• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Obyek Penelitian

a. Kepala Badan

b. Sekretaris Badan dengan sub 3 bagian : 1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian 2. Sub Bagian Keuangan

3. Sub Bagian Penyusunan Program c. Bidang Perbendaharaan yang membawahi :

1. Sub Bidang Penatausahaan Gaji dan Penerimaan Kas Daerah 2. Sub bidang Penatausahaan Pengeluaran Kas Daerah

3. Sub Bidang Penatausahaan Surat Pertanggungjawaban Fungsional d. Bidang Akuntansi yang membawahi :

1. Sub Bidang Akuntansi Wilayah I 2. Sub Bidang Akuntansi Wilayah II 3. Sub Bidang Akuntansi Wilayah III e. Bidang Anggaran yang membawahi :

1. Sub Bidang Anggaran I 2. Sub Bidang Anggaran II 3. Sub Bidang Anggaran III

f. Bidang Aset Daerah yang membawahi : 1. Sub Bidang Analisa dan Kebutuhan BMD.

2. Sub Bidang Pemanfaatan, Pemeliharaan dan Pengamanan BMD.

3. Sub Bidang Penatausahaan, Pemindahtanganan dan Penghapusan BMD.

g. UPT.

h. Kelompok Jabatan Fungsional.

2. Visi dan Misi

Adapun visi dan misi Badan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Situbondo sebagai berikut:

a. Visi

Mewujudkan masyarakat Situbondo yang madani, mandiri serta lebih beriman, sejahtera dan berkeadilan.

b. Misi

Meningkatkan tata kelola yang baik dalam penyelenggaraan pemerintahan.

3. Wilayah Kerja

Wilayah kerja Kota Situbondo atau dikenal dengan “Kota Santri”

berbatasan di sebelah utara dengan Selat Madura, sebelah timur dengan Selat Bali, sebelah selatan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, sebelah barat dengan Kabupaten Probolinggo. Luas wilayah Kota Situbondo mencapai 1.638,50 km2 yang terdiri dari 17 kecamatan yaitu: Banyuputih, Asembagus, Jangkar, Arjasa, Kapongan, Panji, Mangaran, Situbondo, Panarukan, Kendit, Bungatan, Mlandingan, Suboh, Jatibanteng, Sumbermalang, Besuki, Banyuglugur.

4. Struktur Organisasi

Struktur digunakan dalam menunjukkan pembagian kerja dan tugas dan fungsi yang dilakukan dalam suatu kegiatan. Struktur organisasi ini

menggambarkan jabatan yang dipertanggung jawabkan dalam sebuah instansi.

Gambar 3.1 Struktur Organisasi

Sumber : BKAD Kabupaten Situbondo

5. Uraian Tugas Jabatan Badan Keuangan Aset Daerah

Peraturan Bupati Kabupaten Situbondo Nomor 61 Tahun 2021 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Badan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Situbondo memiliki tugas dan fungsinya masing-masing dalam melaksanakan urusan Pemerintah Daerah di bidang pendapatan daerah yaitu:

a. Kepala Badan mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan fungsi penunjang di bidang keuangan.

b. Sekretariat memiliki tugas mempunyai tugas membantu Kepala Badan dalam pengkoordinasian, penyusunan program dan pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan tugas-tugas Bidang secara terpadu dan tugas pelayanan administratif kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Badan.

c. Bidang Perbendaharaan bertugas membantu Kepala Badan dalam melaksanakan perumusan kebijakan teknis, pembukuan, administrasi penerimaan dan pengeluaran daerah berupa kas dan setara kas, pengendalian dan mengelola utang dan piutang daerah di bidang perbendaharaan.

d. Bidang Akuntansi bertugas membantu Kepala Badan dalam melaksanakan perumusan sistem dan prosedur, kebijakan, pedoman teknis, dan pembinaan teknis pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan daerah.

e. Bidang Anggaran bertugas membantu Kepala Badan dalam melaksanakan perumusan prosedur, menyusun pedoman dan petunjuk teknis, pengendalian, menyusun raperda APBD/PAPBD, raperbup penjabaran APBD/PAPBD rancangan RKA-PPKD dan DPA-PPKD, penatausahan belanja hibah, bantuan, bagi hasil pajak/retribusi, belanja tidak terduga dan pengeluaran pembiayaan serta Kebijakan Umum Anggaran - Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA -

PPAS) dan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran - Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA – PPAS Perubahan).

f. Bidang Aset Daerah bertugas membantu Kepala Badan dalam melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan, menyelenggarakan pemanfaatan, pemindahtanganan, pengamanan dan pengendalian, penatausahaan dan penghapusan, penyimpanan, penyaluran, perawatan dan pemeliharaan BMD.

g. Unit Pelaksana Teknis (UPT) melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang serta urusan pemerintahan yang bersifat pelaksanaan dari organisasi induknya yang pada prinsipnya tidak bersifat pembinaan serta tidak berkaitan langsung dengan perumusan dan penetapan kebijakan daerah.

6. Fungsi Jabatan Badan Keuangan Aset Daerah a. Kepala Badan berfungsi sebagai berikut:

1. Penyusunan kebijakan teknis di bidang pengelolaan keuangan daerah dan aset daerah

2. Penyusunan kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD.

3. Pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah/Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD/DPPA-SKPD); d.

pengendalian pelaksanaan APBD.

4. Pemberian petunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan dan pengeluaran kas daerah.

5. Penetapan Surat Penyediaan Dana (SPD).

6. Penyiapan pelaksanaan pinjaman dan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah.

7. Pelaksanaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah.

8. Penyajian informasi keuangan daerah.

9. Pelaksanaan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik daerah.

10. Pelaksanaan tugas dukungan teknis di bidang keuangan.

11. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis di bidang keuangan.

12. Pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang keuangan.

13. Pelaksanaan administrasi kesekretariatan Badan.

14. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya.

b. Sekretariat memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Pelaksanaan tata usaha kantor, perlengkapan, urusan rumah tangga Badan, dan administrasi di lingkungan Badan.

2. Penyusunan rencana kegiatan tahunan Badan.

3. Pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana strategis, program, kegiatan dan anggaran di lingkungan Badan.

4. Pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan tugas-tugas bidang.

5. Pengkoordinasian pelaksanaan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) di lingkungan Badan.

6. Penyiapan bahan evaluasi tugas–tugas bidang secara terpadu.

7. Pengelolaan administrasi kepegawaian.

8. Pengelolaan administrasi keuangan.

9. Pengelolaan administrasi perlengkapan.

10. Pengelolaan aset dan barang milik negara/daerah.

11. Pengelolaan urusan rumah tangga, hubungan masyarakat dan protokol.

12. Pengelolaan kearsipan dan perpustakaan Badan.

13. Pelaksanaan penyelenggaraan hubungan kerja dibidang administrasi dengan perangkat daerah terkait.

14. Pelaksanaan koordinasi penyelesaian masalah hukum (non yustisia) di bidang kepegawaian.

15. Koordinasi dan penyusunan peraturan perundangundangan.

16. Pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana Badan.

17. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan.

18. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.

19. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

c. Bidang Perbendaharaan memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penerimaan dan pengeluaran kas.

2. Pelaksanaan pembukuan, administrasi penerimaan dan pengeluaran daerah berupa kas dan setara kas

3. Pelaksanaan dan pengendalian penerimaan, penyimpanan dan pembayaran atas beban rekening kas umum daerah.

4. Pengelolaan utang dan piutang daerah.

5. Penyusunan petunjuk teknis dan pembinaan administrasi keuangan yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas.

6. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan.

7. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.

8. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Badan.

d. Bidang Akuntansi memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Pelaksanaan perumusan sistem dan prosedur pelaporan keuangan daerah.

2. Penyusunan sistem dan kebijakan akuntansi serta pedoman teknis pelaporan.

3. Pelaksanaan penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.

4. Pelaksanaan pembinaan teknis pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan daerah.

5. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan.

6. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.

7. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Badan.

e. Bidang Anggaran memiliki fugsi sebagai berikut:

1. Pelaksanaan perumusan prosedur penyusunan rancangan APBD dan rancangan perubahan APBD.

2. Penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penyusunan anggaran.

3. Pengendalian penyusunan anggaran.

4. Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang APBD dan perubahan APBD.

5. Penyusunan rancangan peraturan bupati tentang penjabaran APBD dan penjabaran perubahan APBD.

6. Penyusunan rancangan Rencana Kerja dan Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (RKA-PPKD) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (DPA-PPKD).

7. Pembinaan administrasi keuangan.

8. Penatausahaan belanja hibah, bantuan sosial, bagi hasil pajak/retribusi daerah, bantuan keuangan, belanja tidak terduga dan pengeluaran pembiayaan.

9. Pengkoordinasian alokasi anggaran dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran - Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA -

PPAS) dan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran - Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA – PPAS Perubahan).

10. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan.

11. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.

12. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Badan.

f. Bidang Aset Daerah memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Pelaksanaan penyusunan rencana kebutuhan dan pemeliharaan BMD.

2. Pelaksanaan penyelenggaraan pemanfaatan, pemindahtanganan, pengamanan dan pengendalian BMD.

3. Penyelenggaraan penatausahaan dan penghapusan BMD.

4. Penyelenggaraan penyimpanan, penyaluran, perawatan dan pemeliharaan BMD.

5. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan.

6. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.

7. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Badan.

Dokumen terkait