• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PERANCANGAN

4.2 Gambaran Umum Unit Bisnis Startup TI

Pada bagian ini akan menjelaskan latar belakang dari beberapa startup (objek penelitian) sebagai informasi pengenalan sebelum peneliti melakukan wawancara secara mendalam. Adapun jenis startup yang dijadikan objek penelitian adalah unit bisnis startup yang berbasis teknologi informasi.

4.2.1 Startup Flip

Flip merupakan startup yang mulai dirintis sejak tahun 2014 sebagai hasil kerja keras dari tiga orang mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Indonesia Universitas Indonesia. Mereka adalah Rafi Putra Arriyan (Ari), Ginanjar Ibnu Solikhin (Anjar) dan Luqman Sungkar (Luqman). Sebelum muncul nama Flip, perjalanan membangun startup ini berawal dari pembuatan sebuah aplikasi pemberian donasi dengan metode potong pulsa yang bernama Pushla. Aplikasi tersebut cukup terkenal karena publikasi dari berbagai media, tak lama kemudian aplikasi tersebut pun kehilangan pengguna. Kemudian, pada awal tahun 2015, Ari selaku ketua tim bersama kedua rekannya mengevaluasi model bisnis dari usaha yang telah dibuat dan memperbaruinya dengan menargetkan aktivitas transfer uang bukan pulsa lagi. Mereka melihat terdapat masalah yang sering dialami setiap mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki uang seadanya sering merasa rugi harus membayar biaya transfer Rp6.500 hanya untuk membayar utang dengan nominal yang sebenarnya tidak seberapa. Ari dan rekan-rekannya pun memulai Flip dengan memanfaatkan sistem penerimaan uang yang telah mereka buat ketika membangun Pushla. Sebagai modal, mereka memanfaatkan dana pribadi yang didapat dari berbagai proyek pembuatan software yang pernah mereka kerjakan.

Flip merupakan sebuah layanan yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transfer antarbank tanpa harus membayar biaya administrasi sekitar Rp6.500. Untuk menghadirkan layanan tersebut, Flip pun membuat rekening dan menyimpan sejumlah uang di setiap bank. Startup ini sempat mengalami beberapa kendala seperti kekurangan uang untuk dikirim ke rekening bank tertentu, hingga dipaksa menutup layanan oleh Bank Indonesia di saat layanan Flip sebenarnya sedang dinikmati oleh para pengguna. Setelah melakukan presentasi berulang kali ke kantor Bank Indonesia di Jakarta, layanan Flip akhirnya mendapat izin resmi dari BI di awal tahun 2016. Pergerakan bisnis startup Flip telah

terlisensi oleh Bank Indonesia dengan nomor izin 18/196/DKSP/68. Dengan demikian, startup Flip kini mampu berjalan dengan baik dan sudah melakukan ekspansi pengguna ke daerah Yogyakarta dan Surabaya.

4.2.2 Startup Kitabisa

Kitabisa merupakan startup yang mulai dirintis sejak tahun 2013 sebagai social enterprise startup. Awalnya, startup ini merupakan ide yang berasal dari komunitas Rumah Perubahan. Rumah Perubahan didirikan oleh Prof. Rhenald Kasali, PhD. Sebagai Guru Besar FEUI, ia terpanggil untuk melakukan perubahan nyata dengan memperbarui kesejahteraan masyarakat. Berbeda dengan dunia akademis yang serba teoritis dan paper based, ia menginginkan perubahan nyata yang konkret dan praktis. Kemudian, melalui komunitas ini, M. Alfatih Timur selaku Chief Executive Officer Kitabisa, menginisiasi ide kotak amal secara online untuk dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan. Dengan bantuan rekannya, Raymundus Galih Prasetya sebagai Chief Technology Officer menciptakan sistem website untuk menggalang dana dan berdonasi secara online dengan model bisnis berbasis crowdfunding di Indonesia.

Pada website yang disediakan terdapat halaman campaign untuk beragam tujuan sosial, personal, dan kreatif. Melalui sistem ini, pengguna dapat memberikan donasi kapan saja secara online ke beberapa campaign di website Kitabisa sesuai dengan kategori atau organisasi yang diinginkan. Kitabisa mengenakan biaya administrasi sebesar 5% dari total donasi di sebuah campaign, kecuali campaign bencana alam dan zakat (0% biaya administrasi). Dengan model ini, startup ini bisa fokus mengembangkan teknologi dan layanan untuk terus mempermudah kegiatan menggalang dana dan donasi di Indonesia dan dunia.

Berbagai proyek sosial telah dilakukan melalui Kitabisa seperti untuk membantu penyembuhan kesehatan, bencana alam, maupun keberlangsungan organisasi lainnya. Hingga akhir tahun 2016, startup ini telah menyalurkan total dana donasi sebesar Rp 61 Miliar. Sebagai bentuk

pertanggungjawaban dari manajemen Kitabisa, seluruh proses dilakukan secara transparan dan akuntabel. Setiap donasi langsung terlihat pada halaman “donatur” dalam profil proyek di website Kitabisa. Demikian pula laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan.

4.2.3 Startup Qraved

Qraved merupakan startup yang mulai dirintis sejak tahun 2013 yang didirikan Steven Kim bersama dengan dua rekannya Adrian Li dan Sean Liao. Startup ini menyediakan reservasi restoran di Indonesia secara online. Pada pengembangan tahap awal, aplikasi Qraved dibuat oleh sebuah software house yang berada di Cina. Kemudian, pada tahun 2015, tim Qraved baru menangani secara langsung pengembangan sistem. Startup ini sudah memperoleh pendanaan seri B senilai $8 juta (sekitar Rp109,18 miliar). Pendanaan yang dipimpin oleh Richmond Global Ventures dan Gobi Partners ini rencananya akan digunakan tim Qraved untuk mengembangkan lebih lanjut aplikasi mobile dan web Qraved dengan menambah sejumlah fitur baru.

Seiring perkembangannya, startup ini merambah ke ranah konten dengan menyediakan Qraved Journal yang berisikan artikel-artikel seputar kuliner. Qraved juga merambah ranah komunitas dengan memungkinkan pengguna memberikan review restoran di platformnya. Selain itu, persebaran pasar dari pengguna aplikasi Qraved sudah meluas di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Bali, dan Makassar. Terkait pertumbuhan, Qraved telah menarik tiga juta pengguna. Kini, Qraved sudah mengembangkan sebuah fitur yang memungkinkan pengguna mendapatkan poin melalui kegiatan online mereka yang disebut “dining points”. Poin ini dapat ditukar dengan voucher tunai dan makanan gratis. Hingga saat ini, Qraved sudah memiliki empat fitur utama: penawaran, foto makanan, pencarian, dan user. Bagian pertama memungkinkan pengguna menelusuri penawaran diskon Qraved. Sudah terdapat lebih dari 3.000 restoran di Jakarta yang bisa di-booking secara online. Bagian galeri foto

memungkinkan pengguna melihat lebih dari 10.000 foto makanan dari para user.