• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.5 Gambaran Keluhan Kesehatan pada Masyarakat

Selatan Tahun 2015

Keseluruhan responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini tinggal disekitar industri tahu dan menggunakan air sungai sebagai sumber air untuk keperluan sehari-hari mereka seperti untuk mandi, cuci, kakus dan adapula salah satu industri tahu yang menggunakan air sungai sebagai bahan baku proses pengolahan tahu mereka.

Tabel 4.5 Gangguan yang ditimbulkan dengan Keberadaan Industri Tahu di Kelurahan Ujung PadangKecamatan Padangsidimpuan Selatan Tahun 2015

No. Gangguan yang ditimbulkan Jumlah Persentasi (%)

1. Bau menyengat limbah cair tahu 13 43,3

2. Kondisi air bersih yang buruk 14 46,7

3. Banyaknya vektor pengganggu 3 10,0

Total 30 100,0

Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang merasa terganggu dengan kondisi air bersih yang buruk 14 orang (46,7%), dan bau menyengatlimbah cair indutsri tahu 13 orang (43,3%) sertabanyaknya vektor pengganggu 3 orang (10%).

Tabel 4.6 Penyakit yang Pernah diderita oleh Masyarakat disekitar Industri Tahu di Kelurahan Ujung Padang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Tahun 2015

No. Jenis Penyakit Jumlah Persentasi (%)

1. Diare 14 46,6

2. Kulit 13 43,3

3. Tidak ada 3 10,0

Total 30 100,0

Tabel 4.6 diatas menunjukkan bahwa penyakit yang pernah diderita responden yaitu Diare 14 orang (46,6%), Kulit 13 orang (43,3%), dan yang tidak pernah menderita penyakit 3 orang (10%).

Tabel 4.7 Penyebab Timbulnya Penyakit Menurut Masyarakat Lingkungan sekitar Industri Tahu di Kelurahan Ujung Padang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Tahun 2015

No. Penyebab Timbulnya Penyakit Jumlah Persentasi (%)

1. Kondisi limbah cair yang buruk 10 33,3

2. Limbah cair yg langsung dibuang ke sungai 15 50,0

3. Perilaku hidup sehat yg buruk 1 3,3

4. Kondisi lingkungan yg buruk 4 13,3

Total 30 100,0

Tabel 4.7 diatas menunjukkan bahwa setengah dari keseluruhan responden yang menjadi sampel penelitian ini berpendapat bahwa penyebab timbulnya penyakit adalah limbah cair yang langsung dibuang ke sungai yaitu 15 orang (50,0%), kondisi limbah cair yang buruk 10 orang (33,3%), dan kondisi lingkungan yang buruk 4 orang (13,3%) serta perilaku hidup sehat yang buruk 1 orang (3,3%).

BAB V PEMBAHASAN

5.1 Gambaran Umum Industri Tahu

Industri tahu di Kelurahan Ujung Padang merupakan industri skala rumah tangga milik keluarga Bapak Supriadi berdiri pada tahun 2003 yang berlokasi di Jalan Mangaraja Maradat Kelurahan Ujung Padang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Kota Padangsidimpuan. Industri tahu dikelola oleh Bapak Supriadi pada tahun 2005 hingga sekarang. Jumlah karyawan pada industri tahu sebanyak 3 orang yang seluruhnya adalah pria.

Industri tahu Bapak Supriadi memproduksi tahu pasar, tahu pasar adalah tahu yang biasa dikonsumsi sehari-hari harus ada proses pemasakan terlebih dahulu. Setiap harinya industri tahu milik Bapak Supriadi memproduksi kedelai kurang lebih 200 kg/hari sebagai bahan baku pembuatan tahu. Air yang dibutuhkan dalam proses pembuatan tahu mencapai 35 liter untuk setiap 10 kg kedelai.

Dilihat dari jumlah bahan baku yang digunakan setiap harinya dapat disimpulkan bahwa industri tahu tersebut memiliki jumlah air limbah yang cukup besar ditambah lagi dengan beberapa industri tahu yang ada di sekitar wilayah tersebut dan hasil observasi yang dilakukan industri tahu tersebut belum memiliki sarana pengolahan limbah yang sesuai dan hasil pembuangan limbah langsung dialirkan kesungai Melati Seberang yang mengalir disepanjang Kelurahan Ujung Padang.

5.2 Hasil Pemeriksaan Parameter BOD, COD, TSS, pH dan Suhu pada Saluran Pembuangan Limbah Cair Industri Tahu

Industri tahu yang menjadi objek penelitian di Kelurahan Ujung Padang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan tidak memiliki saluran pembuangan air limbah. Limbah cair yang dihasilkan dari proses pengolahan tahu langsung dibuang ke badan air yang pastinya bisa berdampak pada penurunan kualitas air sungai di sekitar industri tahu tersebut. Pemeriksaan sampel dimulai dari sampel yang diambil pada titik pertama yaitu pada saluran pembuangan limbah cair. Dari tabel 4.2 diketahui bahwa sampel limbah cair industri tahu dari beberapa parameter yang telah diuji tidak sesuai dengan Baku Mutu yaitu Permen LH No. 05 Tahun 2014.Hasil pengukuranterhadap parameter BOD menunjukkan bahwa sampel yang diteliti memiliki nilai BOD masih dalam batas toleransi yang diperbolehkan Permen LH No. 05 tahun 2014 yaitu 150 mg/l dan hasil yang diperoleh diperoleh adalah 99,39 mg/l. Hasil ini menunjukan bahwa hasil pembuangan limbah cair industri tahu masih memenuhi syarat kesehatan. Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan buangan yang sebenarnya, tetapi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan-bahan buangan yang membutuhkan oksigen tinggi. Air dengan nilai BOD yang tinggi menunjukkan jumlah pencemar yang tinggi, terutama pencemar yang disebabkan oleh bahan organik seperti limbah tahu. Menurut Slamet (2007), bahwa zat organik merupakan indikator umum bagi pencemaran. Apabila zat organik dioksidasi (BOD) besar, maka ia menunjukkan adanya pencemaran.

Hasil pengukuran terhadap parameter COD menunjukkan bahwa sampel masih memenuhi baku mutu yang diperbolehkan menurut Permen LH No. 05

Tahun 2014 yaitu300 mg/l dan hasil yang diperoleh mencapai 276 mg/l.Uji COD biasanya menghasilkan nilai kebutuhan oksigen yang lebih tinggi daripada ui BOD karena bahan-bahan yang stabil terhadap reaksi biologi dan mikroorganisme dapat iut teroksidasi dalam uji COD. Hasil pengukuran terhadap Total Suspended Solid (TSS) menunjukkan bahwa sampel yang diteliti memiliki nilai jauh diatas Baku Mutu yang ditentukan Permen LH No. 05 Tahun 2014 yaitu 200 mg/l dan hasil yang diperoleh dari pemeriksaanadalah 765 mg/l. Hasil ini menunjukkan bahwa TSS Pembuangan Limbah Cair Industri Tahu tidak memenuhi syarat kesehatan yang berarti banyaknya zat padat yang masuk kesaluran limbah yang akan diteruskan ke badan air yang dapat mengakibatkan terhalangnya penetrasi cahaya kedalam permukaan air yang berdampak pada matinya organisme hidup di dalam air seperti tumbuhan dan hewan air karena kekurangan oksigen.

Menurut Salmariza (2008) dalam Sari (2012), konsentrasi TSS yang semakin tingi sejalan dengan bertambahnya tingkat beban organik. Menurut Effendi (2003) dalam Esmiralda (2011), TSS dalam jumlah yang berlebih dapat menyebabkan penyumbatan pernapasan pada ikan yang hidupdisungai, serta kurangnya asupan oksigen terlapisi oleh padatan.Hasil pengukuran terhadap pH menunjukkan bahwa sampel tidak memenuhi baku mutu menurut Permen LH No. 05 Tahun 2008 yaitu 6,0-9,0. Hasil yang diteliti adalah 3,90, hasil ini menunjukkan bahwa pH sampel limbah cair industri tahu tidak memenuhi syarat kesehata,.pH yang rendah menunjukkan banyaknya kandungan asam yang terdapat pada air limbah yang berasal dari bahan pembuatan tahu. Menurut Hardjowigeno (1993) dalam Sari (2012), nilai pH yang netral mungkin

disebabkan oleh sifat alamiah tanah yang memiliki kapasitas untuk menetralkan pH.

Menurut Zulkifli et al (2001) nilai keasaman dalam limbah cair sangat dipengaruhi oleh kegiatan mikroba dalam memecah bahan organik.Hasil pengukuran terhadap suhu menunjukkan bahwa suhu limbah cair yang dibuang ke saluran pembuangan limbah adalah 45ºC, dimana deviasi suhu dari keadaan alamiahnya ±3ºC yaitu 28-30ºC.Air buangan limbah sebaiknya tidak dibuang langsung ke saluran pembuangan limbah dengan suhu yang tinggi, sebaiknya ditunggu dingin agar tidak mencemari air sungai. Menurut Wardhana (2004), bahwa air yang suhunya naik akan menganggu kehidupan hewan air dan organisme air lainnya karena kadar oksigen yang terlarut dalam air akan turun bersamaan dengan kenaikan suhu. Oksigen yang terlarut dalam air berasal dari udara yang secara lambat terdifusi ke dalam air. Makin tinggi kenaikan suhu air makin sedikt oksigen yang terlarut di dalamnya.

5.3 Hasil Pemeriksaan Parameter BOD, COD, TSS, pH dan Suhu pada Air

Dokumen terkait