• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Desa Loce

Desa Loce merupakan nama sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Nama Loce sendiri merupakan nama yang langsung diterima langsung dari kesultanan Maluku Utara yaitu Moloku Kie Raha yang terdiri dari Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Bacan, dan Kesultanan Jailolo. Arti dari Loce adalah Goyang. Nama ini diberikan karena masyarakat Desa Loce sendiri dikenal sebagai masyarakat yang turut ambil andil dalam hal kepemerintahan, dimana jika ada masalah yang terjadi di desa atau masalah petinggi-petinggi desa, maka masyarakat juga akan turut mengambil bagian dalam masalah tersebut. Itulah sebabnya kesultanan memberikan nama Loce yang artinya Goyang atau Mengguncang.

Pada awalnya Desa Loce belum bertempat di tempat Desa Loce sekarang, masyarakat desa sering berpindah-pindah tempat menyesuaikan kebutuhan hidup masyarakat khususnya sumber air. Hingga akhirnya sekitar tahun 1970-an menetap di tempat sekarang. Sebelumnya yang berperan penting sebagai pemimpin pada saat itu adalah Teong atau yang disebut Nyira Teong. Pada saat itu juga penyebutannya juga masih kepala kampung, belum kepala desa.

Mulai pada tahun 1970 Desa Loce mulai mengalami perubahan.

Sudah menetap dan mulai mengalami perkembangan pemerintahan maupun kehidupan masyarakat. Ditahun ini juga kepala desa pertama menjabat. Berikut merupakan nama-nama kepala desa yang pernah menjabat menjadi kepala desa di Desa Loce :

33

Tabel 4.1 Nama-nama Kepala Desa

No Nama Jabatan Tahun

4 Gamaliel Sowo Kepala Desa 1999-2005 5 Alex Strauning Kepala Desa 2006-2012 6 Auqes Wadja Kepala Desa 2012-2018 8 Auqes Wadja Kepala Desa 2019-sekarang Sumber : Struktur Desa Loce (diolah oleh penulis)

Masyarakat Desa Loce terdiri dari berbagai suku, tapi 90% dan suku asli masyarakat Desa Loce adalah Suku Sahu (tala’i). Memiliki luas wilayah 20Ha dengan jumlah penduduk sebanyak 467 jiwa per bulan Juni 2021. Dari segi keagamaan, seluruh masyarakat Desa Loce beragama Kristen lengkap dengan 4 sarana peribadatan, yakni Gereja. Selain sarana peribadatan, Desa Loce juga memiliki sarana olahraga yaitu lapangan sepak bola dan lapangan bulu tangkis. kebanyakan masyarakat bekerja sebagai petani, yang lainnya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil, wiraswasta, dan lainnya. Ada juga yang menjadikan pekerjaan selingan sebagai peternak sapi, kambing, ayam dan itik. Berikut ini adalah persentase jenis pekerjaan masyarakat Desa Loce.

Tabel 4.2 Persentase Masyarakat Desa Loce Berdasarkan Pekerjaan

Jenis Pekerjaan Persentase

Petani 62%

PNS 16%

Pegawai Honorer 11%

Wiraswasta 11%

Pendeta 3%

TNI/Polri 2%

Sumber : Laporan Bulanan Desa Loce (diolah oleh penulis)

Untuk tingkat Pendidikan masyarakat juga beragam. Berikut rinciannya.

34

Tabel 4.3 Persentase Masyarakat Desa Loce Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Jenis Pekerjaan Persentase

SD 34%

Sumber : Laporan Bulanan Desa Loce (Diolah oleh penulis) 2. Struktur Organisasi Pemerintah Desa Loce

Struktur Organisasi sangat berperan penting pada suatu organisasi agar memperjelas setiap fungsi dan hubungan antar bagian di dalam organisasi tersebut, sehingga terlihat tanggung jawab masing-masing bagian atas suatu pekerjaan. Struktur organisasi setiap organisasi juga tentunya berbeda-beda satu sama lain tergantung pada ruang lingkup organisasi tersebut.

Sama halnya dengan suatu organisasi, suatu pemerintahan juga memiliki struktur yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahannya maupun tugas pelayanan terhadap masyarakat.

Berikut ini struktur organisasi yang ada dalam pemerintahan Desa Loce.

35

Bagan 4.1 Struktur Organisasi Pemerintah Desa Loce Sumber : Pemerintah Desa Loce

Selain berdasarkan struktur diatas, adapun di bagian keamanan Desa Loce mempunyai 3 hansip desa yaitu Yanus Latu, Stiven Deko dan Yeri Latu.

Terkait fungsi kerja dan tugas masing-masing jabatan pada gambar bagan 4.1 diatas diantaranya sebagai berikut :

a. Kepala Desa

Tugas kepala desa adalah untuk menyelenggarakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan, pembinaan

36

kemasyarakatan serta pemberdayaan masyarakat desa. Dengan tugas tersebut, kepala desa berwewenang untuk :

1) Memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa 2) Mengangkat dan memberhentikan perangkat desa

3) Memegang kekuasaan pengelolaan keuangan dan aset desa 4) Menetapkan peraturan desa

5) Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa 6) Membina kehidupan kemasyarakatan desa

7) Membina ketenteraman dan ketertiban masyarakat desa

8) Membina dan meningkatkan perekonomian desa serta mengintegrasikan agar mencapai perekonomian skala produktif untuk sebesar-besarnya kemakmuran desa

9) Mengembangkan sumber pendapatan desa

10) Mengusulkan dan menerima pelimpahan sebagian kekayaan negara guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa 11) Memanfaatkan teknologi tepat guna

12) Mengoordinasikan Pembangunan Desa secara partisipatif 13) Mewakili Desa di dalam dan di luar pengadilan atau menunjuk

kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan

14) Melaksanakan wewenang lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala Desa memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :

1) Menyelenggarakan Pemerintahan Desa, seperti tata praja Pemerintahan, penetapan peraturan di desa, pembinaan masalah pertanahan, pembinaan ketenteraman dan ketertiban, melakukan upaya perlindungan masyarakat, administrasi kependudukan, dan penataan dan pengelolaan wilayah

2) Melaksanakan pembangunan, seperti pembangunan sarana prasarana perdesaan, dan pembangunan bidang pendidikan, kesehatan

37

3) Pembinaan kemasyarakatan, seperti pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat, partisipasi masyarakat, sosial budaya masyarakat, keagamaan, dan ketenagakerjaan

4) Pemberdayaan masyarakat, seperti tugas sosialisasi dan motivasi masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga, dan karang taruna

5) Menjaga hubungan kemitraan dengan lembaga masyarakat dan lembaga lainnya.

b. Sekretaris Desa

Sekretaris Desa bertugas untuk membantu kepala desa dalam bidang administrasi pemerintahan. Sekretaris juga berfungsi untuk : 1) Melakukan tugas-tugas administratif seperti manajemen naskah,

administrasi surat-menyurat, pengarsipan dan ekspedisi

2) Melaksanakan kegiatan urusan umum seperti penataan pengelolaan administrasi perangkat desa, penyediaan sarana prasarana perangkat desa dan kantor desa, persiapan rapat, pengelolaan administrasi aset desa, inventarisasi, perjalanan dinas, serta pelayanan umum

3) Melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan, pengelolaan sumber pendapatan dan belanja, verifikasi pengelolaan keuangan dan pengelolaan instansi pemerintah desa seperti kepala desa, perangkat desa, BPD, dab lembaga pemerintahan desa lainnya

4) Sebagai pelaksana masalah perencanaan seperti menyiapkan rencana APB Desa, menginventarisasi dalam untuk pembangunan, memantau dan mengevaluasi program, serta menyiapkan laporan.

c. Kepala Urusan Umum dan Pembangunan

Kaur umum dan pembangunan secara umum juga membantu sekretaris desa dalam urusan pelayanan administrasi yang

38

mendukung tugas-tugas pemerintahan. Berfungsi untuk administrasi surat, arsip, ekspedisi, bahkan penataan administrasi perangkat desa, menyediakan sarana prasarana perangkat desa dan kantor desa, menyiapkan rapat, administrasi aset, inventarisasi, perjalanan dinas dan pelayanan umum, serta fungsi lainnya yang diberikan sekretaris desa atau kepala desa.

d. Kepala Urusan Keuangan

Kaur keuangan bertanggung jawab membantu sekretaris desa dalam pelayanan administrasi yang menunjang pelaksanaan tugas pemerintahan.

Kepala urusan keuangan mempunyai fungsi pelaksanaan urusan keuangan seperti :

1) Pengelolaan administrasi keuangan

2) Pengelolaan administrasi sumber pendapatan dan belanja 3) Pemeriksaan atau verifikasi keuangan dan administrasi

pendapatan kepala desa, perangkat desa, BPD dan lembaga pemerintahan desa lainnya.

Serta pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh sekretaris desa atau kepala desa.

e. Kepala Seksi Pemerintahan

Bertugas membantu kepala desa sebagai pelaksana tugas operasional, dengan fungsi :

1) Manajemen tata praja pemerintahan 2) Menyusun rancangan regulasi desa

3) Merencanakan, menyelenggarakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan keamanan, ketertiban, dan ketenteraman masyarakat desa

4) Perencanaan, penyelenggaraan, pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan administrasi kependudukan tingkat desa 5) Perencanaan, penyelenggaraan, dan evaluasi pelaksanaan

pengelolaan pertanahan di tingkat desa

39

6) Penataan dan pengelolaan wilayah

7) Mengumpulkan dan mengelola data profil desa 8) Pemantauan kegiatan sosial politik di desa

9) Menyusun laporan penyelenggaraan pemerintahan desa, laporan keterangan penyelenggaraan pemerintahan dan memberikan informasi tersebut kepada masyarakat

10) Pelayanan masyarakat

11) Membuat laporan kinerja semua kegiatan Menurut bidang kegiatan

12) Memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala desa tentang kebijakan dan tindakan yang akan dilakukan di bidang tugasnya

13) Melaksanakan fungsi lain yang ditugaskan oleh kepala desa.

f. Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat

Sama halnya dengan kasi pemerintahan, kasi kesejahteraan masyarakat juga bertugas membantu kepala desa sebagai pelaksana tugas operasional.

Kasi kesejahteraan masyarakat berfungsi sebagai :

1) Merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat

2) Inventarisasi dan pemantauan pelaksanaan pekerjaan dan pengelolaan pembangunan di tingkat desa

3) Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pelaksanaan sarana prasarana pembangunan desa

4) Melaksanakan kegiatan sosialisasi dan motivasi masyarakat di bidang kebudayaan, ekonomi, politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, kepemudaan, olahraga dan organisasi pemuda

40

5) Menyiapkan konsep rancangan peraturan desa tentang rencana pembangunan jangka menengah, rencana kerja pemerintah serta peraturan desa lainnya

6) Pelayanan masyarakat

7) Menyusun laporan pelaksanaan semua kegiatan sesuai bidang tugasnya

8) Memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala desa terkait kebijakan dan tindakan yang diambil; serta pelaksanaan fungsi lain yang diberikan kepala desa.

g. Ketua Rukun Tetangga

Ketua RT memiliki tugas untuk membantu memfasilitasi guna memperlancar semua pekerjaan yang terkait dengan layanan administrasi, operasi pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan di wilayah kerjanya. Ketua RT juga bertanggungjawab memajukan/mendorong Kerja sama dan partisipasi serta gotong royong dalam swadaya masyarakat di wilayahnya.

h. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)

BPD mempunyai fungsi membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa Bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, dan melakukan pengawasan kinerja kepala desa.

Adapun anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Loce adalah sebagai berikut :

1) Frengky Boga,S.Pd. M.Si. sebagai Ketua BPD 2) Alm. Martinus Doge, sebagai Wakil Ketua BPD 3) Hezron Lamo, sebagai sekretaris BPD

4) Yonathan Wadja, sebagai anggota BPD 5) Yoseph Kap Maba,S.I.P

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) merupakan salah satu lembaga kemasyarakatan yang ada di desa. Organisasi

41

pemberdayaan masyarakat bertugas Menyusun rencana pembangunan secara partisipatif, menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat serta melaksanakan dan memantau pembangunan.

LPM berfungsi untuk menampung dan menyalurkan aspirasi pembangunan masyarakat, menumbuhkan dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan masyarakat, meningkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, perencanaan, pelaksanaan, pelestarian dan pengembangan hasil pembangunan secara partisipatif, mengembangkan dan mengelola inisiatif masyarakat, keterlibatan dan gotong royong masyarakat, serta penggali, pemanfaatan dan mengembangkan potensi sumber daya alam dan keserasian lingkungan.

42

B. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Loce Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat Tahun 2017-2020

Berdasarkan data yang diterima penulis mengenai pengelolaan keuangan desa khususnya Alokasi Dana Desa (ADD), kegiatan tersebut terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa di Desa Loce Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat untuk tahun anggaran 2017 sampai 2020.

Berikut ini merupakan uraian pengelolaannya :

a. Perencanaan Pengelolaan Keuangan Desa di Desa Loce Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat

Tahap perencanaan di Desa Loce dimulai dengan pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) antara Aparat Pemerintah Desa Loce dengan Ketua Rukun Tetangga (RT) yang tujuannya untuk membahas usulan rencana kerja pemerintah desa dari masing-masing RT. Selain itu di dalam Musdes juga dibentuk tim penyusun RKP untuk tahun anggaran yang dibahas, dalam hal ini tahun 2017-2020.

Setelah tim penyusun RKP menyelesaikan Rancangan Kerja Pemerintah (RKP), akan dibahas kembali untuk disepakati dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dengan elemen-elemen masyarakat dan pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Selanjutnya usulan yang disampaikan disetujui, maka akan dimasukkan ke Rencana Kerja Pemerintah (RKP) desa disertai dengan keluarnya Peraturan Desa tentang anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Rekapitulasi RKP Desa Loce untuk tahun anggaran 2017-2020. Kegiatan perencanaan di Desa Loce sendiri sudah sesuai dengan Permendagri No 20 Pasal 32 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa, 2018. (Lampiran 1. Peraturan Kepala Desa Tahun 2018 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018, Lampiran 2. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Loce tahun 2017, Lampiran 3. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Loce tahun 2018, Lampiran 4.

43

Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Loce tahun 2019, Lampiran 5. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Loce tahun 2010)

b. Pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Desa di Desa Loce Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat

Pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Desa di Desa Loce dilakukan setelah Rancangan Peraturan Desa tentang anggaran Pendapatan dan Belanja Desa disahkan oleh Bupati Halmahera Barat.

Pada tahap ini adanya penerimaan dan pengeluaran desa yang dilaksanakan melalui rekening Kas Desa. Desa Loce dalam pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran keuangan menggunakan rekening Bank Maluku atas nama Desa Loce ditahun 2017, dan untuk tahun 2018-2020 menggunakan rekening Bank BRI atas nama Desa Loce.

Tahapan pelaksanaan dimulai saat kepala desa menugaskan kaur keuangan untuk Menyusun Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Rencana Anggaran Kas (RAK) yang diserahkan kepada kepala desa untuk disetujui, dilanjutnya dengan sekretaris desa memverifikasi rancangan DPA dan disetujui kepala desa. Tahap selanjutnya yaitu kaur dan kasi melaksanakan kegiatan pengadaan swakelola atau penyedia barang/jasa berdasarkan DPA yang disetujui. Selanjutnya kaur dan kasi pelaksana kegiatan anggaran mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dalam setiap pelaksanaan kegiatan anggaran. Penerapan pelaksanaan di Desa Loce tentunya sudah sejalan sesuai dengan Permendagri No 20 Pasal 44 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa, 2018

c. Penatausahaan Pengelolaan Keuangan Desa di Desa Loce Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat

Sejalan dengan Permendagri No 20 tahun 2018 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa Pasal 63, kegiatan penatausahaan keuangan di Desa Loce dilakukan melalui kegiatan pencatatan setiap penerimaan dan pengeluaran dalam buku kas umum beserta buku pembantu umum yang terdiri dari buku kas pembantu pajak dan buku

44

pembantu bank oleh kaur keuangan. (Lampiran 6. Buku Kas Umum Pemerintah Desa Loce tahun 2019, Lampiran 7. Buku Pembantu Bank Pemerintah Desa Loce tahun 2019, Lampiran 8. Buku Kas Pembantu Pajak Pemerintah Desa Loce tahun 2019, Lampiran 9.

Buku Kas Umum Pemerintah Desa Loce tahun 2020, Lampiran 10.

Buku Pembantu Bank Pemerintah Desa Loce tahun 2020)

Pencatatan penerimaan dan pengeluaran keuangan di Desa Loce menggunakan aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES).

d. Pelaporan Pengelolaan Keuangan Desa di Desa Loce Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat

Kegiatan pelaporan dilakukan oleh kepala desa yang menyampaikan laporan pelaksanaan APB Desa yaitu laporan pelaksanaan APB desa dan Laporan Realisasi Kegiatan kepada bupati melalui camat sesuai dengan pasal 68 Permendagri No 20 tahun 2018.

e. Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan Desa di Desa Loce Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat

Kegiatan pertanggungjawaban dilakukan setiap akhir tahun anggaran oleh kepala desa dengan menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada bupati melalui camat. Laporan pertanggungjawaban disertai juga dengan penetapan peraturan desa tentang laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APB Desa yang didalamnya memuat laporan realisasi APB desa dan catatan atas laporan keuangan, laporan realisasi kegiatan dan daftar program sektoral, program daerah dan program lainnya yang masuk di desa.

Selanjutnya informasi laporan tersebut diinformasikan kepada masyarakat melalui media informasi yang memuat laporan realisasi APB Desa, laporan realisasi kegiatan, kegiatan yang belum selesai/terlaksana, sisa anggaran, dan alamat pengaduan. Desa Loce menggunakan media informasi berupa banner sebagai pertanggungjawaban pemerintah desa kepada masyarakat yang

45

berisikan Laporan Realisasi APB Desa. Kegiatan pertanggungjawaban di Desa Loce ini sejalan dengan yang diatur dalam Permendagri No 20 tahun 2018 pada pasal 70.

Dari penjelasan pengelolaan keuangan desa di Desa Loce Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat untuk tahun anggaran 2017-2020 diatas, berikut ini digambarkan bagan alir pengelolaan keuangan desa di Desa Loce Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat.

46 Bagan 4.2 Bagan Alir Pengelolaan Keuangan Desa di Desa Loce

Sumber : Data diolah oleh penulis

47

2. Efektivitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Loce Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat Tahun 2017-2020

Perhitungan efektivitas pengelolaan berdasarkan anggaran dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa dari sumber dana Alokasi Dana Desa (ADD) pada tahun 2017-2020. Rincian laporan pelaksanaan APB Desa per sumber dana pemerintah Desa Loce tahun 2017-2020 adalah sebagai berikut :

Tabel 4.4 Laporan Pelaksanaan APB Desa Per Sumber Dana Pemerintah Desa Loce Tahun Anggaran 2017

KODE

1.1. Pendapatan Asli Desa 100.000,00 100.000,00

1.1.4. Lain - Lain Pendapatan Asli Desa

Yang Sah 100.000,00 100.000,00

1.2. Pendapatan Transfer 1.036.203.000,00 1.036.203.000,00

1.2.1. Dana Desa 743.317.000,00 743.317.000,00

1.2.3. Alokasi Dana Desa 292.886.000,00 292.886.000,00 JUMLAH PENDAPATAN 1.036.303.000,00 1.036.303.000,00

2. BELANJA

2.1 Bidang Penyelenggaraan

Pemerintah Desa 245.486.000,00 245.486.000,00 2.1.1 Pembayaran Penghasilan Tetap

dan Tunjangan 168.650.000,00 168.650.000,00 . 2.1.1.1. Belanja Pegawai 168.650.000,00 168.650.000,00 2.1.1.1.1 Penghasilan Tetap Kepala Desa

dan Perangkat Desa 75.000.000,00 75.000.000,00 2.1.1.1.4 Tunjangan Kepala Desa dan

Perangkat Desa 38.450.000,00 38.450.000,00

2.1.1.1.6 Tunjangan BPD dan Anggotanya 55.200.000,00 55.200.000,00 2.1.2 Kegiatan Operasional Kantor

Desa 69.236.000,00 69.236.000,00

2.1.2.2. Belanja Barang dan Jasa 56.163.000,00 56.163.000,00 2.1.2.2 .1. Belanja Listrik, Air, Telepon,

Fax./Internet 600.000,00 600.000,00

2.1.2.2.2. Belanja Alat Tulis Kantor 1.000.000,00 1.000.000,00

48

Lanjutan

2.1.2.2.3. Belanja Alat-alat Kebersihan dan

Bahan Pembersih 5.540.834,00 5.540.834,00

2.1.2.2.6. Belanja Fotokopi, Cetak dan

Penggandaan 828.500,00 828.500,00

2.1.2.2.7. Belanja Makanan dan Minuman

Rapat 500.000,00 500.000,00

2.1 .2 .2 .16. Belanja Perjalanan Dinas 46.968.666,00 46.968.666,00 2.1.2.2.18. Belanja Pemeliharaan Alat Kantor

dan Rumah Tangga 500.000,00 500.000,00

2.1.2.2.22. Belanja Jasa Transaksi Keuangan

(Admin Bank dll.) 225.000,00 225.000,00

2.1.2.3. Belanja Modal 13.073.000,00 13.073.000,00

2.1.2.3.14. Belanja Modal Pengadaan

Peralatan Kantor 3.073.000,00 3.073.000,00

2.1.2.3.16. Belanja Modal Pengadaan

Komputer 10.000.000,00 10.000.000,00

2.1.3 Kegiatan Operasional BPD 4.000.000,00 4.000.000,00 2.1.3.2. Belanja Barang dan Jasa 4.000.000,00 4.000.000,00 2.1.3.2.2. Belanja Alat Tulis Kantor 500.000,00 500.000,00 2.1.3.2.3. Belanja Alat-alat Kebersihan dan

Bahan Pembersih 45.000,00 45.000,00

2.1.3.2.7. Belanja Makanan dan Minuman

Rapat 455.000,00 455.000,00

2.1.3.2.16. Belanja Perjalanan Dinas 3.000.000,00 3.000.000,00 2.1.4 Kegiatan Operasional RT/RW 3.600.000,00 3.600.000,00

2.1.4.1. Belanja Pegawai 3.600.000,00 3.600.000,00

2.1.4.1.8. insentif RT/RW 3.600.000,00 3.600.000,00

2.2 Bidang Pelaksanaan Pembangunan

Desa 238.800.000,00 238.800.000,00

2.2.1 Kegiatan Pembangunan Saluran

irigasi 174.400.000,00 174.400.000,00

2.2.1.2. Belanja Barang dan Jasa 5.880.000,00 5.880.000,00 2.2.1.2.14. Belanja Honorarium Tim Panitia 5.580.000,00 5.580.000,00 2.2.1.2.17. Belanja Dekorasi dan

Dokumentasi 300.000,00 300.000,00

2.2.1.3. Belanja Modal 168.520.000,00 168.520.000,00

2.2.1.3.29. Belanja Modal Pengadaan

Jaringan Air 168.520.000,00 168.520.000,00

2.2.2 Kegiatan Pembangunan Jalan Desa 51.400.000,00 51.400.000,00 2.2.2.2. Belanja Barang dan Jasa 4.900.000,00 4.900.000,00

49

Lanjutan

2.2.2.2.2. Belanja Alat Tulis Kantor 200.000,00 200.000,00 2.2.2.2.14. Belanja Honorarium Tim Panitia 4.500.000,00 4.500.000,00 2.2.2.2.17. Belanja Dekorasi dan

Dokumentasi 200.000,00 200.000,00

2.2.2.3. Belanja Modal 46.500.000,00 46.500.000,00

2.2.2.3.27. Belanja Modal Pengadaan Jalan

Desa 46.500.000,00 46.500.000,00

2.2.4 Kegiatan Pembangunan Sarana dan

Prasarana Fisik Sosial 13.000.000,00 13.000.000,00 2.2.4.2. Belanja Barang dan Jasa 1.125.000,00 1.125.000,00 2.2.4.2.14. Belanja Honorarium tim Panitia 900.000,00 900.000,00 2.2.4.2.17. Belanja Dekorasi dan

Dokumentasi 225.000,00 225.000,00

2.2.4.3 . Belanja Modal 11.875.000,00 11.875.000,00

2.2.4.3.23. Belanja Modal Pengadaan

Bangunan Bersejarah 11.875.000,00 11.875.000,00 2.3 Bidang Pembinaan

Kemasyarakatan 47.400.000,00 47.400.000,00

2.3.1 Kegiatan Pembinaan Keamanan

dan Ketertiban 6.000.000,00 6.000.000,00

2.3.1.2. Belanja Barang dan Jasa 6.000.000,00 6.000.000,00 2.3.1.2.10. Belanja Jasa Upah Tenaga Kerja 6.000.000,00 6.000.000,00 2.3.5 Kegiatan Pembinaan Kerukunan

Umat Beragama 34.000.000,00 34.000.000,00

2.3.5.2. Belanja Barang dan Jasa 34.000.000,00 34.000.000,00 2.3.5.2.9. Belanja Bahan Praktik dan

Pelatihan 24.000.000,00 24.000.000,00

2.3.5.2.16. Belanja Perjalanan Dinas 8.000.000,00 8.000.000,00 2.3.5.2.20. Belanja Barang Untuk Diberikan

Kepada Masyarakat 2.000.000,00 2.000.000,00

2.3.6 Kegiatan Pembinaan Lembaga

Adat 2.400.000,00 2.400.000,00

2.3.6.2. Belanja Barang dan Jasa 2.400.000,00 2.400.000,00 2.3.6.2.10. Belanja Jasa Upah Tenaga

Kerja 2.400.000,00 2.400.000,00

2.3.8 Peringatan Hari Besar Nasional 5.000.000,00 5.000.000,00 2.3.8.2. Belanja Barang dan Jasa 5.000.000,00 5.000.000,00 2.3.8.2.11. Belanja Makanan dan Minuman

Rapat 1.810.000,00 1.810.000,00

2.3.8.2.14. Belanja Sewa Peralatan 500.000,00 500.000,00 2.3.8.2.7. Belanja Honorarium Tim Panitia 1.000.000,00 1.000.000,00 2.3.8.2.20. Belanja Barang Untuk Diberikan

Kepada Masyarakat 1.690.000,00 1.690.000,00

50

Lanjutan

2.4 Bidang Pemberdayaan Masyarakat 324.917.000,00 324.917.000,00 2.4.1 Kegiatan Pelatihan Kepala Desa dan

Perangkat 9.000.000,00 9.000.000,00

2.4.1.2. Belanja Barang dan Jasa 9.000.000,00 9.000.000,00 2.4.1.2.15. Belanja Honorarium

instruktur/Pelatih/Narasumber 9.000.000,00 9.000.000,00 2.4.2 Kegiatan Peningkatan Kapasitas

Lembaga Masyarakat 60.800.000,00 60.800.000,00 2.4.2.2. Belanja Barang dan Jasa 20.800.000,00 20.800.000,00 2.4.2.2.2. Belanja Alat Tulis Kantor 500.000,00 500.000,00 2.4.2.2.6. Belanja Fotokopi, Cetak dan

Penggandaan 500.000,00 500.000,00

2.4.2.2.7. Belanja Makan dan minum rapat 8.200.000,00 8.200.000,00 2.4.2.2.10. Belanja Jasa Upah Tenaga

Kerja 6.000.000,00 6.000.000,00

2.4.2.2.11. Belanja Sewa Peralatan 500.000,00 500.000,00 2.4.2.2.14. Belanja Honorarium Tim Panitia 3.000.000,00 3.000.000,00 2.4.2.2.15. Belanja Honorarium

instruktur/Pelatih/Narasumber 2.000.000,00 2.000.000,00 2.4.2.2.17. Belanja Dekorasi dan

Dokumentasi 100.000,00 100.000,00

2.4.2.3. Belanja Modal 40.000.000,00 40.000.000,00

2.4.2.3.34. Belanja Modal Pengadaan Barang

Bercorak Kesenian 4 0.000.000,00 4 0.000.000,00 2.4.3 Kegiatan Pemberdayaan

Posyandu, UP2K dan BKB 46.600.000,00 46.600.000,00 2.4.3.2. Belanja Barang dan Jasa 41.340.000,00 41.340.000,00 2.4.3.2.2. Belanja Alat Tulis Kantor 2.250.000,00 2.250.000,00 2.4.3.2.7. Belanja Makanan dan Minuman

Rapat 6.240.000,00 6.240.000,00

2.4.3.2.10. Belanja Jasa Upah Tenaga Kerja 11.250.000,00 11.250.000,00 2.4.3.2.11. Belanja Sewa Peralatan 300.000,00 300.000,00 2.4.3.2.14. Belanja Honorarium Tim Panitia 750.000,00 750.000,00 2.4.3.2.15. Belanja Honorarium

instruktur/Pelatih/Narasumber 900.000,00 900.000,00 2.4.3.2.17. Belanja Dekorasi dan

Dokumentasi 150.000,00 150.000,00

2.4.3.2.20. Belanja Barang Untuk

Diberikan Kepada Masyarakat 19.500.000,00 19.500.000,00

2.4.3.3. Belanja Modal 5.260.000,00 5.260.000,00

51

Lanjutan

2.4.3.3.14. Belanja Modal Pengadaan

Peralatan Kantor 5.260.000,00 5.260.000,00

2.4.4 Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi

Masyarakat 22.875.000,00 22.875.000,00

2.4.4.2. Belanja Barang dan Jasa 22.875.000,00 22.875.000,00 2.4.4.2.20. Belanja Barang Untuk Diberikan

Kepada Masyarakat 22.875.000,00 22.875.000,00 2.4.5 Kegiatan Pelatihan Kelompok Tani

dan Nelayan 89.325.000,00 89.325.000,00

2.4.5.2. Belanja Barang dan Jasa 89.325.000,00 89.325.000,00 2.4.5.2.20. Belanja Barang Untuk Diberikan

Kepada Masyarakat 89.325.000,00 89.325.000,00 2.4.8 Penguatan Kelembagaan TP-PKK

Desa 47.500.000,00 47.500.000,00

2.4.8.2. Belanja Barang dan Jasa 41.630.000,00 41.630.000,00 2.4.8.2.2. Belanja Alat Tulis Kantor 2.030.000,00 2.030.000,00 2.4.8.2.6. Belanja Fotokopi, Cetak dan

Penggandaan 500.000,00 500.000,00

2.4.8.2.7. Belanja Makanan dan Minuman

Rapat 3.000.000,00 3.000.000,00

2.4.8.2.8. Belanja Pakaian Dinas dan

Atributnya 28.000.000,00 28.000.000,00

52

Lanjutan

2.4.8.2.10. Belanja Jasa Upah Tenaga Kerja 5.000.000,00 5.000.000,00

2.4.8.2.11. Belanja Sewa Peralatan 300.000,00 300.000,00

2.4.8.2.14. Belanja Honorarium Tim Panitia 1.300.000,00 1.300.000,00 2.4.8.2.15. Belanja Honorarium

instruktur/Pelatih/Narasumber

1.500.000,00 1.500.000,00

2.4.8.3. Be/anja Modal 5.870.000,00 5.870.000,00

2.4.8.3.14. Belanja Modal Pengadaan Peralatan Kantor

1.000.000,00 1.000.000,00 2.4.8.3.15. Belanja Modal Pengadaan

Alat-alat Rumah Tangga

4.870.000,00 4.870.000,00

2.4.10 Revitalisasi Karang taruna 48.817.000,00 48.817.000,00 2.4.10.2. Belanja Barang dan Jasa 40.000.000,00 40.000.000,00 2.4.10.2.2. Belanja Alat Tulis Kantor 1.454.000,00 1.454.000,00 2.4.10.2.6. Belanja Fotokopi, Cetak dan

Penggandaan

1.000.000,00 1.000.000,00 2.4.10.2 .7. Belanja Makanan dan Minuman

Rapat

10.640.000,00 10.640.000,00 2.4.10.2.10 Belanja Jasa Upah Tenaga

Kerja

3.400.000,00 3.400.000,00 2.4.10.2.11 Belanja Sewa Peralatan 300.000,00 300.000,00 2.4.10.2.14 Belanja Honorarium Tim Panitia 6.350.000,00 6.350.000,00 2.4.10.2.15 Belanja Honorarium

instruktur/Pelatih/Narasumber

6.300.000,00 6.300.000,00

2.4.10.2.17 Belanja Dekorasi dan Dokumentasi

556.000,00 556.000,00 2.4.10.2.20 Belanja Barang Untuk

Diberikan Kepada Masyarakat

10.000.000,00 10.000.000,00

2.4.10.3. Belanja Modal 8.817.000,00 8.817.000,00

2.4.10.3.19 Belanja Modal Pengadaan Peralatan dan Mesin Lainnya

8.817.000,00 8.817.000,00

JUMLAH BELANJA 856.603.000,00 856.603.000,00

SURPLUS / (DEFISIT) 179.700.000,00 179.700.000,00

3. PEMBIAYAAN

3.2. Pengeluaran Pembiayaan . 179.600.000,00 . 179.600.000,00 3.2.2. Penyertaan Modal Desa 179.600.000,00 179.600.000,00 JUMLAH PEMBIAYAAN -179.600.000,00 -179.600.000,00 SISA LEBIH / (KURANG) PERHITUNGAN

ANGGARAN

100.000,00 100.000,00 Sumber :Laporan Pelaksanaan Realisasi APB Desa Loce tahun 2017 (Diolah oleh

Penulis)

53

Tabel 4.5 Laporan Pelaksanaan APB Desa Per Sumber Dana Pemerintah Desa Loce Tahun Anggaran 2018

KODE

Pendapatan Transfer 936.172.000,00 936.172.000,00

1.2. Dana Desa 660.435.000,00 660.435.000,00

1.2.1. Alokasi Dana Desa 275.737.000,00 275.737.000,00

1.2.3. JUMLAH PENDAPATAN 936.172.000,00 936.172.000,00

2. BELANJA 0,00

2.1 Bidang Penyelenggaraan

Pemerintah Desa 248.943.000,00 248.943.000,00 2.1.1 Pembayaran Penghasilan Tetap

dan Tunjangan 194.100.000,00 194.100.000,00

2.1.1.1. Belanja Pegawai 194.100.000,00 194.100.000,00

2.1.1.1.1. Penghasilan Tetap Kepala Desa dan

Perangkat Desa 88.500.000,00 88.500.000,00

2.1.1.1.4. Tunjangan Kepala Desa dan

Perangkat Desa 45.600.000,00 45.600.000,00

2.1.1.1.6. Tunjangan BPD dan Anggotanya 60.000.000,00 60.000.000,00 2.1.2 Kegiatan Operasional Kantor

Desa 38.843.000,00 38.843.000,00

2.1.2.1. Belanja Pegawai 5.000.000,00 5.000.000,00

2.1.2.1.5. Tunjangan Akhir Masa Jabatan

Kepala Desa dan Perang 5.000.000,00 5.000.000,00 2.1.2.2. Belanja Barang dan Jasa 26.646.000,00 26.646.000,00 2.1.2.2.1. Belanja Listrik, Air, Telepon,

Fax./Internet 560.000,00 560.000,00

2.1.2.2.2. Belanja Alat Tulis Kantor 1.000.000,00 1.000.000,00 2.1.2.2.6. Belanja Fotokopi, Cetak dan

Penggandaan 1.000.000,00 1.000.000,00

2.1.2.2.7. Belanja Makanan dan Minuman Rapat 1.261.000,00 1.261.000,00 2.1.2.2.16. Belanja Perjalanan Dinas 22.500.000,00 22.500.000,00 2.1.2.2.22. Belanja Jasa Transaksi Keuangan

(Admin Bank dll.) 225.000,00 225.000,00

2.1.2.3. Belanja Modal 7.197.000,00 7.197.000,00

54

Lanjutan

2.1.2.3.14. Belanja Modal Pengadaan Peralatan

Kantor 7.197.000,00 7.197.000,00

2.1.3 Kegiatan Operasional BPD 5.000.000,00 5.000.000,00 2.1.3.2. Be/anja Barang dan Jasa 5.000.000,00 5.000.000,00 2.1.3.2.2. Belanja Alat Tulis Kantor 500.000,00 500.000,00 2.1.3.2.7. Belanja Makanan dan Minuman

Rapat 500.000,00 500.000,00

2.1.3.2.8. Belanja Pakaian Dinas dan Atributnya 1.500.000,00 1.500.000,00 2.1.3.2.16. Belanja Perjalanan Dinas 2.500.000,00 2.500.000,00 2.1.4 Kegiatan Operasional RT/RW 6.000.000,00 6.000.000,00

2.1.4.1. Belanja Pegawai 6.000.000,00 6.000.000,00

2.1.4.1.8. insentif RT/RW 6.000.000,00 6.000.000,00

2.1.5 Kegiatan Penyelenggaraan

Musyawarah Desa 2.000.000,00 2.000.000,00

2.1.5.2. Belanja Barang dan Jasa 2.000.000,00 2.000.000,00 2.1.5.2.6. Belanja Fotokopi, Cetak dan

Penggandaan 225.000,00 225.000,00

2.1.5.2.7. Belanja Makanan dan Minuman Rapat 1.775.000,00 1.775.000,00 2.1.9 Rekrutmen Perangkat Desa 3.000.000,00 3.000.000,00 2.1.9.2. Belanja Barang dan Jasa 3.000.000,00 3.000.000,00 2.1.9.2.2. Belanja Alat Tulis Kantor 135.000,00 135.000,00 2.1.9.2.6. Belanja Fotokopi, Cetak dan

2.1.5.2.7. Belanja Makanan dan Minuman Rapat 1.775.000,00 1.775.000,00 2.1.9 Rekrutmen Perangkat Desa 3.000.000,00 3.000.000,00 2.1.9.2. Belanja Barang dan Jasa 3.000.000,00 3.000.000,00 2.1.9.2.2. Belanja Alat Tulis Kantor 135.000,00 135.000,00 2.1.9.2.6. Belanja Fotokopi, Cetak dan

Dokumen terkait