BAB 4. HASIL PENELITIAN
4.1. Gambaran Lokasi Penelitian
4.1.1. Sejarah Rumah Sakit Cut Meutia
Rumah Sakit Umum Lhokseumawe telah ada sejak awal proklamasi kemerdekaan R.I yaitu merupakan normalisasi dari eks Rumah Sakit perkebunan milik Belanda pada jaman penjajahan dan dialihkan menjadi rumah sakit milik pemerintah RI. Keadaan bangunan prasarana fisik Rumah Sakit Umum Lhokseumawe sebelum repelita masih sangat sederhana, yaitu berupa gedung-gedung peninggalan Belanda. Bangunan tambahan yang dibangun Tahun 1961 dan 1963 dengan kapasitas berjumlah 40 (empat puluh) tempat tidur.
Semenjak Repelita I sampai dengan Repelita IV dengan dana APBD dan bantuan pihak ketiga, fasilitas prasarana fisik telah dikembangkan dengan membangun gedung tambahan serta mengganti gedung-gedung yang telah sangat tua serta tidak sesuai lagi dengan kebutuhan.
Setelah ditingkatkan klasifikasinya dengan Keputusan Menteri Kesehatan R.I. Nomor : 303/Menkes/SK/IV/1978 tanggal 30 April 1987 tentang peningkatan Kelas Rumah Sakit Umum Aceh Utara Daerah Kelas D menjadi Rumah Sakit Umum Pemerintah Kelas C, yang mengharuskan adanya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dari yang bersifat umum menjadi pelayanan kesehatan dengan paling sedikit 4 (empat) cabang Spesialisasi. Keputusan tersebut mengacu kepada
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 134/SK/IV/1978 tanggal 28 April 1978 tentang susunan organisasi dan tata kerja rumah sakit umum.
Pada tahun 1998 pembangunan Rumah Sakit Umum Aceh Utara yang baru ke Buket Rata dimulai dengan dana bantuan ADB III dan pada tahun 2001 dilakukan peresmiannya yang dilakukan oleh Perwakilan ADB III, serta Pemerintahan daerah Aceh Utara sejak saat itu nama Rumah Sakit Umum Aceh Utara diganti menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia dan kegiatannya di Buket Rata dioperasionalkan.
Tahun 2011 Rumah Sakit Umum Cut Meutia ditingkatkan klasifikasinya menjadi Tipe B dengan Keputusan Menteri Kesehatan R.I Nomor : HK.03.05/I/ 2166/11, Jakarta tanggal 22 Agustus 2011, Tentang Penetapan Kelas Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan peraturan Menteri Kesehatan R.I Nomor : 340/ Menkes/Per/III/2010, Tentang Klasifikasi Rumah Sakit.
Secara bertahap dimulai dengan kegiatan rawat jalan. Pada tahun 2002 operasional Rumah Sakit Buket Rata baru berjalan secara penuh dengan kapasitas tempat tidur 135 TT, serta terjadi penambahan tempat tidur pada setiap tahun yaitu 2008 : 165 TT, 2009: 187 TT, 2010 : 205 TT, 2011: 220 TT dan tahun 2012 juga mengalami peningkatan tempat tidur yaitu 226 TT, hal ini dikarenakan jumlah kunjungan meningkat yaitu: rawat jalan: 10% dan rawat inap 20% dari pada tahun sebelumnya dengan fasilitas yang ada sudah mampu menampung pasien rawat jalan dan rawat inap.
Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara pada saat ini merupakan pelayanan kesehatan masyarakat baik yang datang langsung maupun pasien rujukan dari 33Puskesmas, 95 unit puskesmas pembantu, 31 unit polindes, 27 unit poskesdes serta beberapa praktek dokter, bidan yang berada dalam kawasan Kabupaten Aceh Utara. Hingga saat ini Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara terus melakukan pembenahan, perbaikan di segala bidang untuk senantiasa terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
4.1.2. Data Geografi
Rumah Sakit Umum Cut Meutia berdiri di atas lahan seluas 79.912 m², telah berdiri bangunan seluas 78.130,60 m². Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Aceh Utara, ber alamat di jalan Medan–Banda Aceh Km. 6, sangat strategis, jauh dari keramaian, mudah di jangkau oleh masyarakat serta alat transportasi lancar dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
1. Sebelah utara, berbatasan dengan jalan lintas Medan-Banda Aceh 2. Sebelah selatan, berbatasan dengan Kompi AURI
3. Sebelah barat, berbatasan dengan AKKES pemerintahan daerah Kabupaten Aceh Utara
4. Sebelah timur, berbatasan Kampus Politeknik
Lahan bangunan Rumah Sakit Umum Cut Meutia, terdiri dari:
1. Bangunan gedung Poliklinik dan Administrasi rumah sakit, seluas ± 1.100,00 m², terdiri dari 2 lantai.
3. Bangunan gedung CSSD dan ruang Operasi, seluas ± 481.25 m². 4. Bangunan gedung Rekam Medik, seluas ± 183.75 m².
5. Bangunan gedung Rehabilitasi Medik, seluas ± 152.25 m². 6. Bangunan gedung Bersalin, seluas ± 223.20 m².
7. Bangunan gedung Farmasi, seluas ± 215.25 m².
8. Bangunan gedung Rawat inap jumpa, seluas ± 834.40 m². 9. Bangunan gedung Rawat ICU, seluas ± 168.00 m².
10. Bangunan gedung Instalasi Radiologi, seluas ± 286.00 m².
11. Bangunan gedung Rawat inap seulanga anak, seluas ± 469.00 m². 12. Bangunan gedung Rawat inap kupula (VIP), seluas ± 484.50 m². 13. Bangunan gedung Instalasi gizi, seluas ± 262.50 m².
14. Bangunan gedung Loundry, seluas ± 261.38 m².
15. Bangunan gedung Instalasi Pemeliharaan Sarana, seluas ± 256.50 m². 16. Bangunan gedung Pertemuan, seluas ± 90.25 m².
17. Bangunan gedung Kamar jenazah, seluas ± 172.48 m². 18. Bangunan gedung Training, seluas ± 225.75 m². 19. Bangunan gedung Asrama, seluas ± 450.00 m².
20. Bangunan gedung Transfusi darah/Laboratorium, seluas ± 83.60 m². 21. Bangunan gedung Parkir/adm dan Laboratorium, seluas ± 189.00 m². 22. Bangunan gedung Sentral gas, seluas ± 39.50 m².
23. Bangunan gedung Ground reservoir, seluas ± 99.00 m². 24. Bangunan gedung ruang mesin pompa, seluas ± 45.00 m².
25. Bangunan gedung water tower, seluas ± 16.00 m². 26. Bangunan gedung Pos satpam A, seluas ± 7.84 m². 27. Bangunan gedung Gardu listrik, seluas ± 27.26 m². 28. Bangunan gedung IPAL, seluas ± 384.00 m². 29. Bangunan gedung Mesjid, seluas ± 374.00 m².
30. Bangunan gedung Rumah dinas type A, seluas ± 220.00 m², terdiri dari 2 unit. 31. Bangunan gedung Hemodialisa, seluas ± 205.00 m².
32. Bangunan gedung Incinerator, seluas ± 90.25 m².
33. Bangunan gedung Ruang Rawat Paru, seluas ± 462.00 m². 34. Bangunan gedung IDT, seluas ± 484.00 m²
35. Bangunan gedung Ruang Nifas , seluas ± 592.00 m²,
36. Bangunan gedung Rumah Dinas Type B, seluas ± 423.00 m², terdiri 4 unit 37. Bangunan gedung Rumah dinas type B, seluas ± 423.00 m², terdiri dari 4 unit.
4.1.2. Ketenagaan
Sumber daya manusia pada Rumah Sakit Umum Cut Meutia saatini terdiri dari : 874 karyawan, 383 PNS, 21Honor daerah, 12 Bakti Murni, 460 Sukarela, setiap tahun mengalami peningkatan karyawan sehubungan dengan bertambahnya jumlah kunjungan pasien setiap tahun dan peningkatan kelas Rumah Sakit dari tipe C menjadi Tipe B, Berikut jumlah tenaga menurut jenis kegiatan dan status pada Rumah sakit
Tabel 4.1. Jumlah Tenaga Medis Menurut Jenis Kegiatan Dan Status pada Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Tahun 2012
No Jenis Tenaga Status Jumlah
PNS Honor Bakti Sukarela
Medis
1 Dokter Umum 11 - - - 11
2 Dokter gigi 3 - - - 3
3 Dokter Ahli bedah 3 - - - 3
4 Dokter ahli penyakit dalam 4 - - - 4
5 Dokter ahli anak 2 - - - 2
6 Dokter ahli obygin 3 - - - 3
7 Dokter Ahli Radiologi 1 - - - 1
8 Dokter Ahli Anastesi 2 - - - 2
9 Dokter Ahli Patologi Klinik 1 - - - 1
10 Dokter Ahli Mata 1 - - - 1
11 Dokter Ahli THT 3 - - - 3
12 Dokter Ahli Kulit dan
kelamin
1 - - - 1
13 Dokter Ahli Paru-paru 3 - - - 3
14 Dokter Ahli Saraf 3 - - - 3
15 Dokter. Ahli Orthopedy 1 - - - 1
16 Dokter Ahli Urologi 1 - - - 1
17 Dokter Ahli lain
(SKM/MHA/MPH) MARS
17 - - 4 21
TOTAL 60 0 0 4 64
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah tenaga medis di Rumah Sakit Umum Cut Meutia sebanyak 64 orang, dengan status PNS sebanyak 60 orang sedangkan sukarela sebanyak 4 orang.
Tabel 4.2. Jumlah Tenaga Para Medis Non Keperawatan Menurut Jenis Kegiatan dan Status pada Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Tahun 2012
No Jenis Tenaga Status Jumlah
PNS Honor Bakti Sukarela
Para Medis Non Keperawatan
1 Apoteker 3 - - 3 6
2 AKFAR 2 - - - 2
3 SKM Non Dokter 11 - - 4 15
4 Sarjana Gizi 2 - - - 2
5 AKNES (Penata Anastesi) 2 - - - 2
6 APRO (Penata Rontgen) 1 - - - 1
7 AKZI (Penata Gizi) 3 - - - 3
8 D-III Radiodiagnostik - - 3 3
9 AMM (Penata Analis) 7 - - 7
10 D-III Teknologi Transfusi Darah - - 2 2
11 AKFIS (Penata Fisioterapi) 9 - 1 - 10
12 AAFM (Akademi Analis & Farmasi makanan)
1 - - 3 4
13 S.1. Manajemen Apotek & Farmasi - - 1 1
14 ATEM (Penata Elektro Medik) 5 - - - 5
15 APK-TS (Penilik Kes. Sanitasi) 2 - - - 2
16 ARO (Akademi Refraksi Optisen) 3 - - - 3
17 AKG (Penata Kesehatan Gizi) 3 - - - 3
18 SAA (Asisten Apoteker) & SMF 8 - - - 8
19 Pembantu Ahli Gizi 1 - - - 1
20 Analis Kesehatan 7 - - 3 10
21 Pekarya Kesehatan Menengah 2 - - - 2
22 APIKES / MR 3 - - 1 4
23 Teknisi Gigi 1 - - 1
TOTAL 76 - 1 20 97
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah tenaga para medis non keperawatan sebanyak 97 orang dengan status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 76 orang, bakti 1 orang, dan sukarela sebanyak 20 orang.
Tabel 4.3. Jumlah Tenaga Paramedis Non Keperawatan Menurut Jenis Kegiatan dan Status pada Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Tahun 2012
No Jenis Tenaga Status Jumlah
PNS Honor Bakti Sukarela
Paramedis Keperawatan
1 S1 Keperawatan 16 - - 6 22
2 Akper 79 10 - 158 247
3 Perawat / SPK 21 2 - 16 39
4 Penata Perawat Jiwa 1 - - - 1
5 Bidan 7 - - - 7
6 Akbid 32 - - 48 80
7 Penata Gigi 2 - - 1 3
TOTAL 158 12 - 229 399
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah tenaga paramedis keperawatan Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara sebanyak 399 12 orang, dan sukarela sebanyak 229 orang.
RSU Cut Meutia Aceh Utara dipimpin oleh seorang direktur berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada bupati melalui SEKDA yang mempunyai tugas melaksanakan tugas umum pemerintahan dibidang pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan dan mempunyai fungsi:
1. Pelaksanaan urusan ketatausahaan rumah sakit umum
2. Penyusunan program kerja tahunan, jangka menengah dan jangka panjang 3. Penyusunan kebijakan teknis dibidang pelayanan medis dan keperawatan 4. Pelayanan medis, penunjang medis dan non medis
5. Penyelenggaraan asuhan keperawatan
7. Penelenggaraan pelayanan rujukan
8. Penyelenggaraan administrasi umum dan keuangan
9. Pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lainya yang diberikan oleh bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya
Adapun rincian tugas pokok dan fungsi jabatan struktural di lingkungan Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara. Susunan organisasi RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh utara:
1. Direktur
2. Wakil Direktur Administrasi dan umum
3. Wakil Direktur pengembangan sumber daya manusia dan informasi 4. Wakil Direktur Pelayanan dan penunjang
5. Kelompok jabatan fungsional 6. Instalasi
7. Dewan penasehat 8. Komite medis 9. Komite keperawatan 10. Satuan pengawas interens
Secara Struktur Organisasi Instalasi Farmasi berada di bawah Wakil Direktur Pelayanan dan penunjang sebagai tugas melaksanakan bimbingan terhadap tugas-tugasnya. Adapun struktur organisasi pada Instalasi farmasi RSU Cut Meutia Aceh Utara sebagai berikut :
Kepala Instalasi Farmasi membawahi 4 (empat) Sub bagian yaitu : 1. Koordinator Pelayanan Umum
2. Koordinator Pelayanan Rawat Jalan
a. Pelayanan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) b. Pelayanan Askes PNS
3. Koordinator Pelayanan Rawat Inap a. Depo UGD
b. Depo VIP Melati
4. Koordinator Perbekalan Farmasi
Keempat sub bagian dikoordinasi oleh sarjana farmasi, dalam menjalani tugasnya masing-masing koordinator bertanggung jawab kepada kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara.
4.2. Analisis Univariat