BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum
4.1.2 Gambaran Umum Kantor Kepala Desa Lae Hole
Gambar 4.1: Kantor Kepala Desa Lae Hole
Sumber: Dokumentasi Penelitian, 2019
4.1.2.1 Visi dan Misi Kantor Kepala Desa Lae Hole
A. Visi
Visi Kantor Kepala Desa Lae Hole dilakukan dengan pendekatan Partisipatif melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan di Desa Lae Hole, seperti Pemerintah Desa, BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Lembaga Masyarakat Desa (LPM). Maka Visi dari Kantor Kepala Desa adalah:
“Melayani masyarakat Lae Hole secara menyeluruh demi terwujudnya Desa Lae Hole yang maju, mandiri sehat dan sejahtera.”
Maju : Masyarakat mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, agar setara dengan desa lainnya dan tidak tertinggal dengan desa lainnya.
Mandiri : Masyarakat yang mampu mewujudkan kehidupan yang mengandalkan pada kekuatan dan kemampuan sendiri.
Sejahtera : Masyarakat yang tercukupi kehidupan pokok (sandang, pangan, dan papan).
B. MISI
Demikian juga dalam penyusunan misi Kantor Kepala Desa Lae Hole menggunakan pendekatan Parsipatif dan pertimbangan potensi dan kebutuhan Desa Lae Hole sebagaimana proses yang dilakukan, maka misi Desa Lae Hole adalah:
1. Mengoptimalkan kinerja perangkat desa secara dan maksimal sesuai tugaas pokok dan fungsi perangkat desa demi tercapainya pelayanan yang optimal bagi masyarakat.
2. Melaksanan koordinasi antara mitra kerja.
3. Meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) dalam mencapai kesejahteraan masyarakat.
4. Meningkatkan kapasitas kelembagaan yang ada di Desa Lae Hole.
5. Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
6. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Lae Hole dengan melibatkan secara langsung masyarakat Desa Lae Hole dalam berbagai bentuk kegiatan.
7. Melaksanakan kegiatan pembangunan yang jujur, optimal dan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
4.1.2.3 Sumber Daya Manusia Kantor Kepala Desa Lae Hole
Dalam menjalankan sebuah organisasi selain visi, misi dan tujun yang jelas diperlukan juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal untuk menjalankan organisasi demi menncapai tujuan yang ingin dicapai. Kantor Kepala Desa Lae Hole harus memiliki SDM yang tepat sesuai dengan bidangnya dan sesuai dengan kemampuannya untuk menunjang program-program yang telah dirancang dengan optimal.
Kantor Kepala Desa Lae Hole memiliki jumlah sumberdaya sebanyak 11 orang. Jumlah sumberdaya sebagai aparatur desa berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat dari tabel di bawah ini:
Tabel 4.11: Data Aparatur Desa Berdasarkan Pendidikan Terakhir
NO NAMA PENDIDIKAN TERAKHIR
1 Tumpak Sitohang SLTA
2 Doni Faisal Simanjuntak D3
3 Anto Pandiangan SLTA
4 Marliana Sianturi SLTA
5 Wandri Simbolon SLTA
6 Prida Sianturi SLTA
7 Hemat Sianturi SLTA
8 Jamanatar Pandiangan SLTA
9 Pantun Pandiangan SLTA
10 Harlat Sianjuntak SLTA
11 Sarli Limbong SLTA
Sumber data: Kantor Kepala Desa Lae Hole
Data yang disajikan di atas adalah data aparatur desa berdasarkan pendidikan terakhir. Dari data tersebut digambarkan secara jelas bahwa aparatur desa memiliki latar belakang pendidikan terakhir tingkat SLTA berjumlah 10 orang dan tingkat D3 berjumlah 1 orang. Selain berdasarkan pendidikan terakhir, Aparatur Desa di Kantor Kepala Desa Lae Hole juga dibagi ke dalam beberapa jabatan seperti yang digambarkan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 4.12 Data Aparatur Desa Berdasarkan Jabatan
NO NAMA JABATAN
1 Tumpak Sitohang Kepala Desa
2 Doni Faisal Simanjuntak Sekretaris Desa
3 Anto Pandiangan Kaur Umum
4 Marliana Sianturi Kaur Keuangan
5 Wandri Simbolon Kasi Pemerintahan
6 Prida Sianturi Kasi Kesejahteraan
7 Hemat Sianturi KaDus I
8 Jamanatar Pandiangan KaDus II
9 Pantun Pandiangan KaDus III
10 Harlat Simanjuntak KaDus IV
11 Sarli Limbong KaDus V
Sumber data: Kantor Kepala Desa Lae Hole dikelola kembali oleh Peneliti
Berdasarkan data di atas bahwa jabatan kepala desa hanya 1 begitu juga dengan sekretaris. Untuk jabatan Kaur dijabat oleh 2 orang begitu juga dengan Kasi. Di desa Lae Hole terdapat 5 dusun dan masing-masing dusun diurus oleh Kadus yang berjumlah 1 orang.
4.1.2.4 Struktur Organisasi Kantor Kepala Desa Lae Hole
Struktur organisa sangat membantu untuk memudahkan terlaksananya tugas serta program yang telah direncanakan. Stuktur organisasi berfungsi sebagai panduan kepada sumberdaya manusia untuk melakukan tugas dan fungsi unit kerjanya agar seluruh pekerjaannya dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai. Kantor Kepala Desa Lae Hole mempunyai struktur organisasi sebagai berikut:
Gambar 4.2: Struktur Organisasi Desa Lae Hole
Sumber: Dokumentasi Penelitian, 2019
Dalam Pasal 202 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (UU Pemda) dinyatakan bahwa pemerintah desa terdiri atas kepala desa dan perangkat desa. Perangkat desa terdiri dari sekretaris desa, kepala dusun, rukun tetangga dan rukun warga. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa aparat desa meliputi semua orang yang terlibat dalam urusan pemerintahan desa aparatur desa antara lain:
a. Kepala Desa
Kepala Desa adalah pemimpin dari desa di Indonesia. Kepala Desa merupakan pimpinan dari pemerintah desa. Masa jabatan Kepala Desa adalah 6 tahun, dan dapat diperpanjang lagi untuk satu kali masa jabatan. Kepala Desa tidak bertanggung jawab kepada Camat, namun hanya dikoordinasikan saja oleh Camat.
a. Tugas dan Kewajiban Kepala Desa yang diatur dalam pasal 14:
1. Kepala Desa mempunyai Tugas menyelenggarakan Urusan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan. Dalam pasal 14 ayat (1) ini terlihat jelas kepala desa wajib menyelenggarakan pemerintahan desa, Urusan Pemerintahan dibantu oleh staff nya yang di dalamnya terdapat Urusan Pelayanan. Urusan Pembangunan yaitu Pembangunan sarana dan Prasarana Desa dan Urusan Kemasyarakatan yaitu Gotong Royong bersama Masyarakat.
2. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepala desa mempunyai wewenang:
a) Memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan BPD.aidapun Fungsi dari Badan Permusyawaratan Desa Pasal 55 UU No 72 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Desa yaitu membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa dan melakukan pengawasan kinerja kepala desa.
b) Mengajukan rancangan peraturan desa dan disetujui oeh Badan Permusyawaratan Desa.
c) Menetapkan peraturan desa yang telah mendapat persetujuan BPD.
d) Menyusun dan mengajukan rancangan peraturan desa mengenai APB desa untuk dibahas dan ditetapkan Bersama BPD.
e) Membina kehidupan masyarakat desa, dengan cara Gotong Royong ikut serta dalam pembangunan desa.
f) Membina perekonomian desa dengan cara Ikut Serta dalam Penyaluran Kredit Usaha Rakyat, Aktif dalam kegiatan Ekonomi yang dapat menunjang Perekonomian rakyat.
g) Mengkoordinasikan pembangunan desa secara Partisipatif dilaksanakan dengan terencana dengan optimal. Berbagai bentuk dan program untuk mendorong percepatan pembangunan dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
h) Mewakili desanya di dalam dan di luar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
i) Melaksanakan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Dalam menjalankan tugasnya tersebut, Kepala Desa dibantu oleh perangkat-perangkat desa lainnya optimal dari unsur staf, unsur pelaksana dan unsur wilayah.
b. Sekretaris Desa
Sekretaris desa merupakan ujung tombak pemerintahan desa yang melaksanakan tugas khususnya membantu kepala desa di bidang administrasi dan memberikan pelayanan teknis adminsitratif kepada seluruh perangkat desa serta membantu kapala desa dalam menjalankan hak, wewenang dan kewajiban pimpinan pemerintahan desa.
Kepala desa diangkat dan diberhentikan oleh bupati/walikota madya Kepala Daerah Tingkat II setelah mendengar pertimbangan Camat atas usul Kepala desa, apabila kepala desa berhalangan maka sekertaris desa yang menjalankan tugas dan wewenang kepala desa sehari-hari. Berdasarkan pertimbangan bahwa sekertaris desa sebagai kepala sekertariat adalah lebih banyak mengetahui urusan-urusan pemerintahan desa dibandigkan dengan perangkat desa lainnya, maka dalam hal kepala desa berhalangan menjalankan tugasnya, sekertaris desa ditetapkan untuk mewakili kepala desanya dalam menjalankan tugasnya. Kepala-kepala urusan diangkat dan diberhentikan oleh Camat atas nama Bupati/Walikotamadya Kepala daerah tingkat II atas usul kepala desa. Syarat-syarat pengangkatan dan pemberhentian sekertaris desa dan kepala urusan diatur dalam peraturan daerah sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri.
c. Kaur Umum
Melaksanakan tugas-tugas kearsipan, perlengkapan, kemasyarakatan dan sosial.
d. Kaur Pembangunan
Menyusun rencana dan pengendalian, mengevaluasi pelaksanaan, serta menyusun laporan dibidang pemerintahan.
e. Kaur Keuangan
Memiliki kewajiban untuk membantu Sekretaris Desa dalam melaksanakan pengelolaan sumber pendapatan desa, pengelolaan administrasi keuangan desa dan mempersiapkan bahan penyusunan APBDes. Selain itu tugas pokok yang dimiliki bendahara lainnya adalah:
1. Menerima, menyimpan, menyetorkan, menatausahakan, membayarkan dan mempertanggung-jawabkan keuangan desa dalam rangka pelaksanaan APBD
2. Membuat laporan pertanggungjawaban atas penerimaan dan uang yang menjadi tanggungjawabnya melalui laporan pertanggungjawaban 3. Menerima, menyimpan, menatausahakan, dan membukukan uang/
surat berharga dalam pengelolaannya
4. Melakukan pengujian dan pembayaran berdasarkan perintah 5. Menolak perintah pembayaran apabila tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan
6. Melakukan pemotongan/pemungutan penerimaan negara dari pembayaran yang dilakukannya
7. Menyetorkan pemotongan/pemungutan kewajiban ke kas negara 8. Mengelola rekening tempat penyimpanan dan
9. Menyusun program kerja pelaksanaan tugas dan perencanaan desa
10. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan program dan perencanaan desa
11. Menyusun dan menyiapkan bahan untuk analisis dan evaluasi penyusunan laporan pelaksanaan program dan perencanaan
12. Mengumpulkan dan menyiapkan penyusunan program kerja pelaksanaan tugas kerjabersama
13. Melaksanakan tugas lain yang telah diberikan oleh Kepala Desa sesuai dengan tugas dan fungsinya menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada Kepala Desa.
f. Badan Permusywaratan Desa (BPD)
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut:
1) Menggali aspirasi masyarakat 2) Menampung aspirasi masyarakat 3) Mengelola aspirasi masyarakat 4) Menyalurkan aspirasi masyarakat 5) Menyelenggarakan musyawarah BPD 6) Menyelenggarakan musyawarah desa 7) Membentuk panitia pemilihan kepala desa
8) Menyelenggarakan musyawarah desa khusus untuk pemilihan kepala desa
9) Membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa
10) Melaksanakan pengawasan terhadap kinerja kepala desa
11) Melakukan evaluasi laporan keterangan penyelenggaraan pemerintahan desa
12) Menciptakan hubungan kerja yang harmonis dengan pemerintah desa dan lembaga desa lainnya, dan serta melaksanakan tugas lain.
g. Kepala Dusun
Untuk memperlancar jalannya pemerintahan desa dalam desa dibentuk dusun yang dikepalai oleh kepala dusun sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. Kepala dusun adalah orang yang mengetuai sebuah dusun, satu wilayah di bawah desa atau unsur pelaksana tugas Kepala Desa dengan wilayah kerja
tertentu. Kepala Dusun diangkat dan diberhentikan oleh Camat atas nama Bupati/Walikotamadya kepada daerah tingkat II atas usul kepala desa.
Satu desa biasanya terdiri dari beberapa dusun dan dusun terdiri dari beberapa RT dan RW. Masa jabatan seorang kadus paling lama adalah sekitar lima tahun, mengikuti sistem pemerintahan yang ada di Indonesia saat ini.