• Tidak ada hasil yang ditemukan

Formaldehid adalah suatau senyawa kimia berbentuk gas dan baunya menusuk. 15%

sebagai pengawet dan stabilisator. Formaldehid berbentuk serbuk atau padatan disebut paraformaldehid. Formalin dan paraformaldehid dapat melepaskan gas formaldehid.

Formaldehid dalam bentuk cairan biasanya digunakan untuk mengawetkan specimen hayati. Formaldehid memiliki rumus molekul CH2O dan memiliki nama lain yang diantaranya ialah formol, metilen aldehid, paraforin, morbisida, oksometan, polioksimetilen glikol, metanal, formoform, superlisoform, formiat aldehid, formalit, tetraoksimetilen, metiloksida, karsan, triosane, oksimetilen dan metilen glikol.

Formaldehid mempunyai massa molar 30,03 g/mol dengan titik leleh -920 C (Susanti,2010).Rumus struktur dari formaldehid yaitu :

Gambar 1: Struktur Bangun Formaldehid

Formalin merupakan cairan jernih yang tidak berwarna atau hampir tidak berwarna dengan bau yang menusuk, uapnya merangsang selaput lendir hidung dan tenggorokan dan rasa yang membakar. Bobot tiap millimeter ialah 1,08 gram. Dapat bercampur dalam air dan alkohol, tetapi tidak bercampur dalam kloroform dan eter. Sifatnya yang mudah larut dalam air dikarenakan adanya elektron sunyi pada oksigen sehingga dapat mengadakan ikatan hidrogen molekul air (Fessenden,1986)

Formaldehid murni tidaklah tersedia secara komersial, tetapi dijual dalam 30-5-%

(b/b) larutan mengandung air. Formalin (37%CH2O) adalah larutan yang paling umum.

10

Pada umumnya metanol atau unsur-unsur lain ditambahkan kedalam larutan sebagai larutan penstabil trioxane [(CH2O)3] dan polimernya paraformaldehid, dengan 8–100 unit formaldehid (WHO,2002)

Gambar 2 : larutan formaldehid

Larutan formaldehid adalah desinfektan yang relatif melawan bakteri vegetative, jamur atau virus, tetapi kurang aktif melawan spora bakteri. Formaldehid bereaksi dengan protein dan hal tersebut mengurangi aktivitas mikroorganisme. Efek sporosidnya yang meningkat tajam dengan adanya kenaikan suhu. Larutan formaldehid 0,5% dalam awaktu 6–12 jam dapat membunuh bakteri dalam waktu 2–4 hari dapat membunuh spora. Sedangkan larutan 8% dapat membunuh spora dalam waktu 18 jam (Cahyadi,2006)

2.4.1 Fungsi Formalin Yang Sebenarnya

Formalin sudah sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari–hari. Apabila digunakan secara benar. Formalin akan banyak kita rasakan manfaatnya, misalanya sebagai anti bakteri atau pembunuh kuman dalam berbagai jenis keperluan industri, yakni pembersih lantai, kapal, gudang dan pakaian, pembasmi lalat maupun berbagai serangga lainnya. Dalam dunia fotografi biasanya digunakan sebagai bahan pengeras lapisan gelatin dan kertas. Formalin juga sering digunakan sebagai pembuatan parfum, pengawet produk kosmetika, pengeras kuku dan bahan untuk insulasi busa. Formalin juga digunakan sebagai pencegah korosi untuk sumur minyak.

Dibidang industri kayu, formalin digunakan sebagai bahan perekat untuk produk kayu lapis (plywood). Dalam konsentrasi yang sangat kecil (>1 persen) digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih rumah tangga,

11

cairan pencuci piring, pelembut, perawat sepatu, shampoo mobil, lilin dan karpet (Yuliarti,2007)

2.4.2 Penyalahgunaan Formalin

Besarnya manfaat formalin dibidang industri tersebut ternyata disalahgunakan untuk panggunaan pengawetan industri makanan. Biasanya hal ini sering ditemukan dalam industri rumahan karena mereka tidak terdaftar dan terpantau oleh Depkes dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat. Bahkan makanan yang diawetkan dengan formalin biasanya adalah mie basah, tahu , bakso, ikan asin, dan beberapa ikan lainnya. Formalin sering disalahgunakan karena harganya yang sangat murah dan mudah didapat. Produsen sering kali tidak tahu kalau penggunaan formalin dengan pengawet makanan tidaklah dapat karena bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan bagi konsumen yang memakannya.

Formalin juga dipakai untuk reaksi kimia yang bisa membentuk ikatan polimer yang dapat menimbulkan warna produk menjadi lebih cerah. Oleh karen itu, formalin juga banyak dipakai dalam produk rumah tangga seperti piring, gelas dan mangkuk yang berasal dari plastik atau melamin. Bila gelas atau piring terkena makanan atau minuman panas makan bahan formalin yang terdapat dalam gelas akan larut (Cahyadi,2006) 2.4.3 Gangguan Kesehatan Karena Penggunaan Formalin

Formalin dapat masuk kedalam tubuh melalui mulut saluran pernapasan. Gangguan kesehatan yang terjadi akibat kontak dengan formalin sangat tergantung pada cara zat ini masuk kedalam tubuh.

Bahaya kanker pada manusia dapat terjadi jika kandungan formalin dalam tubuh tinggi, secara kimia formalin akan bereaksi dalam tubuh dengan hampir semua zat didalam sel sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang berujung pada kerusakan organ tubuh. Formalin merupakan zat yang bersifat karsinogenik atau bisa menyebabkan kanker.

12

Tabel 2.1 Dampak formalin bagi Kesehatan

Akut Kronis

Merupakan efek langsung terlihat pada kesehatan manusia akibat jangka pendek yang terjadi biasanya terpapar oleh formalin dalam jumlah yang banyak seperti : iritasi, alergi, mata beriar, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut, pusing, radang tonsil, radang tenggorokan, sakit dada, jantung berdebar, diare. Pada konsentrasi yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian.

Efek pada kesehatan manusia terlihat setelah terkena dalam jangka waktu yang lama dan berulang, biasanya jika mengkonsumsi formalin dalam jumlah kecil terakumulasi dalam jaringan, seperti : mata berair, gangguan pencernaan, hati, ginjal, pankreas, sistem saraf pusat, menstruasi dapat menyebabkan kanker karena bersifat karsinogenik

(Yuliarti,2007) 2.4.4 Uji Formalin Yang Biasa Digunakan

Uji kualitatif yang biasa digunakan untuk laboratorium dilakukan dengan : metode asam kromatropat dengan pereaksi C6H6Na2O8S2.H2O (asam kromatropat) dalam H2SO460% : hasil destilasi dari sampel yang diduga mengandung formaldehid dimasukkan kedalam tabung reaksi dan direaksikan dengan asam kromatropat 0,5%

dalam H2SO4 60% yang kemudian dipanaskan diatas waterbath, adanya formaldehidditunjukkan dengan perubahan warna dari bening menjadi ungu. Reaksi cermin perak : hasil destilasi dari sampel yang diduga mengandung formaldehid dimasukkan dalam tabung reaksi ditambahkan larutan AgNO3 dan NH4OH lalu ditambahkan 1 tetes NaOH 2N. Adanya formaldehid ditunjukkan dengan cermin perak didasar larutan (BPOM,2001). Uji Hehner-Fulton, larutan pereaksi dicampur air boron jenuh (1 bagian) ditambahkan kedalam larutan asam sulfat dingin dan susu segar bebas aldehid, adanya formaldehid ditunjukkan dengan adanya warna merah muda ungu (SNI,1992)

Dokumen terkait