pada tingkat SMA/SM/SMK ketersedian sarana sekolah yang melayani penduduk usia 16-18 tahun pada tahun 2010 adalah 1: 432 orang yang artinya 1 sekolah melayani 432 orang penduduk 16 - 18 tahun, selanjutnya tahun 2011 sebesar 1 : 418 orang, tahun 2012 sebesar 1 : 405 orang, tahun 2013 sebesar 1 : 394 orang dan tahun 2014 sebesar 1: 382.

Adapun ketersediaan sarana sekolah dapat dilihat perbandingannya pada Tabel 2.25.

Tabel 2.25

Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Tahun 2010 s.d 2014 Kota Payakumbuh

No Jenjang Pendidikan 2010 2011 2012 2013 2014 1 SD/MI

1.1. Jumlah gedung sekolah 73 74 74 76 78

1.2. Jumlah penduduk

kelompok usia 7-12 tahun 12.490 12.714 12.942 13.136 15.441

1.3. Rasio 171 172 175 173 198

2 SMP/MTs

2.1. Jumlah gedung sekolah 19 20 21 21 23

2.2. Jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun 7.245 7.375 7.507 7.641 7.525 2.3. Rasio 381 369 357 364 327 3 SMA/MA/SMK

3.1. Jumlah gedung sekolah 19 20 21 22 23

3.2. Jumlah penduduk kelompok usia 16-18 tahun 8.209 8.356 8.506 8.658 8.794 3.3. Rasio 432 418 405 394 382

Sumber : Profil Pendidikan Tahun 2014

Berdasarkan kecamatan, rasio ketersediaan sekolah dengan penduduk usia 7-12 tahun pada kecamatan Payakumbuh Utara adalah 1 : 261 orang yang artinya 1 sekolah melayani 261 orang penduduk usia 7-12 tahun, kecamatan Payakumbuh Barat 1 : 176 orang, kecamatan Payakumbuh Timur 1 : 229 orang, kecamatan Payakumbuh Selatan 1 : 213 orang dan kecamatan Lamposi Tigo Nagori 1 : 148 orang.

Pada tingkat SMP/MTs ketersedian sarana sekolah dengan penduduk usia 13-15 tahun dilihat menurut kecamatan adalah pada kecamatan Payakumbuh Utara adalah 1 : 297 orang, kecamatan Payakumbuh Barat 1 : 286 orang, kecamatan Payakumbuh Timur 1 : 333 orang dan kecamatan Lamposi Tigo Nagori 1 : 252 orang.

Pada tingkat SMA/MA/SMK dengan penduduk usia 16-18 tahun dilihat menurut kecamatan adalah pada kecamatan Payakumbuh Utara adalah 1 : 548 orang, kecamatan Payakumbuh Barat 1 : 162 orang, kecamatan Payakumbuh Timur 1 : 426 orang dan kecamatan Lamposi Tigo Nagori 1 : 259 orang. Berikut ini dapat dilihat tersediaan sarana sekolah dan penduduk usia sekolah tahun 2010 menurut kecamatan pada Tabel 2.26.

Tabel 2.26

Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Tahun 2012 Menurut Kecamatan Kota Payakumbuh

No Kecamatan SD/MI SMP/MTs SMA/MA/SMK Jml gedung sekolah Jml penduduk usia 7-12 th Rasio Jml gedung sekolah Jml penduduk usia 13-15 th Rasio Jml gedung sekolah Jml penduduk usia 16-18 th Rasio 1 Payakumbuh Utara 24 6.269 261 9 2.678 297 5 2.743 548 2 Payakumbuh Barat 19 3.351 176 5 1.432 286 9 1.466 162 3 Payakumbuh Timur 17 3.899 229 5 1.666 333 4 1.706 426 4 Payakumbuh Selatan 6 1.282 213 0 548 0 1 561 561 5 Lamposi Tigo Nagori 8 1.184 148 2 505 252 2 518 259 Jumlah 74 16.585 224 21 7.429 353 21 7.594 361

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh c. Rasio Guru/Murid

Disamping ketersediaan sarana sekolah, ketersediaan guru sebagai tenaga pengajar merupakan faktor pedukung dalam peningkatan kualitas pendidikan. Tahun 2010 rasio jumlah guru dengan murid pada tingkat SD/MI adalah 16 orang yang artinya 1 guru melayani 16 murid, begitu juga dengan tahun 2011, pada tahun 2012, 1 guru melayani 17 murid begitu juga dengan tahun 2013 dan 2014 1 guru melayani 17 murid.

Rasio jumlah guru dengan murid pada tingkat SMP/MTs pada tahun 2010 adalah 11, sampai tahun 2012 rasio jumlah guru dengan murid sama. Sedangkan pada tahun 2013 rasio guru adalah 12 dan rasio pada tahun 2014 adalah 13. Pada tingkat SMA/MA/SMK rasio guru dengan murid pada tahun 2010 adalah 9, tahun 2011 sampai tahun 2013 rasionya adalah 10, sedangkanrasio tahun 2014 adalah9.

Perkembangan perbandingan jumlah guru dengan murid dapat dilihat perbandingannya pada Tabel 2.27.

Tabel 2.27

Rasio Guru dan Murid Tahun 2010 - 2014

No Jenjang Pendidikan 2010 2011 2012 2013 2014 1 SD/MI

1.1. Jumlah Guru (orang) 976 1.027 1.006 1.043 1037 1.2. Jumlah Murid (orang) 16.069 16.922 17.198 17.349 17.592

1.3. Rasio (%) 16 16 17 17 17

2 SMP/MTs

2.1. Jumlah Guru (orang) 715 726 753 754 757

2.2. Jumlah Murid (orang) 8.085 8.032 8.467 9.317 9.740

2.3. Rasio (%) 11 11 11 12 13

3 SMA/MA/SMK

3.1. Jumlah Guru (orang) 1.091 1.106 1.112 1.165 1.174 3.2. Jumlah Murid (orang) 9.865 10.585 11.064 11.199 11.142

3.3. Rasio (%) 9 10 10 10 9

Sumber : Profil Pendidikan Tahun 2014

Berdasarkan kecamatan rasio jumlah guru dengan murid pada tingkat SD/MI untuk kecamatan Payakumbuh Utara adalah 18, kecamatan Payakumbuh Barat adalah 16, kecamatan Payakumbuh Timur adalah 17, Kecamatan Payakumbuh Selatan adalah 19 dan kecamatan Lampasi Tigo Nagori rasio jumlah guru dengan murid adalah 14.

Rasio jumlah guru dengan murid pada tingkat SMP/MTs pada tahun 2014 di kecamatan Payakumbuh Utara adalah 13, kecamatan Payakumbuh Barat adalah 14, kecamatan Payakumbuh Timur adalah 14, Kecamatan Payakumbuh Selatan adalah 8 dan kecamatan Lampasi Tigo Nagori adalah 2.

Pada tingkat SMA/MA/SMK rasio jumlah guru dengan murid pada tahun 2014 di kecamatan Payakumbuh Utara adalah 8, kecamatan Payakumbuh Barat adalah 10, kecamatan Payakumbuh Timur adalah 11, Kecamatan Payakumbuh Selatan adalah 8 dan kecamatan Lampasi Tigo Nagori adalah 5. Rasio jumlah guru dengan murid di tingkat pendidikan dasar dan menengah menurut kecamatan pada tahun 2014 dapat dilihat pada Tabel 2.28.

Tabel 2.28

Jumlah Guru dan Murid Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2014 Menurut KecamatanKota Payakumbuh

No Kecamatan SD/MI SMP/MTs SMA/MA/SMK Jumlah Guru Jumlah Murid Rasio Jumlah Guru Jumlah Murid Rasio Jumlah Guru Jumlah Murid Rasio 1 Payakumbuh Timur 199 3.339 17 189 2.562 14 318 3.376 11 2 Payakumbuh Barat 302 4.950 16 202 2.799 14 514 5.211 10 3 Payakumbuh Selatan 76 1.409 19 12 99 8 28 226 8 4 Payakumbuh Utara 370 6.679 18 326 4.234 13 257 2.051 8 5 Lamposi Tigo Nagori 90 1.215 14 28 46 2 57 278 5 Jumlah 1.037 17.592 17 757 9.740 13 1.174 11.142 9

Sumber : Profil Pendidikan Kota Payakumbuh 2014 d. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat dibagi kedalam 2 (dua) bagian yaitu :

1. PAUD Non Formal yang dikelola dibawah yayasan dengan jenis : a. Taman Penitipan Anak (TPA)

b. Kelompok Bermain (KB) dan

2. PAUD Non Formal yang dikelola kelurahan dengan Satuan PAUD Sejenis (SPS). Pada Tabel 2.29 dapat dilihat gambaran PAUD Non Formal.

Tabel 2.29

Jumlah Lembaga, Siswa Dan Tenaga Pendidik PAUD Non Formal Tahun 2010 - 2014

No Lembaga PAUD Non

Formal 2010 2011 2012 2013 2014 *)

1 Taman Penitipan Anak (TPA)

1.1 Jumlah Lembaga 20 25 17 13 12 * 1.2Jumlah Pendidik (Orang) 75 95 56 46 57 1.3 . Jumlah Peserta Didik Menurut Umur (Orang) 0-2 >2-4 >4-6 0-2 >2-4 >4-6 0-2 >2-4 >4-6 0-2 >2-4 >4-6 0-2* >2-4* >4-6* 199 93 18 250 89 16 250 93 18 242 93 19 260 93 19 2 Kelompok Bermain (KB) 2.1 Jumlah Lembaga 52 71 72 69 77 * 2.2Jumlah Pendidik (Orang) 202 215 161 282 290 2.3 Jumlah Peserta Didik Menurut Umur (Orang) 0-2 >2-4 >4-6 0-2 >2-4 >4-6 0-2 >2-4 >4-6 0-2 >2-4 >4-6 0-2* >2-4* >4-6* 334 325 241 430 635 421 430 325 241 632 357 482 792 424 694 3 Satuan PAUD Sejenis (SPS) 3.1 Jumlah Lembaga 11 15 27 40 62 * 3.2Jumlah Pendidik (Orang) 43 64 69 369 344 3.3 Jumlah Peserta Didik Menurut Umur (Orang)

0-2 >2-4 >4-6th 0-2 >2-4 >4-6th 0-2 >2-4 >4-6th 0-2 >2-4 >4-6th 0-2* >2-4* >4-6th 73 244 674 320 285 166 320 244 674 914 608 1825 2.510 915 4.267

Sumber :Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh 2014 *) data sementara

Dari Tabel 2.29 memperlihatkan perkembangan data PAUD Non Formal dari tahun 2010 sampai tahun 2014, dimana jumlah TPA pada tahun 2010 adalah 20 lembaga dengan jumlah peserta didik usia 1-2 tahun 199 orang, usia >2 - 4 tahun sebanyak 93 orang dan usia >4-6 tahun sebanyak 18 orang, pada Kelompok Bermain (KB) tahun 2010 jumlah lembaga 52 dengan peserta didik usia 1-2 tahun 334 orang, usia >2-4 tahun sebanyak 325 orang dan usia>4-6 tahun sebanyak 241 orang, berikutnya pada Satuan PAUD Sejenis (SPS) tahun 2010 terdapat 11 lembaga dengan jumlah peserta didik usia 1-2 tahun 73 orang, usia >2-4 tahun sebanyak 244 orang dan usia >4-6 tahun sebanyak 674 orang.

Pada tahun 2014 jumlah TPA adalah 12 lembaga dengan jumlah peserta didik usia 0-2 tahun 260 orang dan usia >2-4 tahun sebanyak 93 orang dan usia >4-6 tahun sebanyak 19 orang, kemudian Kelompok Bermain (KB) tahun 2014 jumlah lembaga 77 dengan jumlah peserta didik usia 0-2 tahun 792 orang dan usia >2-4 tahun sebanyak 424 orang dan usia >4-6 tahun sebanyak 694 orang dan selanjutnya pada Satuan PAUD Sejenis (SPS) tahun 2014 terjadi kenaikan jumlah lembaga menjadi 62 dengan jumlah peserta didik usia 0-2 tahun 2.510 orang, usia >2-4 tahun sebanyak 915 orang dan usia >4-6 tahun sebanyak 4.267 orang.

Tabel 2.30

Perkembangan Data PAUD Formal Tahun 2010 s.d 2014 Kota Payakumbuh

No PAUD Formal Tahun

2010 2011 2012 2013 2014

1. Jumlah TK/RA ( Lembaga) 44 45 50 50 50

2. Jumlah Guru (Orang) 276 282 313 304 300

3. Jumlah Murid (Orang) 2.726 2.809 2.018 3.094 3.037

4. Jumlah Rombongan Belajar 154 163 160 156 156

Sumber : Profil Pendidikan Kota Payakumbuh 2014

Dari Tabel 2.30 terlihat perkembangan PAUD Formal baik dari segi jumlah TK/RA, jumlah guru, jumlah murid dan jumlah rombongan belajar seperti jumlah TK/RA pada tahun 2010 adalah 44 menjadi 45 lembaga di tahun 2011, tahun 2012 sampai tahun 2014 menjadi 50 lembaga, jumlah guru tahun 2010 sebanyak 276 orang dan tahun 2011 menjadi 282 orang kemudian tahun 2012 menjadi 313 orang, tahun 2013 menjadi 304 orang dan tahun 2014 turun menjadi 300 orang. Berikutnya jumlah murid tahun 2010 adalah 2.726 orang menjadi 2.809 orang di tahun 2011, tahun 2012 menjadi 2.018, tahun 2013 menjadi 3.094 dan tahun 2014 menjadi 3.037 orang. Selanjutnya jumlah rombongan belajar tahun 2010 adalah 154 menjadi 163 di tahun 2011, tahun 2012 menjadi 160, tahun 2013 menjadi 156 dan tahun 2014 menjadi 156 rombongan belajar.

e. Angka Putus Sekolah

Angka Putus Sekolah menunjukkan jumlah dan persentase siswa untuk setiap tingkatan pendidikan (SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK) yang tidak menyelesaikan pendidikannya.

Indikator angka putus sekolah adalah melihat efisiensi belajar dari siswa dapat dilihat pada tabel di bawah yang menggambarkan seberapa besar angka putus sekolah pada setiap jenjang pendidikan.

Pada jenjang pendidikan SD/MI angka putus sekolah tahun 2010 sebesar 0,11% dan tahun berikutnya turun menjadi 0,04%, tahun 2012 menjadi 0%, tahun 2013 menjadi 0% dan pada tahun 2014 menjadi 0%. Pada jenjang pendidikan SMP/MTs angka putus sekolah tahun 2010 sebesar 0,66%, pada tahun 2011 menjadi 1,66% dan tahun 2012 sebesar 0,93%, tahun 2013 menjadi 0,85%, kemudian pada tahun 2014 turun menjadi 0,80%. Berikutnya pada jenjang pendidikan SMA/MA/SMK angka putus sekolah 2010 sebesar 2,11% tahun berikutnya turun menjadi 2,06% dan tahun 2012, 2013, 2014 turun menjadi 0%, selanjutnya dapat dilihat pada tabel 2.31.

Tabel 2.31

Angka Putus Sekolah Berdasarkan

Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2010 - 2014

No Jenjang Pendidikan 2010 2011 2012 2013 2014

1 SD/MI

1.1. Jumlah Murid SD/MI (Orang) 16.069 16.922 17.198 17.349 17.592

1.2. Jumlah Murid Putus Sekolah(Orang) 19 7 0 0 0

1.3. Persentase Angka Putus Sekolah 0,11 0,04 0 0 0

2 SMP/MTs

2.1. Jumlah Murid SMP/MTs (Orang) 8.085 8.029 8.467 9.317 9.740

2.2. Jumlah Murid Putus Sekolah

(Orang) 54 134 79 79 78

2.3. Persentase Angka Putus Sekolah 0,66 1,66 0,93 0,85 0,8

3 SMA/MA/SMK

3.1. Jumlah Murid SMA/MA/SMK(Orang) 9.865 10.585 11.064 11.199 11.142 3.2. Jumlah Murid Putus Sekolah

(Orang) 209 219 0 0 0

3.3. Persentase Angka Putus Sekolah 2,11 2,06 0 0 0

Sumber : Profil Pendidikan Kota Payakumbuh 2014 f. Angka Kelulusan

Untuk melihat keberhasilan belajar dari siswa dapat dilihat pada tabel di bawah yang menggambarkan tingkat kelulusan berdasarkan jenjang pendidikan, pada jenjang pendidikan SD/MI lulusan pada tahun 2010 sebesar 99,95% dan tahun berikutnya hingga tahun 2014 naik menjadi 100%, pada jenjang pendidikan SMP/MTs lulusan pada tahun 2010 sebesar 72,20% di tahun berikutnya terus naik hingga tahun 2014

menjadi 98, 5%, berikutnya pada jenjang pendidikan SMA/MA/SMK lulusan pada tahun 2010 sebesar 84,13% tahun berikutnya kondisi lulusan turun naik sampai tahun 2014 menjadi 99,60%. Selanjutnya dapat dilihat pada tabel 2.31.

Tabel 2.32

Angka Lulusan Siswa Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2010 - 2014 No Jenjang Pendidikan 2010 2011 2012 2013 2014 1 SD/MI 1.1. Peserta UN (Orang) 2.163 2.148 2.394 2.561 2.553 1.2. Jumlah Lulusan (Orang) 2.162 2.148 2.394 2.561 2.553 1.3. Persentase Lulusan 99,95 100 100 100 100 2 SMP/MTs 2.1. Peserta UN (Orang) 2.385 2.585 2.525 2.469 1.878

2.2. Jumlah Lulusan(Orang) 1.722 2.489 2.467 2.420 1.850

2.3. Persentase Lulusan 72,20 96,28 97,70 98 98,5 3 SMA/MA/SMK 3.1. Peserta UN (Orang) 2.770 2.943 3.133 3.337 3.118 3.2. Jumlah Lulusan (Orang) 2.332 2.937 3.117 3.320 3.106 3.3. Persentase Lulusan 84,13 99,79 99,48 99,50 99,60

Sumber : Profil Daerah Tahun 2014

g. Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D.IV

Peningkatan mutu pendidikan dapat dilihat melalui kualifikasi guru dengan standar S1/D4 dari jumlah guru yang ada pada setiap jenjang pendidikan. Kondisi pada tahun 2014 pada jenjang pendidikan TK/RA dengan jumlah guru 300 orang yang memiliki kualifikasi S1/D4 sebanyak 80 orang dengan rasio 58,82% , jenjang pendidikan SD/MI jumlah guru 1.037 orang dengan kualifikasi S1/D4 sebanyak 810 orang dengan rasio 78,11%, jenis pendidikan SLB jumlah guru 89 orang dengan kualifikasi S1/D4 70 orang dengan rasio 78,65%, jenjang pendidikan SMP/MTs jumlah guru 757 orang dengan kualifikasi S1/D4 sebanyak 638 orang dengan rasio 84,28% dan jenjang pendidikan SMA/MA/SMK jumlah guru 1.174 orang dengan kualifikasi S1/D4 sebanyak 1.033 orang dengan rasio 87,99%.

Perkembangan jumlah guru yang memenuhi kulaifikasi S1/D.IV dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.33

Jumlah Guru Yang Berkualifikasi S1/D4 Menurut Jenjang Pendidikan Tahun 2011 - 2014

No Jenjang Pendidikan 2011 2012 2013 2014

1 TK/RA

1.1. Jumlah Guru (Orang) 278 313 304 300

1.2. Guru Berkualifikasi S1/D4

(Orang) 27 105 107 80

1.3. Rasio (%) 9,72 33,54 35,2 58,82

2 SD/MI

2.1. Jumlah Guru (Orang) 1.027 1.006 1.043 1.037

2.2. Guru Berkualifikasi S1/D4

(Orang) 590 626 747 810

2.3. Rasio (%) 57,45 62,22 71,62 78,11

3 SLB

3.1. Jumlah Guru (Orang) 64 85 87 89

3.2. Guru Berkualifikasi (Orang) 34 66 68 70

3.3. Rasio (%) 53,13 77,64 78,16 78,65

4 SMP/MTs

4.1. Jumlah Guru (Orang) 726 753 754 757

4.2. Guru Berkualifikasi (Orang) 588 630 657 638

4.3. Rasio (%) 80,10 83,66 87,14 84,28

5 SMA/MA/SMK

5.1. Jumlah Guru (Orang) 1.106 1.112 1.165 1.174

5.2. Guru Berkualifikasi (Orang) 1005 1.002 1.086 1.033

5.3. Rasio (%) 90,87 90,11 93,22 87,99

Sumber : Profil Pendidikan Kota Payakumbuh 2014

Untuk memperoleh tambahan kesejahteraan, guru berkualifikasi S1/D4 harus mendapatkan sertifikat keahlian/profesional yang bertujuan untuk meningkatan mutu pendidikan yang lebih baik. Adapun kondisi guru yang memperoleh sertifikat keahlian/profesional tahun 2014 adalah pada jenjang pendidikan TK dengan jumlah guru 315 orang yang bersertifikat keahlian/profesional 54 orang dengan rasio 17,14%, jenjang pendidikan SD tahun 2014 jumlah guru 1.078 orang yang bersertifikat keahlian/profesional 32 orang dengan rasio 2,97%, jenjang pendidikan SLB tahun 2014 jumlah guru 94 orang yang ber sertifikat keahlian/profesional 10 orang dengan rasio 10,64%. jenjang pendidikan SMP tahun 2014 jumlah guru 862 orang yang bersertifikat keahlian/profesional 6 orang dengan rasio 0,7%, jenjang pendidikan SMA tahun 2014 jumlah guru 708 orang yang bersertifikat keahlian/profesional 3 orang dengan rasio 0,42%, jenjang pendidikan SMK tahun 2014 jumlah guru 591 orang yang bersertifikat keahlian/profesional 13 orang dengan rasio 2,2%. Dan pada pengawas sekolah tahun 2014 dengan jumlah pengawas sekolah 31 orang yang bersertifikat keahlian/profesional 13 orang dengan rasio 41,94 %.

Perkembangan jumlah guru yang memiliki sertifikat keahlian/profesional dari tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada Tabel 2.34.

Tabel 2.34

Jumlah Guru Yang Bersertifikasi Menurut Jenjang Pendidikan Tahun 2010 - 2014

No Jenjang Pendidikan 2010 2011 2012 2013 2014*) 1 TK

1.1. Jumlah Guru (Orang) 274 294 294 304 300

1.2. Guru Bersertifikasi (Orang) 5 14 27 28 54

1.3. Rasio (%) 1,83 4,77 10,62 9,21 17,14

2 SD

2.1. Jumlah Guru (Orang) 947 972 961 1.043 1.078 2.2. Guru Bersertifikasi (Orang) 117 117 81 43 32

2.3. Rasio (%) 12,36 11,63 8,42 4,12 2,97

3 SLB

3.1. Jumlah Guru (Orang) 64 69 85 85 94

3.2. Guru Bersertifikasi (Orang) 8 13 7 9 10

3.3. Rasio (%) 12,5 18,84 8,23 10,59 10,64

4 SMP

4.1. Jumlah Guru (Orang) 519 522 553 754 862

4.2. Guru Bersertifikasi (Orang) 112 65 26 13 6

4.3. Rasio (%) 21,58 12,46 4,70 1,72 0,70

5 SMA

5.1. Jumlah Guru (Orang) 365 380 382 591 708

5.2. Guru Bersertifikasi (Orang) 26 40 48 3 3

5.3. Rasio (%) 7,13 10,53 12,56 0,50 0,42

6 SMK

6.1. Jumlah Guru (Orang) 526 530 550 574 591

6.2. Guru Bersertifikasi (Orang) 35 64 38 14 13

6.3. Rasio (%) 6,66 12,08 8,18 2,44 2,20

7 Pengawas Sekolah

7.1. Jumlah Pengawas (Orang) 18 18 24 27 31

7.2. Guru Bersertifikasi (Orang) 1 2 0 13 13

73. Rasio (%) 5,56 11,12 0 48 41,94

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh 2014 *) data sementara

h. Perkembangan Perguruan Tinggi di Payakumbuh

Payakumbuh juga memiliki delapan Perguruan Tinggi yang tersebar pada lima kecamatan yang terus berkembang, data perguruan tinggi tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.35.

Tabel 2.35

Perguruan Tinggi tahun 2013 di Kota Payakumbuh

No Nama Perguruan Tinggi Lokal Mahasiswa Dosen

1 Fakultas Pertanian Muhammadyah 9 156 28

2 STKIP Abdi Pendidikan 10 1.320 73

3 STT payakumbuh 13 372 36

4 STIT Payakumbuh 5 412 39

5 Akademi Kebidanan Widya Husada 9 248 38

6 STIH Putri Maharaja 3 126 26

7 UNAND Kampus II Payakumbuh 6 363 87

8 STAI Darul Qur’an 4 56 30

Sumber : Payakumbuh Dalam Angka tahun 2014

Keberadaan perguruan tinggi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang luas bagi masyarakat Payakumbuh (multiplier effect) baik dari segi peningkatan kualitas manusia, peningkatan taraf ekonomi dan sosial budaya.

Perguruan tinggi tidak hanya menampung mahasiswa yang berasal dari Kota Payakumbuh tapi juga dari daerah lain seperti : kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, Kabupaten Sinjunjung dan lainnya, sehingga hal ini juga menjadi peluang pengembangan ekonomi masyarakat Kota Payakumbuh.

2. Kesehatan

a. Rasio Posyandu per satuan balita

Posyandu merupakan salah satu Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Pada tahun 2014 posyandu di Kota Payakumbuh berjumlah 165 buah dengan rincian Posyandu Madya sebanyak 43 buah, posyandu Purnama sebanyak 86 buah dan posyandu Mandiri sebanyak 36 buah. Jumlah balita di Kota Payakumbuh tahun 2014 sebanyak 12.870 jiwa, maka rasio posyandu per satuan balita adalah 1:78. Ini berarti setiap posyandu melayani rata-rata 78 orang anak balita, kondisi ini tergambar pada Tabel 2.36

Tabel 2.36

Jumlah Posyandu dan Balita Tahun 2010 s.d. 2014 Kota Payakumbuh No Uraian Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 1. Jumlah posyandu 165 165 165 165 165 2. Jumlah balita 11.017 12.186 12.506 12.300 12.870 3. Rasio 1:66,7 1:73,8 1:75,8 1:74,5 1:78

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Tahun 2015

Selanjutnya jumlah posyandu dan balita di Kota Payakumbuh per kecamatan pada tahun 2014 dapat dilihat pada Tabel 2.37 :

Tabel 2.37

Jumlah Posyandu dan Balita

Menurut Kecamatan Tahun 2014 Kota Payakumbuh

NO Kecamatan Jumlah Posyandu JumlahBalita Rasio

1 Kecamatan Payakumbuh Timur 38 2.790 1:73,4

2 Kecamatan Payakumbuh Barat 55 4.979 1:90,5

3 Kecamatan Payakumbuh Selatan 18 1.052 1:58,4

4 Kecamatan Payakumbuh Utara 33 3.084 1:93,4

5 Lamposi Tigo Nagori 21 965 1:45,9

Jumlah

165 12.870 1:78

Sumber : BPMP & KB

b. Rasio Rumah Sakit per satuan penduduk

Rumah sakit adalah suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kesehatan, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien.Rasio rumah sakit per satuan penduduk dapat dilihatpada tabel berikut:

Tabel 2.38

Jumlah dan Rasio Rumah Sakit Per jumlah Penduduk Tahun 2010 s.d 2014 Kota Payakumbuh

No Uraian

Tahun

2010 2011 2012 2013 2014

1. Jumlah Rumah Sakit Umum (Pemerintah) 1 1 1 1 1 2. Jumlah Rumah Sakit Jiwa/Paru dan

penyaki khusus lainnya milik pemerintah 0 0 0 0 0 3. Jumlah Rumah Sakit AD/AU/ AL/POLRI 0 0 0 0 0

4. Jumlah Rumah Sakit Daerah 1 1 1 1 1

5. Jumlah seluruh Rumah Sakit 2 2 2 2 3

6. Jumlah Penduduk 117.876 120.051 122.450 124.964 125.690 7. Rasio 1:58.938 1:60.025 1:61.225 1:62.482 1:41.897

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh tahun 2015

c. Rasio dokter per satuan penduduk

Jumlah dan jenis sumber daya manusia kesehatan terdiri dari dokter umum 57 orang, dokter gigi 15 orang pada tahun 2014, maka rasio dokter per satuan penduduk adalah 1:1.746. Dan untuk tenaga para medis (bidan,perawat,perawat gigi) pada tahun 2014 berjumlah 166 orang

dengan jumlah penduduk 125.690 orang. Maka rasio tenaga medis per satuan penduduk adalah 1;758

Indikator rasio dokter per jumlah penduduk menunjukkan tingkat pelayanan yang dapat diberikan oleh dokter dibandingkan jumlah penduduk yang ada. Jumlah dokter dan dokter spesialis di Indonesia belum memenuhi kebutuhan sesuai rasio jumlah penduduk Indonesia. Selain itu distribusi dokter dan dokter spesialis tidak merata serta kualitasnya masih perlu ditingkatkan. Jumlah dokter menurut kecamatan di luar RS tahun 2014 dapat dilihat padaTabel 2.39 :

Tabel 2.39

Jumlah Dokter Menurut Kecamatan di Luar RS Tahun 2014

No Kecamatan PendudukJumlah Jumlah Dokter Rasio

Dr Drg Dr drg

1 Payakumbuh Timur 27.246 4 3 1:9.082 1:9.082

2 Payakumbuh Barat 48.624 10 5 1:4.862 1:9.724

3 Payakumbuh Selatan 10.278 5 1 1:1.284 1:10.278

4 Payakumbuh Utara 30.117 35 5 1:792 1:6.023

5 Lamposi Tigo Nagori 9.425 3 1 1:3.141 1:9.245

Jumlah 125.690 57 15 1:2.205 1:8.379

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh 2015

d. Rasio tenaga medis per satuan penduduk

Rasio Tenaga Medis per jumlah penduduk menunjukkan seberapa besar ketersediaan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada penduduk.Untuk menghitung rasio tenaga medis persatuan penduduk dapat disusun Tabel 2.40.

Tabel 2.40

Jumlah Tenaga Para Medis (Bidan, Perawat, Perawat Gigi) di Luar RS Tahun 2010 s.d 2014 Kota Payakumbuh

No Uraian Tahun

2010 2011 2012 2013 2014

1 Jumlah Tenaga Para Medis 95 95 97 105 166

2 Jumlah Penduduk 117.876 120.051 122.450 124.964 125,690

3 Rasio 1:1.240 1:1263 1:1.259 1:1.190 1:758

Sumber ; Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh

e. Rasio Puskesmas, Rumah Sakit, Poliklinik dan Pustu Per Satuan Penduduk

Puskesmas pada tahun 2014 di Kota Payakumbuh berjumlah sebanyak 8 unit. Rasio puskesmas per satuan penduduk pada tahun 2014 adalah 1:15.375. Sedangkan jumlah puskesmas pembantu di Kota

Payakumbuh sebanyak 23 unit. Jumlah kelurahan adalah sebanyak 62 kelurahan sehingga cakupan puskesmas pembantu adalah 55%. Sedangkan Rumah Sakit di Kota Payakumbuh berjumlah 3 unit yaitu Rumah sakit Pemerintah RSUD Dr Adnaan WD (Rumah Sakit Umum Daerah), RSI Ibnu Sina dan Rumah Sakit Bedah. Dimana rasio berdasarkan persatuan penduduk sebanyak 1:41.897.

f. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan dan Cakupan Kelurahan Universal Child Imunization (UCI).

Komplikasi dan Kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa persalinan hal ini disebabkan pertolongan tidak

Dalam dokumen BAB II Perubahan RPJMD Cetak (Halaman 27-81)

Dokumen terkait