BAB II KAJIAN TEORITIS
2.2 Situs Web
2.2.2 Fungsi website
Fungsi website menurut Habibullah al faruq, yaitu : 1. Media komunikasi
Website menyediakan berbagai sarana komunikasi yang beragam seperti komentar dan chatting, konten yang berisi informasi dalam website merupakan salah satu komunikasi yang disediakan oleh pengembang web.
Beberapa bentuk komunikasi didalam web, anatara lain :
a. Forum (wadah untuk berdiskusi terkait topik tertentu) b. Live chat (biasanya disediakan oleh website bentuk e- commerce dalam melayani konsumen, biasanya perusahaan)
c. Komentar (mayoritas website menyediakan kolom komentar sebagai sarana feedback dari pengguna)
d. Formulir online (biasanya formulir untuk saran kepada website atau kepentingannya lainnya)
2. Sarana informasi
Website memiliki konten yang didalamnya terdapat beragam informasi disediakan untuk kebutuhan pengguna, dengan berbagai format (teks, html, pdf, jpeg, mp3). website memiliki kelebihan diantaranya menyediakan vidio dengan durasi yang panjang, teks panjang yang lebih rinci, gambar dengan ukuran lebih besar. Hal ini yang membedakan web dengan sosial media.
3. Media pendidikan
Website menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna, dari hal yang tidak tahu menjadi tahu. Media pendidik bukan hanya bukan hanya terfokus pada pendidik tetapi website juga menyediakan informasi yang layak disalurkan dan referensi dalam pendidikan.
4. Media pemasaran
Website tersedia dalam bentuk e-commerce transaksi secara online, jadi website dapat dijadikan sebagai wadah untuk promosi barang dan media transaksi. Website memudahkan perekonomian untuk meningkatkan pemasaran, hal ini didasari oleh perkembangan teknologi dan perkembangan pemikiran manusia, sehingga web merupakan fasilitas paling tepat digunakan untuk promosi.
2.2.3 Jenis - jenis website Menurut Yuhefizar (2009)
Jenis web dibagi berdasarkan tiga yaitu ; fungsi, sifat, dan bahasa pemrograman yang digunakan.
Berdasarkan pendapat para ahli, Situs web adalah kumpulan halaman web, berupa gambar, vidio, atau aset digital lainnya, yang relatif ditujukan keterminal sumber alamat lokasi web, berbasis jaringan internet, web telah bergenerasi dari web 1.0, web 2.0, hingga web 3.0. fungsi web sebagai media komunikasi, sarana informasi, media pendidikan, media pemasaran.
2.3 Plafrom Web Sci - Hub
“Sci-hub the first pirate website in the world to provide mass and public access to tens of millions of research papers”. Sci - Hub pertama kali beroperasi pada tahun 2011, Sci- Hub merupakan situs web yang menyediakan akses ke jutaan hasil penelitian dan hal ini terus berlanjut setiap harinya, situs web sanagt efektif dalam meniadakan pembayaran dan pembatasan.
Pengertian Sci -Hub Menurut Matthew (2017)
“ Sci-Hub merupakan situs web pembajakan pertama yang menyediakan akses massa ke puluhan juta hasil penelitian yang diterbitkan secara online, siapa saja bisa mengakses teks lengkap dan gratis . Ada tiga hal ide utama dalam situs ini yaitu : “Pengetahuan tesedia untuk siapa saja, pengetahuan tidak dibatasi oleh hak cipta, akses terbuka.”
Sci-Hub bukanlah mesin pencari seperti google, pengguna harus tahu persis artikel apa yang mereka cari ketika mereka menggunakanny, perngguna mencari artikel dengan URL, nomor DOI, nomor ID PubMed, judul lengkap atau identitas unik lainnya.
Menurut Darko (2017) Sci-hub merupakan repositori online yang menawarkan makalah penelitian ilmiah secara gratis, meniadakan pembatasan hak cipta untuk mempercepat pemerataan ilmu pengetahuan terutama di negara-negara berkembang.
PengertianSci-Hub menurut Stuart (2017)
“ Sci-Hub adalah situs pembajakan akademik yang menyediakan akses terbuka, dan meniadakan pembatasan hak cipta kekarya ilmiah tanpa izin dari penerbit, Sci-Hub sangat efektif dalam masalah akses, antar muka yang sederhana,
yang legal, sehingga memungkin lebih cepat dan lebih mudah untuk mengambil artikel di Sci-Hub daripada di situs web penerbit.”
Sedangkan menurut gabriel, stephen dan andrew (2017) platform web Sci-hub merupakan salah satu perpustakaan bayangan yang menyediakan akses sederhana, mudah, lebih cepat, akses yang lebih luas kemakalah penelitian sehingga menyebabkan tantang besar terhadap penerbit dan perpustakaan.
Dari beberapa defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa platform web Sci-hub adalah mesin penemu , berisi materi berhak cipta yang diperoleh secara ilegal. Sci-hub memberikan pelayanan efektif kepada pengguna secara gratis, sederhana, mudah, cepat (tepat waktu), dengan kata kunci DOI dan URL dokumen yang diperoleh dalam bentuk pdf.
2.3.1 Cara kerja web sci-hub
Berdasarkan data dari website sci-hub yang beralamat https://scihub.wikicn.top/.
Sci-hub beroperasi sejak 5 September 2011 hingga saat ini, dan telah mengumpulkan lebih dari 77.428.592 makalah penelitian.
Situs sci-hub adalah alat penemu. Pengguna harus mengetahui DOI atau URL dari jurnal yang akan dicari. Ada tiga cara kerja sci-hub menurut Mattew (2017) yaitu :
a. Apabila ada permintaan unduhan maka sci-hub mencari salinan jurnal di database library genesis, yang merupakan entitas terpisah tapi bekerjasama dengan Sci-hub, jika ada Sci-hub akan mengirimkan kepada pengguna
b. Menggunakan proxy sehingga menemukan yang memiliki akses ke artikel tersebut, mengirim salinan ke pengguna, dan mengunggah salinan ke database library genesis apabila artikel di butuhkan di kemudian hari
Akses proxy yang banyak diperoleh dari proxy perguruan tinggi yang melanggan artikel jurnal dari penerbit. Seperti halnya, beberapa akademisi secara
bebas memberikan nama pengguna dan kata sandi universitas mereka untuk memberikan akses ke Sci-Hub (Nicholas, Boukacem-Zeghmouri, et al., 2019).
Jika megunjungi situs Sci-Hub saat ini dan memasukkan DOI atau URL , maka Sci-Hub akan meminta pengetikan captcha untuk diselesaikan, Kemudian melihat di LibGen, apakah ia dapat menemukan salinan yang ada dari item tersebut. Jika ya, maka Sci-hub memberikan salinan itu kepada pengguna. Jika Sci-Hub tidak dapat menemukan salinan di LibGen, maka ia menggunakan beberapa sistem akses institusional untuk mencari di seluruh platform penerbit, melewati semua hambatan kontrol akses, dan mengambil salinan item. Itu kemudian melakukan dua hal. Satu, itu memberikan salinan kembali ke pengguna yang memintanya; dua menyimpan salinan dalam LibGen sehingga lebih mudah untuk melayani ketika permintaan berikutnya masuk.
“ Sci-Hub bukan hanya mencuri pdf, tetapi juga melakukan phishing, spam, meretas kata sandi. Dan pada umumnya melakukan upaya apa saja untuk menemukan kredensial pribadi masuk kelembaga akademik, supaya bisa memperoleh akses ilegal ke konten yang diterbitkan. Dalam praktek ini secara secara sengaja Sci-hub mencuri data pribadi dan penelitian dari lembaga akademik. Perpustakaan sebagai jalan penghubung situs sci-hub dengan situs penerbit dengan cara ilegal. (scholary kitchen, 2018).”
Data penelitian oleh john bahannon, penerbit yang paling banyak diunduh di situs Sci-Hub pada tahun 2015 :
Sebuah penelitian pada enam negara di Amerika Latin terhadap mahasiswa kedokteran, terkait kegunaan, pengetahuan, persepsi serta konstribusi ilmiah Sci-Hub, oleh Cristian R. dkk pada tahun 2017. menyimpulkan hasil penelitian sebagai berikut :
a. 19,2 % dari peserta yang mengetahui tentang Sci-Hub dan fungsinya
b. 29,9 % dari peserta yang menggunakan Sci-Hub dan mengklaim mereka selalu
menemukan informasi ilmiah yang diinginkan saat melakukan pencarian pada Sci-Hub
c. 62,5 % dari peserta mengatakan bahwa Sci-Hub sangat berkonstribusi terhadap penelitian ilmiah
d. 2,2 % dari peserta mengatakan Sci-Hub tidak berkontribusi pada penelitian Elsevier menuduh Elbakyan melanggar UUHC yang berkaitan dengan
pelanggaran Computer Fraud and Abuse act, yang merupakan pelanggaran mengenai penipuan dan penyalahgunaan komputer (CFAA) dirangcang untuk mengurangi cracking dan hacking sistem komputer dan untuk mengatasi pelanggaran yang berkaitan dengan komputer federal, undang-undang mengatur kasus yang melibatkan kejahatan antarnegara (Leighton R. Johnson III, 2014).
2.3.2 Kasus hak cipta situs web sci-hub
Beberapa gugatan hukum hak cipta kepada Alexander Elbakyan pendiri situs web sci-hub. Berdasarkan data dari wikipedia tahun 2019 :
1. Amerika serika, pada tahun 2015 penerbit terbesar yaitu ELSEVIER menggugat situs Sci-hub dan Library genesis (LibGen) kepengadilan distrik Amerika serikat bagian selatan, dan merupaka gugatan terbesar mengenai hak cipta di Amerika serikat. Elsevier menuduh Elbakyan melanggar UUHC yang berkaitan dengan pelanggaran Computer Fraud and Abuse act. Keputusan hukum
tersebut, Elsevier meminta ganti rugi dan meminta surat pemberhentian operasi situs tersebut
2. Amerika serikat, tahun 2017 American Chemical Society (ACS) mengajukan gugatan terhadap situs Sci-hub dipengadilan distrik Amerika bagian Timur, dengan tuduhan pelanggaran hak cipta dan merek dagang. Keputusan hukum atas gugatan ACS sedikit berbeda dengan ELSEVIER, putusan hukum memberikan perintah hukum permanen kepada siapa saja yang terlibat dan berpartisipasi denga situs Sci-hub termasuk mesin pencari. Ganti rugi senilai $ 4,8 dan pemblokiran situs
3. Swedia, pada buklan oktober 2018. Dari kasus penggugatan Elsevier merasa belum puas. ISP Swedia dihasut oleh Elsevier memblokir semua akses ke situs Sci-hub
4. Rusia, pada bulan november 2018, Elsevier dan Spinger nature kembali menggugat Sci-hub dipengadilan kota Moskow terkait pelanggaran kekayaan intelektual. Oleh karenanya layanan federal Rusia yang bertugas mengawasi komunikasi, teknologi informasi dan media massa memblokir situs Sci-hub dan situs bayangannya.
5. Prancis, maret 2019, Elsevier dan Springer nature lagi-lagi mengajukan gugatan ke pengadilan Prancis, pengadilan Prancis memerintahkan ISP Prancis untuk memblokir akses ke situs Sci-hub dan Library Genesis.
“ Sci-Hub selalu berganti nama domain saat situs ini diblokir oleh pihak pengadilan dan sampai saat ini masih terus aktif. Elbakyan pernah mengatakan dalam seminarnya di salah satu universitas, “ diakui Sci-hub melanggar hak cipta, tetapi hak cipta terkait dengan hak kekayaan intelektual. Artinya, artikel ilmiah adalah milik penerbit, dan membacanya secara gratis adalah suatu pencurian menurut hukum saat ini. (`Andrew, 2018) ”
Namun cara kerja situs Sci-hub ini hukum hak cipta harus bergerak dalam
Berdasarkan pendapat para ahli, Sci-hub adalah situs pembajakan akademik yang menyediakan akses terbuka, dan meniadakan pembatasan hak cipta kekarya ilmiah tanpa izin dari penerbit, Sci-hub sangat efektif dalam masalah akses, antar muka yang sederhana, menggunakan DOI dan LINK dari karya ilmiah. Sci-hub memiliki akses institusional yang legal, sehingga memungkin lebih cepat dan lebih mudah untuk mengambil artikel di Sci-Hub daripada di situs web penerbit.
Berdasarkan pendapat para ahli dan undang - undang hak cipta, dinyatakan bahwa penerapan hak cipta pada platform web Sci-hub adalah perolehan, penghimpunan, penyebaran kembali yang dilakukan situs Sci-hub dengan cara penyedian akses terbuka, gratis tanpa paywall, akses mudah dan sederhana dengan meniadakan perizinan dari pemegang hak dan pencipta, yang berkaitang dengan hak moral dan ekonomi.
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Metode penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan pendekatan kualitatif .
Pengertian metod peneltian deksriptif menurut Sugiyono (2017)
“Metode yang digunakan untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel tanpa membuat perbandingan atau mencari hubungan”.
Menurut Sugiyono (2015: 13) Peneltian kualitatif adalah
“Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebaai instrumen kunci, pengambilan sumber data dilakukan secara puposive dan snowbaal, teknik penumpulan dengan triangulasi (penggabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.”
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan hak moral dan hak ekonomi pada situs web Sci-hub
3.2 Sumber data penelitian 1. Sumber data prmer
Data penelitian primer diperoleh dengan observasi pada situs web https://sci-hub.tw
2. Sumber data sekunder
Data sekunder menurut Nanang martono (2014) adalah :
“Metode penelitian yang relatif lebih mudah karena objek yang diteliti
ada seperti buku, majalah, jurnal, tv, koran film untuk dijadikan objek penelitian.”
Sumber data sekunder pada penelitian ini dari UUHC, buku, jurnal ilmiah yang berkaitan dengan objek yang diteliti dan wawancara kepada yang paham mengenai objek yang diteliti.
3.3 Unit analsis
Menurut (Arikunto, 2006)
“ Unit analisis dalam penelitian dapat berupa individu, kelompok, organisasi, benda, wilayah dan waktu tertentu sesuai dengan fokus permasalah dalam penelitian, merupakan satuan tertentu yang diperhitungkan dalam subjek penelitian ”.
Dari pemaparan di atas, penelitian ini menggunakan unit analisis dari situs web Sci-hub. dengan alamat https://sci-hub.tw
3.4 Teknik dan instrumen pengumpulan data 3.4.1 Teknik pengumpulan data
Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Studi observasi
Pengamatan terhadap objek yang diteliti, yang melibatkan seluruh indera penglihatan, pendengaran, dan perasa dalam pengamatannya. Dalam penelitian ini observasi dilakukan pada situs web Sci -Hub yang beralamat pada https://sci-hub.tw 2. Studi kepustakaan,
Studi kepustakaan dilakukan dengan cara mencari data yang dibutuhkan dari berbagai sumber literatur diantaranya, Undang-undang dan buku, artikel, jurnal yang berkaitan pada permasalahan objek yang diteliti, identifikasi dilakukan dengan membaca dan mencaatat
3. Studi Wawancara
Studi wawancara ditujukan kepada ahli hukum yang paham mengenai UUHC dengan maksud mendapatkan informasi berupa pandangan hukum mengenai situs Sci-hub dan pandangan perpustakaan dalam menyikapi situs web sci-Sci-hub ini. Wawancara ini sebagai sumber data penguat pada penelitian. Teknik ini dilakukan dengan cara tanya jawab.
Teknik pemilihan informan berdasarkan purposive sampling, teknik sampel yang dilakukan demgan caara menaetapkan ciri yang khusus disesuaikan dengan tujuan dari penelitian . Adapun informan ahli hukum dalam penelitian ini adalah : ahli hukum minimal mahasiswa magister , Informan dari sudut pandang perpustakaan : pegawai perpustakaan usu .
Tabel 3. 1 Karakteristik iinforman
No Kode
informan,
Identitas informan Lokasi wawncara
1. I1 Dosen hukum STIH Litigasi dan wartawan
Online, aplikasi whatshApp
2. I2 Mahasiswa magister hukum USU dan notaris
Online, aplikasi whatshApp
3. I3 Pegawai perpustakaan USU Perpustakaan USU
Sebelum melakukan wawancara, terlebih dahulu meminta kesediaan informan untuk diwawancarai, wawancara dilakukan berdasarkan kondisi waktu dan tempat yang ditentukan oleh informan.
3.4.2 Instrumen penelitian 1. Studi observasi
Pengamatan terhadap objek yang diteliti dengan menggunakan panduan check-list
Penelitiaan ini menggunkan instrumen jenis cheklist (kecocokan), merupakan suatu daftarr yang isinya subjek dan aspek yang akan diteliti. Aspek - aspek yang diteliti berdasarkan UUHC Nomor 28 Tahun 2014 yang meliputi :(1) Hak moral (Pencantuman nama, Mengubah nama pencipta dalam karya, Mengubah judul ciptaan pada karya , Mengubah ciptaannya , Modifikasi ciptaan dan Mutilasi ciptaan ). (2) Hak ekonomi (Penerbiitan ciptaan, penggandaan ciptan, penerjemah ciptaan, pengadaptasi dan pentrasformasian ciptaan, pendistribusian dan penyaliinan ciptaan, Pertunjukan Ciptaan, Pengumumaan karya ciptaan, Komuniikasi Ciptaan , penyewaaan ciptaan) Hal ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pelanggaran berdasarkan hak ekonomi dan ekonomi yang dilakukan situs sci-hub.
2. Studi wawancara
Wawancara dilakukan dengan “semi structured” yaitu pedoman wawancara bersifat terpimpin, disusun secara terperinci berdasarkan panduan check-list.
Tabel 3.2 Daftar check list
No Indikator Indikator Uraian Item check
list
Keterangan
Ya Tidak 1. Pelanggar
an hak moral
1. Pencantuman nama pencipta pada jurnal
Tetap melakukan pencantuman nama pencipta atau tidak dalam salinan
karya, sejalan judul ciptaan pada jurnal dalam yang berlaku dalam masyarakat
Penerbitan Ciptaan adalah perbuatan yang dilakukan
ekonomi dengan menerbitkan
penyalinan ciptaan
penyebaran Ciptaan dan produk-produk Hak Terkait lainnya 6. Pertunjukan
Ciptaan
Pertunjukan, melalui kabel atau media lainnya 7. Pengumumaa
n karya ciptaan
Proses membaca, menyiarkan, pembuatan
pameran dari sebuah ciptaan menggunakan berbagai alat bantu apapun yang sifatnya elektronik maupun
non-elekronik sehingga dapat dinikmati oleh panca indra.
8. Komuniikasi Ciptaan
Mentransmisi
cipttaan ,
pertujukan dan fonogram agar dapat diterima oleh
publik dan dapat dikases dari berbagai tempat dan waktu
9. Penyewan Ciptaan
Penyewaan adalah perbuatan dengan memberikan
penyewaan sesuatu kepada orang lain dengan melakukan suatu kesepakatan, atau perjanjian
3.5 Analisis data
Menurut Yaumi dan damapolli (2016:147)
“analisis data merupakan hal utama dari suatu penelitian untuk menggambarkan fakta, mendeteksi pola, mengembangkan penjelasan. Dan analisis data juga dipandang sebagai ilmu untuk menguji data mentah dengan tujuan menggambarkan kesimpulan tentang informasi”.
Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Menurut Moleong dalam (Sandu & Sodik, 2015)
“ analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dalam bekerja dengan data, mengorganisasikan data , memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelolah, mensintesiskan, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang diperlukan serta memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain”.
Langkah atau tahapan analisis data secara kualitatif (Sandu & Sodik, 2015) :
A. Reduksi data
Memilih hal-hal pokok, memfokuskan penelitian, membuat rangkuman inti data (menyederhanakan data)
B. PenyajIian data
Kumpulan informasi secara tersusun yang telah memungkinkan adanya penariikan kesimpulan, mengklasifikaskan serta penyajian data disesuaikan dengan pokok-pokok pada permasalahan, hal ini di awali dengan membuat pengkodean pada setia sub- sub pokok dari permasalahan
C. Kesiimpulan atau vertifikasi
Proses pencarian makna dari suatu data yang telah dikumpulkan dengan mencari persamaan , perbedaan dan hubungan dari hasili pengumpulan data.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
4.1 Observasi pada situs web Sci-Hub
Observasi dilakukan pada situs web Sci-hub dengan alamat https://www.sci-hub.tw/ . Selama melakukan observasi di tahun 2020 jumlah data karya ilmiah yang tersedia selalu meningkat. Hal ini menjelaskan bahwa tingkat penggunaan Sci-Hub semakin banyak sehingga hal ini sangat berpengaruh pada pihak lain.
a. Bulan januari 2020 tersedia 77.428.592 b. Bulan april 2020 tersedia 81.547.147 c. Bulan juni 2020 tersedia 82.234.731
Pengunjung web Sci-Hub tahun 2020 berdasarkan wilayah dimuat dari situs similiarweb :
1. China 20.52%
2. India 7.18%
3. United states 6.46%
4. Mexico 3.96%
5. Brazil 3.80%
Tabel 4.1 Data jurnal observasi
No Judul jurnal DOI Penerbit Perolehan
akses
/10.1016/j.uro Urology, $35.95 dalam
Syndrome in Bladder
logy.2013.07. Elseveir bentuk Pdf
Cancer Associated 036
With a Grave Prognosis
2.
Efficacy of Holmium
https://doi.org Jurnal Pdf : Full text
Laser Enucleation of
/10.1016/j.uro Urology, $35.95 dalam
the Prostate in Patients
logy.2013.09. Elseveir bentuk Pdf
With Non-neurogenic
035
Impaired Bladder Contractility: Results of a Prospective Trial
3.
Cross-lingual text
https://doi.org Jurnal of Pdf : Full text
similarity exploiting
/10.1177/0165 information $37.50 dalam
neural machine
55152091267 science, bentuk Pdf
translation models
6 SAGE
4.
Semisupervised
https://doi.org Jurnal of Pdf : Full text
sentiment analysis
/10.1177/0165 information $37.50 dalam
method for online text
55152091003 science, bentuk Pdf
reviews
2 SAGE
5.
Integrating Green
https://doi.org American Batasan Full text
Chemistry into
/10.1021/acs.j Chemical akses dalam
Teaching
chemed.0c000 Society (ACS bentuk Pdf
Laboratories: Aqueous
https://doi.org American Batasan Full text Chemist’s Inner
/10.1021/acs.j Chemical akses dalam
Coder: A MATLAB
chemed.0c000 Society (ACS bentuk Pdf
Tutorial on the
7. Global innovation
8. Countering overseas power in global value chains : information
9. The relationship between romantic and prenatal material attachment :the moderating role of the social support
download :
$42.00 10. Continuities across
continents : assessing
Dari data jurnal diatas, penulis melakukan observasi langsung pada situs web Sci-hub, hal ini dilakukan dengan cara ; (1.) Membuka situs web Sci-hub beralamat https://www.sci-hub.tw/ pada mesin pencari dengan bantuan hardware berupa laptob yang sudah terkoneksi dengan jaringan internet. (2.) Jurnal diatas diperoleh dari website resmi penerbitan online, seperti Elsevier, Wiley, American Chemical Society, Sage. Website tersebut mencantumkan data identitas dari jurnal yang terdiri dari (nama pengarang, DOI dan URL, judul jurnal, tahun terbit, edisi dan volume) (3.)
Identitas dari jurnal yang diperlukan untuk observasi pada situs sci-hub berupa DOI (Digital Object Identifier) dan URL. (4.) Observasi dilakukan pada situs web sci-hub dengan kata kunci DOI pada mesin pencari yang disediakan situs.
Beberapa nama domain yang pernah digunakan oleh Sci-Hub. Sebagian nama domain masih dapat digunakan.
f) scihub22266oqcxt.onion. Nama domain yang dapat di akses diwilayah prancis dengan bantuan Google Public DNS dan aplikasi Tor.
n) https://www.sci-hub.tw/. alamat domain yang bisa digunakan di Indonesia o) https://mg.scihubtw.top/
p) https://sci-hub.uno/
q) https://sci-hub.ir/free-paper-download/. alamat domain situs sci-hub di Iran, tampilan situs ini membuat pemberitahuan jelas terkait pembajakan pada situs
1. Langsung sciencedirect 2. Springer
3. Perpustakaan online Wiley 4. Jurnal Oxford
5. Taylor dan Francis 6. Elsevier
7. Zamrud 8. IEEE
9. Lusinan jurnal ilmiah terkemuka lainnya memiliki akses gratis.
4.1.1
Observasi menggunakan daftar check list
Berikut hasil observasi yang dilakukan penulis pada situs Sci-Hub Tabel 4.2 Daftar check list hasil observasi No Indikator Indikator Penjelasan Item check
list
pada hasilnya mencantumkan
jurnal nama pencipta jurnal,
sama dengan data pada website resmi penerbit
pencipta dalam jurnal
pencipta. Nama pencipta juga dapat disesuaikan dengan situs resmi tercantum dalam situs web resmi penerbit ciptaan yang disesuaikan dengan kesepakatan
modifikasi karya ilmiah dalam bentuk pdf.
Membuat keseluruhan koleksi menjadi bentuk pdf walaupun pada dasarnya sebagian karya ilmiah ada yang bentuknya html maupun document. kembali karya ilmiah disitus pribadi tanpa persetujuan penulis dan
kembali sebuah dalam bentuk pdfyang tersimpan dalam
database, hal ini di ungkap dari cara kerja Sci-Hub seperti yang ada dalam database penerbit
- Pengaransemenan
ditujukan untuk musik, lagu atau fonogram bukan untuk karya tulis
5. Pendi ciptaan berbayar dan membuat akses yang bukan untuk karya tulis dalam bentuk digital
online yang didapat di
online yang didapat di