• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM FORUM UKHUWAH MUBALIGH

GAMBARAN UMUM FUM (FORUM UKHUWAH MUBALIGH)

A. Sejarah berdirinya FUM (Forum Ukhuwah Mubaligh)

Forum Ukhuwah Mubaligh didirikan hari Rabu pada tanggal 08 Oktober 2003 jam 11.00 WIB yang dideklarasikan oleh Prof. DR. H.M Amien Rais MA yang waktu itu masih menjabat sebagai ketua MPR. 36 Terbentuknya Forum Ukhuwah Mubaligh ini dikarenakan KH Tatang Tajudin, SQ melihat bahwa signal lapisan masyarakat khususnya para da’i, agar ada pemahaman yang sama dalam berdakwah sehingga tidak ada perbedaan antara masing-masing golongan seperti NU (Nahdatul Ulama), Muhammadiyah, dan Persis. Sehingga tidak adanya pengkotak-kotakan ulama. Artinya persepsi ini ingin di tuangkan dalam sebuah kelompok yang berasaskan Islam yang menggabungkan Golongan tersebut, khususnya para mubaligh agar berpegang pada kalimat Rahmatan Lil ‘alamin yang sesuai dengan Islam yakni Rahmat bagi seluruh alam.37

Kata Ukhuwah pada forum ini mempunyai alasan karena kata ukhuwah sendiri adalah bentuk jamak dari kata “akh” yang dalam kamus bahasa arab diterjemahkan “saudara atau sahabat”. Kata ini pada mulanya berarti yang sama artinya persamaan dalam garis keturunan yang mengakibatkan persaudaraan baik dalam sifat atau bentuk apapun. Namun, penamaan ini merujuk kepada al-qur’an

36

KH Tatang Tajudin, Deklarasi Forum Ukhuwah Mubaligh (FUM ), Cileungsi 24 Desember 2004

37

KH Tatang Tajudin, ketua umum FUM, Wawancara pribdii, Cileungsi 16 Desember 2008

dan as-sunnah maka paling tidak dapat menemukan makna ukhuwah yang tercermin dalam 4 hal :

1. Ukhuwah Fi al-‘ubudiyyah, yaitu bahwa seluruh makhluk

bersaudara dalam arti memiliki persamaan.

2. Ukhuwah Fi al-insaniyah, yaitu mempunyai arti seluruh umat manusia bersaudara, karena mereka bersumber dari ayah dan ibu yang satu yakni Adam dan Hawa.

3. Ukhuwah fi al-wathoniyyah wa-al nasab, yaitu mempunyai arti persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan.

4. Ukhuwah fi din al-islam yaitu persaudaraan umat Islam itu sendiri, dimana antara muslim yang satu dengan yang lain adalah bersaudara.38

Dari rumusan yang empat ini, maka terbentuklah nama Forum Ukhuwah yang kemudian di sandarkan dengan kata Mubaligh yang di maksudkan mempersatukan terlebih dahulu subjek dakwah dalam satu wadah yang kemudian dapat berdakwah kepada masyarakat dengan menjadi uswatun hasanah.

Forum ini diketuai oleh KH. Tatang Tajudin, SQ39 dan diwakili oleh Drs. Anwar Sanusi LC dengan alamat sekretariat Jl. Raya Jonggol Mekarsari RT 08 RW 03 No. 105 Cileungsi Bogor Telp. (021) 8233287

38

Shihab MA, Membumikan Al-Quran, (Bandung,Mizam 1994 h,358-359 39

Beliau dilahirkan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1967, sampai saat ini belaiu masih menjadi wakil ketua Ikatan Mubaligh Republik Indonesia (IMRI), Sekjend. Katan Mubaligh Se- Indonesia.

B. Visi dan Misi

Sebelum menentukan tujuan sebuah organisasi atau lembaga harus terlebih dahulu menetapkan visi dan misi lembaga/organisasi, menyajikan kerangka kerja yang menuntun suatu nilai kepercayaan suatu organisasi. Pernyataan visi dan misi sebuah organisasi merupakan suatu peranan penting dalam meningkatkan semangat aktivitas atau mengembangkan sistem kualitas. Visi dan misi memberikan identitas ebuah organisasi dan pemahaman terhadap arah yang dituju oleh organisasi tersebut.

Visi (Vision) adalah suatu gambaran ideal yang ingin dicapai oleh sebuah organisasi yang akan datang. Sedangkan misi (mission) adalah suatu pernyataan tentang aktivitas dari lembaga atau organisasi.

Visi Forum Ukhuwah Mubaligh adalah Mempersatukan ulama-ulama yang memang masih muda dan baru dengan ulama yang sepuh (dianggap tua) dan juga untuk menjembatani para ustadz yang baru keluar dari pesantren agar menjadi tidak ragu dalam membentuk suatu gerakan, tidak ragu dalam berdakwah karena pada dasarnya jika kita kembali kepada Hadits Nabi yang berbunyi “kullusyaiinmaziyyun” yang artinya “setiap sesuatu ada bagiannya masing-masing”. Namun, menyatukan perspektif yang berbeda menjadi satu tujuan yang kembali kepada rujukan Forum Ukhuwah Mubaligh yakni Al-Ittihad ( kebersamaan).

Sedangkan Misi dari Forum Ukhuwah Mubaligh adalah mengacu pada kalimat “waa’tasimu” (bersatulah) jadi intinya ukhuwah antara lintas NU,

Muhammadiyah, dan Persis agar tidak ada dikhotomi atau pengkotak-kotakan kelompok.

C. Tujuan

Sebuah organisasi tentunya memiliki tujuan, agar menjadikan organisasi tersebut lebih terarah. Tujuan di dirikannya Forum Ukhuwah Mubaligh adalah Untuk bersama-sama membangun agama islam melalui kebersamaan akhlak dalam melaksanakan dakwah dan pengembangan masyarakat dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

D. Program kegiatan

1. Pengajian Khusus Pengurus 2. Tabligh Umum

3. Dakwah Lintas Daerah

4. Memperingati PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) a. Maulid Nabi Muhammad SAW

b. Peringatan Isra Mi’raj

c. Euforia Muharram (Tabligh Akbar Milad Ke XIII) 1) Tabligh Akbar

2) Khitanan massal 3) Santunan Yatim Piatu 5. Pengkaderan Mubaligh E. Struktur Organisasi

Struktur organisasi terdiri dari dua suku kata yang terdiri dari struktur dan

Sedangkan organisasi adalah kelompok yang terdiri dari beberapa orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Dengan demikian, dengan adanya struktur organisasi maka kegiatan yang dijalankan dapat berdaya guna dan berhasil guna, keadaan struktur organisasi menggambarkan mekanisme pola hubungan, kedudukan, tugas, wewenang dan tanggung jawab yang berada dalam suatu organisasi.

Untuk menunjang visi, misi dan tujuannya Forum Ukhuwah Mubaligh (FUM) menetapkan stuktur organisasi sebagaimana dibawah ini :

STRUKTUR ORGANISASI KEPENGURUSAN FUM

(Forum Ukhuwah Mubaligh)

Pelindung / Penasehat : KH Zahrudin

Pembina : Habib Idrus Jamallulail Ketua : KH. Tatang Tajudin, SQ Wakil Ketua : Ust. Drs. Anwar Sanusi LC Sekretaris : Bpk H. Siswanto

Bendahara : Sdr Ade Anwar

Bid. Pendidikan dan Kaderisasi

Ketua : Ust. Komarudin

Anggota : Bpk. Mukhsin, Bpk. Otong, Sdr Irwansyah. Bid. Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Anggota : Sdr Faris Fudla, Sdr. Muhammad Rifki Bid. Dakwah dan Tabligh

Ketua : KH Yayan Hendrayana

Anggota : Ust Abdul Khoir, Ust Surya, Ust Rifki Abbas, Ust Farhan H Bid. Informasi dan Komunikasi

Ketua : Bpk Ucun

Anggota : Bpk Abdul Halim, Bpk Soma, Sdr Mansur S.Sos.I Bid. Keseniayan dan Kebudayaan

Ketua : Ust Anwar Fuad

BAB IV

AKTIVITAS DAKWAH FORUM UKHUWAH MUBALIGH (FUM) DI

TENGAH MASYARAKAT CILEUNGSI BOGOR

A. Pelaksanaan aktivitas dakwah FUM

Dalam rangka melakukan kegiatan dakwahnya, FUM mengadakan berbagai macam kegiatan yang kesemuanya bertujuan kepada dakwah islam. Pada saat penelitian dilakukan, sejauh pengamatan dan informasi yang diperoleh dari penelitian mengenai kegiatan dakwah ada berbagai kegiatan dakwah yang dilakukan oleh Forum Ukhuwah Mubaligh (FUM). Kegiatan yang dilaksanakan Forum Ukhuwah Mubaligh dalam kiprahnya di masyarakat yang selalu mengedepankan nilai-nilai dakwah dilaksanakan pada berbagai bidang, bukan saja bidang dakwah yang digelutinya namun merambah pada bidang-bidang lainnya tanpa melepaskan bidang dakwah dalam pelaksanaanya.

Forum Ukhuwah Mubaligh melakukan aktivitas dakwahnya, secara garis besar meliputi; dakwah bil lisan dan dakwah bil hal . Dakwah bil lisan diantaranya:

1. Pengajian Khusus Pengurus

Pengajian ini diperuntukan khusus bagi pengurus Forum Ukhuwah Mubaligh, pengajian pengurus ini diadakan setiap satu bulan sekali yaitu setiap minggu pertama pada bulannya. Pengajian ini bertempat di majelis Forum Ukhuwah Mubaligh (FUM), pengajian ini dimaksudkan untuk menambah wawasan keislaman serta untuk mempererat tali silaturrahim sesama pengurus

Forum Ukhuwah Mubaligh dan sekaligus untuk mengevaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan.

Pengajian ini diisi langsung oleh KH Tatang Tajudin SQ selaku ketua Forum Ukhuwah Mubaligh yang menggunakan metode diskusi artinya setiap pengurus memperoleh giliran untuk membahas suatu permasalahan tentang keislaman lalu di diskusikan bersama-sama.

Pengajian ini sangat baik manfaatnya karena selain mempererat tali silaturrahim, komunikasi yang dilakukan dua arah yang nantinya melatih para pengurus-pengurusnya agar mampu menjadi da’i yang komunikatif terhadap masyarakat sekitarnya.

2. Tabligh Umum

Aktivitas tabligh Forum Ukhuwah Mubaligh (FUM) ialah melalui media mimbar, karena merupakan aktivitas tabligh yang nampaknya paling populer di tengah masyarakat. Forum Ukhuwah Mubaligh ini melakuan tablighnya yakni dari mimbar ke mimbar karena di anggap pesan tabligh jika disampaikan media mimbar itu efektik untuk mencapai tujuan dakwah. Namun, pesan atau isi tabligh juga merupakan salah satu unsur penting dalam tabligh ketika seseorang akan bertabligh, maka penting mengetahui karakter atau ciri-ciri pesan yang akan disampaikan. Ketika seorang da’I akan menggunakan suatu media, baik mimbar, cetak maupun elektronik yang terbesit didalam pikiran da’i bukan hanya bagaimana cara menggunakan media-media itu, tetapi juga pesan apa yang disampaikan melalui media itu. Oleh karena itu, maka menjadi penting batas-batas yang dapat memberikan ciri atau karakter pesan yang bermuatan tabligh

dengan ciri pesan yang bukan bermuatan tabligh. Hal ini dimaksudkan para mubaligh mendapat kejelasan batasan serta arah dari pesan yang akan disampaikannya.

Pelaksanaan tabligh ini yakni dengan cara mengirim anggota-anggota Forum Ukhuwah Mubaligh (FUM) kepada organisasi atau lembaga lainnya dengan maksud memberi ceramah atau materi pada setiap acara-acara atau kegiatan keislaman misalnya saja, mengisi khutbah pada perusahaan daerah sekitar dalam hal ini PT INDOVICKERS FURNITAMA plant 2 yang mempunyai masjid Nurul Hikmah, diantara mubaligh yang mengisi jadwal ini ialah Ust Farhan Hilaluddin tentunya dengan materi dakwah yang beraneka ragam, baik itu masalah ibadah, aqidah dan syariah.40

3. Dakwah Lintas Daerah

Seorang da’i mempunyai peran penting dalam proses pelaksanaan dakwah. Kepandaian atau kepiawaian seorang da’i akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarkat karena setiap da’i mampunyai ciri khas masing-masing, tergantung kepada wacana keilmuan, latar belakang pendidikan, dan pengalaman hidupnya.

Mengingat perkembangan perubahan kebutuhan masyarakat yang begitu pesat, maka seoarng da’i memiliki tugas sebagai central of change dalam suatu masyarakat sehingga tugasnya selain menyelamatkan masyarakat dengan dasar-dasar keagamaan, juga mengemban tugas pemberdayaan seluruh potensi masyarakat.41 Mengingat hal itu menjadi urgen dalam mengembangkan dakwah

40

Ust Farhan Hilaluddin, Anggota FUM di Bid. Dakwah dan Tabligh, Wawancara Pribadi, Cileungsi 07 Januari 2009

41

KH Tatang tajudin dan Anwar Sanusi, “Pengalaman Berdakwah Mencari Ridho Allah,” 12 Januari 2005

islamiyyah yang daya jangkaunya justru lebih luas, maka Forum Ukhuwah Mubaligh mengutus para anggotanya untuk berdakwah di daerah yang belum terjamah dengan dakwah islam. Pelaksanaanya pun tidak jauh berbeda dengan tabligh-tabligh sebelumnya, tetapi yang menjadi perbedaannya adalah masalah jarak, tempat dan waktunya bisa memakan beberapa hari bahkan sampai sebulan.

KH Tatang Tajudin SQ selaku ketua Forum Ukhuwah Mubaligh pernah diminta untuk mengisi Taushiyah dalam rangka Safari Ramadhan di masjid yang ada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur yang di selenggarakan oleh Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyyah (AM-MDI). 42

4. Memperingati PHBI (Peringatan Hari Besar Islam)

Demikian pula FUM yang selalu rutin mengadakan Peringatan Hari Besar Islam atau PHBI dengan cara pengajian umum atau nasihat keagamaan yang menghadirkan penceramah dari berbagai tempat. Hari-hari besar islam yang rutin diperingati adalah :

1) Maulid Nabi Muhammad SAW

Pelaksanaan peringatan maulid ini Forum Ukhuwah Mubaligh bekerjasama dengan masyarakat setempat guna memeriahkan acara tersebut. Maulid ini diselenggarakan di masjid Al-Husna yang berdekatan dengan sekretariat Forum Ukhuwah Mubaligh, acara tersebut mengundang penceramah-penceramah yang dianggap terkenal dikalangan masyarakat, diantaranya Ust Surya dan KH Zahruddin (FPI) selaku orang tua dari KH Tatang Tajuddin selaku ketua Forum Ukhuwah Mubaligh (FUM) yang

42

dikenal keras dalam dakwahnya tetapi masih dalam kode etik dakwah, adapun jamaah yang hadir dalam acara tersebut bisa mencapai ratusan.

Metode yang digunakan dalam acara tersebut menggunakan metode ceramah dan materi yang disampaikan dalam acara tersebut tentunya tidak terlepas dari materi dakwah yakni seputar Akhlaq Rosulullah SAW yang menjadi suri tauladan yang harus di contoh dengan mengaitkan kondisi pada zaman sekarang ini.

Kegiatan tersebut mendapat simpati dari masyarakat yang banyak, selain menambah syiar dakwah islam serta sebagai bentuk ajang silaturahim antara para pengurus dengan masyarakat pada umumnya.

2) Peringatan Isra Mi’raj

Dalam pelaksanaanya, memperingati isra Mi’raj tidak jauh berbeda dengan peringatan maulid. Namun yang berbeda hanyalah dari segi penceramah dan materi yang disampaikannya. Dalam hal ini penceramahnya dari kalangan Habaib diantaranya Habib Idrus Jamallulail selaku pembina dari Forum Ukhuwah Mubaligh (FUM) sendiri. Materi ceramahnya pun berkaitan dengan keutamaan sholat karena sesuai dengan isi dari peristiwa Isra dan Mi’raj tersebut.

Pesan yang disampaikan dalam ceramahnya yaitu sholat berjamaah lebih utama daripada dikerjakan sendirian karena selain pahalanya berlipat ganda, sholat berjamaah juga mempunyai pahala silaturahim antara sesama jamaah sholat. Dengan demikian materi dakwah pada even ini lebih tendensi kepada masalah ibadah.

3) Euforia Muharram (Tabligh Akbar)

Pelaksanaan peringatan tahun baru islam ini diisi dengan kegiatan dakwah, bukan saja dakwah bil lisan saja tetapi melalui dakwah bil hal juga, kegiatan tersebut diadakan serentak yang meliputi :

a. Tabligh Akbar

Pelaksanaan kegiatan ini adalah kegiatan puncak dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh Forum Ukhuwah Mubaligh, selain membutuhkan dana yang lumayan banyak kegiatan ini dimeriahkan oleh beberapa mubaligh baik dari kalangan Kyai dan Habaib. Kegiatan ini menjadi tolak ukur bagi kita terhadap para mubaligh atau da’i yang merupakan ajang untuk silaturrahim sesama pembawa risalah dakwah, kegiatan ini sesuai dengan tujuan dari Forum Ukhuwah Mubaligh itu sendiri yakni bersama-sama membangun agama Islam dengan kebersamaan akhlak dan pembinaan iman dan takwa yang mengacu pada kalimat Al-Ittihad (kebersamaan) dan kalimat Wa’tasimu (bersatulah)

Dalam pelaksanaannya, memang tidak begitu berbeda dengan acara-acara keislaman yang disebutkan diatas. Tetapi membutuhkan waktu yang banyak karena begitu banyak para mubaligh yang akan menyampaikan dakwahnya. Acara ini di meriahkan oleh beberapa mubaligh, diantanya Dr KH Syarif Hidayat Al-Munjih atau yang akraf kita sapa “jenggot naga”, KH Yayan Hendrayana, Habib Idrus Jamalluail, KH Zahruddin (FPI) dan anggota-anggota Forum Ukhuwah Mubaligh sendiri. Diantaranya, Ust Ramdani, Ust Rifki Abbas dan Ust Surya.

Analisis dakwahnya adalah memang kegiatan ini sangat bagus dilaksanakan. Selain kita dapat mengenal beberapa mubaligh dengan ciri khas yang berbeda-beda dan juga merupakan majelis ilmu yang bisa kita pelajari dan di amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun metode yang digunakan dalam acara ini adalah bil lisan dengan memberikan ceramah agama dan materi yang disampaikan oleh para mubaligh pun berbeda-beda.

Berikut hasil observasi penulis selama mengikuti acara Tabligh Akbar tgl 24 Desember 2008

Khitanan Massal

b. Khitanan Massal

Kegiatan ini sangat membantu mayarakat khususnya warga kelurahan Mekarsari, dimana yang tidak mempunyai dana untuk mengkhitan anaknya. Kegiatan ini mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat. Menurut hasil wawancara pribadi dengan dokter yang menangani acara tersebut yakni Dr Sulistiawati, selain khitan dianjurkan

No Tgl Materi Penceramah

1 24/12/08 Keutamaan Sholat Habib Idrus Jamallulail (ibadah)

2 24/12/08 Islam agama yang paling KH. Zahruddin (FPI) lurus dari agama yang

lain (Aqidah)

3 24/12/08 Sejarah Islam (Tarikh) KH. Yayan Hendrayana 4 24/12/08 Keutamaan majelis ilmu Ust. Surya

5 24/12/08 Keadaan zaman sekarang Ust. Ramdhani 6 24/12/08 Perbaiki Akhlak Ust. Rifki Abbas

7 24/12/08 Pemimpin yang adil Dr KH Syarif Hidayat Al- Munjih (Jenggot Naga)

dalam agama Islam dan menjadi sunnah, khitan juga dapat membuang penyakit dari tubuh lelaki.43

c. Santunan Yatim Piatu

Santunan ini berupa uang dan sembako, kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya khususnya oleh keluarga yang kurang mampu. Kegiatan ini rutin di adakan berbarengan dengan tabligh akbar yang dilaksanakan setiap tgl 24 Desember. Besar kecilnya pemberian santunan tergantung dari dana yang diperolah panitia dalam penggalangan dana sebelum acara itu dilaksanakan.

Dari ketiga kegiatan diatas, dilakukan dalam satu hari dan hampir setiap tahunnya Forum Ukhuwah Mubaligh menyelenggarakan acara tersebut, yang tepatnya dilaksanakan setiap tgl 24 Desember.

Berikut ini susunan acara peringatan hari besar islam (PHBI) yaitu Euforia Muharram 1430 H adalah sebagai berikut :

Selasa, 24 Desember 2008 WAKTU SUSUNAN ACARA PENGISI ACARA Bagian I 07.00-07.10 WIB 07.10-07.30 WIB 07.30-12.00 WIB 12.00-13.00 WIB Pembukaan Sambutan Khitanan Massal ISOMA (Istirahat, Sholat dan makan)

- MC Hj Rahmawati

- Ust. Drs Anwar Sanusi LC - Dr Sulistiawati

43

Bagian II

13.00-15.00 WIB 15.00-18.00 WIB 18.00-19.30 WIB

Santunan Yatim piatu dan santunan para fakir miskin

Hiburan dan Istirahat

Persiapan untuk Tabligh Akbar

- Keluarga besar FUM

- Gambus At-Taqwa Bagian III 19.30-19.40 WIB 19.40-20.20 WIB 20.20-21.00 WIB 21.00-21.30 WIB 21.30-01.30 WIB 01.30-02.00 WIB Pembukaan

Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an Pembacaan Kisah Maulid Nabi Muhammad SAW Sambutan-sambutan Ceramah Agama Penutup / Do’a

- Ust Abdul Khoir - Ust Anwar dan jamaah

- KH Tatang Tajudin SQ (Ketua FUM)

1. Habib Idrus Jamallulail 2. KH. Zahruddin (FPI) 3. KH Yayan Hendrayana 4. Ust Surya ( Anggota

FUM)

5. Ust. Ramdani (Anggota FUM)

6. Ust. Rifki Abbas ( Anggota MDI) 7. Dr KH Syarif Hidayat

Al-Munjih (jenggot Naga)

- Seluruh Ulama yang hadir

Dengan demikian, analisis dakwah yang diperoleh oleh penulis ialah, kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari penuh ini sangatlah bagus dan mendapat respon yang positif dari masyarakat yakni dengan bukti masyarakat mengikuti acara tersebut sampai selesai walaupun memang waktunya tidak

efektif. Tetapi, hal itu bisa di siasati dengan menempatkan Dr KH Syarif Hidayat Munjid (Jenggot Naga) yakni mubaligh yang cukup ternama diakhir acara.

Maka dapat ditarik kesimpulan, acara yang di selenggarakan oleh Forum Ukhuwah Mubaligh ini menggunakan dua metode. Yakni metode bil lisan yakni dengan ceramah agama dan metode bil hal yakni dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial seperti yang disebutkan diatas.

Dengan demikian, Peringatan Hari Besar Islam atau PHBI harus kita jadikan momentum untuk mempererat ukhuwah islamiyah yang dalam hal ini melalui kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat. Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) ini pelaksanaanya bekerjasama dengan semua kalangan baik kalangan atas, kalangan menengah dan kalangan bawah, dengan harapan agar acara dapat berjalan dengan kondusif yang nantinya akan menimbulkan integrasi dari semua kalangan.

PHBI dilaksanakan secara terbuka yang tidak hanya bisa dihadiri oleh para pengurus atau anggota tetapi terbuka bagi warga sekitar untuk hadir atau meramaikan PHBI tersebut. Biasanya acara ini diisi dengan ceramah atau nasihat keagamaan yang dilakukan tidak hanya oleh pengurus atau anggota tetapi juga bisa dilakukan oleh mubaligh lain.

5. Pengkaderan Mubaligh

Pengkaderan mubaligh ini merupakan Program jangka panjang Forum Ukhuwah Mubaligh yang bertujuan untuk mengkader calon mubaligh yang mayoritas santri yang baru keluar dari pondok pesantren yang dikhawatirkan tidak memiliki pengalaman dalam terjun kemasyarakat umumnya. Memang tidak dapat di pungkiri bahwa sumber daya manusia (SDM) dalam era globalisasi sekarang ini

merupakan hal yang tak bisa ditawar. Persoalannya adalah bagaimana agar seorang mubaligh itu mampu mengubah dan mengeliminasi faktor negatif yang ada di dalam masyarakat menjadi faktor positif. Untuk itu, ada beberapa langkah yang perlu ditempuh.

1. Membekali dengan ilmu pengetahuan

Sebelum melaksanakan kegiatan dakwah, forum ini membekali kepada calon mubalig dengan ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan tentang keislaman seperti ilmu tauhid (aqidah), ilmu Tarikh (sejarah), ilmu Fiqih (Hukum) dan lain sebagainya. Dan juga dibekali dengan ilmu pengetahuan umum seperti ilmu Retorika (Tata bahasa), Sosiologi (masyarakat) dan lain-lain.

2. Penanaman terhadap keimanan dan ketaqwaan

Calon mubaligh akan di tanamkan masalah keimanan agar nantinya menjadi seorang mubaligh yang bertaqwa sehingga bisa menjadi seorang figur di tengah-tengah masyarakat dan benar-benar menjadi panutan bagi seluruh masyarakat.

3. Pendayagunaan tekhnologi komunikasi dan informasi

Forum ini merasa perlu menambahkan dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi di kalangan generasi muda islam, karena berharap dapat melahirkan tehnolog-tehnolog muslim yang siap memikul amanat dakwah di era globalisasi ini.

4. Kepercayaan diri

Yang dimaksud pembekalan kepercayaan diri ialah pengalaman dan pengamalan calon mubaligh dalam menimba ilmu sampai kepada tingkat mempelajari, mengajarkan, mempraktekkan dan menghadapi ujian dan cobaan yang diterima dengan penuh kesabaran dan keimanan.44

Dengan langkah-langkah seperti yang di paparkan diatas kiranya para calon mubaligh akan mampu mengubah ancaman manjadi peluang, keprihatinan manjadi harapan. Dengan iman yang tangguh dan ilmu yang terus ditingkatkan Insya Allah tujuan daripada lembaga dakwah tersebut akan tercapai.

B. Metode Pelaksana Dakwah Forum Ukhuwah Mubaligh (FUM)

Metode dakwah adalah suatu cara yang digunakan oleh seseorang maupun kelompok dalam menyampaikan suatu pesan, amanat atau ajaran tersebut yang disesuaikan dengan apa yang akan disampaikan. Dalam kajian dakwah, metode merupakan kajian yang sangat menentukan berhasil atau tidaknya suatu aktivitas dakwah. Selain dapat menentukan materi apa yang akan ditempuh dalam melaksanakan aktivitasnya, dengan metode pula pelaksanaan dakwah mempunyai arti yang amat besar yaitu dengan tersebarluasnya ajaran islam pada berbagai lapisan masyarakat seperti sekarang ini.

44

Adapun metode dakwah yang digunakan FUM dalam aktivitas dakwahnya adalah sebagai berikut :

1. Metode ceramah atau “bil lisan” 2. Metode persuasive atau “bil hal”

Penggunaan metode tersebut tergantung kepada bentuk kegiatan yang dilaksanakan, namun dari sekian banyak kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan FUM, lebih banyak menggunakan metode ceramah, metode ceramah tabligh atau

Dokumen terkait