Mulyadi (1999;530-531) menggolongkan biaya pemasaran berdasarkan fungsi atau kegiatan pemasarannya, yaitu sebagai berikut :
1. Fungsi Penjualan
Terdiri dari kegiatan untuk memenuhi pesanan yang diterima pelanggan
Contoh :Gaji salesman, bonus dan komisi serta biaya perjalanan salesman, biaya telepon.
2. Fungsi Advertensi
Terdiri dari kegiatan perancangan dan pelaksanaan kegiatan order melalui kegiatan advertensi dan promosi
3. Fungsi Pergudangan
Terdiri dari kegiatan penyimpanan produk jadi yang siap untuk dijual Contoh :Gaji karyawan bagian gudang, sewa gudang
4. Fungsi Pembungkusan dan Pengiriman
Terdiri dari kegiatan pembungkusan, biaya ekploitasi truk, biaya pengiriman, biaya angkut untuk produk yang dikembalikan
5. Fungsi Kredit dan Penagihan piutang dari pelanggan
Contoh :Gaji karyawan bagian penagihan, kerugian penghapusan piutang, potongan tunai
6. Fungsi Akuntansi Pemasaran
Terdiri dari kegiatan pembuatan faktur dan penyelenggaran catatan akuntansi penjualan.
Contoh :Gaji karyawan bagian administrasi pemasaran
Dari pendapat-pendapat tersebut dapat diperhatikan bahwa fungsi pemasaran dalam suatu pemasaran tidak terbatas hanya pada aspek pemasaran produk atau jasa perusahaan tersebut, tetapi meliputi seluruh pelaksanaan kerja yang dimulai dari pesanan pembelian pelanggan sampai dengan kegiatan penagihan piutang pelanggan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi pemasaran dalam suatu perusahaan sangat penting artinya dalam pencapaian tujuan perusahaan, khususnya dalam penjualan produk yang dihasilkan perusahaan. Dengan berjalannya fungsi pemasaran dalam
suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut dapat menghasilkan penjualan yang melampaui target yang telah ditetapkan.
2.5.3 Karakteristik Biaya Pemasaran
Karakteristik biaya pemasaran menurut Mulyadi (1999;531-532) adalah sebagai berikut :
1. Banyak ragam kegiatan pemasaran ditempuh oleh perusahaan dalam memasarkan produknya, sehingga perusahaan yang produknya sejenis, belum tentu menempuh cara pemasaran yang sama. Hal ini berlainan dengan kegiatan produksi. Dalam memproduksi produk, pada umumnya digunakan bahan baku, mesin dan cara produksi yang sama dari waktu ke waktu. Hal ini memungkinkan diadakan perbandingan biaya produksi antara perusahaan sejenis. Sehingga seringkali tidak mungkin diadakan perbandingan biaya pemasaran antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain.
2. Kegiatan pemasaran sering kali mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan perubahan kondisi pasar. Disamping terdapat berbagai macam metode pemasaran, seringkali terjadi perubahan metode pemasaran untuk menyesuaikan dengan perubahan kondisi pasar. Karena perubahan kebutuhan konsumen yang menghendaki pelayanan cepat, maka suatu perusahaan mungkin akan mengganti saluran distribusinya yang selama ini digunakan. Begitu juga kegiatan perusahaan akan mempunyai pengaruh terhadap metode pemasaran produk yang bersifat fleksibel. Hal ini menimbulkan masalah penggolongan dan interprestasi biaya pemasaran.
3. Kegiatan pemasaran berhadapan dengan konsumen yang merupakan variabel yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan. Manajemen dapat mengendalikan biaya tenaga kerja, biaya bahan baku, jam kerja dan jumlah mesin yang digunakan, tetapi tidak seorangpun dapat menyatakan apa yang akan dilakukan kosumen. Dalam kegiatan produksi, efisiensi diukur dengan melihat jumlah biaya yang dapat dihemat untuk setiap satuan produk yang diproduksi. Sebaiknya dalam
kegiatan pemasaran, kenaikan volume penjulan merupakan ukuran efisiensi, meskipun tidak setiap kenaikan volume penjualan diikuti dengan kenaikan laba.
4. Dalam biaya pemasaran terdapat biaya tidak langsung dan biaya bersama (joint costs) yang lebih sulit pemecahannya. Jika suatu perusahaan menjual berbagai macam produk dengan cara pemasaran yang berbeda-beda di setiap daerah pemasaran, maka akan menimbulkan masalah biaya bersama (joint cost) yang kompleks.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa :
1. Seringkali tidak mungkin diadakan perbandingan biaya pemasaran di antara perusahaan yang satu dengan yang lain.
2. Adanya perubahan kebutuhan konsumen yang menghendaki pelayanan cepat, maka suatu perusahaan mengganti saluran distribusi yang selama ini digunakan.
3. Kegiatan pemasaran merupakan cara yang ditempuh oleh perusahaan untuk meningkatkan penjulan produk perusahaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian terhadap biaya pemasaran agar biaya pemasaran yang dikeluarkan tidak melebihi biaya pemasaran yang dianggarkan. Jadi dapat dikatakan bahwa kenaikan volume penjualan merupakan ukuran efisiensi.
4. Timbulnya masalah biaya bersama (joint costs)
Sejalan dengan berkembangnya perusahaan, pengendalian oleh manajemen dapat dilakukan antara lain dengan membandingkan hasil pelaksanaan dengan rencana atau anggaran yang telah ditetapkan perusahaan.
2.5.4 Langkah-Langkah Pengendalian Biaya Pemasaran
Pengendalian biaya pemasaran diselenggarakan berdasarkan pemikiran bahwa biaya pemasaran yang sebenarnya akan dibandingkan dengan biaya pemasaran yang dianggarkan, yaitu dengan menghubungkan apa yang sesungguhnya terjadi dengan apa yang seharusnya terjadi. Agar pengendalian biaya pemasaran dapat diterapkan, maka diperlukan langkah-langkah pengendalian biaya pemasaran yang bertujuan
untuk mengukur keluaran kegiatan tersebut dilaksanakan dan usaha menepati anggaran biaya dalam kegiatan pemasaran.
Langkah-langkah pengendalian biaya pemasaran adalah sebagai berikut : 1. Menetapkan standar perbandingan
Anggaran atau standar penjualan yang ditetapkan oleh perusahaan merupakan langkah awal dalam menyusun anggaran atau standar biaya pemasaran.
Selanjutnya, biaya pemasaran tersebut didistribusikan kepada setiap fungsi yang menggunakannya. Sedangkan untuk biaya tidak langsung, diperlukan dasar distribusi ke setiap fungsi dasar tersebut harus relatif adil, teliti dan praktis untuk kegiatan setiap fungsi.
2. Mengumpulkan dan mencatat biaya pemasaran yang sebenarnya terjadi
Pengumpulan dan pencatatan biaya pemasaran yang sesungguhnya dapat ditempuh melalui hal-hal berikut ini :
a. Dokumen dasar atau bukti asli transaksi biaya pemasaran yang sah dicatat dalam jurnal biaya pemasaran dan rekening buku besar pembantu biaya pemasaran
b. Mendistribusikan biaya pemasaran sesungguhnya pada setiap fungsi pemasaran. Dalam mendistribusikan biaya pemasaran ini menggunakan cara dan dasar distribusi biaya pemasaran yang dianggarkan.
3. Membandingkan biaya pemasaran yang sebenarnya dengan anggaran biaya pemasaran yang telah ditetapkan.
4. Menetapkan besarnya penyimpangan yang terjadi antara biaya pemasaran yang sebenarnya dengn biaya pemasaran yang dianggarkan.
5. Menganalisis sebab-sebab terjadinya penyimpangan
6. Mengambil tindakan perbaikan untuk mengendalikan biaya sesungguhnya yang tidak memuaskan agar sesuai dengan standar (anggaran) yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Jika selisih atau penyimpangan yang terjadi antara anggaran dan realisasinya cukup signifikan, maka penyimpangan tersebut perlu diselidiki lebih lanjut. Menurut
Supriyono (2000;264-275) untuk menyelidiki penyimpangan biaya, dapat digunakan beberapa pendekatan, yaitu :
1. Pendekatan Pertimbangan Manajemen (Management judgement approach)