• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fungsi Sosial Pusaka Tua Jenis Badik Di Museum La Galigo-Benteng Rotterdam Kota Makassar Rotterdam Kota Makassar Rotterdam Kota Makassar

HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

2. Fungsi Sosial Pusaka Tua Jenis Badik Di Museum La Galigo-Benteng Rotterdam Kota Makassar Rotterdam Kota Makassar Rotterdam Kota Makassar

Badik pada masyarakat Sulawesi Selatan dianggap sebagai pelengkap hidup. Artinya ini tanpa adanya badik kehidupan seseorang tidak akan sempurna. Badik ini dianggap sebagai saudara yang harus dimiliki dan harus digunakan untuk menggenapkan tulang rusuk kaum laki-laki, sehingga adanya badik ini manusia atau masyarakat Sulawesi Selatan khususnya kaum laki-laki dianggap sempurna dan tidak mudah mendapat suatu gangguan atau bahaya. Badik yang dianggap baik atau cocok untuk digunakan, badik itu akan menimbulkan kepercayaan bagi pemiliknya bahwa senjata tersebut memiliki kekuatan dan pengaruh yang dapat mendatangkan keuntungan dan keselamatan, badik biasanya ini itu disimpan dan akan berfungsi sebagai jimat (Purmawati, 1994:7).

Jenis-jenis badik ini juga katanya memiliki fungsi badik yang beragam dan jenis badik ini juga digunakan hanya dalam keadaan yang mendesak saja jadi jangan pernah bermain-main dengan badik dan badik ini sangat penting bagi masyarakat Bugis-Makassar (D.1/Observasi/05/10)

63

Selain itu, badik menunjukkan pula keberanian seseorang yang digunakan untuk membela diri atau mempertahankan diri. Jika memiliki sebuah badik berarti seseorang tidak akan diremehkan. Maksudnya ini, menunjukkan bahwa budaya memiliki dan menyimpan kedudukan yang sangat penting di dalam kalangan masyarakat Sulawesi Selatan. Badik itu selain sangat penting bagi masyarakat Sulawesi Selatan badik itu juga memiliki fungsi sosial yang sangat berfungsi bagi masyarakat yatu badik dalam keluarga itu sangat penting dan bahkan sudah dianggap sebagai saudara dan juga berfungsi sebagai kegiatan ekonomi dan sebagai pembela diri.

Di masyarakat Bugis-Makssar itu pada umumnya itu setiap keluarga harus dapat memiliki ataupun dapat menyimpan sebuah badik sebagai suatu benda warisan yang sangat berharga karena badik ini merupakan sebuah identitas dan sangat bermanfaat bagi yang memilikinya (D.1./WW/Y/L/14/10)

Setelah itu badik yang cocok bagi pemiliknya dianggap dapat bermanfaat bagi keluarga. Badik dapat pula digunakan sebagai pelengkap peralatan dalam upacara-upacara keluarga. Badik juga ini dapat membantu dalam kegiatan ekonomi maksud ini yaitu badik ini sangat bermanfaat untuk dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, apa lagi kalau badik yang berpamor sangat dapat mendatang rejeki, selain itu dapat juga digunakan dalam bertani seperti menangkap ikan, berdagang, serta juga dapat digunakan dalam melakukan upacara seperti upacara penaburan benih atau panen. Sedangkan yang ketiga itu badik yang sebagai pembela diri maksudnya yaitu pada umumnya itu masyarakat Sulawesi Selatan memiliki badik, karena apabila memiliki badik maka akan menunjukkan keberanian seseorang. Selain itu, badik ini juga dapat menjaga

64

pemiliknya dari berbagai ancaman dan gangguan terutama pada makhluk halus meskipun pada dasarnya badik itu merupaka suatu benda tajam yang sering digunakan untuk membela diri ataupun bahkan dapat mempertahankan harga diri. Badik ini hanya dapat digunakan dalam keadaan yang mendesak saja, dan yang lebih pentingnya itu bagi kaum laki yang tidak memiliki badik bukan laki-laki namanya karena tiap laki-laki-laki-laki itu dianggap berani jika memiliki badik.

a. Badik Berfungsi Sebagai Pelindung Diri

Badik tersebut dapat didefinisikan bahwa Istilah badik itu bagi suku Bugis-Makassar itu sebagai alat atau senjata tajam ataupun senjata perang pada zaman kerajaan dahulu untuk dipakai pada saat melawan dari kerajaan lain atau untuk musuh yang ingin merebut wilayah kerajaannya, dengan adanya menjungjung tinggi siri yang telah menjadi suatu filisopi hidup nya bagi suatu suku Bugis-Makassar pada umumnya itu. Badik ini secara fungsional itu pada saat zaman dahulu hingga zaman sekarang ini merupakan alat atau suatu alat senjata khas dari suku Bugis-Makassar yang dipakai untuk melindungi diri bagi pemiliknya dari ancaman orang-orang yang ingin berbuat jahat atau juga dapat difungsikan sebagai melindungi diri dari serangan-serangan binatang buas yang bisa-bisa melukai disaat pemilik badik ini hendak bepergian dari suatu tempat ke tempat lainnya. Makanya itu sering biasa masyarakat Sulawesi Selatan itu disaat bepergian pasti menyelipkan suatu benda pusaka yang berjenis badik itu di pinggang sebelah kirinya. Namun pada belakangan ini benda pusaka yang berjenis badik ini sering dijuluki sebagai suatu benda senjata tajam untuk melakukan suatu tindakan yang kriminal yang bisa banyak merugikan masyarakat.

65

Di dalam tradisi Bugis-Makassar itu badik ini merupakan suatu benda yang sangat wajib diwasiatkan kepada kaum laki-laki untuk sebagai pelindung diri (D.2/Observasi/05/10)

Badik ini sangat penting bagi kaum laki-laki yang sudah beranjak dewasa karena jika telah sampai atau telah cukup umur dan sudah mampu untuk mempertanggung jawabkan sebuah perbuatannya sendiri itu, karena di Sulawesi Selatan itu khususnya Bugis-Makassar tidak akan dianggap sempurna sikaf kelaki-lakiannya apabila belum mempunyai sutua benda pusaka yang berjenis badik ini baik itu didapatkan dari pemberian kedua orang tuanya atau dari keluarganya sendiri ataupun yang ia bisa buat sendiri itu tidak masalah yang terpenting kaum laki-laki sudah mempunyai sebuah badik karena badik ini sangat berharga bagi kaum laki-laki.

Adapun pendapat yang telah dikemukakan oleh narasumber atas nama Sunardi (41) tahun selaku staf tata usaha museum pada benda tajam yaitu sebagai berikut:

begini apabila bepergian dan terus bawa badik toh bagi pemilik badiknya ini tidak sembarangan juga badik ini dikasi keluar dari sarungnya. Mengapa demikian yang menjadi dasar kesalahan yang paling fatal itu jika seseorang membawa badik dengan maksud atau tujuan untuk berbuat kerusuhan atau ingin menimbulkan masalah di luar sana, tanpa adanya alasan yang jelas hal beginilah sangat bertentangan dengan budaya dan bisa-bisa juga akan salah di mata hukum (D.2./WW/S/L/14/10/2020)

Dari hasil wawancara diatas tersebut dapat disimpulkan bahwa badik dikatakan sebagai suatu fungsi pelindung diri karena badik tersebut sudah sejak turun temurun dijadikan sebagai benda pusaka yang dapat melindungi diri dari berbagai bahaya, selain itu badik juga dapat digunakan untuk dapat menyelesaikan suatu masalah yang mengenai dengan persoalan harga diri dan juga sebagai identitas. Selain itu sebenarnya badik itu dapat difungsi dngan baik

66

tergantung dari pemiliknya, badik itu juga sangat berharga bagi kaum laki-laki karena apabila seseorang laki-laki tidak memiliki sebuah badik dapat dikatakan bahwa laki-laki tidak akan sempurna sifatnya tanpa badik.

b. Badik Berfungsi Sebagai Identitas Budaya

Benda pusaka berjenis badik ini juga sangat dipandang sebagai salah satu identitas budaya pada suku Bugis-Makassar tersebut yang sudah sejak lama dimiliki atau ditemani sepanjang perjalanan hidup pada masyarakat Bugis-Makassar tersebut. Makanya itu disetiap adanya acara-acara suatu budaya pada suku Bugis-Makassar itu sering sekali itu orang-orang menyelipkan benda pusaka yang berjenis badik itu, disaat mendatangi pada suatu acara-acara kebudayaan baik itu acara kecil-kecilan maupun acara-acara yang berskala sangat besar. Badik ini sudah sejak bertahun tahun atau sudah sejak ratusan tahun silam badik ini telah menjadi suatu benda budaya yang berada di suku Bugis-Makassar ini sebagai pelindung diri dari segi berbagai ancaman atau bahaya dan juga dapat sebagai simbol atau sebagai identitas masyarakat Bugis-Makassar.

Badik ini juga di gunakan sebagai suatu fungsi identitas budaya supaya orang-orang disekitar kita bisa mengetahui tanpa berbasa-basi (D.2/Observasi/02/10)

Sebenarnya itu badik ini bukan hanya suku Bugi-Makassar saja yang dijadikannya sebagai tanda identitas budayanya, namun banyak juga suku-suku lainnya yang ada di Sulawesi Selatan yang menjadikan benda berjenis badik ini sebagai suatu identitas budayanya seperti suku Luwu. Namun, dengan berbeda-beda jenis badik. Badik Lompo Battang, badik jenis inilah yang sangat sering dipakai oleh suku Makassar ini sebagai suatu identitas budayanya, makanya itu

67

badik jenis inilah yang sering kita jumpai atau ditemukan disaat ada acara perayaan pesta budaya di dalam suku Bugis-Makassar.

Pada umumnya itu, badik ini sebagai pengenal satu sama lain. Badik ini didalam budaya Sulawesi Selatan pada umumnya suku Bugis-Makassar bukanlah suatu benda atau barang yang baru dikenal di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan ini toh, namun badik sudah lama menjadi teman orang-orang suku Bugis-Makassar di dalam menjalankan suatu kehidupannya dalam sehari-hari. Dan badik ini juga telah menjadi sebagai identitasnya, badik itu bukan hanya sebagai alat pelindung diri saja tetapi badik itu juga sebagai identitas budaya seseorang (D.3./WW/L/P/14/10/2020)

Jadi mengapa badik dikatakan sebagai suatu fungsi identitas budaya karena bagi yang memiliki badik ini disaat bepergian menghadiri suatu acara pesta budaya dan selalu menyelipkan badik itu di pinggangnya tanpa sang pemilik badik ini berbicara cukup badiknya saja yang berbicara mengenai identitas budayanya.

c. Badik Berfungsi Sebagai Karya Seni

Telah diketahui bahwa di dalam pandangan Sulawesi Selatan pada suku Bugis-Makassar badik itu tidak hanyak dipandang sebagai suatu filosofi hidup yang mengandung ketegasan, kebijaksanaan dan kegunaan fisik saja. Tetapi badik ini juga dianggap sebagai suatu karya seni hasil tangan pada manusia yang biasanya dibuat oleh pandai besi atau padede bassi yang dengan menggunakan suatu alat tradisional yang berupa tungku api yang sangat besar dengan menggunakan bahan bakar arang untuk dapat memanaskan agar besi ini mudah dibentuk menjadi badik.

Jadi jenis-jenis badik ini juga diakui sebagai suatu karya seni di Sulawesi Selatan karena badik ini sangat berarti dan juga dapat dipamerankan (D.3/Observasi/05/10)

68

Badik itu dalam suku Bugis-Makassar mempunyai nilai seni yang tersendiri, mengapa demikian karena bagi mereka yang sudah mengerti tentang pamor atau motif dan tulisan yang terdapat di dalam bilah badik pasti mereka sudah tau tentang seninya. Jadi ada bebeapa jenis pamor tersebut itu akan muncul tersendirinya disaat besi itu mulai di tempa tergantung dari bahan dasarnya juga, namun itu ada pula pamor yang biasa dibuat oleh pandai besi tersebut, umumnya itu pamor yang muncul dengan sendiri biasanya memiliki nilai seni yang tinggi dan harga yang jauh lebih tinggi atau mahal disaat dijual.

nah didalam badik itu ada berbagai bahan yang digunakan sebagai suatu karya seni yaitu seperti pamor ini selain sebagai nilai seni badik juga dapat dijadikan sebagai suatu ukuran untuk kecocokan untuk sang pemiliknya begitu, badik ini sangat bermanfaat bagi kehidupan suku Bugis-Makassar. Nah badik ini bukan hanya dilihat dari pamornya saja tetapi bisa juga dilihat dari motifnya misalnya, terbuat dari pamor sukku’ (cukup). Nah bagi pemiliknya selain dia telah mengoleksi benda karya seni dia juga sangat beruntung karena bagus untuk rezekinya juga apalagi buat para pebisnis (D.1./WW/Y/L/14/10/2020)

Kita telah mengetahui bahwa Sulawesi selatan itu adalah kampung yang berbagai macam suku seperti dimakassar telah dikenal bahwa masyarakat-masyarakat dikenal sebagai yang berjiwa karakter yang keras, dan dengan menjunjung tinggi suatu kehormatan. Dan bila perlu demi mempertahankan sebuah kehormatan mereka bersedia melalukan tindakan kekerasan. Namun demikian, dibalik sifat kekerasan tersebut juga dapat dikenal sebagai orang yang sangat ramah dan sangat menghargai orang lain serta sangat tinggi rasa kesetia kawanannya. Nah badik ini merupakan salah satu warisan turun temurun nenek moyang mereka sehingga badik ini dapat berfungsi.

69

Jadi badik itu selain dari kita lihat pamor nilai seni badik juga itu biasa kita dapat lihat dari gagang dan sarungnya badik yang biasanya terbuat dari sebuah tanduk, tulang maupun terbuat dari kayu. Biasanya itu sarung badik dihiasi-hiasi dengan ukiran-ukiran yang tertentu agar lebih terlihat seninya dan juga menarik disaat dipandang oleh masyarakat meskipun ada masyarakat yang tidak atau belum mengerti tentang makna pada pamor badik tersebut.

B. Pembahasan

1. Makna simbolik yang terkandung dalam pusaka tua jenis badik di