• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Frekuensi Kunjungan Antenatal Care

Menurut Depkes (2011) menyatakan bahwa wanita hamil memerlukan

sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal, yaitu satu kali

pada trimester pertama, satu kali pada trimester ke dua, dan dua kali pada

trimester ke tiga. Faktor yang paling dominan mempengaruhi dalam hal ini

adalah paritas yakni sebanyak 27 ibu (75,0%) multigravida yaitu sudah

pernah hamil dua kali atau lebih.(Varney, 2006). Hal ini sejalan dengan hasil

penelitian yang dilakukan oleh Dewi dkk (2013) banyaknya frekuensi

kunjungan Antenatal Care dipengaruhi oleh paritas.

Sesuai dengan teori prilaku Law Green (1980) yaitu faktor

Predisposisi (Predisposing factor) yaitu perilaku itu sendiri terwujud dalam

pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai, dan sebagainya.

(Mubarak, 2011)

Prilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan adalah respons seorang

terhadap sistem pelayanan kesehatan baik system pelayanan modern maupun

tradisional. Prilaku ini menyangkut respons terhadap fasilitas, pelayanan, cara

pelayanan, petugas kesehatan dan obat-obatannya, yang terwujud dalam

pengetahuan, sikap dan penggunaan fasilitas, petugas dan obat – obatan.

(Wawan, A&M,Dewi, 2010)

2. Pengetahuan Ibu hamil Trimester III tentang Persiapan Persalinan dan

Kegawatdaruratan Obstetri

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan ibu adalah

usia, dan pendidikan terakhir. Dari hasil penelitian sebanyak 30 responden

(83,3%) berusia 20 – 35 tahun. Menurut Hulclok (1998) dalam Wawan

(2010) semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang

akan lebih matang dalam berfikir. Dengan pertambahan umur seseorang akan

mengalami perubahan secara fisik dan psikologis, pada aspek psikologis taraf

berpikir seseorang semakin matang dan dewasa (Mubarak, 2011)

Hasil penelitian juga menunjukan sebanyak 24 responden (66.7%)

berpendidikan terakhir tingkat SMA. Wawan (2010) juga mengatakan

pendidikan berarti bimbingan yang diberikan seseorang terhadap

perkembangan orang lain, menentukan manusia untuk berbuat dan mengisi

kehidupan. Pendidikan diperlukan untuk mendapatkan informasi, misalnya

hal – hal yang menunjang kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas

hidup. Pada umumnya, makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah

menerima informasi.

Dengan hasil pengetahuan yang cukup ini peneliti menyarankan

kepada petugas kesehatan terutama bidan dalam memberikan asuhan

antenatal care untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang persiapan

persalinan dan kegawatdaruratan obstetri pada ibu hamil sejak trimester

pertama untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga.

3. Hubungan Frekuensi Antenatal Care dengan pengetahuan Ibu hamil

Trimester III tentang Persiapan persalinan dan kegawatdaruratan

Obstetri

Berdasarkan uji korelasi Spearman’s dapat di peroleh nilai signifikasi p

(value) = 0,011 pada tingkat kemaknaan (alfa) α = 0,05, diketahui bahwa nilai

p (value) < α, artinya hasil signifikan Ha diterima Ho ditolak, yang

menunjukan bahwa korelasi antara frekuensi Kunjungan antenatal care

dengan dukungan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang persiapan

persalinan dan kegawatdaruratan obstetri bermakna. Nilai korelasi

spearmen’s sebesar 0,418 menunjukan arah positif dengan kekuatan korelasi

sedang, yang artinya Ibu yang sering melakukan kunjungan Antenatal Care

maka pengetahuannya tentang persiapan persalinan dan kegawatdaruratan

obstetri akan lebih baik.

Menurut asumsi peneliti adanya hubungan frekuensi Kunjungan

antenatal care dengan dukungan pengetahuan ibu hamil trimester III

persiapan persalinan dan kegawatdaruratan obstetri dikarenakan paritas ibu,

sebanyak 27 responden (7,5%) adalah multigravida yaitu wanita yang sudah

hamil dua kali atau lebih (Varney, 2006). Dalam hal ini dapat dikatakan

bahwa ibu dengan multigravida memiliki pengalaman yang lebih daripada

ibu dengan primigravida. Sebagaimana dikatakan oleh Oskamp (1991) dalam

wawan (2010) pengalaman personal yang langsung dialami memberikan

pengaruh yang lebih kuat daripda pengalaman yang tidak langsung.

letak puskesmas mandala yang berada di kota medan. Seseorang akan

lebih baik jika berdara diperkotaan daripada di pedesaan. Diperkotaan

meluasnya kesempatan untuk melibatkan diri dalam kegiatan social, maka

wawasan social semakin banyak, sehingga diperkotaan mudah untuk

mendapatkan informasi (Notoatmodjo, 2007). Dan juga informasi,

kemudahan untuk memperoleh informasi dapat mempercepat seseorang

memperoleh pengetahuan yang baru.(Mubarak, 2011)

Prilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan adalah respons seorang

terhadap sistem pelayanan kesehatan baik system pelayanan modern maupun

tradisional. Prilaku ini menyangkut respons terhadap fasilitas, pelayanan, cara

pelayanan, petugas kesehatan dan obat-obatannya, yang terwujud dalam

pengetahuan, sikap dan penggunaan fasilitas, petugas dan obat – obatan.

(Wawan, A&M,Dewi, 2010)

Pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor pendidikan, akan

tetapi perlu ditekankan pendidikan yang rendah bukan berarti semakin rendah

pula pengetahuannya, karena pengetahuan tidak mutlak diperoleh dari

pendidikan non formal (Wawan, A&M,Dewi,2010)

Seorang ibu hamil harus memiliki pengetahuan tentang persiapan

persalinan karena Pengetahuan tentang persalinan mempunyai peranan

penting yang berhubungan dengan persiapan ibu hamil dalam menghadapi

persalinan nantinya, sehingga ibu tidak cemas dan dapat menikmati proses

persalinannya. (Stoppard, 2002). Seorang ibu hamil juga harus memiliki

pengetahuan tentang kegawatdaruratan obstetri pada kehamilan ini sebagai

salah satu persiapan ibu dan keluarga dalam mengambil tindakan segera jika

terjadi komplikasi atau kegawatdaruratan pada kehamilannya. Pengetahuan

akan menentukan dan mempengaruhi sikap seseorang dalam menghadapi

persalinan (Notoatmodjo, 2010).

C. Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan dalam penelitian ini adalah pada kriteria inklusi peneliti tidak

membedakan antara ibu yang kehamilan normal dan ibu yang kehamilan

dengan komplikasi. Dan pada analisa univariat peneliti tidak membedakan

analisis pertanyaan pengetahuan tentang Persiapan persalinan dengan

pertanyaan tentang kegawatdaruratan obstetri pada tiap responden.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan uji korelasi spearman’s dapat diperoleh nilai sigifikan p (value) =

0,011 pada tingkat kemaknaan (alfa) α = 0,05, diketahui bahwa nilai p (value) <

α, artinya hasil signifikan Ha diterima Ho ditolak, yang menunjukan bahwa

korelasi antara frekuensi Kunjungan antenatal care dengan dukungan

pengetahuan ibu hamil trimester III tentang persiapan persalinan dan

kegawatdaruratan obstetri bermakna. Nilai korelasi spearmen’s sebesar 0,418

menunjukan arah positif dengan kekuatan korelasi lemah.

B. Saran

Berdasarkan dari hasil penelitian yang didapatkan maka dengan ini penulis

memberikan saran :

1. Bagi Institusi Pendidikan

Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dan

informasi bagi mahasiswa program studi D-IV Bidan Pendidik Universitas

Sumatra Utara tentang hubungan frekuensi Kunjungan Antenatal Care

dengan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang persiapan persalinan dan

kegawatdaruratan obstetri di puskesmas Mandala kota Medan tahun 2014.

2. Bagi peneliti selanjutnya :

a. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya, agar dapat memperbaiki

kuesioner pengetahuan, dan lebih banyak membahas materi tentang

b. Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaaat sebagai referensi bagi

peneliti selanjutnya dan dapat dikembangkan pada penelitian selanjutnya

dalam lingkup yang lebih luas.

3. Bagi Puskesmas Mandala

Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi puskesmas

Mandala untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dengan cara memberikan

informasi pendidikan tentang persiapan persalinan dan kegawatdaruratan

pada ibu dan keluarga. Selain itu juga bidan melalui kader membuat kelas ibu

hamil dimana dalam kelas ibu hamil tersebut ibu dapat bertukar informasi dan

pengalaman untuk meningkatkan pengetahuan ibu, keluarga dan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto. (2010). Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta,

Jakarta. hal.120-174

Boyle, M.(2008) kegawatdaruratan dalam persalinan .EGC: Jakarta. hal.71

Budiarto. (2010). Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat.

EGC:Jakarta. hal.32

Dahlan, Muhammad Sopiyudin. (2011). Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan:

Deskriptif, Bivariat, dan Multivariat, dilengkapi dengan Aplikasi dengan

Menggunakan SPSS Ed.5. Salemba Medika: Jakarta. hal.169

Darwanti, Endah Marlina. (2011). Hubungan pengetahuan persalinan dengan

persiapan sarana mengahadapi persalinan pada primi gravida di

Puskesmas Wilayah Wonogiri I. Diunduh dari

diakses pada tanggal 22 Mei 2014

Depkes,(2011), Buku Kesehatan Ibu dan Anak.), Jakarta. Hal :2-8

Dewi, Peta Puspita. (2013). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Antenatal Care

dengan Frekuensi Kunjungan Antenatal care di Rumah Bersalin Wikaden

Imogiri Bantul.

diakses pada tanggal 22 Mei 2014

Dewi. (2011) Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Salemba Medika: Jakarta. hal. 22

Dutton, A.Lauren (2012) . Rujukan cepat kebidanan. EGC:Jakarta. hal.349-156

F,Gary, Cunningham.(2013), Obstetri Williams).ECG:Jakarta. hal.877-927

Kriebs, Jan M. (2009) Asuhan Kebidanan Varney. EGC:Jakarta. hal.213-309

Mansjoer. (2008). Kapita Selekta Kedokteran. EGC:Jakarta. hal.270

Mubarak, Wahit Iqbal. (2011). Promosi Kesehatan untuk Kebidanan. Salemba

Medika : Jakarta. Hal : 83

Notoatmodjo.(2010) Metodologi Penelitian. Rineka Cipta: Jakarta. hal 20-29

___________.(2010)Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Rineka Cipta : Jakarta.

hal.50-51

Prawirohardjo. (2010). Ilmu Kebidanan.BPSP: Jakarta. hal.278-279

Sinclair. (2010).Buku saku kebidanan. ECG:Jakarta. hal.16-133

Stoppard, M (2006). Kehamilan dan panduan mempersiapkan kelahiran untuk calon

Ibu dan Ayah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hal : 17.

Sunarsih. (2011). Asuhan Kehamilan. Trans Info Media: Jakarta. Hal : 2-5

Sutejo. (2012). Keperawatan maternitas kehamilan vol.1. kencana:Jakarta. hal.5-94

Varney, (2006), buku ajar asuhan kebidanan, ed.4. ECG: Jakarta. hal.631

Yeyeh, Ai. (2010). Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Trans Info Media :Jakarta. Hal

:5-7

Yulaikhah. (2010). Asuhan Kehamilan dan Persalinan. Trans Info media: Jakarta,

hal. 2-3

HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DENGAN

PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG PERSIAPAN

PERSALINAN DAN KEGAWATDARURATAN OBSTETRI DI

LEMBAR KUESIONER PENELITIAN

WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDALA

KOTA MEDAN TAHUN 2014

I. Kuesioner Data Demografi

Isilah data dibawah ini dengan Benar dan berikan tanda (

) bila

perlu :

Umur Ibu :…………Tahun

Pendidikan Terakhir : Tidak Sekolah SD

SMP SMA

Perguruan Tinggi

Perkerjaan : Ibu Rumah Tangga Karyawan

Wiraswasta PNS

Tenaga Kesehatan

Ini kehamilan yang ke : …………..Kali

Usia Kehamilan Ibu :…………...Bulan

Selama kehamilan ini telah melakukan kunjungan sebanyak :……….kali

KODE

II. Kuesioner Pengetahuan tentang Persiapan Persalinan dan

Kegawatdaruratan obstetri

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan memberikan tanda (X) pada a,

b, c yang ada anggap benar !

1. Tanda – tanda dimulainya persalinan, yaitu :

a. Ibu merasa ingin makan dan minum

b. Keluarnya darah bercampur lendir dari kemaluan dan kontraksi yang terus

menerus

c. Sakit kepala dan pusing yang berlebihan

2. Persalinan premature adalah

a. Lahirnya bayi sebelum waktunya

b. Lahirnya plasenta

c. Lahirnya bayi lewat waktunya

3. Tanda persalinan premature adalah

a. sakit punggung setiap 5 menit

b. mengalami kontraksi uterus setiap 10 menit atau lebih sering selama satu

jam

c. buang air besar terus menerus

4. adakah ibu merencanakan persalinan pada kehamilan ini?

a. Ya

b. Tidak

c. Tidak Tau

5. Penolong persalinan sebaiknya dilakukan oleh

a. Dukun bayi

b. Bidan / Tenaga kesehatan

6. Tempat persalinan yang baik dan aman untuk mengantisipasi hal-hal yang

tidak dinginkan pada saat proses persalinan adalah

a. Fasilitas kesehatan ( Klinik bersalin, Puskesmas, Rumah sakit)

b. Rumah

c. Bukan salah satu diatas

7. Persalinan bisa dilakukan di rumah jika …

a. ibu melahirkan sebelum waktunya

b. Kehamilan ibu tidak memiliki penyulit

c. a dan b benar

8. Persiapan persalinan yang baik adalah

a. Mempersiapkan siapa pendamping saat ibu bersalin, penolong persalinan,

tempat persalinan, dana, kendaraan dan pendonor darah jika

sewaktu-waktu dibutuhkan.

b. Mempersiapkan ruangan bayi,

c. Mempersiapkan nama bayi

9. Keluarnya darah segar tidak disertai dengan kontraksi dan lendir dari vagina

adalah tanda dari

a. Dimulainya persalinan

b. Plasenta previa (kegawatdaruratan pada kehamilan)

c. Hanya sakit perut biasa

10.Perut berkontraksi sedikit, nyeri punggung menyeluruh, gerakan janin

menurun, perut terasa nyeri saat di tekan, adalah

a. hal yang baisa terjadi pada ibu hamil

b. ibu dalam keadaan gawat harus segera ditangani

c. ibu baik-baik saja

11.Hipertensi dalam kehamilan adalah jika

a. Tekanan darah ibu 120/80 mmHg

b. Tekanan darah ibu 100/70 mmHg

12.Jika tekanan darah ibu lebih dari 140/90 mmHg dan bengkak pada bagian

kaki dan tangan, dan sakit kepala adalah salah satu tanda kegawatdaruratan

pada kehamilan yaitu:

a. Sakit kepala

b. Sakit jantung

c. Pre-eklamsi

13.Dari hasil pemeriksaan tekanan darah ibu lebih dari 160/120 mmHg disertai

kejang disebut dengan

a. Eklamsia

b. Epilepsy

c. Hipertensi

14. kegawatdaruratan pada masa kehamilan adalah…..

a. Suatu keadaan yang dapat mengancam nyawa ibu dan janin.

b. Suatu keadaan dimana ibu melalui proses persalinan

c. Suatu keadaan dimana ibu mengalami mual dan muntah pada masa

kehamilan

15.Tanda –tanda ibu mengalami kegawatdaruratan obstetri pada kehamilan

lanjut/tua, kecuali :

a. Keluar darah merah segar atau kehitaman dengan bekuan

b. Penglihatan kabur, sakit kepala yang hebat

c. Sakit perut dan mual muntah

16.Penglihatan ibu menjadi kabur dan ibu merasakan sakit kepala yang hebat

dan tidak sembuh setelah minum obat, adalah gejala dari

a. Eklamsia

b. Kejang

c. Vertigo

17.Usia kehamilan telah lewat dari tanggal tafsiran persalinan, namun tidak ada

timbulnya tanda-tanda persalinan, sebaiknya:

a. Menunggu hingga perut sakit (perut kontraksi) untuk menghubungi bidan

b. Segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan

c. Minum obat

18.Yang harus diperhatikan pada persalinan bayi kembar yaitu :

a. Tempat persalinan harus pada fasilitas kesehatan yang tersedia perawatan

neonates

b. Nyeri persalinan dua kali lipat dari pada persalinan pada bayi tidak

kembar

c. Persalinan harus dioperasi

19.Ibu merasa nyeri ulu hati, kurang merasakan gerakan janin, dan perut ibu

lebih besar dari usia kehamilan, ini adalah beberapa tanda dari

a. Kelebihan berat badan

b. Jumlah air ketuban yang berlebihan

c. Tanda persalinan

20.Kelebihan air ketuban biasanya disebabkan oleh

a. Kemungkinan Ibu diabetes

b. Ibu banyak minum air

c. Banyak bergerak

21.Keluar air dari kemaluan yang berbau khas pada usia kehamilan belum 9

bulan (kurang dari 37 minggu) adalah :

a. Ketuban pecah dini

b. Hipertensi

22.Jika keluarnya air ketuban sebelum usia kehamilan 37 minggu, ibu harus

segera ke fasilitas pelayanan kesehatan (Rumah sakit/Klinik bersalin) dalam

waktu :

a. Kurang dari 8 jam

b. 2 hari

c. 1 bulan

23. Jika terjadi perdarahan, janin tidak bergerak, dan bengkak kaki, tangan dan

muka pada ibu, yang harus dilakukan ibu dan keluarga adalah:

a. Segera ke petugas kesehatan

b. Meminum obat

c. Ibu harus istirahat

24.Bengkak pada muka dan tangan, bengkak tidak hilang setelah beristirahat,

dan disertai dengan sakit kepala adalah tanda dari

a. Suatu kegawatdaruratan obstetri pada kehamilan

b. Hal yang biasa

c. Tidak tau

25.Suatu ciri nyeri perut yang harus ibu curigai pada kehamilan adalah

a. Nyeri perut yang disertai dengan Buang Air Besar

b. Nyeri perut yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah beristirahat

c. Nyeri perut yang terus menerus dan keluar lendir berserta darah sedikit.

HASIL ANALISIS DATA SPSS

Reliability

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 20 100.0

Excludeda 0 .0

Total 20 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .673 25 Item Statistics Mean Std. Deviation N P1 .60 .503 20 P2 .55 .510 20 P3 .35 .489 20 P4 .60 .503 20 P5 .50 .513 20 P6 .50 .513 20 P7 .65 .489 20 P8 .50 .513 20 P9 .30 .470 20 P10 .55 .510 20 P11 .50 .513 20 P12 .55 .510 20 P13 .50 .513 20 P14 .60 .503 20 P15 .55 .510 20 P16 .35 .489 20 P17 .75 .444 20 P18 .70 .470 20

P20 .60 .503 20 P21 .70 .470 20 P22 .40 .503 20 P23 .65 .489 20 P24 .45 .510 20 P25 .45 .510 20 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted P1 12.45 14.576 .647 .623 P2 12.50 15.105 .491 .638 P3 12.70 14.537 .680 .621 P4 12.45 16.682 .092 .676 P5 12.55 16.471 .139 .672 P6 12.55 15.418 .405 .646 P7 12.40 17.937 -.208 .701 P8 12.55 17.103 -.012 .686 P9 12.75 15.355 .471 .642 P10 12.50 17.000 .013 .683 P11 12.55 14.155 .750 .611 P12 12.50 17.842 -.183 .700 P13 12.55 16.155 .217 .665 P14 12.45 17.103 -.010 .685 P15 12.50 14.474 .664 .620 P16 12.70 16.221 .216 .665 P17 12.30 16.326 .220 .664 P18 12.35 16.555 .140 .671 P19 12.85 16.555 .177 .668 P20 12.45 15.313 .444 .643 P21 12.35 18.345 -.311 .707 P22 12.65 15.503 .394 .648 P23 12.40 17.411 -.082 .690 P24 12.60 15.621 .355 .651 P25 12.60 16.568 .117 .674 Scale Statistics

Scale Statistics

Mean Variance Std. Deviation N of Items

13.05 17.313 4.161 25 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .883 7 Item Statistics Mean Std. Deviation N P1 .60 .503 20 P2 .55 .510 20 P3 .35 .489 20 P9 .30 .470 20 P11 .50 .513 20 P15 .55 .510 20 P20 .60 .503 20 Item Statistics Mean Std. Deviation N P1 .60 .503 20 P2 .55 .510 20 P3 .35 .489 20 P9 .30 .470 20 P11 .50 .513 20 P15 .55 .510 20 P20 .60 .503 20 Scale Statistics

Mean Variance Std. Deviation N of Items

UJI NORMALITAS DATA

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

Frekuensi ANC 36 100.0% 0 .0% 36 100.0%

Descriptives

Statistic Std. Error

Frekuensi ANC Mean 4.86 .233

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 4.39 Upper Bound 5.33 5% Trimmed Mean 4.79 Median 4.50 Variance 1.952 Std. Deviation 1.397 Minimum 3 Maximum 8 Range 5 Interquartile Range 2 Skewness .661 .393 Kurtosis -.299 .768 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Frekuensi ANC .231 36 .000 .901 36 .004

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

Pengetahuan 36 100.0% 0 .0% 36 100.0%

Descriptives

Statistic Std. Error

Pengetahuan Mean 12.53 .701

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 11.10 Upper Bound 13.95 5% Trimmed Mean 12.51 Median 13.00 Variance 17.685 Std. Deviation 4.205 Minimum 5 Maximum 20 Range 15 Interquartile Range 8 Skewness .019 .393 Kurtosis -1.023 .768

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Pengetahuan .109 36 .200* .963 36 .260

a. Lilliefors Significance Correction

DISTRIBUSI FREKUENSI

Statistics Frekuensi ANC N Valid 36 Missing 0 Frekuensi ANC

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 3 5 13.9 13.9 13.9 4 13 36.1 36.1 50.0 5 7 19.4 19.4 69.4 6 6 16.7 16.7 86.1 7 3 8.3 8.3 94.4 8 2 5.6 5.6 100.0 Total 36 100.0 100.0

Statistics

Pengetahuan

N Valid 36

Missing 0

Pengetahuan

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 5 1 2.8 2.8 2.8 6 1 2.8 2.8 5.6 7 3 8.3 8.3 13.9 8 4 11.1 11.1 25.0 9 2 5.6 5.6 30.6 10 1 2.8 2.8 33.3 11 3 8.3 8.3 41.7 12 2 5.6 5.6 47.2 13 3 8.3 8.3 55.6 14 3 8.3 8.3 63.9 15 3 8.3 8.3 72.2 16 4 11.1 11.1 83.3 17 1 2.8 2.8 86.1 18 2 5.6 5.6 91.7 19 1 2.8 2.8 94.4 20 2 5.6 5.6 100.0 Total 36 100.0 100.0

NON PARAMETRIK KORELATION

Correlations

Frekuensi ANC Pengetahuan

Spearman's rho Frekuensi ANC Correlation Coefficient 1.000 .418*

Sig. (2-tailed) . .011

N 36 36

Pengetahuan Correlation Coefficient .418* 1.000

Sig. (2-tailed) .011 .

Correlations

Frekuensi ANC Pengetahuan

Spearman's rho Frekuensi ANC Correlation Coefficient 1.000 .418*

Sig. (2-tailed) . .011

N 36 36

Pengetahuan Correlation Coefficient .418* 1.000

Sig. (2-tailed) .011 .

RIWAYAT HIDUP

BIODATA

Nama : Reni Ratmilla

Tempat, Tanggal Lahir : Rundeng, 02 Mei 1991

Agama : Islam

Alamat : Jln. Tgk. Chik Dirundeng LK. I No.110 Kecamatan

Johan Pahlawan, Meulaboh – Aceh Barat.

Nama Orang Tua

Ayah : IPTU H. Sulaiman Ahmad

Ibu : Hj. Khamisah

Alamat : Jln. Tgk. Chik Dirundeng LK. I No.110 Kecamatan

Johan Pahlawan, Meulaboh – Aceh Barat.

RIWAYAT PENDIDIKAN

1. TK Pertiwi Meulaboh Tahun 1997

2. SD Negeri 18 Meulaboh Tahun 2003

3. SMP Negeri 2 Meulaboh Tahun 2006

4. SMA Negeri 2 Meulaboh Tahun 2009

5. D – III Kebidanan Kemenkes Poltekkes Aceh Tahun 2012

6. Mahasiswi Program D-IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan USU

Tahun 2013 - 2014

Dokumen terkait