BAB II........................................................................................................................... 5
2. Format Keputusan Penanggung Jawab Penatausahaan BMN
a. Format Keputusan Penanggung Jawab Yang Ditandatangani Oleh UAPB
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
NOMOR TENTANG
PELAKSANA PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA PADA UNIT AKUNTANSI PENGGUNA BARANG (UAPB)
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA,
Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam diktum keempat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor ………
TAHUN 2021 tentang Pelaksana Penatausahaan Barang Milik Negara di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia perlu menetapkan Pelaksana Penatausahaan Barang Milik Negara;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a perlu menetapkan nama-nama yang tercantum dalam Keputusan ini untuk melaksanakan tugas tersebut.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 7) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 87) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6485);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 87) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6485);
- 115 -
3. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 142) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6523);
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181/PMK.06/2016 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1817);
6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 1352) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.06/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 492)
M E M U T U S K A N:
Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA TENTANG PELAKSANA PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA PADA UNIT AKUNTANSI PENGGUNA BARANG (UAPB) KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
KESATU : Menetapkan Pelaksana Penatausahaan Barang Milik Negara pada Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
KEDUA : Dalam melaksanakan penatausahaan BMN sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu Pelaksana Penatausahaan BMN melakukan tugas sebagai berikut:
1) Penanggung Jawab
a) Menyelenggarakan Penatausahaan BMN di lingkup kerjanya sesuai dengan ketentuan di bidang BMN;
b) Melakukan pengawasan dan pengendalian dalam kegiatan Penatausahaan BMN yang meliputi Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan.
2) Pejabat Operasional dan Pejabat Pelaksana:
a) Mengkoordinasikan pelaksanaan Penatausahaan BMN di lingkup kerjanya sesuai dengan ketentuan di bidang BMN;
b) Melakukan pengawasan dan pengendalian dalam kegiatan Penatausahaan BMN yang meliputi Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan.
3) Petugas Penatausahaan:
a) Menyusun Daftar Barang Kementerian yang datanya berasal dari jenjang Penatausahaan di bawahnya;
b) Melakukan Pembukuan BMN;
c) Mengkoordinasikan pelaksanaan teknis Inventarisasi BMN;
d) Melakukan Rekonsiliasi Data BMN dengan UAPA;
e) Melakukan Rekonsiliasi Data BMN dengan DJKN Pusat;
f) Melakukan pemutakhiran serta konsolidasi data dalam rangka penyusunan LBP;
g) Melakukan Pelaporan BMN;
h) Melakukan Pembinaan Penatausahaan BMN kepada Unit Akuntansi BMN secara berjenjang;
i) Melakukan Pengamanan Dokumen.
KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di ………….
Pada tanggal ...
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
………
- 117 -
b. Format Keputusan Penanggung Jawab Yang Ditandatangani Oleh UAPPB-E1
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL/INSPEKTUR JENDERAL/
DIREKTUR JENDERAL/KEPALA BADAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
NOMOR TENTANG
PELAKSANA PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA
PADA UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA BARANG ESELON I (UAPPB-EI) KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
SEKRETARIS JENDERAL/INSPEKTUR JENDERAL/
DIREKTUR JENDERAL/KEPALA BADAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam diktum keempat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor ………
TAHUN 2021 tentang Pelaksana Penatausahaan Barang Milik Negara di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia perlu menetapkan Pelaksana Penatausahaan Barang Milik Negara;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a perlu menetapkan nama-nama yang tercantum dalam Keputusan ini untuk melaksanakan tugas tersebut.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 7) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 87) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6485);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas
Sistem Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 87) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6485);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 142) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6523);
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181/PMK.06/2016 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1817);
6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 1352) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.06/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 492)
M E M U T U S K A N:
Menetapkan : KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL/INSPEKTUR JENDERAL/DIREKTUR JENDERAL/KEPALA BADAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA TENTANG PELAKSANA PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA PADA UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA BARANG ESELON I (UAPPB-EI)
KESATU : Menetapkan Pelaksana Penatausahaan Barang Milik Negara pada Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon I (UAPPB-EI) sebagai berikut:
- 119 -
KEDUA : Dalam melaksanakan penatausahaan BMN sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu Pelaksana Penatausahaan BMN melakukan tugas sebagai berikut:
1) Penanggung Jawab:
a) Menyelenggarakan Penatausahaan BMN di lingkup kerjanya sesuai dengan ketentuan di bidang BMN;
b) Melakukan pengawasan dan pengendalian dalam kegiatan Penatausahaan BMN yang meliputi Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan.
2) Pejabat Operasional dan Pejabat Pelaksana:
a) Mengkoordinasikan pelaksanaan Penatausahaan BMN di lingkup kerjanya sesuai dengan ketentuan di bidang BMN;
b) Melakukan pengawasan dan pengendalian dalam kegiatan Penatausahaan BMN yang meliputi Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan.
3) Petugas Penatausahaan pada tingkat Eselon I:
a) Menyusun Daftar Barang Eselon I yang datanya berasal dari jenjang Penatausahaan di bawahnya;
b) Melakukan Pembukuan BMN;
c) Mengkoordinasikan pelaksanaan teknis Inventarisasi BMN;
d) Melakukan Rekonsiliasi Data BMN dengan UAPPA-E1;
e) Melakukan Rekonsiliasi Data BMN dengan Kanwil DJKN;
f) Melakukan pemutakhiran serta konsolidasi data dalam rangka penyusunan LBP-E1;
g) Melakukan Pelaporan BMN;
h) Melakukan Pembinaan Penatausahaan BMN kepada Unit Akuntansi BMN secara berjenjang;
i) Melakukan Pengamanan Dokumen.
KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di ………….
Pada tanggal ...
SEKRETARIS JENDERAL/ INSPEKTUR JENDERAL/ DIREKTUR JENDERAL/
KEPALA BADAN
………..
NIP. ……….
c. Format Keputusan Penanggung Jawab Yang Ditandatangani Oleh UAPPB-W
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH …....
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NOMOR
TENTANG
PELAKSANA PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA
PADA UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA BARANG WILAYAH (UAPPB-W) KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KANTOR WILAYAH ………..
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam diktum keempat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor ………
TAHUN 2021 tentang Pelaksana Penatausahaan Barang Milik Negara di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia perlu menetapkan Pelaksana Penatausahaan Barang Milik Negara;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a perlu menetapkan nama-nama yang tercantum dalam Keputusan ini untuk melaksanakan tugas tersebut.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 7) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 87) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6485);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan
- 121 -
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 87) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6485);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 142) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6523);
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181/PMK.06/2016 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1817);
6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 1352) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.06/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 492)
M E M U T U S K A N:
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH…. KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG PELAKSANA PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA PADA UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA BARANG WILAYAH (UAPPB-W)
KESATU : Menetapkan Pelaksana Penatausahaan Barang Milik Negara pada Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W) sebagai berikut:
KEDUA : Dalam melaksanakan penatausahaan BMN sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu Pelaksana Penatausahaan BMN melakukan tugas sebagai berikut:
1) Penanggung Jawab
a) Menyelenggarakan Penatausahaan BMN di lingkup kerjanya sesuai dengan ketentuan di bidang BMN;
b) Melakukan pengawasan dan pengendalian dalam kegiatan Penatausahaan BMN yang meliputi Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan.
2) Pejabat Operasional dan Pejabat Pelaksana
a) Mengkoordinasikan pelaksanaan Penatausahaan BMN di lingkup kerjanya sesuai dengan ketentuan di bidang BMN;
b) Melakukan pengawasan dan pengendalian dalam kegiatan Penatausahaan BMN yang meliputi Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan.
3) Petugas Penatausahaan pada tingkat Kantor Wilayah:
a) Menyusun Daftar Barang Wilayah yang datanya berasal dari jenjang Penatausahaan di bawahnya;
b) Melakukan Pembukuan BMN;
c) Mengkoordinasikan pelaksanaan teknis Inventarisasi BMN;
d) Melakukan Rekonsiliasi Data BMN dengan UAPPA-W;
e) Melakukan Rekonsiliasi Data BMN dengan Kanwil DJKN;
f) Melakukan pemutakhiran serta konsolidasi data dalam rangka penyusunan LBP-W;
g) Melakukan Pelaporan BMN;
h) Melakukan Pembinaan Penatausahaan BMN kepada Unit Akuntansi BMN secara berjenjang;
i) Melakukan Pengamanan Dokumen.
KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di ………….
Pada tanggal ...
KEPALA KANTOR WILAYAH ...
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
………
NIP. ……….
- 123 -
d. Format Keputusan Penanggung Jawab Yang Ditandatangani Oleh UAKPB
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN KEPALA BIRO UMUM/SEKRETARIS UNIT ESELON I/KEPALA PUSDATIN/KEPALA SATUAN KERJA
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NOMOR
TENTANG
PELAKSANA PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA
PADA UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA BARANG ... (NAMA SATUAN KERJA) KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
KEPALA BIRO UMUM/SEKRETARIS UNIT ESELON I/KEPALA PUSDATIN/KEPALA SATUAN KERJA
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam diktum keempat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor ………
TAHUN 2021 tentang Pelaksana Penatausahaan Barang Milik Negara di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia perlu menetapkan Pelaksana Penatausahaan Barang Milik Negara;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a perlu menetapkan nama-nama yang tercantum dalam Keputusan ini untuk melaksanakan tugas tersebut.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 7) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 87) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6485);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2020 Nomor 87) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6485);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 142) (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6523);
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181/PMK.06/2016 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1817);
6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 1352) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.06/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 492)
M E M U T U S K A N:
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BIRO UMUM/SEKRETARIS UNIT ESELON I/KEPALA PUSDATIN/KEPALA SATUAN KERJA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG PELAKSANA PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA PADA UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA BARANG (UAKPB)
KESATU : Menetapkan Pelaksana Penatausahaan Barang Milik Negara pada Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) sebagai berikut:
Penanggung Jawab:
KEDUA : Dalam melaksanakan penatausahaan BMN sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu Pelaksana Penatausahaan BMN melakukan tugas sebagai berikut:
1) Penanggung Jawab
- 125 -
a) Menyelenggarakan Penatausahaan BMN di lingkup kerjanya sesuai dengan ketentuan di bidang BMN;
b) Melakukan pengawasan dan pengendalian dalam kegiatan Penatausahaan BMN yang meliputi Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan.
2) Pejabat Operasional dan Pejabat Pelaksana
a) Mengkoordinasikan pelaksanaan Penatausahaan BMN di lingkup kerjanya sesuai dengan ketentuan di bidang BMN;
b) Melakukan pengawasan dan pengendalian dalam kegiatan Penatausahaan BMN yang meliputi Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan.
3) Petugas Penatausahaan pada tingkat Satuan Kerja melaksanakan kegiatan teknis meliputi:
a) Menyusun Daftar Barang Kuasa Pengguna;
b) Melakukan Pembukuan BMN;
c) Melakukan Inventarisasi BMN;
d) Melakukan Rekonsiliasi Data BMN dengan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA);
e) Melakukan Rekonsiliasi Data BMN dengan KPKNL;
f) Melakukan Pelaporan BMN;
g) Melakukan Pengamanan Dokumen.
KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di ………….
Pada tanggal ...
KEPALA BIRO UMUM/SEKRETARIS UNIT ESELON I/KEPALA PUSDATIN/KEPALA SATUAN KERJA
………
NIP. ……….