• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.1 Gambaran Umum Indeks Sustainable and Responsible

Pasar modal di Indonesia berkembang pesat sehingga perusahaan sangat memerlukan keberadaan pasar modal untuk menerbitkan sahamnya di bursa efek. Hal ini kemudian menarik investor untuk menanamkan modalnya dan menyediakan dana bagi perusahaan sehingga dapat digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Indeks SRI-Kehati dipilih sebagai obyek penelitian karena indeks tersebut merupakan salah satu indeks yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu sebagai indikator pergerakan harga saham yang dijadikan pedoman bagi investor dalam berinvestasi terhadap saham. Emiten yang terpilih adalah perusahaan yang memiliki kepedulian pada lingkungan, masyarakat, tata kelola perusahaan, perilaku dan etika bisnis yang dapat diterima baik tingkat nasioanl maupun internasional.

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) berdiri sejak 12 Januari 1994. Tujuan yayasan Kehati adalah untuk menghimpun dan mengelola sumberdaya yang kemudian disalurkan dalam bentuk hibah, fasilitasi, konsultasi dan berbagai fasilitas lain guna menunjang berbagai program pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan. KEHATI bertindak sebagai katalisator untuk menemukan cara

73

inovatif dalam melestarikan, mengelola dan memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan serta menyelamatkan keanekaragaman hayati Indonesia dari kemusnahan, sehingga manfaat dari kelestarian keanekaragaman hayati dapat dirasakan hingga generasi penerus.

Pada 8 Juni 2009, yayasan KEHATI bekerjasama dengan BEI dan meluncurkan indeks SRI-Kehati yang mengacu pada tata cara Sustainable and

Responsible Investment (SRI) dengan nama indeks SRI-Kehati. Tujuan

dibentuknya indeks SRI-Kehati adalah untuk memberi informasi secara terbuka kepada masyarakat luas mengenai ciri dari perusahaan terpilih yang dianggap memiliki berbagai macam pertimbangan dalam usahanya berkaitan dengan kepedulian pada lingkungan, tata kelola perusahaan, keterlibatan masyarakat, sumber daya manusia, hak asasi manusia, dan perilaku bisnis dengan etika bisnis yang diterima ditingkat internasional.

Gambar 4.1

Mekanisme pemiihan Indeks SRI-Kehati

Sumber: www.kehati.co.id, 2018

Mekanisme pemilihan perusahaan yang terpilih pada indeks SRI-Kehati dilakukan melalui tiga tahap seleksi:

74

1) Tahap pertama, seleski pada aspek bisnis inti (core business). Pada tahap ini, KEHATI melakukan seleksi negatif, yaitu memastikan emiten tidak bergerak dan memiliki usaha inti pada sembilan jenis bisnis berikut ini: pestisida, nuklir, senjata, tembakau, alkohol, pornografi, perjudian, genetically modified

organism (GMO), dan pertambangan batubara.

2) Tahap kedua yaitu aspek finansial, di mana hanya emiten yang memiliki kapitalisasi pasar dan total aset lebih besar dari Rp 1 triliun, free float ratio lebih besar dari 10 persen, serta rasio price earning (PE) positif, yang memiliki peluang untuk lolos ke tahap seleksi berikutnya.

3) Tahap ketiga, aspek fundamental. Pada tahap ini, emiten bersangkutan akan dinilai berdasarkan enam indikator fundamental dalam Indeks SRI-KEHATI, yang meliputi: tata kelola perusahaan, lingkungan, keterlibatan masyarakat, perilaku bisnis, sumber daya manusia, dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Penilaian indikator ini dilakukan melalui review terhadap data sekunder, pengisian kuesioner oleh emiten-emiten, dan data-data lain yang relevan. Dari hasil review tersebut, terpilihlah 25 emiten sebagai konstituen penyusun Indeks SRI-KEHATI. Perusahaan yang terpilih akan dievaluasi setiap dua periode dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Setelah 25 nama perusahaan terpilih selanjutnya akan dipublikasikan oleh BEI dan dapat dilihat di www.idx.co.id.

Perkembangan perusahaan yang tergabung dalam Indeks SRI-Kehati sebagai berikut:

1) periode April 2013, sejumlah 25 perusahaan: yaitu ALII, ADHI, ANTM, ASII, BBCA, BBNI, BBRI, BDMN, BMRI, INDF, INTP, ISAT, JSMR,

75

KLBF, LPKR, LSIP, MEDC, PGAS, PJAA, PTBA, SMGR, TINS, TLKM, UNTR dan UNVR.

2) Periode Oktober 2013 dan April 2014, perusahaan yang konsisten masuk sejumlah 23 perusahaan, dimana saham INTP dan LPKR keluar dari daftar Indeks, kemudian digantikan dengan saham GIAA dan GJTL.

3) Periode Oktober 2014 dan April 2015, perusahaan yang konsisten masuk sejumlah 21 perusahaan, dimana saham ISAT dan MEDC keluar yang digantikan dengan saham EXCL dan WIKA.

4) Periode April 2015 dan Oktober 2015, perusahaan yang konsisten masuk berjumlah 19 perusahaan, saham yang keluar dari daftar ialah ANTM, EXCL dan GIAA. Sedangkan saham yang masuk menggantikan ialah JPFA, SMBC dan WSKT.

5) Periode April 2016 saham yang konsisten sejumlah 19 perusahaan, 2 saham yang keluar adalah GJTL dan PTBA, sedangkan saham yang menggantikan masuk adalah BSDE dan GIAA.

Dari tahun 2013 hingga tahun 2016, perusahaan yang konsisten tergabung di Indek SRI-Kehati sejumlah 19 perusahaan, yaitu:

Tabel 4.1

Daftar Perusahaan Konsisten Masuk Indeks SRI-Kehati Tahun 2013-2016

No Nama Perusahaan

1 AALI Astra Agro Lestari Tbk

2 ADHI Adhi Karya Tbk

3 ASII Astra International Tbk

4 BBCA Bank Central Asia Tbk

5 BBNI Bank Negara Indonesia Tbk

6 BBRI Bank Rakyat Indonesia Tbk

7 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk

76

9 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk

10 JSMR Jasa Marga Tbk

11 KLBF Kalbe Farma Tbk

12 LSIP Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk

13 PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk

14 PJAA Pembangunan Jaya Ancol Tbk

15 SMGR Semen Indonesia Tbk

16 TINS Timah Tbk

17 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk

18 UNTR United Tractors Tbk

19 UNVR Unilever Indonesia Tbk

Sumber: Data diolah peneliti, 2018

Tabel 4.1 merupakan perusahaan-perusahaan yang konsisten masuk dalam indeks SRI-Kehati tahun 2013-2016. Perusahaan tersebut konsisten masuk dikarenakan perusahaan dapat memenuhi kriteria-kriteria yang disyaratkan, seperti emiten tidak bergerak dan memiliki usaha yang berhubungan dengan pestisida, nuklir, senjata, tembakau, alkohol, pornografi, perjudian, genetically

modified organism (GMO), dan pertambangan batubara. Selain itu, emiten

memiliki kapitalisasi pasar dan total aset lebih besar dari Rp 1 triliun, free float

ratio lebih besar dari 10 persen, serta rasio price earning (PE) positif. Perusahaan

konsisten masuk dikarenakan emiten yang lolos masuk penilaian berdasarkan enam indikator fundamental dalam Indeks SRI-KEHATI, yang meliputi: tata kelola perusahaan, lingkungan, keterlibatan masyarakat, perilaku bisnis, sumber daya manusia, dan hak asasi manusia (HAM). Selain itu perusahaan secara kontinyu melakukan kepedulian lingkungan dan perbaikan kinerja perusahaan terkait isu-isu lingkungan secara berkelanjutan. Sehingga hal ini menjadikan perusahaan selalu masuk dapat daftar Indeks SRI-Kehati.

4.1.2 Analisis Deskriptif

Dokumen terkait