• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Gen CYP2a6

Sampel Marker

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Gambar 4.1 Foto hasil PCR sampel

Keterangan : = Pita gen CYP2a6

Gambar 4.1 merupakan foto hasil amplifikasi dengan teknik PCR, terdapat 4 sampel yang memperlihatkan adanya segmen dari gen CYP2a6 sepanjang 1500 bp hampir sama dengan panjang pita yang diperoleh pada penelitian dr. Widjaya yang mendapatkan pita sepanjang 1338 bp, sedangkan 6 sampel lainnya tidak memperlihatkan segmen gen CYP2a6.

Kemudian dilakukan perbandingan antara hasil PCR sampel dengan hasil PCR kontrol normal, maka didapatkan hasil sebagaimana yang tergambar pada gambar 4.2 berikut :

25

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Jumlah perokok yang berhasil dikumpulkan dan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 orang perokok. Dibawah ini akan diuraikan analisis deskriptif mengenai subyek tersebut.

4.1 Gambaran Gen CYP2a6

Sampel Marker

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Gambar 4.1 Foto hasil PCR sampel

Keterangan : = Pita gen CYP2a6

Gambar 4.1 merupakan foto hasil amplifikasi dengan teknik PCR, terdapat 4 sampel yang memperlihatkan adanya segmen dari gen CYP2a6 sepanjang 1500 bp hampir sama dengan panjang pita yang diperoleh pada penelitian dr. Widjaya yang mendapatkan pita sepanjang 1338 bp, sedangkan 6 sampel lainnya tidak memperlihatkan segmen gen CYP2a6.

Kemudian dilakukan perbandingan antara hasil PCR sampel dengan hasil PCR kontrol normal, maka didapatkan hasil sebagaimana yang tergambar pada gambar 4.2 berikut :

25

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Jumlah perokok yang berhasil dikumpulkan dan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 orang perokok. Dibawah ini akan diuraikan analisis deskriptif mengenai subyek tersebut.

4.1 Gambaran Gen CYP2a6

Sampel Marker

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Gambar 4.1 Foto hasil PCR sampel

Keterangan : = Pita gen CYP2a6

Gambar 4.1 merupakan foto hasil amplifikasi dengan teknik PCR, terdapat 4 sampel yang memperlihatkan adanya segmen dari gen CYP2a6 sepanjang 1500 bp hampir sama dengan panjang pita yang diperoleh pada penelitian dr. Widjaya yang mendapatkan pita sepanjang 1338 bp, sedangkan 6 sampel lainnya tidak memperlihatkan segmen gen CYP2a6.

Kemudian dilakukan perbandingan antara hasil PCR sampel dengan hasil PCR kontrol normal, maka didapatkan hasil sebagaimana yang tergambar pada gambar 4.2 berikut :

Marker Sampel

1 2 3 4 5

Gambar 4.2 Foto hasil PCR sampel dibandingkan dengan kontrol normal Keterangan : = Pita Gen CYP2A6 Sampel

= Pita Gen CYP2A6 Kontrol Normal

Telah dibahas pada bab sebelumnya bahwa gen CYP2a6 berfungsi sebagai enzim yang memetabolisme nikotin menjadi kotinin sehingga menurunkan kadar nikotin dalam darah dimana hal tersebut dapat menurunkan stimulus pada sistem mesolimbik sehingga menyebabkan seorang perokok akan mengonsumsi rokok lebih sering lagi , atau biasa disebut dengan toleransi.

Tidak munculnya segmen gen CYP2a6 dapat terjadi karena beberapa hal, misal pasien mengonsumsi obat-obatan yang menjadi inhibitor dari enzim sitokrom P450seperti rifampicin dan deksametason, dan dapat juga terjadi karena aktivitas gen-gen penyandi enzim tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan enzim restriksi agar diperoleh polimorfisme yang terjadi pada sampel.

Untuk membuktikan adanya polimorfisme yang terjadi pada sampel yang tidak muncul gambaran pita pada foto hasil elektroforesis dilakukan teknik pemotongan dengan enzim restriksi. Enzim restriksi yang peneliti gunakan adalah

Marker Sampel

1 2 3 4 5

Gambar 4.2 Foto hasil PCR sampel dibandingkan dengan kontrol normal Keterangan : = Pita Gen CYP2A6 Sampel

= Pita Gen CYP2A6 Kontrol Normal

Telah dibahas pada bab sebelumnya bahwa gen CYP2a6 berfungsi sebagai enzim yang memetabolisme nikotin menjadi kotinin sehingga menurunkan kadar nikotin dalam darah dimana hal tersebut dapat menurunkan stimulus pada sistem mesolimbik sehingga menyebabkan seorang perokok akan mengonsumsi rokok lebih sering lagi , atau biasa disebut dengan toleransi.

Tidak munculnya segmen gen CYP2a6 dapat terjadi karena beberapa hal, misal pasien mengonsumsi obat-obatan yang menjadi inhibitor dari enzim sitokrom P450seperti rifampicin dan deksametason, dan dapat juga terjadi karena aktivitas gen-gen penyandi enzim tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan enzim restriksi agar diperoleh polimorfisme yang terjadi pada sampel.

Untuk membuktikan adanya polimorfisme yang terjadi pada sampel yang tidak muncul gambaran pita pada foto hasil elektroforesis dilakukan teknik pemotongan dengan enzim restriksi. Enzim restriksi yang peneliti gunakan adalah

Marker Sampel

1 2 3 4 5

Gambar 4.2 Foto hasil PCR sampel dibandingkan dengan kontrol normal Keterangan : = Pita Gen CYP2A6 Sampel

= Pita Gen CYP2A6 Kontrol Normal

Telah dibahas pada bab sebelumnya bahwa gen CYP2a6 berfungsi sebagai enzim yang memetabolisme nikotin menjadi kotinin sehingga menurunkan kadar nikotin dalam darah dimana hal tersebut dapat menurunkan stimulus pada sistem mesolimbik sehingga menyebabkan seorang perokok akan mengonsumsi rokok lebih sering lagi , atau biasa disebut dengan toleransi.

Tidak munculnya segmen gen CYP2a6 dapat terjadi karena beberapa hal, misal pasien mengonsumsi obat-obatan yang menjadi inhibitor dari enzim sitokrom P450seperti rifampicin dan deksametason, dan dapat juga terjadi karena aktivitas gen-gen penyandi enzim tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan enzim restriksi agar diperoleh polimorfisme yang terjadi pada sampel.

Untuk membuktikan adanya polimorfisme yang terjadi pada sampel yang tidak muncul gambaran pita pada foto hasil elektroforesis dilakukan teknik pemotongan dengan enzim restriksi. Enzim restriksi yang peneliti gunakan adalah

27

enzim Eco R1. Gambar 4.3 berikut memperlihatkan hasil digesti beberapa sampel dan control normal yang dipotong dengan enzim restriksi .

Sampel Marker Sampel

1 2 3

Gambar 4.3 Foto Hasil digesti sampel dengan enzim restriksi EcoR1

Keterangan : = Pita Gen CYP2A6 Kontrol Normal

= Pita Gen CYP2A6 Sampel

Tidak terdapat perbedaan hasil digesti dengan enzim EcoR1 antara sampel perokok dengan control normal, dimana tidak ditemukan adanya poyongan dari pita DNA gen target, hal ini kemungkinan disebabkan enzim Eco R1 belum spesifik memotong pada gen target.

27

enzim Eco R1. Gambar 4.3 berikut memperlihatkan hasil digesti beberapa sampel dan control normal yang dipotong dengan enzim restriksi .

Sampel Marker Sampel

1 2 3

Gambar 4.3 Foto Hasil digesti sampel dengan enzim restriksi EcoR1

Keterangan : = Pita Gen CYP2A6 Kontrol Normal

= Pita Gen CYP2A6 Sampel

Tidak terdapat perbedaan hasil digesti dengan enzim EcoR1 antara sampel perokok dengan control normal, dimana tidak ditemukan adanya poyongan dari pita DNA gen target, hal ini kemungkinan disebabkan enzim Eco R1 belum spesifik memotong pada gen target.

27

enzim Eco R1. Gambar 4.3 berikut memperlihatkan hasil digesti beberapa sampel dan control normal yang dipotong dengan enzim restriksi .

Sampel Marker Sampel

1 2 3

Gambar 4.3 Foto Hasil digesti sampel dengan enzim restriksi EcoR1

Keterangan : = Pita Gen CYP2A6 Kontrol Normal

= Pita Gen CYP2A6 Sampel

Tidak terdapat perbedaan hasil digesti dengan enzim EcoR1 antara sampel perokok dengan control normal, dimana tidak ditemukan adanya poyongan dari pita DNA gen target, hal ini kemungkinan disebabkan enzim Eco R1 belum spesifik memotong pada gen target.

Dokumen terkait