BAB II EVALUASI HASIL TRIWULAN II TAHUN 2019
2.1 Gambaran Umum dan Kondisi Daerah
2.1.4 Aspek Daya Saing Daerah
2.1.4.4 Fokus Sumber Daya Manusia
Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci keberhasilan pembangunan nasional dan daerah. Hal ini dapat disadari oleh karena manusia sebagai subyek dan obyek dalam pembangunan. Mengingat hal tersebut, maka pembangunan SDM diarahkan agar benar-benar mampu dan memiliki etos kerja yang produktif, terampil, kreatif, disiplin dan profesional. Disamping itu juga mampu memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai ilmu dan teknologi yang inovatif dalam rangka memacu pelaksanaan pembangunan nasional.
Kualitas sumberdaya manusia juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan daya saing daerah dan perkembangan investasi di daerah. Indikator kualitas sumberdaya manusia dalam rangka peningkatan daya saing daerah dapat dilihat dari kualitas tenaga kerja dan tingkat ketergantungan penduduk untuk melihat sejauhmana beban ketergantungan penduduk.
93
BAB II Evaluasi Hasil Triwulan II
1. Kualitas Tenaga Kerja
Salah satu faktor penting yang tidak dapat diabaikan dalam kerangka pembangunan daerah adalah menyangkut kualitas sumber daya manusia (SDM), dan Jumlah umur yang produktif Kualitas SDM ini berkaitan erat dengan kualitas tenaga kerja yang tersedia untuk mengisi kesempatan kerja di dalam negeri dan di luar negeri. Kualitas tenaga kerja di suatu wilayah sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan. Artinya semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditamatkan penduduk suatu wilayah maka semakin baik kualitas tenaga kerjanya.
Berdasarkan kelompok umur ternyata penduduk yang berusia 15-19 Tahun mendominasi diikuti yang berusia 25-29 Tahun dan 0-4 Tahun. Namun Penduduk yang berusia 60-60-4 Tahun memiliki jumlah terendah dari komposisi penduduk yang ada di Kota Kotamobagu.
Tabel 2.66
Jumlah Kelompok Umur Menurut Jenis Kelamin di Kota Kotamobagu
KELOMPOK UMUR JENIS KELAMIN JUMLAH
LAKI-LAKI PEREMPUAN 0-4 5,432 5,261 10,693 5-9 5,388 5,269 10,657 10-14 5,435 5,133 10,568 15-19 5,765 5,970 11,735 20-24 5,050 4,875 9,925 25-29 5,800 5,228 11,028 30-34 5,131 4,689 9,820 35-39 4,674 4,558 9,232 40-44 4,563 4,540 9,103 45-49 4,413 4,211 8,624 50-54 3,605 3,335 6,940 55-59 2,800 2,553 5,353 60-64 2,201 2,152 4,353 65+ 2,818 3,023 5,841 Jumlah 63,075 60,797 123,872
Sumber : Kotamobagu Dalam Angka 2018
Adapun untuk penduduk usia 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja menurut Pendidikan dan jenis kelamin didominasi oleh Pendidikan SLTP ke bawah deng jumlah
94
BAB II Evaluasi Hasil Triwulan II
keseluruhan 26.571 jiwa. Dimana dari total tersebut jenis kelamin laki-laki sebanyak 20.843 jiwa dan perempuan 5.728 jiwa.
Tabel 2.67
Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang termasuk angkatan kerja menurut Pendidikan yang ditamatkan dan jenis kelamin 2017 di Kota Kotamobagu
PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH SLTP Ke Bawah 20.843 5.728 26.571
SMTA 11.589 5.922 17.511
Diploma/Akademi/Universitas 4.222 5.183 9.405
Jumlah 36.654 16.833 53.487
Sumber : Kotamobagu Dalam Angka 2018
Untuk penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja menurut Pendidikan dan jenis kelamin didominasi oleh tingkat Pendidikan SLTP Ke bawah sebanyak 25.466 jiwa dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 19.989 jiwa.
Tabel 2.68
Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang bekerja menurut Pendidikan yang ditamatkan dan jenis kelamin 2017 di Kota Kotamobagu
PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH SLTP Ke Bawah 19.989 5.477 25.466
SMTA 10.611 5.057 15.718
Diploma/Akademi/Universitas 4.222 5.029 9.251
Jumlah 34.872 15.563 50.435
Sumber : Kotamobagu Dalam Angka 2018
2. Energi
Persentase Rumah Tangga Yang Memiliki Listrik
Penyediaan tenaga listrik bertujuan untuk meningkatkan perekonomian serta memajukan kesejahteraan masyarakat. Bila tenaga listrik telah dicapai pada suatu daerah atau wilayah maka kegiatan ekonomi dan kesejateraan pada daerah tersebut dapat meningkat. Untuk mewujudkan hal tersebut maka Pemerintah Daerah berkewajiban untuk melistriki masyarakat tidak mampu dan daerah terpencil. Indikator yang digunakan untuk melihat pencapaian sasaran pemerintah daerah tersebut adalah persentase rumah tangga yang menggunakan listrik.
95
BAB II Evaluasi Hasil Triwulan II
Persentase rumah tangga yang menggunakan listrik merupakan proporsi jumlah rumah tangga yang menggunakan listrik sebagai daya penerangan terhadap jumlah rumah tangga, sebagai berikut :
Tabel 2.69
Banyaknya pelanggan daya terpasang pemakaian (KWH) pada PT PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo Cab Kotamobagu 2016 di Kota Kotamobagu
KONSUMEN JUMLAH DAYA TERPASANG PEMAKAIAN (KWH)
Sosial 896 1,913,433 1,934,189 Rumah Tangga 39,435 29,634,830 46,003,895 Bisnis 2,756 8,947,126 13,342,658 Industri 28 578,433 661,001 Pemerintah 276 2,284,350 6,999,001 Multiguna 275,991 Jumlah 43,391 43,358,172 69,216,735
Sumber : PLN Cabang Kotamobagu 2017
untuk rasio ketersediaan listrik di kota Kotamobagu dijelaskan pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.70
Banyaknya Rasio Ketersediaan Listrik di Kota Kotamobagu
Sumber : PLN Cabang Kotamobagu 2017
NO URAIAN SATUAN 2013 2014 2015 2016 1 Kebutuhan (penjualan) GWH 8.05 8.67 9.78 10.48 RT GWH 5.41 6.65 7.30 8.05 Komersial GWH 1.44 1.05 1.10 1.00 Public GWH 0.93 1.13 1.17 1.22 Industry GWH 0.27 0.24 0.21 0.21 2 Susut dan Losses (D) % 7.20 6.73 8.22 7.47 3 Susut Pemakaian Sendiri % 0.06 0.06 0.06 0.06 4 Total Susut dan Losses % 7.26 6.79 8.28 7.53 5 Faktor dan Beban % 52.20 50.70 51.00 53.10
6 Produksi GWH 7 Beban Puncak MW 23.73 25.42 26.64 30.45 8 Kapasitas Terpasang (Existing) MW 17.40 17.40 17.40 9 Cummulate Commited Projejcts MW 3 3 3 3
10 Total Kapasitas Sistem MW 20.40 20.40 20.40 11 Daya yang dibutuhkan MW
96
BAB II Evaluasi Hasil Triwulan II
3. Komunikasi
Peningkatan daya saing daerah dapat dilihat dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang terjadi pada suatu daerah. Salah satu indikator dalam melihat perkembangan teknologi komunikasi adalah dengan melihat seberapa banyak penduduk suatu daerah telah memiliki perangkat komunikasi berupa hand-phone (HP) dan telepon rumah biasa.
Tabel 2.71
Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan HP/Telepon di Kota
NO URAIAN 2013 2014 2015 2016
1. Penduduk yang memiliki HP 63.247 68.379 78.526 100.245 2. Penduduk yang memiliki telepon
PSTN
137 133 129 103 3. Total Jumlah penduduk yang
memiliki HP/Telepon (1) + (2)
63.384 68.512 78.655 103.476 4. Jumlah penduduk 114.980 119.964 122.109 129.753 5. Persentase penduduk yang
menggunakan HP/Telepon (3)/(4)
55.1 57.1 64.4 79.75
Sumber : BPS Kotamobagu 2017
4. Perencanaan Pembangunan
Proses Perencanaan merupakan bagian dari siklus kegiatan manajemen yang terutama berhubungan dengan pengambilan keputusan (decision making). Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi. Sebagai strategi untuk mewujudkan tujuan adalah dengan menyusun dokumen perencanaan baik jangka panjang, jangka menengah maupun jangka pendek.
Dokumen perencanaan yang tersedia saat ini di Kota Kotamobagu, baik yang sudah diperdakan maupun di atur dengan Peraturan Walikota adalah dokumen RPJMD dan RTRW dan RKPD. Sedangkan RPJPD, masih dalam proses evaluasi ke Provinsi
Tabel 2.72
Dokumen Perencanaan Kota Kotamobagu
NO INDIKATOR 2013 2014 2015 2016 2017 201 8 KET. Ad a Tida k Ad a Tida k Ad a Tida k Ad a Tida k Ad a Tida k Ad a Tida k 1 Ketersediaan RPJPD yang telah
97
BAB II Evaluasi Hasil Triwulan II NO INDIKATOR 2013 2014 2015 2016 2017 201 8 KET. ditetapkan dengan Perda 2 Ketersediaan RPJMD yang telah ditetapkan dengan Perda 3 Ketersediaan RKPD yang telah ditetapkan dengan Perwako
Sumber : Bappelitbangda Kota Kotamobagu, 2018.
2.2 Evaluasi Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimum sampai