• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum

BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum

4.1.1 Objek Penelitian

Diesel generator adalah pesawat bantu di kapal yang mempunyai

peran penting di kapal yaitu sebagai pembangkit listrik. Diesel

generator adalah generator yang memanfaatkan diesel engine sebagai

penggerak atau pemutar poros. Diesel engine dilengkapi dengan sistem bahan bakar untuk dapat dioperasikan. Salah satu komponen utama dari sistem bahan bakar diesel engine adalah fuel injection pump.

Fuel injection pump adalah salah satu jenis pompa yang terdapat

pada diesel engine yang berfungsi untuk mensuplai bahan bakar yang didalamya terdapat plunger barrel yaitu komponen utama dari fuel

injection pump yang berfungsi sebagai penekan bahan bakar sehingga

bahan bakar yang keluar dari fuel injection pump memiliki tekanan. Di kapal tempat peneliti melakukan penelitian, fuel injection

pump berjenis inline yang mana jumlah plunger pada fuel injection pump sama dengan jumlah silinder pada mesin. Terdapat 6 plunger

pada setiap diesel generator. Karena terdapat 3 diesel generator, jumlah totalnya adalah 18 plunger barrel. Berikut adalah spesifikasi

49

Tabel 4.1 Spesifikasi Fuel Injection Pump

Type Inline

Quantity 6 sets

Fuel Injection

pump

Type X Q’ty Per set

6EY18LW X 6 Delivery press Kgf/cm2 147 Max Flow mm2/s 500 Fluid

Type of oil HSFO & LSMGO

Working viscosity cSt 80 – 120

Maker YANMAR CO., LTD.

Sumber : Diesel Generator Manual Book MV. Navios Coral

Gambar 4.1 Fuel Injection Pump yang sudah dilepas dari Diesel Generator. Sumber: Diesel Generator Manual Book MV. Navios Coral.

4.1.2 Cara Kerja Fuel Injection Pump

Di kapal MV. Navios Coral, fuel injection pump berjenis inline yang mana jumlah plunger pada fuel injection pump sama dengan jumlah silinder pada mesin. Cara kerja dari fuel injection pump tipe

inline adalah bahan bakar dipompa dari tangki bahan bakar menuju

mesin pompa oleh feed pump. Bahan bakar didorong oleh masuk ke pipa injeksi untuk masuk ke ruang bakar melalui nozzle. Di dalam

fuel injection pump terdapat mekanisme camshaft yang berputar

selaras dengan putaran mesin. Camshaft menekan plunger naik dan turun satu persatu. Plunger yang tertekan kemudian mendorong bahan bakar menembus nozzle masuk ke ruang bakar. Karena

camshaft bergerak selaras dengan putaran mesin, penyemprotan

bahan bakarnya ke ruang bakar bisa tepat timingnya. Governor berfungsi sebagai pengatur banyaknya jumlah bahan bakar yang diinjeksi, dengan memutar plunger. Pada plunger terhadap saluran bahan bakar yang besar bukaannya semakin besar atau kecil bergantung pada posisi menghadapnya.

4.1.3 PMS Fuel Injection Pump

PMS atau Planned Maintenance System adalah Sistem pemeliharaan terencana memungkinkan pemilik kapal dan operator untuk merencanakan, melaksanakan, dan mendokumentasikan pemeliharaan kapal pada interval yang sesuai dengan persyaratan kelas dan pabrikan. Di kapal peneliti interval perawatan fuel

injection pump adalah tiap 5000 jam. Oleh karena itu apabila running hours fuel injection pump sudah mencapai 5000 jam harus dilakukan maintenance pada fuel injection pump. Pemeliharaan kapal tersebut

diawasi oleh personel yang ada di atas kapal, yang kemudian dicatat sebagai item pemeriksaan untuk periodic survey kapal. Rencana dan penjadwalan dari pemeliharaan kapal didokumentasikan sesuai dengan sistem yang disetujui oleh badan klasifikasi kapal. Mempunyai Planned Maintenance System atau Sistem Pemeliharaan Terencana di kapal pada saat ini merupakan mandatory sesuai dengan ISM (International Safety Management) Code. Berikut adalah PMS fuel injection pump di MV Navios Coral :

Tabel 4.1 PMS Fuel Injection Pump di MV Navios Coral

Sumber : PMS MV. Navios Coral. 4.1.4 Fakta Kondisi

Pada saat peniliti melaksanakan praktek laut di kapal, peneliti mengalami sebuah kejadian yang kemudian hal tersebut penulis

angkat menjadi sumber penelitian, yaitu terjadinya korosi pada

plunger barrel dalam fuel injection pump diesel generator di MV.

Navios Coral. Peneliti pernah mendapati masalah pada tanggal 8 September 2018, voyage number 19B saat melewati Black Sea Turki, yaitu turunnya tekanan bahan bakar pada fuel injection pump pada saat diesel generator sedang beroperasi.

Pada mulanya diesel generator nomor 2 sedang beroperasi, 2nd

engineer dan peneliti yang sedang bejaga pada pukul 12.35 LT, voyage number 19B Black Sea Turki, 2nd Engineer dan peneliti yang sedang

melakukan patrol di engine room mendengarkan suara tidak normal pada fuel injection pump diesel generator, kemudian 2nd Engineer dan

peneliti membuka cover yang menutupi fuel injection pump, dan melihat adanya fuel oil leakage atau tumpahan minyak pada body fuel

injection pump.

Mengetahui hal tersebut, 2nd Engineer dan peneliti membersihkan tumpahan minyak atau HSFO yang mengotori di sekitar

fuel injection pump. Selain itu, 2nd Engineer dan peneliti juga melihat

tekanan bahan bakar tidak normal pada fuel injection pump diesel

generator melalui komputer di engine control room. Mengetahui

kejadian tersebut, 2nd Engineer meminta izin kepada Chief Engineer

untuk melakukan perawatan fuel injection pump pada diesel generator.

Chief Engineer memberi izin kepada 2nd Engineer untuk melakukan

Sebelum melakukan perawatan, 2nd Engineer memberi perintah

kepada peneliti untuk mengganti pemakaian diesel generator di kapal dari diesel generator nomor 2 menjadi diesel generator nomor 3. Peneliti mengganti penggunaan diesel generator di kapal sesuai dengan prosedur manual book instruction. Setelah diesel generator nomor 3 beroperasi dengan normal dan diesel generator nomor 2 sudah dalam kondisi tidak beroperasi, 2nd Engineer dan peneliti

menunggu selama 30 menit agar komponen diesel generator nomor 2 rendah temperaturnya sehingga bisa dilakukan perawatan pada fuel

injection pump. Sebelum melakukan perawatan pada fuel injection pump, 2nd Engineer dan peneliti harus melepas fuel injection pump

terlebih dahulu. Terdapat 6 fuel injection pump di setiap diesel

generator di kapal tempat peneliti melakukan penelitian.

Setelah 6 fuel injection pump berhasil dilepas dari diesel

generator, peneliti membawa 6 fuel injection pump ke ruang workshop

untuk dilakukan perawatan. 2nd Engineer dan peneliti membongkar 6 fuel injection pump dan membersihkan semua komponen dari 6 fuel injection pump dengan kerosin sampai bersih. Setelah dibersihkan

semua komponen terlihat masih normal kecuali plunger barrel. Dampak dari kejadian tersebut adalah terjadinya fuel oil leakage pada

fuel injection pump, turunnya tekanan bahan bakar pada fuel injection pump dan korosi pada plunger barrel.

Dokumen terkait