• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

A. Data Penelitian

2. Fungsi dan Tujuan Audit Internal

Auditor Internal maerupakan bagian yang penting pada PT. Socfin Indonesia yang berguna dalam usaha peningkatan nilai ekonomis, efisiensi dan efektifitas di dalam perusahaan tersebut. Adapun fungsi Auditor Internal di dalam perusahaan tersebut adalah :

a. Menjaga kehandalan dan integritas informasi.

b. Menjamin dipatuhinya kebijakan, rencana, prosedur, hukum, peraturan, dan kontrak.

Artha L. Tambunan : Peranan Auditor Internal Dalam Memelihara Sistem Manajemen Mutu Pada PT Socfin Indonesia Medan, 2010.

d. Menggunakan sumber daya secara ekonomis dan efisien.

e. Membantu pencapaian tujuan yang ditetapkan untuk operasional atau program yang bersangkutan.

Setelah membandingkan antara teori dengan praktek audit intern pada PT. Socfin Indonesia Medan, penulis berpendapat bahwa audit intern pada perusahaan ini telah berfungsi secara efektif karena Principal Director memberikan wewenang pada pihak audit intern untuk melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan sehingga audit intern dapat melakukan tugasnya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan sistem manajemen mutu perusahaan. Begitu juga dengan bagian-bagian lain di Kantor Besar dan seluruh kebun yang dimiliki perusahaan telah memahami fungsi audit intern dan memberikan dukungan serta kerjasama yang baik dengan bagian Internal Audit dalam menjalankan tugasnya, karena masing-masing bagian dan semua unit kebun perusahaan telah memiliki uraian tugas (job

description) internal audit.

Jadi jelas bahwa Audit Intern secara tidak langsung adalah tangan kanan Principal Director dalam melakukan kegiatan pengendalian pada ruang lingkup objek pemeriksaannya.

Adapun fungsi dan peran dari audit intern yang dilakukan pada PT. Socfin Indonesia Medan adalah sebagai berikut :

1) Melaksankan audit di Kantor Besar (seluruh bahagian) dan seluruh kebun yang dimiliki perusahaan tersebut.

2) Melakukan special audit yang ditugaskan oleh Principal Director dalam hubungannya dengan pekerjaan Audit Intern.

Artha L. Tambunan : Peranan Auditor Internal Dalam Memelihara Sistem Manajemen Mutu Pada PT Socfin Indonesia Medan, 2010.

3) Melakukan penilaian, evaluasi dan konsultasi secara independent ke manajemen atas system manajemen yang bertujuan untuk menambah nilai dan meningkatkan operasional bisnis perusahaan secara keseluruhan. 4) Memastikan independensi, objektifitas, dan profesionalisme Audit Intern

dengan melakukan audit pada Kantor Besar dan semua kebun perusahaan secara ekonomis,efektif dan efisien.

5) Menetapkan, menyusun dan memperbaiki kebijakan dan prosedur Audit Intern.

6) Mengkaji kualitas pekerjaan Audit Intern secara internal.

7) Terus menerus merencanakan dan melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme Internal Audit.

8) Bertindak sebagai konsultan bagi Kantor Besar dan semua kebun, terutama dalam memastikan bahwa organisasi, kebijakan, buku pedoman operasi, prinsip akuntansi proses bisnis, risk management, dan system informasi yang tersedia selaras dengan tujuan PT. Socfin Indonesia telah dilaksanakan secara ekonomis, efisien, dan efektif serta memiliki tingkat resiko yang dapat diterima.

Fungsi ini menegaskan bahwa audit intern membantu manajemen dalam melakukan kegiatan pengawasan pada bagian operasional dan melaporkan penemuan yang memungkinkan menghambat kemajuan perusahaan.

Agar mutu fungsi Auditor Internal pada PT. Socfin Indonesia tetap terjaga PT. Socfin Indonesia mengharapkan auditor internal baik sebagai individu maupun kelompok untuk menerapkan prinsip-prinsip berikut :

Artha L. Tambunan : Peranan Auditor Internal Dalam Memelihara Sistem Manajemen Mutu Pada PT Socfin Indonesia Medan, 2010.

a. Integrity principle, yaitu dengan membangun kepentingan yang menjadi landasan dasar profesionalisme.

1) Melakukan pekerjaan audit internal dengan jujur, rajin, adil, dan bertanggung jawab.

2) Mematuhi peraturan PT. Socfin Indonesia yang berlaku.

3) Tidak ikut serta dalam kegiatan yang tidak legal dan melakukan kegiatan yang dilarang oleh profesi auditor internal pada PT. SOCFINDO.

4) menghormati dan berkontribusi pada hokum dan etika yang ditetapkan perusahaan.

b. Objectivity principle, yaitu dengan mempraktekkan perilaku objektif dalam mengumpulkan, mengevaluasi dan mengkomunikasikan informasi tentang aktivitas atau kegiatan atas manajemen yang diperiksa. Auditor internal membuat penilaian secara bebas dan tidak terpengaruh oleh kepentingan diri sendiri atau pendapat orang lain dalam memberikan pendapat profesionalnya.

1) Tidak berpartisipasi dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi penilaian mereka.

2) Tidak menerima apapun yang dapat mempengaruhi penilaian mereka secara professional.

3) Mengungkapkan semua fakta yang tidak dilaporkan yang dapat mengganggu aktivitas yang sedang diperiksa.

c. Confidentiality principle, yaitu dengan menghargai nilai dari informasi yang diterima dan kepemilikan informasi serta tidak membocorkan informasi yang diperoleh tanpa mendapat kuasa kecuali demi hokum dan profesi.

Artha L. Tambunan : Peranan Auditor Internal Dalam Memelihara Sistem Manajemen Mutu Pada PT Socfin Indonesia Medan, 2010.

1) Bijaksana dalam mengungkapkan dan melindungi informasi yang didapat dalam melakukan pekerjaan.

2) Tidak menggunakan informasi untuk kepentingan sendiri dengan cara yang tidak legal atau tidak sejalan dengan hokum dan etika pada PT. SOCFINDO.

d. Competency principle, yaitu dengan menggunakan pengetahuan atau pengalaman dalam melaksanakan audit.

1) Hanya melakkukan audit pada bagian yang sesuai dengan kemempuan dan pengetahuan.

2) Melaksanakan audit sesuai dengan program audit PT. SOCFINDO. 3) Terus menerus meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja.

Dalam pelaksanaan audit pada PT. Socfin Indonesia, terdapat tujuan audit yang berbeda sesuai dengan tema audit masing-masing berikut :

a) Financial Audit

Tujuan dari financial audit adalah menilai keandalan system akuntansi, informasi dan laporan keuangan yang dihasilkannya. Pengujian yang dilakukan dalam financial audit bersifat substantive, dalam arti pengujian ini dilakukan untuk meyakinkan keakuratan, kelengkapan, kebenaran, dan konsistensi dari catatan keuangan dan pembukuan perusahaan serta laporan keuangan yang dipersiapkan untuk usaha perusahaan tersebut.

Artha L. Tambunan : Peranan Auditor Internal Dalam Memelihara Sistem Manajemen Mutu Pada PT Socfin Indonesia Medan, 2010.

b) Compliance Audit

Tujuan dari Compliance Audit adalah menilai kualitas dan kecukupan system yang ada guna meyakini kepatuhannya terhadap hokum, peraturan, kebijakan, dan prosedur yang berlaku.

c) Operational Audit

Tujuan dari Operational Audit adalah untuk menilai kualitas dan kecukupan system dan prosedur lainnya guna menganalisa struktur organisasi dengan pola ukur yang kritis, dan mengevaluasi kecukupan metode dan sumber daya yang berhubungan dengan penugasan audit.

d) Management Audit

Tujuan dari Managament Audit adalah menilai kualitas pendekatan manajemen yang digunakan untuk mengelola resiko dan control dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.