• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Gambaran llmum Lokasi Dan Subjek Penelitian

Tempat penelitian ini adalah di Madrasah Ibtidaiyah Bansari, kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung. Madrasah Ibtidaiyah Bansari berdiri pada tanggal 12 Juli 1964 yang dahulu bemama Madrasah Wajib Belajar. Pembangunan gedung didirikan di atas tanah gantungan (Bondo Deso) terdiri dari 7 lokal dan selesai pada akhir tahun 1965. Pada tahun 1966 Madrasah ini mulai beroperasi dengan diresmikan oleh Kakandepag Temanggung, sedang guru yang mengampu pada waktu itu adalah l).Bapak Slamet Nurkholis, 2) Bapak Daldiri dan 3). Bapak Slamet.

1. Keadaan Siswa

Rekapitulasi Data Siswa MI Bansari Tahun Pelajaran 2007/2008

No. Kelas Jumlah Siswa Jumlah

L P 1. I 24 19 43 2. II 22 24 46 3. III 13 19 32 4. IV 21 16 37 5. V 18 18 36 6. VI 15 26 41 Jumlah 113 122 235 24

25

2. Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar, sebab tujuan pembelajaran tidak akan tercapai apabila tidak didukung oleh sarana dan prasarana.

Sarana dan Prasarana MI Bansari

No. Ruangan Jumlah

Kondisi

Baik R.Ringan R.Berat

1. Gedung 2 1 1

2. Kelas 9 5 4

3. Ruang Kepala/ Kantor 1 1

4. Perpustakaan 1 1

DATA GURU DAN TU MI BANSARI KEC. BANSARI TAHUN PELAJARAN 2007/2008

No. Nama/NIP L/P Ijazah

1. Suyadi/ 150198924 L D2 PAI

2. Subhi Sri W aluyo/ 150385155 L SI PAI

3. Setyowati/ 150360369 P D2PGK

4. Barokah P D2 PAI

5. Suwaldi L D2 PAI

! 7. Syafaa’atun P SI PAI

8. Daniatus Saniah P D2PAI

9. Yusuf Kuncara L SI PAI

10. Siti Zumaroh P SI PAI

11. Farida Nur Anisah P D2 PGK

12. Anik Retnowati P SI AKUNTAN

13. Romelan L MA PONPES

14. Puji Sariyanto L SI PAI

DATA SISWA Jumlah Siswa Kelas

Jumlah Semua

I II III IV V VI

L P L P L P L P L P L P L P L+P

27 17 22 24 12 19 21 16 18 18 15 26 113 122 235

3. Visi dan Misi sekolah.

Visi : Terwujudnya Madrasah yang islami, dinamis dan menjadi kebanggaan masyarakat.

Misi

a. Meningkatkan kualitas pendidikan agama sehingga tercipta pribadi yang beriman, bertakwa dan berakhlakul karimah.

27

b. Meningkatkan kegiatan belajar mengajar (KBM) menuju penguasaan Ilmu pengetahuan dan teknologi.

c. Menumbuhkan potensi dan bakat, sebagai dasar kecakapan dan bekal hidup.

d. Meningkatkan pelayanan dan koordinasi lintas sektoral. 4. Susunan Komite Sekolah.

Ketua : 1. Kusmanto 2. Suyadi Bendahara : l.Ir. Sutanto

2. Syafa’atun Sekertaris :1. Faizun, S.P.

2. Setyowati

Bidang Penggalian Sumber Daya Sekolah

Bidang Pengelolaan Sumber Daya Sekolah

Bidang Pengendalian Kualitas Pelayanan

Bidang Kerjasama Sistem Informasi

Bidang Sarana dan Prasarana

:1. Yusuf 2. Muslimin. : 1. Suwaldi 2. Romelan : 1. Drs. Asrofi 2. Yusuf Kuncoro. S.Pd. 3. Syafaah : 1. Muzakir 2. Untung Taufik : 1. Ahsan Abdillah 2. Fahrurrozi

B. Desain Penelitian.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merupakan bentuk kajian yang sistematis dan reflektif yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan pembelajaran dan kualitas siswa, dan penelitian ini dilakukan oleh guru dengan tidak mengubah situasi dan jadwal yang telah ada, dengan demikian jika guru melakukan beberapa penelitian tindakan tidak akan mengganggu jadwal yang telah ada.25

Penelitian Tindakan kelas ini dibagi menjadi dua siklus. Tiap siklusnya terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.

Dalam siklus I ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal siswa terhadap pembelajaran fiqih tetntang sholat sunat rowatib melalui penerapan metode d rill/ latihan. Setelah dilakukan refleksi terhadap proses tindakan siklus I maka akan mendapat permasalahan yang muncul dalam kelas tersebut.

Sehingga untuk memecahkan masalah tersebut perlu dilakukan perencanaan ulang, tindakan ulang, pengamatan ulang, dan refleksi ulang pada siklus II. Sedangkan siklus II bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan pembelajaran fiqih melalui penerapan metode drill / latihan setelah dilakukan perbaikan pada siklus II

29

C. Siklus I

1. Perencanaan

Dalam tahap ini yang perlu dipersiapkan adalah perencanaan yang baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik pula, dan hasilnyapun memuaskan. Pada perencanaan ini terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembelajaran fiqih tentang sholat sunat rowatib melalui penerapan metode drill / latihan, yaitu 1). Menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan, yaitu pembelajaran fiqih melalui penerapan metode drill/latihan, 2).Membuat dan menyusun instrumen yang terdiri dari tes dan non tes, dan 3).Melakukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran yang lain.

2. Tindakan

Pada tahap tindakan ini guru dalam mengajar harus sesuai dengan rencana pembelajaran yang sudah dibuat. Dalam proses tindakan ini dibagi kedalam 3 tahap, yaitu : pendahuluan, inti, dan penutup.

a. Pendahuluan.

1) Sebelum kegiatan berlangsung guru mempersiapkan alat peraga yang diperlukan yaitu gambar orang sholat

2) Guru menciptakan kondisi siswa agar pembelajaran berjalan dengan baik dan sebelum kegiatan berlangsung guru mempersiapkan alat peraga yang diperlukan yaitu gambar orang shoiat.

3) Dan setelah ini guru menyampaikan tujuan dan manfaat dari pembelajaran yaitu materi fiqih tentang sholat sunat rowatib.

b. In ti.

Langkah pertama adalah guru menjelaskan materi yang disampaikan yaitu materi fiqih tentang sholat sunat rowatib dengan menggunakan metode drill/latihan. Kemudian langkah kedua guru mendemonstrasikan cara sholat sunat rowatib, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk mencoba mempraktekkan cara sholat sunat rowatib dengan bimbingan dan pengawasan guru. Setelah selesai kegiatan ini memeriksa hasil kerja kelompok siswa dan memberikan tes secara tertulis.

c. Penutup.

Guru bersama siswa merefleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. Guru membagikan lembar jumal kepada siswa untuk diisi dan ui dalam jumal tersebut terdapat pertanyaan kepada siswa yang mengacu pada tes skala sikap yang menilai sikap siswa selama pembelajaran berlangsung.

3. Pengamatan.

Pada pengamatan atau observasi ini, guru mengamati setiap siswa dengan dibantu oleh satu orang guru. Pengamatan ini dilakukan selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung dengan mencatat.

Pada saat meiakukan pengamatan guru mencatat siswa yang aktif, pasif, tidak memperhatikan ataupun berbicara sendiri atau bahkan mengantuk selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Pengamatan ini membutuhkan ketelitian dan kecermatan, karena akan menjadi bahan acuan pada tahap siklus selanjutnya. Pengambilan data adalah berdasarkan tes tertulis dan tes skala sikap.

31

4. Refleksi.

Dalam refleksi ini dapat dilihat dari hasil tes, pengamatan dan jum al yang telah dibuat. Jika hasilnya masih belum memenuhi batas ketuntasan belajar yang ingin dicapai, baik itu tentang hasil tes tertulis maupun skala sikap masih belum baik dan tuntas terhadap pembelajaran yang telah dilakukan maka dapat digunakan sebagai bahan perbaikan pada siklus II. Dan hal-hal yang positif pada siklus I tetap hams dipertahankan. Sedangkan kekurangan pada siklus I hams ditidak lanjuti sebagai bahan acuan perbaikan pada siklus II.

D. Siklus n

1. Perencanaan

Setelah melakukan refleksi pada siklus I, maka gum perlu memilih strategi pembelajaran yang sesuai pada siklus II. Yang dimulai dengan perencanaan pada siklus II, perencanaan ini merupakan penyempumaan dari siklus I. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan pada siklus II adalah sebagai berikut : 1). Menyusun perbaikan rencana pembelajaran fiqih melalui penerapan metode drill/ latihan, 2). Menyusun instrumen yang terdiri dari tes dan non tes, dan 3). Melakukan perbaikan kolaborasi dengan teman gum dengan cara sharing atau bertukar pikiran.

2. Tindakan

Tindakan yang dilakukan dalam penelitian pada siklus II ini adalah perbaikan dari siklus I, yaitu memperbaiki kekurangan-kekurangan dan hal-hal yang menjadi hambatan pada bacaan dan gerakan sholat. Hal ini

dapat dilakukan dengan cara membuat suasana latihan sholat yang berbeda dengan suasana pada siklus I agar mempunyai respon / daya tanggap yang lebih baik dari sebelumnya dan guru memberikan pengerdan dan tujuan yang jelas agar materi ini dapat dikuasai siswa dengan baik dan untuk selanjutnya dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.. Dan berusaha untuk dapat menguasai materi dengan benar pada proses pembelajaran pada siklus II. Tindakan yang dilakukan pada tahap ini yaitu pendahuluan, inti, dan penutup.

a. Pendahuluan.

Pada tahap pendahuluan ini, guru mengadakan appersepsi untuk merangsang pembelajaran yang akan disampaikan, dan menanyakan kembali materi yang telah diajarkan pada pertemuan yang telah la!u. Siswa diminta untuk lebih memperhatikan dan berkonsentrasi dalam kegiatan pembelajaran ini terutama dalam mempraktekkan sholat sunat rowatib.

b. Inti.

Pada tahap ini lebih ditekankan pada perbaikan pada siklus I, yaitu menjelaskan kembali materi fiqih tentang sholat sunat rowatib dengan pendekatan metode drill/latihan, yaitu menerangkan materi pembelajaran, dan mempraktekkan bacaan dan gerakan sholat sunat rowatib. Selama kegiatan tersebut berlangsung hendaknya siswa memperhatikan dan berkonsentrasi dan setelah selesai siswa mengerjakan tes yang telah diberikan oleh guru.

33

c. Penutup.

Pada tahap penutup, peneliti bersama-sama dengan siswa mengadakan refleksi terhadap pembejaran yang telah berlangsung dan membuat simpulan terhadap pembelajaran fiqih melalui pendekatan metode drill/latihan. Siswa diminta untuk mengisi lembar jum al skala sikap yang telah dipersiapkan oleh guru, dalam jumal tersebut terdapat penilaian skala sikap siswa terhadap pembelajaran hari itu.

3. Obsevasi atau Pengamatan.

Pengamatan pada siklus II bertujuan untuk mengamati perubahan tindakan dan sikap siswa pada kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan cara membuat catatan yang dipakai sebagai data. Pengamatan dilakukan pada siswa ketika mempraktekkan bacaan dan gerakan sholat sunat rowatib, yaitu pengamatan melalui observasi langsung saat itu juga dengan tujuan agar kelemahan atau hambatan yang teijadi pada siklus I tidak teijadi lagi pada siklus II.

Pengamatan dapat dilakukan dengan cara observasi langsung, Dalam observasi pengambilan data dilakukan terhadap semua tindakan dan perubahan-perubahan yang terjadi pada siklus II. Data diambil dari sejauh manakah perubahan yang terjadi pada pembelajaran fiqih melalui metode drill/latihan dengan data tes dan non tes.

4. Refleksi.

Refleksi pada siklus II ini bertujuan untuk membuat simpulan dari pelaksanaan kegiatan dan tindakan serta sikap siswa yang terjadi selama

pembelajaran pada siklus I, Dengan adanya refleksi, guru dapat mengetahui peningkatan dan perubahan perilaku siswa terhadap pembelajaran fiqih tentang sholat sunat rowatib melalui pendekatan metode drill/latihan setelah dilakukan perbaikan pada siklus I.

a. Variabel Penelitian.

Variabel dalam penelitian ini yaitu pembelajaran fiqih tentang sholat sunat rowatib dan penggunaan metode drill/latihan.

b. Variabel Pembelajaran sholat sunat rowatib.

Pembelajaran fiqih di kelas III semester II adalah tentang sholat sunat rowatib yang meliputi pengertian, waktu, bilangan rekaat, pelaksanaan dan keutamaan sholat sunat rowatib. Maka materi yang diambil adalah pembelajaran tentang sholat.

Tindakan yar.g dilakukan dalam pembelajaran fiqih tentang sholat sunat rowatib adalah guru menerangkan terlebih dahulu materi kepada siswa kemudian guru mendemonstrasikan bacaan dan gerakan tentang sholat, hal ini bertujuan agar siswa lebih mudah untuk mempelajari kembali materi yang telah diajarkan. Target dalam penelitian ini adalah mengungkap rendahnya kemampuan siswa dalam pembelajaran fiqih tentang sholat sehingga dapat dicari pemecahannya untuk meningkatkan kemampuan pembelajaran fiqih dengan batas ketuntasan belajar 7,0. Pada akhir pembelajaran guru memberikan evaluasi kemampuan siswa dan memahami materi yang telah diajarkan. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengetahui

35

sejauh mana siswa mampu memahami pembelajaran fiqih tentang sholat sunat rowatib tersebut

c. Instrumen Penelitian

Instrumen pada penelitian ini adalah tes dan nontes. Instrument tes berisi soal 20 soal pilihan ganda dan 5 soal isian sedangkan nontes adalah observasi siswa pada saat pembelajaran berlangsung dan dokumentasi.

d. Instrumen Tes.

Dalam instrumen tes terdapat soal yang harus dikeijakan oleh siswa setelah pembelajaran selesai. Soal tes terdiri dari soal pilihan ganda sebanyak 20 soal dan soal isian 5. tiap soal pilihan ganda mempunyai skor nilai 1, sedangkan soal isian mempunyai skor nilai 2. sehingga skor nilai 30 dibagi 3 menjadi 10.

Dalam observasi atau pengamatan peneliti menggunakan lembar pengamatan sebagai berikut:

Lembar Observasi

Kategori

Dokumen terkait