• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendekatan untuk menyusun arsitektur strategi pengembangan Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan yaitu memeperhatikan beberapa unsur antara lain visi dan misi Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan, analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi, indusri foresight, tantangan organisasi dan sasaran yang ingin dicapai. Unsur-unsur ini dipadukan untuk mendapatkan peta umum strategi yang akan di implementasikan.

1. Visi dan Misi Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan

Seperti dijelaskan pada gambaran umum koperasi, maka visi dari Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan adalah

a) Menjadikan Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan, sebagai badan usaha yang mampu mengangkat taraf hidup dan kehidupan anggota serta masyarakat petani dalam bidang kehidupan ekonomi sebagai basis bagi peningkatan kehidupan pendidikan, budaya, agama dan sosial serta aspek-aspek kehidupan lainnya.

b) Menjadikan Koperasi Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan sebagai lokomotif dan model alternatif dari sistem ekonomi kerakyatan dalam memberdayakan fungsi dan peran petani sebagai tulang punggung kehidupan ekonomi Nasional yang kini

mengalami pasang surut dalam kancah pergulatan ekonomi nasional maupun global.

c) Membangun sikap mental dan keahlian profesional para anggota dan pengurus Koperasi dalam bidang garapannya masing-masing, serta mampu menularkan keahlian dan profesionalismenya kepada para petani yang menjadi mitra kerja dan lingkup sosial garapannya.

Sedangkan misi Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan adalah:

a) Membangun tradisi kemitran sebagai azas ekonomi kerakyatan yang melibatkan dan menjadikan tradisi dan agama sebagai soko guru dan norma kehidupan ekonomi masyarakat.

b) Menyiapkan komunitas petani yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya kelestarian lingkungan hidup yang merupakan paradigma dan norma yang dipegang teguh oleh para petani tradisonal, akan tetapi juga memiliki wawasan terbuka terhadap perkembangan teknologi modern yang memiliki apresiasi terhadap kelestarian lingkungan hidup.

c) Melakukan dan mengembangkan tradisi penelitian di kalangan anggota koperasi dan para petani bagi pengembangan proses dan produk pertanian secara interdisipliner yang terpadu yang berlandasakan azas kelestarian, penguatan ekonomi dan nilai-nilai kemanusiaan.

d) Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan dalam bidang yang relevan dengan bidang usaha Koperasi, baik langsung maupun tidak langsung, bagi seluruh anggota Koperasi dan masyarakat petani demi terwujudnya komunitas yang memiliki sikap dan mental serta keahlian profesional dalam bidang usahanya masing-masing.

2. Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal

Analisis lingkungan internal dan eksternal Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan telah menghasilkan lima kekuatan dan tiga kelemahan serta lima peluang dan dua ancaman. Berdasarkan analisis lingkungan internal lima kekuatan yang dimiliki oleh Koperasi Jasa

Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan antara lain memilki badan hukum, system pengawasan yang demokratis, memiliki jumlah anggota yang besar, memiliki lahan pertanian yang luas, dan berada di naungan STA Panumbangan. Sedangkan tiga yang menjadi kelemahan dari Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan yaitu partisipasi anggota yang rendah, tidak memiliki bidang penelitian dan pengembangan, konflik internal pengurus.

Berdasarkan analisis eksternal Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan maka lima peluang yang didapat yaitu petani di Kecamatan Panumbangan banyak, kebutuhan petani yang relatif homogen, perkembangan teknologi yang semakin maju, adanya peran serta pemerintah, dan adanya Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Sedangkan ancaman atau tantangan yang terdapat pada Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan yaitu kebijakan ekonomi yang liberal, persepsi masyarakat yang buruk mengenai koperasi.

3. Industry Foresight

Gambaran masa depan organisasi koperasi di Indonesia, khususnya Kabupaten Ciamis sendiri cukup baik teruatama koperasi di bidang pertanian karena sebagian besar masyarakatnya berpropesi sebagai petani sehingga keberadaan koperasi sangat dibutuhkan bagi petani kecil didalam menjalankan usahanya. Kualitas pelayanan koperasi seharusnya lebih baik sejalan dengan harapan yang besar dari para petani tersebut, tetapi pada kenyataanya kualitas pelayanan koperasi masih kurang baik dan masih jauh dari harapan anggotanya. Berdasarkan gambaran masa depan tersebut Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan saat ini harus dapat meningkatkan kualitas pelayanan sehingga faktor-faktor peluang seperti petani di Kecamatan Panumbangan yang cukup banyak dan kebutuhan petani yang relatif homogen dapat diambil. Selain itu Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan juga harus mengoptimalkan pengurus atau sumberdaya dengan memanfaatkan peluang adanya dari peran serta pemerintah dan adanya Dekopin dengan melakukan pembinaan

dan pelatihan dari pemerintah. Pengoptimalan pengurus harus dilakukan untuk mencapai efisiensi organisasi, loyalitas dan partisipasi anggota dapat meningkat. Dengan seluruh pengurus yang dimiliki oleh Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan saat ini harus dibina dengan baik sehingga dapat melaksanakan seluruh pekerjaan secara optimal.

Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan perlu menetapkan standar operating procedure (SOP) agar konflik internal pengurus yang terjadi dapat diatasi, karena dengan adanya SOP maka koridor tugas pengurus menjadi jelas dan terinci hal ini dapat menanggulangi konflik internal pengurus yang sering terjadi.

Bekerja sama dengan pihak pemerintah dan akademisi dapat dilakuka oleh Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan, dimana dengan cara tersebut masalah penelitian dan pengembangan yang menjadi masalah dapat di tanggulangi sekaligus dapat menekan tingkat biaya dibandingkan apaila Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan membentuk team penelitian dan pengembangan sendiri.

Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan harus memperbaiki citra koperasi, karena dengan cara tersebut persepsi masyarakat yang buruk mengenai koperasi dapat diatasi. Dimana dengan citra koperasi yang semakin baik maka sasaran perkembangan koperasi akan mudah tercapai.

Strategi-strategi yang telah dihasilkan pada analisis SWOT bertujuan untuk menghadapi keenam tantangan tersebut sehingga akan diperoleh menigkatnya kesejateraan anggota dan masyarakat serta ikut berkontribusi dalam tatanan perekonomian nasional. Strategi-strategi tersebut antara lain meningkatkan kualitas pelayanan koperasi, menetapkan standar operating prosedur (SOP), bekerjasama dengan pemerintah, dan memperbaiki citra koperasi.

4. Tantangan Organisasi

Tantangan merupakan sarana atau cara operasional yang harus dimiliki oleh Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan agar dapat di aplikasikan untuk memperoleh kesejahteraan anggota. Tantangan yang

dihadapi oleh Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan adalah:

a) Kualitas Pelayanan Rendah

Kualitas pelayanan Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan saat ini rendah dapat, hal ini menjadi tantangan yang harus di atasi oleh koperasi tetapi, lepas dari itu semua kualitas pelayanan yang rendah dapat menjadi motivasi bagi koperasi agar meningkatkan kulitas pelayan dengan ,memperhatikan aspek keramahan dan kecepatan serta ketepatan pengurus didalam melayani anggota koperasi, memperbaiki kemudahan dalam memperoleh informasi dan pinjaman, meningkatkan kemampuan mengatasi keluhan anggota, memperhatikan kenyamanan ruangan

b) Partisipasi Anggota Rendah

Saat ini Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan memiliki tingkat partisipasi yang rendah hal ini dapat dilihat dari tingkat kehadiran anggota dalam rapat anggota yaitu 40 pesen dari total anggota, bahkan hanya memenuhi batas minimum dari rapat anggota yaitu 20 persen. Sehingga kondisi ini menjadi tanntangan yang harus diatasi oleh koperasi dengan menerakan system penghargaan agar motivasi anggota didalam berperan aktif terhadap koperasi dapat kembali hidup

c) Konflik Internal Pengurus

Hal ini terjadi karena perbedaan persepsi tentang koperasi antar pengurus, dimana sebagian pengurus beranggapan bahwa koperasi adalah tempat usaha yang harus memperoleh untung sedangkan pengurus lainya beranggapan bahwa koperasi adalah bukan sekedar lembaga ekonomi yang berorientasi pada profit tetapi juga sebagai lembaga sosial. Selain itu pengurus koperasi sering mengutamakan kebutuhan pribadi di bandingkan kebutuhan bersama. Oleh karena itu Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan diharapkan dapat mengatasinya dengan nenerapkan standar operating procedure (SOP) yaitu dengan merancang dan

melaksanakan pelatihan dan pengembangan pengurus dan memperbaiki desain pekerjaan pengurus koperasi.

d) Tidak Memiliki Bidang Penelitian dan Pengembangan

Selama ini belum ada penelitian yang dilakukan oleh pengurus koperasi dalam hal pengembangan unit bisnis koperasi mengingat hal ini sangat penting dalam mendapatkan dana dan informasi untuk membangun unit usaha koperasi yang sesuai dengan kebutuhan anggota. Untuk mengatasi hal tersebut koperasi dapat melakukan kerjasama dengan pemerintah dan pihak akademisi yaitu dengan meminta kepada pihak akadeimisi untuk melakukan penelitian tentang pengembangan koperasi dan meminta penyuluhan secara intensif dari pihak pemerintah

e) Persepsi Masyarakat yang Buruk Mengenai Koperasi

Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) sering dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk mengambil dana-dana proyek pemerintah untuk kebutuhan sendiri. Maka dari pada itu, banyak masyrakat yang berpikiran negatif dan trauma terhadap koperasi sehingga persepsi masyrakat terhadap koperasi mejadi buruk. Dalam hal ini koperasi diharapkan dapat mengatasi tantangan tersebut yaitu dengan memperbaiki citra koperasi dengan melakukan penerapan kembali prinsip-prinsip koperasi dan nilai-nilai koperasi, mengkaji ulang prioritas-prioritas koperasi dengan menempatkan pendidikan dan pelatihan sebagai urutan pertama.

f) Kebijakan Ekonomi yang Liberal

Kebijakan pemerintah saat lebih mengutamakan mekanisme pasar serta menguntungkan para pemilik modal. Hal tersebut dapat dilihat dari kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan koperasi, yang nantinya dapat mempersulit pererkembangan koperasi. Selain itu UU No. 25 tahun 1992 mendefinisikan bahwa koperasi merupakan sebuah badan usaha, sehingga banyak masyarakat yang beranggapan bahwa koperasi adalah badan usaha sama dengan bentuk usaha lain misalnya perusahaan. Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) dapat memberikan

masukan kepada pemerintah terkai kebijakan tersebut yang merugikan koperasi baik secara langsung ataupun tidak langsung.

5. Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai oleh Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan adalah:

a) Memajukan kesejahteraan anggota dan masyarakat

Sejalan dengan tantangan yang dilalui oleh Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan, kesejateraan anggota merupakan tujuan utama yang ingin dicapai hal ini sesuia dengan amanat Undang-Undang No 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian yaitu membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejateraan ekonomi dan sosialnya.

b) Berkontribusi pada tatanan perekonomian nasional

Dengan berkontribusinya koperasi didalam perekonomian nasional maka pandangan mengenai koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional dapat kembali hidup dan peran koperasi didalam perekonomian dapat diperhitungkan serta pandangan yang buruk mengenai koperasi dapat dihilangkan.

6. Program Kegiatan

Strategi yang telah dirumuskan dalam analisis SWOT dijabarkan kembali dalam beberapa program kegiatan berdasarkan hasil arsitektur strategi. Program-program ini membahas lebih lanjut tahapan-tahapan untuk menjalankan strategi, program kegiatan Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan, Ciamis di jelaskan pada Tabel 8.

Tabel 8. Uraian Strategi dan Program Kegiatan Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan

Strategi Program Kegiatan

Meningkatkan kualitas pelayanan

1. Memperhatikan aspek keramahan dan kecepatan serta ketepatan pengurus didalam melayani anggota koperasi

2. Memperbaiki kemudahan dalam memperoleh informasi dan pinjaman

3. Meningkatkan kemampuan mengatasi keluhan anggota

4. Memperhatikan kenyamanan ruangan Meningkatkan

Anggota Koperasi

1. Melakukan promosi anggota dan melaksanakan pelatihan anggota

2. Mendata calon target anggota Mencari mitra

pemasaran baru 1. Membuat proposal kontrak pemasaran dengan PT.

Indofood dan perusahaan lainya Pengembangan

jaringan usaha koperasi

1. Menjalin mitra usaha dengan membangun kerjasama antar koperasi

2. Menerapkan sistem pencadangan usaha Memberikan masukan

pada pemerintah 1. Melakukan lobi kepada pihak terkait

2. Membuat opini atau tulisan pada media publik Memperbaiki citra

koperasi

1. Penerapan kembali prinsip-prinsip koperasi dan nilai-nilai koperasi

2. Mengkaji ulang prioritas-prioritas koperasi dengan menempatkan pendidikan dan pelatihan sebagai urutan pertama

Bekerjasama dengan pemerintah dan akademisi

1. Meminta kepada pihak akadeimisi untuk melakukan penelitian tentang pengembangan koperasi

2. Penyuluhan dari pihak pemerintah Menerapkan sistem

penghargaan (reward) 1. Penghargaan berupa kemudahan akses (pinjaman) dan hadiah lainya

Menetapkan standard operating procedures (SOP),

1. Merancang dan melaksanakan pelatihan dan pengembangan pengurus

2. Memperbaiki desain pekerjaan pengurus Melakukan konsolidasi

internal 1. Mempererat hubungan komunikasi serta mempererat penyamaan visi dan misi

Sumber : Data Primer

7. Rancangan Arsitektur Startegi

Rancangan arsitektur strategi merupakan peta strategi (blue print strategi) untuk mencapai sasaran organisasi. Rancangan arsitektur strategi untuk Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan dapat dilihat pada gambar 5. Pada gambar arsitektur strategi tersebut terdapat tiga sumbu yaitu sumbu X (horizontal), sumbu Y (vertikal) dan sumbu Z (transformasi). Sumbu X adalah rentan waktu yang harus

strategi yang akan dilakukan untuk mencapai target dan sasaran yang dinginkan dan sumbu Z adalah transformasi atau perubahan yang akan dilalui oleh Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) untuk mencapai target dan sasaran yang dinginkannya. Adapun rangkaian strategi yang akan dilaksanakan untuk mengembangkan Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) pada rancangan arsitektur strategi adalah sebagai berikut:

1. Strategi yang Dilakukan Secara Bertahap

Strategi yang dilaksanakan secara bertahap oleh Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) terdiri dari tiga tahap yaitu tahap pertama (2011), tahap kedua (2012-2013) dan tahap ketiga (2014-2015).

A. Tahap Pertama (2011)

a) Meningkatkan kualitas pelayanan, yaitu dengan melakukan program kegiatan (1) memperhatikan aspek keramahan dan kecepatan serta ketepatan pengurus didalam melayani anggota koperasi (2) memperbaiki kemudahan dalam memperoleh informasi dan pinjaman (3) meningkatkan kemampuan mengatasi keluhan anggota (4) memperhatikan kenyamanan ruangan.

b) Menetapkan standard operating procedures (SOP), dengan melakukan program kegiatan (1) merancang dan melaksanakan pelatihan dan pengembangan pengurus (2) memperbaiki desain pekerjaan pengurus.

c) Menerapkan sistem penghargaan (reward), dengan melakukan program kegiatan (1) penghargaan berupa kemudahan akses (pinjaman) dan hadiah lainya.

d) Memperbaiki citra koperasi, yaitu dengan melakukan program kegiatan (1) penerapan kembali prinsip-prinsip koperasi dan nilai-nilai koperasi (2) mengkaji ulang prioritas-prioritas koperasi dengan menempatkan pendidikan dan pelatihan sebagai urutan pertama.

e) Bekerjasama dengan pemerintah dan akademisi, yaitu dengan melakukan program kegiatan (1) Meminta kepada pihak akadeimisi untuk melakukan penelitian tentang pengembangan koperasi (2) penyuluhan dari pihak pemerintah.

B. Tahap Kedua (2012-2013)

a) Mencari mitra pemasaran baru, dengan melakuakn program kegiatan (1) membuat proposal kontrak pemasaran dengan PT. Indofood dan perusahaan lainya.

b) Meningkatkan jumlah anggota, dengan melakukan kegiatan (1) melakukan promosi anggota dan melaksanakan pelatihan anggota (2) mendata calon target anggota.

C. Tahap Ketiga (2014-2015).

a) Pengembangan jaringan usaha koperasi, dengan melakukan program kegiatan (1) menjalin mitra usaha dengan membangun kerjasama antar koperasi (2) menerapkan sistem pencadangan usaha

2. Kegiatan yang Dilaksanakan Secara Rutin Atau Terus Menerus

Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin atau terus menerus oleh Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) terdiri dari empat kegiatan yaitu, melakukan konsolidasi internal, mengoptimalkan sumber daya yang ada, memanfaatkan kemajuan teknologi, memberikan masukan kepada pemerintah.

Apabila rangkaian strategi dan kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilaksanakan oleh Koperasi Jasa Agrbisnis (KOJA) secara cermat, maka target dan sasaran yang dinginkan dapat tercapai. Selain itu tantangan yang menjadi penghalang untuk perkembangan koperasi selama ini juga dapat diatasi. Sehingga tranformasi atau perubahan yang dilakukan oleh Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) dari Tahun 2011 sampai dengan Tahun 2015 dapat dikatakan telah berhasil.

Tantangan 1. Kualitas pelayanan rendah 2. Partisipasi anggota rendah 3. Konflik internal Pengurus

4. Tidak memiliki bidang penelitian dan pengembangan

5. Persepsi masyarakat yang buruk mengenai koperasi

6. Kebijakan ekonomi yang liberal Meningkatkan kualitas pelayanan

2. Mengoptimalkan sumber daya yang ada 3. Memanfaatkan kemajuan teknologi 4. Memberikan masukan kepada pemerintah

Meningkatkan jumlah anggota

2011 2012 2013 2014 2015

Menerapkan sistem penghargaan

VII. KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan

1. Berdasarkan hasil analisis lingkungan bisnis koperasi, maka secara internal Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) harus memperbaiki sistem manajemen, dan pemasaran serta melakukan kerjasama dengan pemerintah dan akademisi untuk mengatasi masalah penelitian dan pengembangan. Sedangkan secara eksternal Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) harus mampu beradaptasi dengan kondisi politik dan ekonomi yang ada agar dapat bertahan dalam mengembangkan usahanya serta memperbaiki citra koperasi yang selama ini kurang baik dimata masyarakat serta memanfatkan pengembangan teknologi untuk memperluas jaringan koperasi.

2. Berdasarkan analisis kesenjangan koperasi, kesenjangan yang terjadi pada Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) bernilai positif (G >0) yaitu sebesar 0.85.

artinya kualitas pelayanan yang diharapkan oleh anggota koperasi lebih tinggi dari pada kualitas pelayanan yang dirasakan. Dengan demikian, pengurus Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) perlu meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan untuk kemajuan koperasi.

3. Berdasarkan hasil analisis SWOT, maka rumusan strategi untuk mengembangkan Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) adalah meningkatkan kualitas pelayanan, meningkatkan jumlah anggota koperasi, mencari mitra pemasaran baru, pengembangan jaringan usaha koperasi, bekerjasama dengan pemerintah dan pihak akademisi, menerapkan sistem penghargaan (reward) serta menetapkan standard operating procedure (SOP), memberi masukan pada pemerintah, memperbaiki citra koperasi, dan melakukan konsolidasi internal. Seluruh hasil rumusan strategi tersebut kemudian dipetakan kedalam rancangan arsitektur strategi pengembangan Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA).

4. Berdasarkan hasil rancangan arsitektur strategi pengembangan Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA), maka untuk mencapai sasaran yang dinginkan koperasi harus melaksanakan program secara bertahap terdiri dari tiga tahapan. Tahap pertama (2011) yaitu meningkatkan kualitas pelayanan, menetapkan standard operating procedures (SOP), menerapkan sistem penghargaan (reward),

bekerjasama dengan pemerintah dan akademisi, memperbaiki citra koperasi.

Tahap kedua (2012-2013) yaitu mencari mitra pemasaran baru, Meningkatkan anggota koperasi. Tahap ketiga (2014-2015) pengembangan jaringan usaha koperasi.

7.2 Saran

1. Seluruh pengurus koperasi dan badan pengawas Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) diharapkan dapat memperbaiki sistem manajemen pelayanan koperasi dan melakukan kerjasama dengan pemerintah dan akademisi sehingga perkembangan koperasi dapat terwujud.

2. Pengurus koperasi diharapkan dapat melakukan konsolidasi internal agar konflik internal pengurus dapat teratasi dan melakukan konsolidasi eksternal kepada pihak terkait untuk memperbaiki citra koperasi dan sebagai penunjang bagi keberhasilan koperasi.

3. Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan diharapkan menempatkan pendidikan dan pelatihan anggota serta pengurus sebagai prirotas utama karena sebagian besar masalah yang terjadi di koperasi adalah akibat kurangnya pemahaman pengurus ataupun anggota didalam berkoperasi.

4. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan meneliti tentang implimentasi dan evaluasi Strategi Pengembangan Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan.

DAFTAR PUSTAKA

Baswir, R. 1997. Agenda Ekonomi Kerakyatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Boulding, W et al. 1993. A Dynamic Process Model of Service Quality: From Expectations to Behavioral Intentions. Journal of Marketing Research 30:

281-301

Glueck WF and Jauch LR. 1991. Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan. Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.

David, Fred R. 2004. Manajemen Strategis: Konsep-Konsep. Edisi Kesembilan.

Jakarta: PT. Prehellindo.

David, Fred R. 2006. Manajemen Strategis: Konsep. Jakarta: Salemba Empat.

David, Fred R. 2009. Manajemen Strategis : Konsep. Edisi Keduabelas. Jakarta:

Salemba Empat.

Dirgantoro C. 2001. Manajemen Stratejik Teori, Konsep dan Implimentasi.

Jakarta: Grasindo

Hatta M. 1954. Kumpulan Karangan. Jilid Ketiga. Jakarta: Balai Buku Indonesia.

Hendrojogi. 2004. Koperasi: Asas-asas, Teori, dan Praktik. Jakarta: Rajawali Press.

Hunger JD, Wheelen TL. 2003. Manajemen Strategis. Yogyakarta : ANDI.

Ismawan, I. 2001. Sukses di Era Ekonomi Liberal bagi Koperasi dan Perusahaan Kecil Menengah. PT. Grasindo: Jakarta.

Mubyarto. 2002. Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan Melalui Gerakan Koperasi: Peran Perguruan Tinggi. Journal Ekonomi Rakyat 1 (Agustus):6 Mutis T. 1992. Pengembangan Koperasi: Kumpulan Karangan. Jakarta : PT.

Gramedia Widiasarana Indonesia

Mutis. 1999. Analisis Usaha Pengembangan Koperasi. Jurusan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Parasuraman Zeithaml and Berry. 1985. A Conceptual Model of Service Quality and Its Implications for Future Research. Journal Of Marketing 41-50 Partomo, Tiktik S. 2009. Ekonomi Koperasi. Bogor: Ghalia Indonesia

Pearce JA and Robinson B. 1997. Manajemen Strategi : Formulasi, Implementasi dan Pengendalian. Jilid pertama. Jakrta: Bina Rupa Aksara.

Soedjono I et al.(1997). Koperasi Di Tengah Arus Liberalisasi Ekonomi. Jakarta:

Yayasan Formasi

Syaifudian H, Haryadi D, Maspiyati. 1995. Strategi Dan Agenda Pengembangan Usaha Kecil. Bandung : Yayasan AKATIGA.

Swasono SE. 1992. Pengembangan Koperasi. Makalah Pengembangan Koperasi Indonesia. Jakarta

Undang-Undang Perkoperasian. 1992. Jakarta: Sinar Grafika.

Wahyudiono E. 2008. Analisis Peran Utama Dan Rancangan Pengembangan Koperasi Mahasiswa Institut Pertanian Bogor Dengan Pendekatan Arsitektur Strategi [sripsi]. Bogor : Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Yoshida DT. 2006. Arsitektur strategik : Solusi Meraih Kemenangan Dalam Dunia Yang Senantiasa Berubah. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian

KUESIONER PENELITIAN Responden Yth,

Saya, Dede Permana mahasiswa program sarjana ekstensi, Institut Pertanian Bogor, bermaksud melakukan penelitian mengenai Strategi Pengembangan Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) STA Panumbangan Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. Mengharapkan kerjasama Bapak/Ibu untuk berkenan mengisi kuesioner ini , informasi yang bapak ibu berikan merupakan hal yang sangat berharga dan akan dijamin kerahasiaannya serta hanya dipergunakan untuk kepentingan akademik. Atas kesediannya saya ucapkan terima kasih banyak.

Mohon menyilang (X) salah satu pilihan dan mengisi titik-titik dengan jawaban yang sesuai.

Nomor Kuesioner :……… Tanggal :…./…./ 2011

Data Responden

1. Nama Responden : ...

2. Umur : ...

3. Jenis Kelamin :...

4. Status : Anggota

5. Unit kerja :...

6. Lama Kerja :...

Berikan respon Bapak/Ibu terhadap butir-butir pertanyaan dibawah ini dengan menggunakan skala Likert sebagai berikut:

5 = Sangan Setuju (SS), 4 = Setuju (S), 3 = Kurang Setuju (KS), 2 = Tidak Stuju (TS), 1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

Pertanyaan:

Pelayanan

No Atribut Tingkat Kepuasaan

SS S KS TS STS

1 Pengurus melayani permintaan anda

dengan tepat sesuai kebutuhan 5 4 3 2 1

2 Pengurus melayani anda dengan cepat 5 4 3 2 1

Penyedian Jasa

No Atribut Tingkat Kepuasaan

SS S KS TS STS

3 Anggota dengan mudah memperoleh

layanan produk/jasa yang dibutuhkan. 5 4 3 2 1 4 Persyaratan untuk mendapatkan jumlah

produk/jasa tidak banyak 5 4 3 2 1

Kemampuan Menghadapi Masalah

No Atribut Tingkat Kepuasaan

SS S KS TS STS

5 Koperasi mampu menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh anggota maupun

non anggota dan lingkungan dengan baik. 5 4 3 2 1 Keluhan

No Atribut Tingkat Kepuasaan

SS S KS TS STS

6 Keluhan anggota dapat diatasi dengan baik

oleh koperasi 5 4 3 2 1

Informasi

No Atribut Tingkat Kepuasaan

SS S KS TS STS

7 Informasi tentang koperasi mudah

diperoleh/diakses 5 4 3 2 1

8 Informasi tentang fasilitas yang diberikan

oleh koperasi mudah diperoleh 5 4 3 2 1

Fasilitas

No Atribut Tingkat Kepuasaan

SS S KS TS STS

9 Kebersihan dan kerapian koperasi 5 4 3 2 1

10 Penataan ruangan koperasi 5 4 3 2 1

11 Tempat parkir 5 4 3 2 1

12 Kenyamanan koperasi 5 4 3 2 1

Saran

13. Jika Koperasi Jasa Agribisnis (KOJA) ingin berkembang, menurut pendapat anda jenis usaha apa yang harus dilakukan?

a. Usaha Sayuran/pangan Organik b. Usaha Agrowisata

a. Usaha Sayuran/pangan Organik b. Usaha Agrowisata

Dokumen terkait