• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.1 Gambaran Locus Of Control Konselor di SMP Neger

Adapun gambaran locus of control konselor di SMP Negeri se-Kabupaten Brebes dapat dilihat dari hasil penelitian sebagai berikut:

Tabel 4.1

Persentase Locus Of Control konselor

di SMP Negeri seKabupaten Brebes tahun pelajaran 2012/2013

Skor Jumlah responden % Kategori

0 0 0 Sangat tinggi 2124 12 23 Tinggi 6242 40 77 Sedang 0 0 0 Rendah 0 0 0 Sangat rendah Jumlah 52

*) kategori hasil deskriptif persentase dapat dilihat di lampiran

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa locus of control konselor di SMP Negeri di Kabupaten Brebes sebagian besar termasuk dalam kategori sedang. Sedang artinya tidak berada pada level tertinggi, namun juga tidak pada level yang rendah, tapi berada ditengah-tengah. Selain itu, adapula beberapa konselor yang memiliki locus of control dalam kategori tinggi. Berhubung locus of control cenderung mengarah ke internal dan eksternal, maka baik konselor yang memiliki locus of control yang termasuk kategori tinggi atau pun sedang, juga memiliki kecenderungan pada salah satu sisi yang nilainya lebih besar dari sisi lainnya.

Dilihat dari masing-masing indikator akan terlihat hasil yang lebih bervariasi. Berikut hasil penelitian locus of control konselor dari masing-masing indikator:

Tabel 4.2

Persentase rata-rata Locus Of Control konselor Dilihat dari perindikator

No. Indikator Hasil

Skor rata- rata

% Kategori 1. Percaya pada Kemampuan diri 30,9 77,2 Tinggi

2. Percaya pada usaha 67,73 79,68 Tinggi 3. Keyakinan pada kekuatan orang

lain

16,1 40,3 Rendah

Berdasarkan tabel hasil deskriptif persentase locus of control konselor perindikator di atas, diketahui bahwa indikator pertama dan kedua yakni percaya pada kemampuan diri dan percaya pada usaha memiliki persentase skor rata-rata yang termasuk tinggi. Sedangkan indikator ketiga dan keempat yakni keyakinan pada kekuatan orang lain dan percaya pada nasib memiliki persentase skor rata- rata yang termasuk rendah.

Indikator pertama dan kedua merupakan ciri dari locus of control internal, sedangkan indikator ketiga dan keempat merupakan ciri dari locus of control eksternal. Adanya hasil demikian menunjukan bahwa nilai locus of control internal lebih tinggi dari nilai locus of control eksternal, itu artinya kecenderungan locus of control konselor mengarah pada internal. Dengan demikian, adanya kecenderungan locus of control konselor yang mengarah ke internal menunjukan bahwa sebagian besar konselor di SMP Negeri se-Kabupaten Brebes memiliki kecenderungan untuk mempersepsikan keberhasilan dalam hidupnya disebabkan oleh kemampuan dan usahanya, bukan pada nasib atau pun orang lain.

Guna memudahkan pembaca dalam memahami hasil penelitian mengenai gambaran locus of control, berikut disajikan persentase rata-rata locus of control konselor per indikator di atas dalam bentuk diagram berikut ini:

Adanya kecenderungan diatas juga berkaitan dengan hasil penghitungan penelitian pada masing-masing indikator yang akan dijelaskan berikut ini:

4.1.1.1Locus of control konselor pada indikator Percaya pada Kemampuan diri Percaya pada kemampuan diri merupakan salah satu indikator locus of control. Berikut hasil penelitiannya:

Tabel 4.3

Persentase Locus Of Control konselor pada indikator percaya pada kemampuan diri

Skor Jumlah responden % Kategori

84<% skor ≤ 100 7 13 Sangat tinggi 69<% skor ≤ 83 43 83 Tinggi 52<% skor ≤ 68 1 2 Sedang 36<% skor ≤ 51 1 2 Rendah 20≤% skor ≤ 35 0 0 Sangat rendah

Jumlah 52

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa sebagian besar locus of control konselor pada indikator percaya pada kemampuan diri termasuk pada kategori tinggi. Termasuk dalam kategori persentsae tinggi artinya konselor memiliki keyakinan yang tinggi dalam memandang kemampuan yang dimilikinya.

4.1.1.2Locus of control konselor pada indikator Percaya pada usaha.

Percaya pada usaha juga merupakan salah satu indikator locus of control. Berikut hasil penelitiannya:

Tabel 4.4

Persentase Locus Of Control konselor pada indikator percaya pada usaha

Skor Jumlah responden % Kategori

84<% skor ≤ 100 13 25 Sangat tinggi 69<% skor ≤ 83 38 73 Tinggi 52<% skor ≤ 68 0 0 Sedang 36<% skor ≤ 51 1 2 Rendah 20≤% skor ≤ 35 0 0 Sangat rendah

Jumlah 52

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa sebagian besar locus of control konselor pada indikator percaya pada usaha termasuk pada kategori tinggi. karena tergolong dalam kategori tinggi, artinya konselor memandang tinggi pada usaha yang sudah dilakukannya.

4.1.1.3Locus of control konselor pada indikator Keyakinan pada kekuatan orang lain.

Keyakinan pada kekuatan orang lain juga merupakan indikator locus of control. Berikut hasil penelitiannya:

Tabel 4.5

Persentase Locus Of Control konselor

pada indikator keyakinan pada kekuatan orang lain Skor Jumlah

responden

% Kategori 84<% skor ≤ 100 0 0 Sangat tinggi

69<% skor ≤ 83 0 0 Tinggi 52<% skor ≤ 68 2 4 Sedang 36<% skor ≤ 51 36 69 Rendah 20≤% skor ≤ 35 14 27 Sangat rendah

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa sebagian besar locus of control konselor pada indikator keyakinan pada kekuatan orang lain termasuk pada kategori rendah. Termasuk dalam kategori rendah, artinya konselor memandang rendah pada adanya kekuasaan dari orang lain yang dapat menentukan kesuksesan dalam hidupnya.

4.1.1.4Locus of control konselor pada indikator Percaya pada nasib

Percaya pada nasib juga merupakan indikator locus of control. Berikut hasil penelitiannya:

Tabel 4.6

Persentase Locus Of Control konselor pada indikator percaya pada nasib

Skor Jumlah responden % Kategori

84<% skor ≤ 100 0 0 Sangat tinggi 69<% skor ≤ 83 0 0 Tinggi 52<% skor ≤ 68 5 10 Sedang 36<% skor ≤ 51 32 62 Rendah 20≤% skor ≤ 35 15 29 Sangat rendah

Jumlah 52

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa sebagian besar locus of control konselor pada indikator percaya pada nasib termasuk pada kategori rendah. Karena termasuk dalam kategori rendah, itu artinya konselor tidak percaya sepenuhnya bahwa keberhasilan dalam hidupnya itu ditentukan oleh nasib, baik nasib baik maupun nasib buruk.

4.1.2Gambaran Motivasi Konselor dalam Memberikan Layanan Konseling

Dokumen terkait