Mahasiswa Fakultas Rekayasa Industri kembali meraih prestasi. Kali ini kabar membanggakan datang dari Widya Ayu Agustania 1202164177 (Sistem Informasi 2016), Greda Ageng Luqman Hakim 1202174057 (Sistem Informasi 2017), dan Ni Luh Putu Krisma Maylina 1401174104 (MBTI 2017). Pada Selasa (24/9) tim yang berisikan kolaborasi antara mahasiswa FRI dan FEB yang juga lintas angkatan ini berhasil meraih Juara lll dan Widya Ayu Agustania memenangkan kategori The Best Speaker dalam Perbanas Marketing Debat Competition yang diadakan di Perbanas Institute, Jakarta selatan.
The 15th Perbanas Marketing Debate Competition (PMDC) ini merupakan event yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen (HMPSM) Perbanas Institute Jakarta yang berlangsung selama 3 hari. Dengan tema yang diangkat yaitu “Digital Marketing Strategy : How Digital Marketing Strategy Transform Branding into Trending to Compete in Global Market“, kompetisi berlangsung dalam empat tahapan yaitu tahap preliminary 1, tahap preliminary 2, semi final, dan final. Diikuti oleh 15 Universitas yang ada di Indonesia dengan total 22 tim yang ikut berkompetisi, 2 tim dari Universitas Telkom berhasil menjadi juara 3 dan juara harapan 1, serta menjadi Best Speaker.
Widya Ayu Agustania atau yang akrab disapa Tania menceritakan, bahwa dari tahun 2009 Universitas Telkom selalu meraih peringkat 5 besar ketika mengikuti perlombaan ini, “tahun lalu pun saya mengikuti lomba ini dan juara 1. Nah jadinya bebannya berat karena harus mempertahankan gelar tersebut apalagi dengan komposisi tim yang berbada, dan di tim itu saya yang paling senior”. Ketika diwawancarai, Tania menceritakan pengalamannya memiliki tim dengan gap angkatan dan rasa tidak percaya dirinya untuk bisa masuk ke dalam 3 besar karena dua anggota timnya adalah junior. “Tapi saya belajar untuk mengubah persepsi saya, junior atau senior bukan penentu kualitas. Kunci mau berhasil adalah yakin, bahwa saya harus yakin anggota tim saya hebat-hebat, saya belajar untuk membangun mental mereka. Karena ternyata kekalahan itu berasal dri anggota tim yang ga saling percaya dengan kemampuan sesama anggotanya. Dan
EDISI 260 / NOV/ 2019
Pelatihan Instrumentasi dan Pengolahan Sinyal Biomedik di Politeknik Caltex Riau
Pada tanggal 6 November 2019, di Pelatihan Instrumentasi dan Pengolahan Sinyal Biomedis di Politeknik Caltex Riau (PCR). Pelatihan ini dilaksanakan oleh Jurusan Teknologi Industri (JTIN). Sebagai narasumber dari kegiatan ini adalah Dr. Achmad Rizal, staf pengajar di Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom. Pelatihan ini diikuti oleh 15 dosen dari beberapa program studi di PCR dan dibuka oleh Dr. Mohammad Yanuar Hariyawan, S.T., M.T., Pembantu Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Pelatihan yang berlangsung di Gedung Direktorat R. 203 membahas tentang dasar teknik biomedis, dasar instrumentasi biomedis, dan praktek pengolahan sinyal biomedis.
Pelatihan ini selain bertujuan untuk meningkatkan wawasan bagi dosen PCR juga sebagai ajang untuk menjajaki kemungkinan kerjasama penelitian antara Tel-U dan PCR di masa mendatang. Selama ini, sekalipun PCR belum mempunyai prodi Teknik Biomedis tetapi sudah banyak penelitian di bidang teknik bomedis. Sementara itu Tel-U sendiri saat ini sedang merintis pendirian Prodi Teknik Biomedis yang direncanakan akan dibuka tahun 2020. Sebagai tindaklanjut dari pelatihan ini, beberapa dosen peserta pelatihan menuliskan draft paper untuk piblikasi bersama antara PCR dan Tel-U.
Linkeksternal:https://pcr.ac.id/read/27449/kembangkan-penelitian-biomedik-program-studi-teknik-e lektronika-pcr-gelar-pelatihan-instrumentasi-dan-pengolahan-sinyal-biomedik?fbclid=IwAR2weA0nN X6M6_FjJDXyPb6smnggcRBLeKBvyIaAMZN3Xv0BfomAMxD9AAo
EDISI 260 / NOV/ 2019
Dosen FRI Gelar Pengabdian Masyarakat Membahas: Gap Komunikasi antar Generasi X, Y dan Z Komunikasi merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari, terlebih bagi profesi guru yang bertugas menyampaikan pengetahuan pada para siswanya. Komunikasi yang efektif menjadi lebih penting dalam konteks tersebut. Hal yang unik mengenai komunikasi, sekalipun kita lakukan sehari-hari namun tidak menjamin bahwa komunikasi yang dilakukan berjalan efektif.
Di sekolah, terutama di SMA 45 Bandung, hal ini juga menjadi kendala yang ditemui dalam keseharian aktivitas guru dan siswa. Mengapa para siswa sulit memahami apa yang para guru sampikan, pola koimunikasi yang memang berbeda dll. Hal-hal itulah yang melatarbelakangi para dosen Fakultas Rekayasa Industri, khususnya dosen-dosen dari Jurusan Teknik Industri untuk berbagi pengalaman dengan para guru di SMA 45 Bandung mengenai cara berkomunikasi dengan siswa. Kegiatan workshop ini dibarengi oleh 2 sesi yang berbeda dengan tema yang berbeda. Tema yang pertam adalah Karakteristik Lintas Generasi.
Para dosen yang terdiri dari Fida Nirmala Nugraha, Devi Pratami, dan Ika Arum Puspita, mengemas aktivitas tersebut dalam bentuk workshop yang diikuti oleh 70 guru dan staff. Para guru diajak untuk melakukan refleksi mengenai persoalan-persoalan komunikasi yang kerap ditemui dengan siswanya.
Mengenali karakteristik generasinya serta karakteristik generasi siswa-siswanya dapat membantu memberikan pemahaman dan penyesuaian harapan serta cara menyampaikan pesan.
Secara umum terdapat perbedaan gaya komunikasi setiap generasi yang ditandai dengan perubahan teknologi yang terjadi. Generasi Z misalnya, dikenal dengan digital native. Sudah terbiasa dengan berbagai gawai sebagai media komunikasi. Sangat berbeda dengan generasi baby boomers yang umumnya mengenal gawai di usia yang sudah lanjut dan lebih menyukai tatap muka sebagai media komunikasi dengan individu lain.
Sesi kedua adalah pengabdian masyarakat yang mengambil tema komunikasi di kantor. Dalam sesi kedua ini dibawakan oleh tim Pengmas Dosen Teknik Industri yang tediri dari: Litasari Wisyastuti Suwarsono, Maria Dellarosawati, dan Agus Achmad Suhendra.
Saling mengenal dan memahami karakteristik dari masing-masing generasi dapat memperkecil gap komunikasi yang terjadi. Oleh karenanya, Tim Dosen Fakultas Rekayasa Indonesia memberikan serangkaian pengabdian masyarakat berupa workshop bagi guru-guru SMPN 45, yang terdiri dari berbagai generasi , untuk kebih mengenai gaya komunikasi antar generasi. Sebelumnya telah dilaksanakan workshop mengenai karakteristik dari masing-masing generasi. Nah, pada pengabdian masyarakat ini, guru dikenalkan dengan gaya komunikasi dari masing-masing generasi dan bagaimana cara berkomunikasi efektif dengan masing-masing gaya. Terdapat 70 guru yang ikut serta